Anda di halaman 1dari 30

KELOMPOK KERJA C UNIT PELAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA

KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN


Jl. Prapanca Raya No. 9 Blok C Lantai 5 Telp. +62 21 7267820 Fax. +62 21 7228134 Kebayoran Baru Jakarta Selatan

BERITA ACARA ADENDUM DOKUMEN PENGADAAN


Nomor : 43.2.JS C/Ad.DP/-8.851/IX/2015

Pada hari ini Senin tanggal Empat Belas Bulan September tahun Dua Ribu Lima Belas bertempat di Unit
Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa Daerah Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jl. Prapanca Raya No.9 Block C
Lantai 5 Jakarta Selatan, telah dilakukan penyusunan berita acara Adendum Dokumen Pengadaan Pemilihan
Langsung untuk paket pekerjaan tersebut di bawah ini :
Organisasi/SKPD

Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Selatan

Paket Pekerjaan

Perawatan Berat Gedung SMAN 97

Pagu Anggaran

Rp 2.394.181.479,08

Total HPS

Rp 2.319.943.000,00

Tahun Anggaran

2015

Sumber Pendanaan

APBD

Metode Pengadaan

e-Pemilihan Langsung

Berdasarkan Dokumen Pengadaan Nomor : 43.1. JS C/DP/-8.851/IX/2015 Tanggal 11 September 2015, maka
akan diadendum sebagai berikut (terlampir) :
Demikian Berita Acara Adendum Dokumen Pengadaan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Kelompok Kerja (POKJA) C


Unit Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa (UPPBJ)
Kota Administrasi Jakarta Selatan
TTD
No
1.

Nama
Taofik Hidayatullah

2.

Suryana

3.

Ari Lestari

Jabatan

Tanda Tangan

Ketua

1. ..

Sekretaris

2. ..

Anggota

RENCANA KERJA DAN SYARAT


(RKS)

KEGIATAN REHAB BERAT SEKOLAH MENENGAH ATAS

NEGERI (SMAN) 97

KODE REKENING

LOKASI
JL. BRIGIF II CIGANJUR JAGAKARSA
JAKARTA SELATAN

UN ANGGARAN

SUDIN PERUMAHAN DAN GEDUNG PEMDA KOTA


ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN

Jl. Prapanca Raya No. 9 Telp. 021-7247504 Jakarta


1

BAB I

KETENTUAN TEKNIS
BAGIAN PERTAMA

KETENTUAN TEKNIS UMUM


Pasal 1

PELAKSANAAN PEKERJAAN
1.

Rapat Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan


a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, pengguna barang/jasa bersama-sama dengan
penyedia barang/jasa, perencana, pengawasan teknis, Suku Dinas Perumahan dan
Gedung Pemda dan instansi terkait lainnya, terlebih dahulu menyusun rencana
pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan surat perjanjian/kontrak/SPK;
b. Pengguna barang/jasa harus menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan kontrak
selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak diterbitkan SPMK;
c. Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam rapat persiapan pelaksanaan
pekerjaan adalah :
1. Organisasi kerja;
2. Tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan;
3. Jadwal pelaksanaan pekerjaan;
4. Jadwal pengadaan bahan, mobilisasi peralatan dan personil;
5. Penyusunan rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lapangan;
6. Pendekatan kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat mengenai
rencana kerja;
7. Penyusunan program mutu proyek.

2.

Pengguna Program Mutu


a. Program mutu pengadaan barang/jasa harus disusun oleh penyedia barang/jasa dan
disepakati pengguna barang/jasa pada saat rapat persiapan pelaksanaan kontrak dan
dapat direvisi sesuai dengan kondisi lapangan;
b. Program mutu pengadaan barang/jasa paling tidak berisi :
1. Informasi pengadaan barang/jasa;
2. Organisasi proyek, pengguna barang/jasa dan penyedia barang/jasa;
3. Jadwal pelaksanaan;
4. Prosedur pelaksanaan pekerjaan;
5. Prosedur instruksi kerja;
6. Pelaksanaan pekerjaan.

3.

Pemeriksaan Bersama
a. Pada tahap awal periode pada pelaksaan pekerjaan, pengguna barang/jasa bersamasama dengan penyedia barang/jasa melakukan pemeriksaan bersama;
b. Untuk pemeriksaan bersama ini, pengguna barang/jasa dapat membentuk panitia
peneliti pelaksanaan kontrak.
PASAL 2
ORGANISASI PELAKSANAAN LAPANGAN

1.

Untuk melaksanakan pekerjaan/proyek yang ditetapkan dalam surat perjanjian/kontrak,


penyedia barang/jasa harus membuat organisasi pelaksana lapangan, dengan pembagian
tugas, fungsi dan wewenang yang jelas tanggung jawabnya masing-masing;

2.

Penempatan personil harus professional dan sesuai dengan keahlian bidang tugasnya
masing-masing, sedangkan untuk tenaga-tenaga ahlinya harus memenuhi ketentuan
peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, sesuai dengan golongan, bidang dan
kualifikasi perusahaan penyedia barang/jasa yang bersangkutan;

3.

Untuk pelaksanaan pekerjaan/proyek penyedia barang/jasa menunjuk penanggung jawab


lapangan (kepala proyek), yang dalam penunjukannya terlebih dahulu harus mendapatkan
persetujuan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen;

4.

