Anda di halaman 1dari 16

PJBL 2 : Carsinoma Mamae

KANKER PAYUDARA

DEFINISI Kanker payudara adalah petumbuhan sel nomal payudara(mammae) dimana sel abnormal timbul dari sel-sel normal, berkembang biak dan menginfiltrasi jaringan limfe dan pembuluh darah (Carpenito, 1995) Ca. Mammae adalah sekelompok sel tidak normal pada payudara yang terus tumbuh dan menggandakan diri. Pada akhirnya sel sel ini menjadi bentuk benjolan di payudara. Jika benjolan kanker itu tidak dibuang atau terkontrol, sel-sel kanker bias menyebar (bermestastase) ke bagian tubuh lain Mestastase bisa terjadi pada kelenjar getah bening (limfe) ketiak ataupun di atas tulang belikat, selain itu sel-sel kanker bisa bersarang di tulang, paru-paru,pada bagian-bagian hati, kulit, dan di bawah kulit (Erik, 2005) Kanker payudara adalah tumor ganas pada jaringan payudara. Jaringan payudara terdiri dari kelenjar susu (kelenjar pembuat air susu), saluran kelenjar (saluran air susu), dan jaringan penunjang payudara. Oleh Word Health Organization (WHO) penyakit ini dimasukkan ke dalam International Classification of Disease (ICD) dengan kode 174-175. (Siallagan S., 2004) Kanker payudara terjadi karena adanya kerusakan pada gen yang mengatur pertumbuhan dan diffrensiasi sehingga sel itu tumbuh dan berkembang biak tanpa dapat dikendalikan. Penyebaran kanker payudara terjadi melalui pembuluh getah bening dan tumbuh di kelenjar getah bening, sehingga kelenjar getah bening aksila ataupun supraklavikula membesar. Kemudian melalui pembuluh darah kanker menyebar ke organ lain seperti paru-paru, hati dan otak. (Aguswan, 2000; Siallagan S., 2004)

hati dan otak. (Aguswan, 2000; Siallagan S., 2004) Tahapan kanker payudara menurut Baughman (2000), sebagai

Tahapan kanker payudara menurut Baughman (2000), sebagai berikut:

Tumor mempunyai tahap I-IV tergantung pada ukuran, nodus limfe yang terkena, dan metastasis. (Tahapan lainnya diekspresikan dalam symbol TNM: T= tumor primer, N= nodus limfe yang terlibat, M= metastasis)

PJBL 2 : Carsinoma Mamae

a. Tahap I : tumor kecil kurang dari 2 cm, nodus limfe negative, tidak terdeteksi metastasis

b. Tahap II : tumor lebih besar dari dari 2 cm tetapi kurang dari 5 cm, nodus limfe takterfiksasi negative atau positif, tidak terdeteksi metastasis

c. Tahap III : tumor lebih besar dari 5 cm, atau tumor dengan ukuran berapa saja dengan invasi kulit atau dinding dada atau nodus limfe terfiksasi positif dalam area klavikular tanpa bukti metastasis

d. Tahap IV : tumor dalam ukuran berapa saja dengan nodus limfe positif atau negative dengan metastasis jauh

 

Progression and Staging of Breast Cancer

Stage

Description

 

- Abnormal cells in the lining of the ducts or sections of the breast

0

- Results in increased risk of developing cancer in both breasts

1

- Cancer in breast tissue tumor less than 1 inch (2.5 cm) across

 

- Cancer in breast tissue tumor less than 2 inches (5 cm) across

2

- Cancer may also spread to axillary (armpit) lymph nodes

 

- Tumor is larger than 2 inches (5 cm) across with extensive spread to axillary or other nearby lymph nodes

3

- Possible inflammation of breast tissue, dimpling, and change in color of the skin due to blocked lymphatic drainage