Penyedia barang/jasa tidak diperkenankan memberikan pekerjaan lain kepada wakil ataupun
para penanggung jawab lapangan, diluar pekerjaan/proyek yang bersangkutan

5.

Selama jam-jam kerja tenaga ahli/wakilnya atau para penanggung jawab lapangan harus
berada dilapangan pekerjaan kecuali berhalangan/sakit dan penyedia barang/jasa harus
menunjuk/menempatkan penggantinya apabila yang bersangkutan berhalangan;

6.

Jika ternyata penanggung jawab teknis tersebut tidak memenuhi ketentuan yang telah
ditetapkan, maka Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah berhak memerintahkan kepada
penyedia barang/jasa supaya segera mengganti dengan orang lain yang ahli dan
berpengalaman;
PASAL 3
TENAGA KERJA LAPANGAN

1.

Penyedia barang/jasa wajib mempekerjakan tenaga kerja yang trampil dan berpengalaman,
sesuai keahliannya dalam jumlah yang cukup sesuai volume dan kompleksitas pelaksanaan
pekerjaan;

2.

Penyedia barang/jasa harus melaksanakan ketertiban, kebersihan, kesehatan dan


keamanan lokasi/pekerjaan, dengan menyediakan fasilitas sarana dan prasarana kerja
memadai;

3.

Penyedia barang/jasa harus menyediakan tempat tinggal yang memadai dan tidak
mengganggu lingkungan, untuk para tenaga kerja yang tinggal sementara di lokasi
pekerjaan/proyek;

4.

Penyedia tenaga kerja harus dilaporkan kepada pengguna barang/jasa, dalam bentuk daftar
tenaga kerja yang dilampiri identitas diri dan tanda pengenal setiap tenaga kerja.

PASAL 4
TENAGA KERJA LAPANGAN
1.

Bahan, peralatan dan segala sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan
sesuai dalam surat perjanjian/kontrak, adalah harus disediakan oleh penyedia barang/jasa;

2.

Bahan/material yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan adalah :


a. Sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di
Indonesia;
b. Memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan dalam surat perjanjian/kontrak, RKS,
gambar dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan;
c. Sebelum digunakan/dipasang harus diajukan contoh atau brosur setiap bahan dan
peralatan tersebut untuk mendapatkan persetujuan dari pengguna barang/jasa;
d. Pengguna barang/jasa berhak melakukan pengujian dan menolak terhadap bahan dan
peralatan yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan apabila ternyata tidak
memenuhi ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan.

3.

Bahan dan peralatan yang ditolak pengguna barang/jasa harus segera disingkirkan dari
lokasi/lapangan proyek, dalam waktu 2 (dua) hari kerja sejak tanggal penolakan dilakukan;

4.

Apabila terdapat bahan dan peralatan yang digunakan/terpasang belum atau lebih mendapat
persetujuan, ternyata tidak memenuhi kualifikasi atau spesifikasi teknis yang dipersyaratkan,
maka penyedia barang/jasa wajib mengganti/memperbaiki dengan beban biaya sendiri dan
tidak berhak menuntut ganti rugi;

5.

Apabila bahan dan peralatan yang akan digunakan ternyata tidak didapat lagi di pasaran,
maka penyedia barang/jasa segera mengajukan bahan dan peralatan pengganti yang setara
dan mendapatkan persetujuan tertulis dari pengguna barang/jasa, prosedur penggantian
harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan;

6.

Penggantian bahan dan peralatan yang dimaksud pada ayat (6) diatas tidak dapat dijadikan
alasan untuk keterlambatan pekerjaan;

7.

Penyediaan dan pengamanan bahan dan peralatan di lokasi/lapangan proyek, adalah


menjadi tanggung jawab penyedia barang/jasa termasuk tempat dan cara penyimpanannya
harus tertib dan tidak mengganggu mobilisasi kerja dilapangan.
PASAL 5
MOBILISASI

1.

Mobilisasi meliputi :
a. Mendatangkan peralatan-peralatan terkait yang diperlukan dalam pelaksanaan
pekerjaan;
b. Mempersiapkan fasilitas seperti kantor, rumah, gedung, laboratorium, bengkel, gudang
dan sebagainya;
c. Mendatangkan personil dan tenaga kerja lapangan.

2.

Mobilisasi peralatan terkait dan personil penyedia barang/jasa dapat dilakukan secara
bertahap sesuai dengan ketentuan;

3.

Mobilisasi paling lambat harus sudah mulai dilaksanakan maksimal 1/6 x waktu kontrak yang
ada, terhitung mulai diterbitkannya SPMK.
PASAL 6
JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

1.

Penyedia barang/jasa wajib membuat jadwal pelaksanaan pekerjaan secara rinci, yang
terdiri dari :
a. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan (Time schedule) dibuat

dalam bentuk bar-chart,

dilengkapi dengan perhitungan kemajuan bobot untuk setiap minggunya;


b. Pada Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan (time schedule) harus dilengkapi dengan kurva
S;
c. Untuk pelaksanaan pekerjaan/proyek yang memiliki kompleksitas tinggi harus dilengkapi
dengan network planning;
6

2.

Jangka waktu jadwal pelaksanaan sesuai dengan yang dinyatakan dalam surat
perjanjian/kontrak;

3.

Jadwal pelaksanaan pekerjaan dibuat secara lengkap dan menyeluruh mencakup seluruh
jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan, yang dapat menggambarkan antara rencana dan
realisasinya;

4.

Jadwal pelaksanaan pekerjaan harus sudah dibuat selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja
setelah penandatanganan surat perjanjian/kontrak, untuk dapat diperiksa/disetujui oleh
pengawas teknis dan disahkan oleh pengguna barang/jasa;

5.

Jadwal pelaksanaan pekerjaan harus tetap berada dilokasi/lapangan selama masa


pelaksanaan pekerjaan dan salah satunya ditempel diruangan rapat proyek.
PASAL 7
LAPORAN HASIL PEKERJAAN

1.

Laporan Harian
a. Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan, seluruh
aktifitas kegiatan pekerjaan dilapangan dicatat di dalam Buku Harian Lapangan (BHL)
sebagai laporan harian pekerjaan berupa rencana dan realisasi pekerjaan harian;
b. Buku Harian Lapangan (BHL) berisi :
1. Kuantitas dan macam bahan yang berada di lapangan;
2. Penempatan tenaga kerja untuk tiap dan macam tugasnya;
3. Jumlah, jenis dan kondisi peralatan;
4. Kuantitas dan kualitas jenis pekerjaan yang dilaksanakan;
5. Keadaan cuaca termasuk hujan, banjir dan peristiwa alam lainnya yang berpengaruh
terhadap kelancaran pekerjaan;
6. Catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan.
c. Buku Harian Lapangan (BHL) disiapkan dan diisi oleh penyedia barang/jasa, dan
diperiksa oleh pengawas teknis dan dilengkapi catatan instruksi-instruksi dan petunjuk
pelaksanaan yang dianggap perlu dan disetujui oleh pengguna barang/jasa;
7

d. Penyedia barang/jasa harus mentaati dan melaksanakan selaku pelaksana proyek


terhadap instruksi, arahan dan petunjuk yang diberikan pengawas teknis dalam Buku
Harian Lapangan (BHL);
e. Jika penyedia barang/jasa tidak dapat menerima/menyetujui pendapat/perintah
pengawas harus mengajukan keberatan-keberatan secara tertulis dalam jangka waktu 3
x 24 jam;
f.

Penyedia barang/jasa harus memperbaiki atas beban biaya sendiri terhadap pekerjaan
yang tidak memenuhi syarat, tidak sempurna dalam pelaksanaannya atas kemauan
inisiatif sendiri atau yang diperintahkan oleh pengawas teknis maupun Kepala Satuan
Kerja Perangkat Daerah Kuasa Pengguna Anggaran;

2.

Laporan mingguan dibuat setiap minggu yang terdiri dari rangkuman laporan harian dan hal
kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu minggu, serta hal-hal penting yang perlu
dilaporkan;

3.

Laporan bulanan dibuat setiap bulan yang terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan
berisi
hal kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan, serta hal-hal penting yang perlu
dilaporkan.

4.

Gambar pelaksanaan ( shop drawing ) untuk seluruh pekerjaan harus ada dalam setiap waktu.
Gambar gambar tersebut harus dalam keadaan jelas, dapat dibaca dan menunjukan perubahan
perubahan terakhir.

5.

Penyedia barang/jasa wajib menyerahkan gambar terpasang ( as built drawing ) atas semua
pekerjaan yang telah dilaksanakan kepada Pihak Pengguna Barang/ Jasa, disetujui oleh Pihak
Pengawas dan Pihak Perencana sebelum Berita Acara Serah Terima Pekerjaan 1 ( pertama).

PASAL 8
FOTO PROYEK
1.

Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek, pengguna barang/jasa dengan menugaskan


kepada penyedia barang/jasa, membuat foto-foto dokumentasi untuk tahapan-tahapan
pelaksanaan pekerjaan dilapangan;
8

2.

Foto proyek dibuat oleh penyedia barang/jasa sesuai petunjuk pengawas teknis, disusun
dalam 4 (empat) tahapan disesuaikan dengan tahapan pembayaran angsuran tetapi tidak
termasuk masa pemeliharaan, yaitu sebagai berikut :
Tahap I

Bobot 20%

Papan nama proyek, keadaan lokasi, galian pondasi


dan pasangan pondasi.

3.

Tahap II

Bobot 20% - 50%

Pekerjaan struktur / konstruksi.

Tahap III

Bobot 50% - 75%

Pekerjaan atap / finishing

Tahap IV

Bobot 75% - 100%

Pekerjaan finishing/detail/seluruhnya selesai.

Foto proyek tiap tahapan tersebut diatas dibuat 5 (lima) set dilampirkan pada saat
pengambilan angsuran sesuai dengan tahapan angsuran, yang masing-masing akan di
serahkan kepada :
a. Untuk proyek/pekerjaan yang diawasi oleh konsultan :
1. Satu set untuk Suku Dinas Perumahan dan Gedung Pemda Kota Administrasi
Jakarta Selatan;
2. Satu set untuk Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah;
3. Satu set untuk penyedia barang/jasa;
4. Satu set untuk konsultan selaku pengawas teknis;
5. Satu set untuk Dinas Perumahan dan Gedung Pemda Provinsi DKI Jakarta.
b. Untuk proyek/pekerjaan yang diawasi oleh Suku Dinas Perumahan dan Gedung Pemda
Kota Adminisrasi Jakarta Selatan :
1. Satu set untuk Suku Dinas Perumahan dan Gedung Pemda Kota Administrasi
Jakarta Selatan;
2. Satu set untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah;
3. Satu set untuk penyedia barang/jasa;
4. Satu set untuk DPGP Provinsi DKI Jakarta.