4

- Spread of cancer beyond the immediate region of the breast

EPIDEMIOLOGI Semua wanita memiliki risiko terkena kanker payudara. Kanker payudara juga bisa menyerang pria dengan perbandingan 1 : 100 antara pria dengan wanita. Kanker payudara ditemukan di seluruh dunia. Tahun 2003, insidens kanker payudara di Belanda 91 per 100.000 penduduk, Amerika 71,7 per 100.000 penduduk, Swiss 70 per 100.000 wanita, Australia 83,2 per 100.000 penduduk, Kanada 84,7, Indonesia 26 per 100.000 wanita pada tahun 2002 dan Jepang 16 per 100.000 penduduk. Kanker payudara lebih sering dijumpai pada umur 40-49 tahun yaitu sebesar 30,35%. Menurut Sukardja yang dikutip oleh Arlinda (2002) di Amerika frekuensi kanker payudara tertinggi ditemukan pada umur 40-50 tahun. Demikian juga di Jepang yaitu sebesar 40,6% kanker payudara ditemukan pada umur 40-49 tahun dan jarang pada umur kurang dari 30 tahun.

PJBL 2 : Carsinoma Mamae

FAKTOR RISIKO Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab (etiologi) kanker payudara, namun beberapa faktor risiko terjadinya kanker payudara adalah :

1. Usia Meningkat setelah usia 30 keatas (Robbins, 2007). Hal ini dapat dimengerti karena pajanan pada

karsinogen, inisiator, dan promotor lebih lama pada usia lanjut (Wim de jong, 2005)

2. Genetik Sekitar 5 hingga 10% kanker payudara berkaitan dengan mutasi herediter spesifik. Sekitar separuh perempuan dengan kanker payudara herditer memperlihatkan mutasi di gen BRCA1 (pada kromoson 17q21.3) dan sepertiga di BRCA2 (pada kromoson 13q12-13). Kedua gen ini diperkirakan berperan penting dalam perbaikan DNA. Keduanya bekerja sebagai gen penekan tumor karena muncul jika kedua alel inaktif atau cacat pertama disebabkan oleh mutasi sel germinativum dan kedua oleh mutasi somatik berikutnya (Robbins, 2007)

3. Riwayat Keluarga Jika ibu atau saudara wanita mengidap kanker payudara maka risiko kanker payudara meningkat dua kali lipat dibandingkan wanita lain yang dalam keluarganya tidak ada penderita satupun (Tjindarbumi, 2002)

4. Tidak Kawin atau Nulipara Wanita yang tidak kawin akan meningkat risikonya 2-4 kali untuk menderita kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang kawin dan punya anak (Tjindarbumi, 2002).

5. Melahirkan Anak Pertama pada Usia lebih dari 35 Tahun Wanita yang melahirkan anak pertamanya pada usia lebih dari 35 tahun akan memiliki risiko 2 kali lebih besar (Tjindarbumi, 2002)

6. Menarche Dini Wanita yang mendapat haid pertama kali (menarche) pada usia kurang dari 12 tahun , maka wanita akan mengalami siklus hormone estrogen yang lebih lama. Hormone estrogen dapat merangsang pertumbuhan duktus pada kelenjar payudara. Keterpajanan hormos estrogen lebih lama dapat menimbulkan perubahan sel-sel duktus kelenjar payudara. Perubahan tersebut dapat berupa hipertrofi dan proliferasi yang abnormal sehingga akhirnya dapat berubah menjadi kanker. Menarche kurang dari 12 tahun mempunyai risiko 1,7-3,4 kali lebih tinggi daripada wanita dengan menarche pada usia lebih dari 12 tahun. (Tjindarbumi, 2002)

PJBL 2 : Carsinoma Mamae

Wanita yang mengalami menopause di atas usia 55 tahun mempunyai risiko lebih besar terkena kenker payudara dibandingkan dengan wanita yang menopause sebelum usia 55 tahun. Hal iini berkaitan dengan usia yang demikian lama mengalami sirkulasi hormone sepanjang hidupnya.

8. Menderita tumor jinak payudara Wanita yang pernah menderita tumor jinak payudara memiliki risiko terkena kanker payudara 2,5 kali lebih tinggi daripada wanita yang tidak pernah memiliki tumor jinak payudara

9. Riwayat menyusui anak Wanita yang tidak menyusui anaknya mempunyai risiko terkena kanker payudara lebih besar dibandingkan dengan menyusui anaknya. Pada wanita yang tidak menyusui anaknya terdapat gangguan keseimbangan estrogen, prolactin dan progerteron sehingga reseptornya tinggi, lebih peka terhadap keterpajanan estrogen akibat keadaan itu memudahkan mutasi sel normal menjadi kanker. Fungsi hormone prolactin adalah menstimulir terjadinya laktasi sehigga kelenjar payudara berfungsi dengan normal dan menstimulasi sekresi hormone progesterone yang bersifat melindungi wanita terhadap kanker payudara.

10. Mengalami radiasi Wanita yang pernah mengalami radiasi di dinding dada memiliki resiko terkena kanker payudara 2-3 kli lebih tinggi daripada wanita yang tidak pernah mengalami radiasi di dinding dada.

11. Penggunaan hormone Minum obat yang mengandung hormone estrogen dalam jangka panjang (pil KB, hormone replacement therapy) dalam jangka wakyu lama (> 15 tahun) memiliki resiko terkena kanker payudara 2-3 kali lebih tinggi dari pada wanita yang terapi hormone dalam jangka waktu <15 tahun.

12. Riwayat keluarga Wanita yang memiliki anggota keluarga (ibu dan saudara perempuan) penderita kanker payudara memiliki resiko terkena kanker payudara 2-3 kali lebih tinggi daripada wanita yang tidak memiliki anggota keluarga penderita kanker payudara.

13. Obesitas Orang dewasa yang memiliki berat badan berlebih (obesitas), memiliki resiko lebih besar terkena knker payudara dari yang memiliki berat badan normal. Resiko ini disebabkan oleh jumlah lemak yang berlebihan dalam darah sehingga akan meningkatkan pertumbuhan sel-sel kanker. Menurut laporan Nagi dan Lee Maffit yang dikutip Lowa (2004), perempuan yang mengalami berat badan berlebih pada usia di atas 30 tahun, dan yang lemak tubuhnya lebih banyak berada

PJBL 2 : Carsinoma Mamae

di bagian atas, tidak hanya memiliki resiko lebih besar untuk terkena kanker payudara , tetapi juga memiliki resiko lebih besar untuk meninggal akibat kanker itu.

14. Kanker pada salah satu payudara Wanita yang sebelumnya telah mengidap kanker pada salah satu payudaranya beresiko 5 kali lebih tinggi menderita kanker payudara pada payudara yang sebelahnya.

15. Konsumsi makanan tinggi lemak Wnita yang mengkonsumsi makanan tinggi lemak, memiliki resiko terkena kenker terkena kanker payudara 2 kali lebih tinggi dari yang tidak sering mengkonsumsi makanan tinggi lemak

16. Peminum alcohol Wanita peminum alcohol memiliki resiko kanker payudara 5 kali lebih tinggi daripada wanita tidak peminum alcohol. Hal ini didasari pada kenyataan bahwa alcohol dapat meningkatan estrogen

17. Perokok Wanita perokok memiliki resiko terkena payudara 2 kali lebih tinggi daripada wanita tidak merokok. Hal ini disebabkan oleh zat nikotin yang terdapat pada rokok yang bersifat Karsinogen

18. Trauma terus menerus. Pemakaian bra / kutang yang terlalu ketat dan menekan jaringan payudara. (Smeltzer & Bare.

2002)

MANIFESTASI KLINIS

Kanker payudara pada tahap awal biasanya tidak menimbulkan keluhan. Penderita merasa sehat, tidak merasa nyeri, dan tidak terganggu aktivitasnya. Tanda yang mungkin dirasakan pada stadium dini adalah teraba benjolan kecil di payudara. Beberapa keluhan yang muncul pada penderita kanker payudara adalah (Dalimartha, 2004):

1. Teraba benjolan pada payudara

2. Bentuk dan ukuran payudara berubah, berbeda dari sebelumnya

3. Luka pada payudara sudah lama tidak sembuh walau diobati

4. Gangguan lapisan kulit luar, berupa peradangan (eksim) pada puting susu dan sekitarnya sudah lama tidak sembuh walau diobati