4.

Pengambilan titik pandang dari setiap pemotretan harus tetap/sama sesuai dengan petunjuk
pengawas teknis atau Satuan Kerja Perangkat Daerah Kuasa Pengguna Anggaran;

5.

Foto setiap tahapan ditempelkan pada album/map dengan keterangan singkat, dan
penempatan dalam album disahkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat
Komitmen;

6.

Khusus untuk pemotretan pada kondisi keadaan kahar/memaksa (force majeure) dilakukan
3 (tiga) kali pemotretan.
PASAL 9
PERBEDAAN UKURAN

1.

Jika terdapat perbedaan ukuran yang ditulis dengan angka dengan ukuran yang ditulis
dengan skala, maka ukuran yang dipakai adalah ukuran yang ditulis dengan angka;

2.

Jika merasa ragu-ragu tentang ukuran harus segera meminta petunjuk pengawas teknis
atau perencana.
PASAL 10
SARANA PENUNJANG PROYEK

1.

Kepada penyedia barang/jasa diwajibkan membuat/mendirikan bangunan sementara seperti,


los kerja bangsal/direksi keet yang cukup luas dan lain-lain yang diperlukan penyedia
barang/jasa juga harus menyediakan perlengkapan ruang kerja Satuan Kerja Perangkat
Daerah Kuasa Pengguna Anggaran dan pengawas teknis, dengan jumlah sesuai kebutuhan;

2.

Penempatan sarana bangunan sementara harus dibuatkan perencanaannya oleh penyedia


barang/jasa, serta terlebih dahulu mendapatkan persetujuan Satuan Kerja Perangkat Daerah
Kuasa Pengguna Anggaran;

3.

Sarana penunjang direksi keet/gudang/bedeng sementara pagar sarana penunjang dalam


pelaksanaan proyek dan merupakan barang yang dipakai habis pada saat setelah pekerjaan
selesai;

4.

Penyedia barang/jasa harus menyediakan peralatan kerja pembantu, yaitu : air, aliran listrik,
pompa air, alat pemadam, alat-alat penunjang dan alat-alat bantu lainnya.
10

5.

Untuk segala kebutuhan/keperluan penyelesaian pelaksanaan pekerjaan, sekalipun tidak


disebut dan dinyatakan dalam rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) maupun dalam
gambar tetap menjadi tanggung jawab penyedia barang/jasa.

6.

Untuk pelaksanaan pekerjaan dimaksud, tanah dan halaman akan diserahkan kepada
penyedia barang/jasa dalam keadaan sedemikian rupa, dengan ketentuan jika pelaksanaan
pekerjaan telah selesai, segala kerusakan yang terjadi diatas tanah/halaman akibat
pelaksanaan seperti kerusakan saluran/got, tanaman dan lain sebagainya harus diperbaiki
kembali seperti keadaan semula atas tanggungan penyedia barang/jasa yang bersangkutan;

7.

Setelah penyedia barang/jasa mendapat batas-batas daerah kerja sebagaimana dimaksud


pada ayat (6) pasal ini, maka penyedia barang/jasa harus bertanggung jawab penuh atas
segala sesuatu yang ada didaerahnya meliputi :
a. Kerusakan-kerusakan yang timbul akibat kelalaian/kecerobohan yang disengaja maupun
tidak disengaja;
b. Penggunaan spek matrial yang salah/keliru;
c. Volume pekerjaan yang tidak sesuai;
d. Lokasi pekerjaan yang tidak sesuai rencana;
e. Item pekerjaan yang salah/keliru;
f.

8.

Kehilangan-kehilangan.

Untuk mencegah kejadian-kejadian tersebut diatas penyedia barang/jasa di izinkan untuk


mengadakan pengamanan pelaksanaan proyek pembangunan setempat, antara lain
penjagaan, penerangan pada malam hari dan sebagainya;

9.

Penyedia barang/jasa harus mengerjakan pekerjaan pembersihan terhadap segala macam


kotoran bekas-bekas bongkaran dan kotoran sisa pekerjaan

10. Penyedia barang/jasa harus segera melakukan pengangkutan alat-alat penunjang, alat-alat
bantu lainnya

dan matrial-matrial yang sudah tidak digunakan ke luar lokasi atas

persetujuan pengawas teknis dan Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen.

11

PASAL 11
PAPAN NAMA PROYEK
1.

Pemasangan papan nama proyek sebagaimana diatur pada pasal ini dipancangkan dilokasi
proyek pada tempat yang mudah dilihat umum;

2.

Pemasangan papan nama proyek dilakukan pada saat dimulainya pelaksanaan pekerjaan
dan dicabut kembali setelah mendapat persetujuan Satuan Kerja Perangkat Daerah Kuasa
Pengguna Anggaran;

3.

Petunjuk bentuk papan nama proyek, ukuran isi dan warnanya diatur dalam Surat
Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor : 438/2000 tanggal 9 Maret 2000;

4.