5. Keluar darah, nanah, atau cairan encer dari puting atau keluar air susu pada wanita yang tidak sedang hamil atau pun tidak sedang menyusui

PJBL 2 : Carsinoma Mamae

7. Kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk (peau d’orange)

PATOFISIOLOGI

(terlampir)

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Diagnosa pasti hanya ditegakan dengan pemeriksaan histopatologis, yaitu pemeriksaan jaringan payudara yang dicurigai kanker dibawah mikroskop. Bila hasilnya ganas maka operasi definitif segera dilakukan. Bahan pemeriksaan dapat diambil dengan berbagai cara yaitu (Tjindarbumi, 2002):

Biopsi aspirasi (fine needle biopsy)

Needle core biopsy dengan jarum Silverman

Excisional biopsy dan pemeriksaan Frozensection (potong beku) waktu operasi

Beberapa hal yang umumnya dilakukan dokter dalam menegakkan diagnosa kanker payudara adalah:

1. Anamnesa Yaitu dokter bertanya pada penderita mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kanker payudara. Adanya benjolan pada payudara merupakan keluhan utama dari penderita. Pada umumnya tidak merasa sakit, akan tetapi pada pertumbuhan selanjutnya mungkin terasa sakit. Pertumbuhan cepat tumor merupakan indikasi kemungkinan tumor ganas. Pada kasus yang meragukan, anamesa lebih banyak diarahkan pada indikasi golongan risiko (Tambunan, 1991).

2. Pemeriksaan Fisik Meliputi 2 hal, yaitu inspeksi dan palpasi. Pada inspeksi dokter akan melihat payudara kiri dan kanan apakah asimetris, adakah kelainan papilla, letak dan bentuk, retraksi puting payudara, adakah kelainan kulit, tanda radang, peau d’orange, dimpling, dan ulserasi. Inspeksi ini dilakukan dalam keadaan penderita duduk, tangan pada pinggul, dan kemudian kepala ditengadahkan (Tjindarbumi, 2002). Palpasi (raba) dilakukan dengan memakai 3-4 telapak jari. Palpasi lembut

dilakukan dari bagian tepi sampai areola dan puting payudara. Seluruh payudara diperiksa ulang dengan posisi telentang dengan tangan pada belakang kepala. Selain payudara, aksilla (ketiak) juga diperiksa dalam posisi duduk. Pemeriksaan dilakukan pada aksilla kanan dengan tangan kanan penderita diletakkan lemas ditangan kanan pemeriksa dan aksilla diperiksa dengan tangan kiri pemeriksa. Begitu sebaliknya untuk aksilla kiri. Yang diraba adalah kelompok kelenjar getah bening yang biasanya mempunyai hubungan yang erat dengan adanya kanker payudara.

PJBL 2 : Carsinoma Mamae

Gambaran penting pada benjolan atau limfonodus adalah ukurannya bentuk, mobilitas, atau fiksasi (Tjindarbumi, 2002).

3. Pemeriksaan lanjutan Yaitu bila ada kelainan pada payudara atau teraba benjolan. Pemeriksaan dapat berupa yaitu mammografi, pemeriksaan petanda tumor, pemeriksaan USG dan MRI, serta bila diperlukan dari histopatologi.

Mammografi, Suatu tehnik pemeriksaan soft tissue teknik. Untuk melihat tanda primer berupa fibrosis reaktif, comet sign, adanya perbedaan yang nyata ukuran klinik dan rontgenologik dan adanya perbedaan yang nyata ukuran klinik dan rontgenologik dan adanya mikrokalsifikasi. Tanda sekunder berupa retraksi, penebalan kulit, bertambahnya vaskularisasi, perubahan posisi papila dan areola. Mammografi ini dapat mendeteksi tumor- tumor yang secara palpasi tidak teraba, jadi sangat baik untuk diagnosis dini dan screeningUSG menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk membuat gambar dari jaringan payudara. USG dapat membedakan antara massa padat yang mungkin kanker, dan kista berisi cairan yang biasanya bukan kanker. (Smeltzer & Bare. 2000)