Bentuk dan ukuran papan nama proyek fisik ditetapkan sebagai berikut :
a. Papan nama proyek dibuat multiplek tebal 6 mm dengan ukuran lebar 240 cm dan tinggi
175 cm;
b. Papan nama dipasang pada tiang kaso ukuran 5/7 cm dengan ketinggian disesuaikan
kondisi lapangan;
c. Jenis tulisan memakai huruf cetak, tulisan dan garis warna hitam.

120 cm

Logo Pemda
DKI
Nama Kegiatan
Nomor Kegiatan
Th. Anggaran
Volume
Biaya
No. SPK

PEMERINTAH PROPINSI DKI JAKARTA


Logo Unit
UNIT : .
:
Perencana : .
:
Pengawas : .
:
:
Spesifikasi Umum
:
Proyek : ..
:
.
Pelaksana
PT/CV.
:
No.Sertifikat :
Mulai : ..
Kualifikasi
:
Selesai : ..
Alamat
:
Masyarakat dapat menyampaikan
Informasi kepada
: .
Direksi
: ...
Telp / Faks
: .
Telp/Faks. : ...
160 cm

80 cm
240 cm
12

PASAL 12
SARANA PENUNJANG PROYEK
1.

Semua bahan bangunan/material yang dipergunakan untuk pelaksanaan pekerjaan/proyek


harus dengan persetujuan Direksi dan cara penimbun/penempatan dilapangan harus
diusahakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu keamanan/lalu lintas dan dapat
dipertanggung jawabkan;

2.

Penyedia barang/jasa tidak boleh menempatkan bahan bangunan pada jalan umum dan
trotoar jalan;

3.

Apabila keadaan tidak memungkinkan, untuk pengangkutan bahan bangunan dapat


dilakukan pada malam hari atau pada saat keadaan arus lintas belum padat/ramai;

4.

Penyedian barang/jasa harus mengatur/menertibkan proyek pembangunan sehingga tidak


mengganggu keindahan kota, dengan cara ditutup dengan terpal atau pagar sementara dan
pelaksanaan pekerjaan harus mentaati peraturan/ketentuan yang ditetapkan oleh
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta;

5.

Dalam pelaksanaan proyek/pekerjaan penyedia barang/jasa harus menyediakan/melengkapi


alat-alat bantu yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan (stut, steger, acuan/begisting dan
alat bantu lainnya);

6.

Terhadap penyedia barang/jasa yang tidak memenuhi ketentuan tersebut diatas akan
dikenakan sanksi/tindakan sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku;

7.

Gambar-gambar, Rencana Anggaran Biaya, Rencana Kerja dan Syarat-syarat beserta


lampiran-lampirannya, tidak diperkenankan untuk diberikan kepada pihak lain yang tidak
ada hubungannya dengan pelaksanaan pekerjaan ini;

8.

Apabila selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan mengalami perubahan teknis maka


rekanan harus membuat gambar revisi dan melaporkan kepada pengawas terhadap item
perubahannya;

9.

Perubahan teknis dimaksud ini baru dapat dilaksanakan setelah disetujui Direksi;

13

10.

Gambar revisi dimaksud yang dibuat oleh penyedia barang/jasa atas beban biaya penyedia
barang/jasa yang bersangkutan, kemudian diserahkan kepada Direksi yang selanjutnya
menjadi milik Direksi;

11.

Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) dan gambar-gambar digunakan sebagai pedoman
yang harus diikuti oleh penyedia barang/jasa dalam pelaksanaan pekerjaan;

12.

Gambar revisi/gambar detail merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pada uraian dan
syarat-syarat ini;

13.

Jika terdapat perbedaan antara gambar dengan uraian dari syarat-syarat ini maupun yang
terdapat pada waktu pelaksanaan pekerjaan, penyedia barang/jasa harus mentaati
keputusan Direksi;

14.

Jika terdapat ketidakjelasan dalam gambar, penyedia barang/jasa harus membuat gambar
detail sebagai pelengkap, dengan petunjuk Direksi dan harus disyahkan oleh Direksi;

15.

Jika penyedia barang/jasa membutuhkan gambar-gambar dan kelengkapan lain yang


melebihi dari jumlah yang ditentukan, penyedia barang/jasa dapat menghubungi Direksi dan
kepada penyedia barang/jasa yang bersangkutan akan dikenakan biaya tersendiri (biaya
cetak gambar) sesuai dengan jumlah gambar yang diperlukan.

BAB II

SYARAT-SYARAT TEKNIS
PASAL 13

REHAB BERAT SMAN 97


SUKU DINAS PENDIDIKAN WILAYAH I JAKARTA SELATAN
I. Jenis dan Uraian Pekerjaan :
1. Pekerjaan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :
a. Pekerjaan pendahuluan/persiapan;
b. Pekerjaan bongkaran;
14

c. Pekerjaan pasangan;
d. Pekerjaan atap;
e. Pekerjaan pengecatan
f.

Pekerjaan kusen pintu dan jendela;

g. Pekerjaan lantai keramik


h. Pekerjaan lisplank;
h. Pekerjaan instalasi listrik lt.3;
i.

Pekerjaan kabel toevoer dan grounding.