MRI (Magnetic Resonance Imaging), menggunakan medan magnet, bukan x-ray, untuk menghasilkan gambar rinci dari tubuh. Sebuah media kontras (pewarna khusus) dapat disuntikkan ke dalam vena pasien untuk menciptakan gambaran yang lebih jelas. Menurut American Cancer Society, perempuan berisiko tinggi untuk kanker payudara (misalnya, wanita dengan kanker payudara mutasi gen BRCA atau riwayat keluarga kanker payudara) harus menerima MRI screening bersama dengan mammogram. MRI sering lebih baik dalam melihat sebuah massa kecil di dalam payudara seorang wanita dari mammogram atau USG, terutama bagi perempuan dengan jaringan payudara yang sangat padat, namun memiliki tingkat lebih tinggi hasil tes positif palsu (hasil tes yang menunjukkan kanker padahal mungkin tidak hadir kanker).

Pemeriksaan petanda tumor untuk kanker payudara, seperti CA 15-3, MCA (mucin-like carsinoma antigen), dan CEA (Dalimartha, 2004).

Biopsi payudara ( jarum atau eksisi ) Memberikan diagnosa defitive terhadap massa dan berguna untuk klasifikasi histologi pentahapan dan seleksi terai yang tepat. (Smeltzer & Bare. 2000)

PU THM Utuk mengevaluasi ukuran tumor (Smeltzer & Bare. 2000).

PENETALAKSANAAN MEDIS

PJBL 2 : Carsinoma Mamae

Menurut Valentine (2007), inti penatalaksanaan kanker payudara adalah:

a. Pembedahan

- Lumpektomi: dilakukan bila tumor kecil dan jelas tidak ada keterlibatan aksilaris; hasilnya jelas memperlihatkan ketahanan hidup yang sama dengan mastektomi, bahkan bila nodus aksilaris ternyata positif

- Mastektomi radikal yang dimodifikasi: mempertahankan otot pektoralis dengan perbaikan kosmetik disbanding mastektomi radikal; dilakukan untuk kanker stadium II sampai III bila tidak ada fiksasi ke otot

- Mastektomi total (mastektomi sederhana): tanpa diseksi aksilaris; dilakukan untuk CIS, pengangkatan profilaksis payudara kontralateral, kekambuhan local setelah lumpektomi, dan paliasi tumor yang besar

- Mastektomi radikal: payudara diangkat en bloc (seluruhnya), bersama dengan semua nodus aksilaris dan kedua oto pektoralis; dilakukan bila tumor terfiksasi ke otot pektoralis atau bila terdapat keterlibatan aksilaris yang besar

b. Radiasi

- Iradiasi local setelah pembedahan menurunkan risiko kekambuhan local

- Laporan terkini menyatakan bahwa radiasi juga memperbaiki ketahanan hidup jangka panjang pada kanker nodus positif maupun nodus negative

c. Terapi endokrin (manipulasi hormone)

- Digunakan sebagai terapi adjuvant setelah pembedahan untuk wanita pra dan pascamenopause dengan tumor ER atau PR positif; digunakan bersama terapi sitotoksik pada penyakit nodus positif

- Meningkatkan ketahanan hidup dan ketahanan bebas penyakit dan menurunkan risiko penyakit pada payudara kontralateral

- Tamoksifen: bila digunakan pada kanker payudara ER positif yang dapat dioperasi; tamosksifen yang dikonsumsi selama 5 tahun menghasilkan penurunan 50% angka kekambuhan per tahun dan penurunan 28% angka kematian per tahun dan dapat menurunkan risiko kekambuhan pada payudara kontralateral. Juga memperlambat progresi tumor pada penyakit lanjut. Sebaliknya meningkatkan risiko kanker endometrium dan penyakit tromboemboli

- Raloksifen mungkin memiliki efek anti-tumor yang sebanding dengan risiko kanker endometrium yang lebih rendah; studi masih terus dilakukan

- Manipulasi hormone lain: agonis hormone pelepas hormone lutenizing (LHRH), ablasi ovarium. Progestin, inhibitor aromatase, androgen.