2. Unsur-unsur penunjang lain yang tidak diuraikan dalam RKS ini, tetapi erat
hubungannya dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut;
3. Didalam hal ini seluruh pelaksanaan pekerjaan kontraktor harus menyediakan bahanbahan peralatan dan tenaga kerja.

II. Syarat-Syarat Pelaksanaan Pekerjaan


1. Dalam pelaksanaan pembongkaran, kontraktor harus minta petunjuk dari pengawas
teknis, dan dilaksanakan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan-kerusakan
pada bagian lain yang tidak termasuk dalam pekerjaan pembongkaran;
2. Kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat kelalaian dalam pelaksanaan pembongkaran
adalah menjadi tanggung jawab kontraktor;
3. Barang-barang bekas bongkaran harus ditumpuk disatu tempat dan diangkut segera
mungkin dari lokasi proyek ketempat lain sesuai petunjuk dari pengawas teknis atau
Satuan Kerja Perangkat Daerah Kuasa Pengguna Anggaran;
4. Batasan-batasan yang akan dibongkar sesuai dengan yang ditetapkan/direncanakan,
untuk itu kontraktor harus minta petunjuk dari pengawas teknis;
5. Unsur-unsur penunjang lain yang tidak diuraikan dalam RKS ini, tetapi erat
hubungannya dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut;

15

6. Didalam hal ini seluruh pelaksanaan pekerjaan, kontraktor harus menyediakan bahanbahan, peralatan dan tenaga kerja;
7. Semua bahan bangunan yang dipergunakan untuk pelaksanaan pekerjaan proyek harus
dengan persetujuan direksi dan cara penimbunan/penempatan dilapangan harus
sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu keamanan lalu lintas dan dapat
dipertanggung jawabkan secara teknis;
8. Rekanan tidak boleh menempatkan bahan bangunan pada jalan umum dan trotoar jalan;
9. Rekanan harus mengatur/menertibkan proyek/bangunan sehingga tidak mengganggu
keindahan kota antara lain ditutup dengan terpal atau pagar sementara dan mentaati
peraturan/ketentuan yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta;
10. Pekerjaan dan volume pekerjaan pada garis besarnya meliputi pekerjaan bongkaran
kusen, kuda-kuda, ubin, dinding/penyekat ruangan, genteng, kaso/reng, pekerjaan
pasangan dinding/penyekat ruangan batu bata, genteng, kaso/reng, kuda-kuda, plafon,
lisplank, ubin, kusen dan talang, instalasi listrik, air, pagar/halaman dan pengecatan.
III. Teknis Pelaksanaan Pekerjaan :
a. Pekerjaan pendahuluan
b. Pekerjaan bongkar dan pemasangan atap genteng dengan rangka baja siku
c. Pekerjaan bongkar dan pemasangan plafond dan rangka
d. Pekerjaan bongkar dan pemasangan lisplank
e. Pekerjaan pasangan keramik lantai
f.

Pekerjaan pemasangan kusen dan daun pintu aluminium

g. Pekerjaan plesteran
h. Pekerjaan pengecatan
i. Pekerjaan pemipaan, pengabelan dan armature instalasi listrik lt.3
j.

Pekerjaan pemasangan kabel toevoer dan grounding

Uraian Teknis Pekerjaan :


A. Pekerjaan Pendahuluan
16

1. Jenis Pekerjaan
- Pembuatan papan nama proyek
- Set foto dokumentasi pekerjaan
- Pembersihan lokasi
- Pekerjaan kantor direksi keet ukuran 3 m x 4 m tanpa plesteran
- Pekerjaan angkutan
- Pekerjaan penyewaan perancah
B. Pekerjaan Atap rangka baja siku
1. Jenis pekerjaan adalah :
a. Bongkar karpusan
b. Bongkar kaso, reng, gording dan kuda-kuda kayu
c. Bongkar plafond dan rangka
d. Bongkar lisplank
e. Bongkar balok kanopy
f. Pasang rangka baja siku
g. Pasang baja siku overstek
h. Pasang kanopy galery besi pipa diameter
i. Pasang baut dinabolt diameter
j. Pasang gording canal
k. Pasang besi plat simpul
l. Baut angkur dudukan kuda-kuda
m. Trackstang besi siku
n. Kaso, reng baja ringan
o. Atap genteng
p. Pasang karpusan
q. Pasang lisplank
r. Pasang plafond dan rangka

17

2. Spesifikasi bahan
a. Penutup atap dan karpusan menggunakan bitumen setara onduline tebal 1.8 mm
b. Kaso dan reng menggunakan baja ringan dengan mutu tinggi G 550 yang dilapisi
anti karat galvalum AZ 100 dengan ketebalan lapisan 100 g/m2, profil C 75.75
dengan bentang jarak maksimal gording per 120b cm. Dengan kwalitas setara
steel truss
c. Kuda-kuda menggunakan baja siku 50.50.4
d. Gording menggunakan kanal C 125
e. Trackstang menggunakan besi diameter 12
f. Lisplank menggunakan bahan GRC dengan motif betawi, tebal sisi luar 2 cm dan
sisi dalam 1 cm
g. Baja siku overstek 50.50.4
h. Kanopy galery besi pipa diameter 2
i. Baut dinabolt diameter 16 mm
j. Gording kanal C 125
k. Besi plat simpul t. 8 mm
l. Trackstang besi diameter 12
m. Kait angin besi siku 50.50.4
n. Kaso, reng baja ringan bahan baja mutu tinggi G 550 dilapisi anti karat galvalume
AZ 100 dengan ketebalan lapisan 100 g/m2 dan profil C 75.75 untuk jarak gording
maksimal 120 cm. Dengan kwalitas setara Steel Truss
o. Baut angkur dudukan kuda-kuda diameter 16 mm
p. Atap dan karpusan bahan bitumen dengan kwalitas setara onduline
q. Lisplank GRC motif betawi dengan tebel sisi luar 2 cm dan sisi dalam 1 cm
r. Plafond lantai 3 untuk blok a,b,c menggunakan bahan GRC dengan rangka besi
hollow galvanis 40.40.1 dan untuk plafond lantai 2 blok a menggunakan bahan
triplek tanpa rangka
3. Pelaksanaan dan pekerjaan bongkaran dan pasang atap