PJBL 2 : Carsinoma Mamae

d. Kemoterapi

- Kemoterapi ajuvan secara bermakna memperbaiki daya tahan terhadap penyakit dalam jangka panjang pada wanita pra dan pascamenopause sampai usia 70 tahun yang memiliki penyakit nodus positif dan nodus negative

- Sebagian besar pasien menerima kombinasi kemoterapi yang mengandung antrasiklin; ditambahkan taksan untuk penyakit yang bermetastasis

- Kemoterapi dosis tinggi ditambah dukungan factor stimulasi koloni-granulosit (granulocyte-colony stimulating factor, G-CSF) dan sel benih (stem cell) darah ternyata efektif dan aman sebagai regimen rawat jalan untuk pasien tertenu

- Kemoterapi praoperasi dapat menyusutkan tumor dan membuat lumpektomi sebagai pilihan pembedahan pada beberapa pasien yang memiliki tumor primer yang relative besar sebelum kemoterapi

- Kemoterapi dosis tinggi dan transplantasi sumsum tulanf autologi memberikan hasil dramatis pada beberapa pasien, terapi berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi dan tidak dapat direkomendasikan pada sebagian besar pasien

e. Trastuzumab (Herceptin) : Antibodi monoclonal terhadap reseptor factor pertumbuhan Her2/neu; untuk penyakit lanjut, bila digunakan sendiri atau bersama dnegan kemoterapi akan memperbaiki tingkat respons dan waktu ketahanan hidup, tetapi berhubungan dengan toksisitas miokardium yang bermakna dan mengakibatkan gagal jantung kongestif

f. Vaksin tumor untuk antigen yang berhubungan dengan tumor masuh dalam penyelidikan

g. Bifosfonat (alendronat) dapat mengurangi risiko metastasis skeletal

h. Dukungan psikologis: memperbaiki ketahanan hidup dan memperlambat perkembangan penyakit

i. Transplan sumsum tulang autolog (ABMT) sekarang ini sudah menunjukkan peningkatan dalam penanggulangannya; penggunaan faktor-faktor pertumbuhan untuk menstimulasi sumsum tulang mempunyai penurunan mortalitas yang tinggi. (Diane C. Boughman, 2000).

j. Targeted Therapy merupakan jenis pengobatan yang menggunakan obat-obatan atau bahan lain untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker tertentu tanpa merugikan sel normal. Antibody monoclonal dan tirosin kinase inhibitor adalah antara dua jenis pengobatan targeted therapy. (National Cancer Institute, 2010).

ASUHAN KEPERAWATAN

A.

PENGKAJIAN

PJBL 2 : Carsinoma Mamae

Gejala : Kelemahan dan atau keletihan, perubahan pola istirahat dan jam kebiasaan tidur pada malam hari: adanya faktor-faktor yang mempengaruhi tidur mis, nyeri, ansietas, berkeringat malam, pekerjaan atau profesi dengan pemajanan karsinogen lingkungan, tingkat stres tinggi.

2. Sirkulasi Gejala : palpitasi, nyeri dada pada pengerahan kerja Kebiasaan : perubahan pada tekanan darah

3. Integritas ego Gejala : faktor stress (keuangan, pekerjaan, perubahan peran) dan cara mengatasi sters (mis, merokok, minum alkohol, menunda mencari pengobatan, keyakinan religius/spritual), menyangkal diagnosis , perasaan tidak berdaya, putus asa, tidak mampu tidak bermakna, rasa bersalah, kehilangan kontrol, depresi. Tanda : menyangkal, menarik diri dan marah

4. Eliminasi Gejala : perubahan pola eliminasi mis : diare Tanda : perubahan pada bisisng usus, distensi abdomen

5. Makanan/cairan Gejala : kebiasaan diet buruk (mis: rendah serat, tinggi lemak, adiktif, bahan pengawet) anoreksia, mual/ muntah. Intoleransi makanan. Perubahan pada berat badan hebat, kakesia, berkurangnya masa otot Tanda : perubahan pada kelembaban/turgor kulit: edema

6. Neurosensori Gejala : pusing, sinkope

7. Nyeri/ketidaknyamanan Gejala : nyeri dengan derajat bervariasi misalnya dengan ketidaknyamanan ringan sampai nyeri berat (tidak dihubungkan dengan proses penyakit).