18

a. Untuk pekerjaan perbaikan/pemasangan atap harus disesuaikan dengan jenis,


ukuran mutu atap dari bangunan lama kecuali dengan ketentuan lain;
b. Penutup atap yang rusak/pecah/bocor harus dibongkar dengan hati-hati agar tidak
bertambahnya kerusakan
c. Karpusan yang rusak harus dibongkar/dibobok sampai bersih, disiram dengan air
semen kemudian dipasang karpusan baru dengan pemasangan yang rapi, lurus,
dan tidak bergelombang
4. Pelaksanaan pembongkaran/perbaikan lisplank
a. Pembongkaran

lisplank

dilaksanakan

dengan

hati-hati

sehingga

tidak

menimbulkan kerusakan pada bagian luar;


b. Pemasangan lisplank disesuaikan dengan item pekerjaan, penyambungan lisplank
harus dikerjakan dengan lurus dan rapi tidak boleh bergelombang dan kayu
lisplank harus utuh dengan sambungan ekor burung;
c. Jika menggunakan lisplank GRC maka yang dipakai adalah lisplank GRC
pabrikasi;
5. Pekerjaan bongkar/pasang perbaikan kuda-kuda/gordeng
a. Pekerjaan

pemasangan/perbaikan

kuda-kuda/gordeng

yang

rusak/kropos

dilaksanakan dengan pembongkaran bagian dari kuda-kuda yang rusak tersebut


secara hati-hati agar tidak mengakibatkan kerusakan pada bagian-bagian lain;
b. Kuda-kuda yang rusak diganti dengan yang baru, untuk pemasangan kayu untuk
kuda-kuda yang baru terlebih dahulu diresidu;
c. Penggunaan kayu untuk pekerjaan kuda-kuda jenis dan ukuran disesuaikan
dengan gambar/item pekerjaan;
d. Pemasangan/perbaikan kuda-kuda harus dilengkapi dengan besi penguat/begel;
e. Pemasangan perombakan/perubahan kuda-kuda dilaksanakan sesuai gambar dan
petunjuk dari SDPGP Kota Administrasi setempat;
f. Penggunaan besi siku untuk pekerjaan kuda-kuda jenis dan ukuran disesuaikan
dengan gambar/item pekerjaan;
19

g. Pemasangan kuda-kuda harus dilengkapi dengan besi penguat plat simpul dengan
las-lasan penuh.
6. Pekerjaan bongkar/pasang perbaikan kaso dan reng
a. Untuk pekerjaan pemasangan/perbaikan reng kaso menggunakan baja ringan,
sesuai spesifikasi yang ditelah ditentukan untuk penempatannya disesuaikan
dengan gambar dan matrial harus mendapat persetujuan perencana
b. Reng/kaso yang rusak/kropos harus dibongkar dan diganti dengan reng/kaso yang
baru dengan ukuran tersebut diatas dan untuk pemasangan terlebih dahulu
diresidu;
7. Pekerjaan pasang kaso reng baja ringan :
a. Bahan baja mutu tinggi;
b. Lapisan anti karat, hot deep ZINC;
c. Profil 75.75, AZ 100 (tebal 1,00 mm), 95 x 33 Z 080 (tebal 0,80 mm), batten 35 x
27 B 50 (tebal 0,50 mm);
d. Connector antara kaso dengan gording CNP merupakan salah satu kelebihan
yakni memperhitungka gaya uplift yang terjadi disetiap titik tumpuan;
e. Selft drilling screw ex ITW : baut dengan mempergunakan bor torsi yang memiliki
lapisan anti karat galvanized;
f. Shop drawing kaso reng baja ringan harus ada sebelum pekerjaan dilapangan
dilaksanakan dan disetujui oleh perencana.
8. Pekerjaan pemasangan kuda-kuda baja siku adalah :
a. Pekerjaan bongkar kuda-kuda/gordeng keseluruhan dilaksanakan dengan
pembongkaran seluruh atap;
b. Kuda-kuda yang rusak diganti dengan kuda-kuda baja siku yang mana sudah
termasuk batten 40 sebagai dudukan genteng;
c. Penggunaan kuda-kuda baja ringan untuk pekerjaan kuda-kuda jenis dan ukuran
disesuaikan dengan gambar/item pekerjaan;