8. Pernafasan Gejala : merokok (tembakau, mariyuana, hidup dengan sseseorang merokok). Pemajanan abses.

9. Keamanan Gejala : pemajanan pada kimia, toksik, karsinogen. Pemajanan matahari lama/berlebihan Tanda : demam, ruam kulit, ulserasi

PJBL 2 : Carsinoma Mamae

Gejala : masalah seksual misalnya : dampak pada hubungan, perubahan pada tingkat kepuasan, nuli gravida, pasangan seks multipel, aktivitas seksual dini. Herpes genital. 11. Interaksi sosial Gejala : ketidak adekuatan/ kelemahan sistem pendukung. Riwayat perkawinan (berkenaan dengan kepuasaan dirumah, dukungan atau bantuan). Masalah tentang fungsi/tanggung jawab peran

B.

ANALISA DATA

     

MASALAH

No

DATA

ETIOLOGI

KEPERAWATAN

1

DS :

Menikah usia 35 tahun

Nyeri Akut

Klien mengeluh nyeri pada payudara

Meningkatkan estrogen pada payudara

DO :

Terdapat benjolan di payudara TD , RR , Nadi ↑, Suhu ↑

Ketidakseimbangan hormone

Reseptor estrogen/progesterone Pada payudara terganggu fungsinya

 

Sel-sel pada payudara menjadi

sel ganas

Proliferasi sel kanker pada

payudara

Bermastastase ke kelenjar mammae

Menekan jaringan pada mammae

PJBL 2 : Carsinoma Mamae

   

 

Peningkatan konsentrasi

mammae

Mammae membengkak

Timbul benjolan pada mammae

Kanker payudara

Interupsi sel saraf di payudara

Merangsang reseptor nyeri

Menstimulasi pengeluaran

neurotransmitter

Stimulasi saraf simpatis & parasimpatis

Nyeri akut

2

DS :

Faktor resiko (kimia, nitrosamin, hormon,radiasi, genetik, lingkungan)

Ansietas

Klien mengeluh khawatir dengan kondisinya saat ini DO :

Menekan jaringan di mamae

TD , RR , Nadi ↑, Suhu ↑

Ukuran mamae abnormal

 

Tidak mengerti apa-apa ( kurang

pengetahuan)

Ansietas

PJBL 2 : Carsinoma Mamae

3

DO :

Peradangan (eksim) pada puting susu dan sekitarnya Kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk (peau d’orange)

Faktor resiko (kimia, nitrosamin, hormon,radiasi, genetik, lingkungan)

Menekan jaringan di mamae

Ukuran mamae abnormal

Massa benjolan mendesak ke

jaringa luar

Perfusi jaringan terganggu

Ulkus

Resiko Kerusakan Integritas Kulit

Risiko Kerusakan

Integritas Kulit

C.

D.

1.

PRIORITAS DIAGNOSA

1. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis

2. Ansietas berhubungan dengan perubahan dalam status kesehatan

3. Risiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan gangguan sirkulasi

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Diagnosa 1 : Nyeri akut b.d agen cedera fisik ditandai dengan melaporkan nyeri Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 5 x 24 jam nyeri klien berkurang sampai dengan normal Kriteria Hasil : Pada evaluasi hasil didapatka skor 5 pada indicator NOC NOC : Pain Control

NO

INDIKATOR

1

2

3

4

5

1

Reported pain

     

 

2

Facial expression pain

     

 

3

Restlessness

       

PJBL 2 : Carsinoma Mamae

4

Irritbility

4 Irritbility √
4 Irritbility √
4 Irritbility √
4 Irritbility √

Intervensi (NIC) :

Pain Management

1. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif meliputi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan factor [resipitasi

2. Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan

3. Gunakan teknik komunikasi terpiutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien

4. Evaluasi pengalami nyeri sebelumnya

5. Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan dukungan

6. Control lingkungan yang dapat menpengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan

7. Kurangi factor presipitasi nyeri

8. Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi

9. Ajarkan teknik non farmakologis untuk mengurangi nyeri

10. Berikan analgesic untuk mengurangi nyeri

11. Evaluasi keefektifan control nyeri

12. Tingkatkan istirahat

13. Kolaborasikan dengan dokter jika ada keeluhan dan tindakan nyeri tidak berhasil

14. Monitor penerimaan pasien tentang managemen nyeri

Analgesic Administration

1. Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas dan derajat nyeri sebelum memberikan obat

2. Cek instruksi dokter tentang jenis obat, dosis dan frekuensi

3. Cek riwayat alergi

4. Pilih analgesic yang diperlukan atau kombinasi dari analgesic ketika pemberian lebih dari satu

5. Tentukan pilihan analgesic tergantung tipe dan bertnya nyeri

6. Tentukan analgesic pilihan, rute pemberian, dan dosis optimal.

7. Tentukan rute pemberian secara IV, IM untuk pengobatan nyeri secara teratur

8. Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesic pertama kali

9. Berikan analgesic tepat waktu terutama saat nyeri hebat

10. Evaluasi efekivitas analgesic, tanda dan gejala (efek samping)

PJBL 2 : Carsinoma Mamae

Tujuan

menurun Kriteria Hasil : Pada evaluasi hasil didapatkan skor 5 pada NOC

NOC : Anxiety Self : Control

: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam klien kecemasan klien

INDIKATOR

1

2

3

4

5

Monitors intensity of anxiety

       

V

Seeks information to reduce anxiety

       

V

Uses relaxation techniques to reduce anxiety

       

V

Maintains adequate sleep

       

V

NIC : Anxiety Reduction

1. Tenangkan klien

2. Memberikan informasi factual mengenai diagnosis, perawatan, dan prognosis

3. Meminta keluarga untuk tetap menemani pasien

4. Mengidentifikasi perubahan tingkat kecemasan

5. Membantu pasien mengidentifikasi situasi yang memicu kecemasan

6. Mengajarkan pasien untuk menggunakan teknik relaksasi

7. Memberikan obat untuk mengurangi kecemasan

8. Menilai tanda-tanda verbal dan nonverbal kecemasan

9. Dengarkan dengan penuh perhatian

10. Bangun kepercayaan dengan pasien

3. Diagnose 3 : Resiko Kerusakan Integritas Kulit b. d. gangguan sirkulasi

Tujuan

integritas kulit tidak terjadi Kriteria Hasil : Pada evaluasi hasil didapatkan skor 5 pada NOC

NOC : Risk Control

: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam klien kerusakan

INDIKATOR

1

2

3

4

5

Acknowledge risk factor

       

v

Develops effective risk control strategies

       

v

Commits to risk control strategies

       

v

Modifies lifestyle to reduce risk

       

v

Monitors health status change

       

v

PJBL 2 : Carsinoma Mamae

NOC : Tissue Integrity Skin & Mucous Membranes

INDIKATOR

1

2

3

4

5

Skin temperature

       

v

Texture

       

v

Skin integrity

       

v

NIC : Pressure Management

1. Anjurkan pasien untuk menggunakan pakaian yang longgar

2. Hindari kerutan padaa tempat tidur

3. Jaga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering

4. Mobilisasi pasien (ubah posisi pasien) setiap dua jam sekali

5. Monitor kulit akan adanya kemerahan

6. Oleskan lotion atau minyak/baby oil pada derah yang tertekan

7. Monitor aktivitas dan mobilisasi pasien

8. Monitor status nutrisi pasien

9. Memandikan pasien dengan sabun dan air hangat

10. Gunakan pengkajian risiko untuk memonitor faktor risiko pasien (Braden Scale, Skala Norton)

11. Inspeksi kulit terutama pada tulang-tulang yang menonjol dan titik-titik tekanan ketika merubah posisi pasien.

12. Jaga kebersihan

13. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk pemberian tinggi protein, mineral dan vitamin

14. Monitor serum albumin dan transferin