20

d. Kuda-kuda baja ringan yang digunakan harus benar-benar sudah teruji dan
mempunyai sertifikasi yang dikeluarkan oleh lembaga pengujian bahan serta
terdaftar di dalam buku satuan bahan dan upah Pemda DKI Jakarta.
e. Shop drawing kuda-kuda baja ringan harus ada sebelum pekerjaan dilapangan
dilaksanakan dan terlebih dahulu telah disetujui oleh perencana.
9. Pekerjaan bongkar/pasang perbaikan plafon dan rangka
a. Plafond berikut rangka yang rusak harus dibongkar dengan hati-hati, pemasangan
plafond dan rangka harus disesuaikan dengan item pekerjaan;
b. Pekerjaan penyambungan rangka plafond harus kuat, rapi, nat langit-langit/plafond
harus lurus dan siku;
c. Rangka plafond digunakan adalah rangka jenis besi hollow uk. 40.40.4;
d. Plafond menggunakan bahan GRC
e. List plafond dalam menggunakan list bahan gypsum t.10 cm dan untuk plafond
luar menggunakan list kayu
f. Untuk ukuran dan penempatan atap solar top harus sesuai gambar

C. Pekerjaan bongkar/pasang Lantai keramik


Spesifikasi bahan :
a. Keramik berukuran 40 cm x 40 cm dan 30 cm x 30 cm dengan kwalitas setara roman
b. Keramik yang digunakan harus berkualitas kelas1 dengan disesuaikan nomor produksi
yang sama/berurutan untuk mencegah perbedaan keramik;
c. Semen cor untuk bahan pengisi nat keramik harus merupakan semen khusus dengan
warna yang sama tengan keramik dan sesuai standard kekentalannya.
Teknis Pelaksanaan Pemasangan Lantai Keramik
a. Lantai keramik lama yang rusak harus dibongkar dan lokasi pemasangan
harusdibersihkan dari sisa puing bongkaran
b. Lantai keramik yang akan dipasang, terlebih dahulu harusdirendam dalam
21

air selama kurang lebih 1 x 24 jam


c. Pekerjaan perbaikan/pengganti lantai keramik

yang rusak, pemasangannya

disesuaikan dengan mutu, jenis warna dari keramik yang sama;


d. Pada area pemasangan harus dimarking terlebih dahulu dengan menggunakan alat
bantu benang nylon
e. Selanjutnya pemasangan lantai keramik

pengganti menggunakan

spesi dengan

perbandingan adukan 1:2:3 dengan ketebalan spesi disesiakan dengan peil eksisting
g. Ukuran nat keramik tidak boleh melebihi 2 mm, nat-nat keramik kemudian diisi dengan
air semen khusus keramik, setelah proses pengisian nat keramik bidang keramik
dibersihkan dari sisa-sisa semen yang menempel
h. Untuk pemasangan lantai keramik pada lantai dasar, permukaan tanah harus terlebih
dahulu diisi dengan urugan pasir yang telah dipadatkan, untuk kemudian diisi dengan
spesi adukan
i. Kwalitas

keramik untuk 1 lokasi pekerjaan harus sama dan harus disediakan

cadangan keramik (reserve) sebanyak 2% dari jumlah keseluruhan yang diserahkan


kepada user dengan berita acara penyerahan guna perbaikan-perbaikan kecil.
j. Untuk volume dan penempatan keramik harus sesuai gambar rencana dan keramik
yang akan digunakan sebelumnya harus mendapat persetujuan perencana maupun
pengguna anggaran
D. Pekerjaan Pemasangan Kusen, daun pintu dan jendela
1. Spesifikasi Matrial/Bahan
a. Kusen jendela Type J1
- Balok 5/15 kayu singkil kelas 1
- Papan 3/20 kayu singkil kelas 1
- Jalusi kayu singkil kelas 1
- Daun Jendela kaca polos tebal 5 mm
- Engsel jendela , gredel jendela dan hak angin dengan stainlees steel ukuran 2x3
tebal 2 mm
22

2. Teknis Pekerjaan pembongkaran dan pemasangankusen pintu jendela aluminium


a. Saat pembongkaran kusen pintu dan jendela agar berhati-hati jangan sampai merusak
pasangan dinding bata,
b. Pemasangan daun pintu/jendela supaya hati-hati jangan merusak kusen;
c. Pemasangan skrup engsel pada tempat yang sudah ditetapkan harus dilaksanakan
bila masih memungkinkan, bila tidak dapat supaya dipindah atau diperbaiki sesuai
petunjuk pengawas teknis;
d. Pekerjaan pemasangan engsel untuk bagian daun pintu dipasang 3 (tiga) engsel
setiap daun pintu dan untuk bagian daun jendela dipasang 2 (dua) engsel ukuran
biasa.
e. kunci tanam dipakai ukuran besar 2 (dua) slaag dengan jenis silinder ex RRC atau
disesuaikan dengan Bill of Quantity;
f. Pada setiap bagian daun jendela dilengkapi dengan grendel dan hak angin dengan
ukuran jenis dan mutu sesuai dengan yang telah ditentukan;
g. Pemasangan daun pintu aluminium komplit dengan syarat-syarat sesuai ketentuan
teknis dan harus mendapat persetujuan dari SDPGP Kota Administrasi Jakarta
Selatan;
h. Pemasangan dinding pemisah gypsum dilapisi walpaper dengan perekat kualitas baik
dan dikerjakan dengan tenaga ahli dibidangnya.
i. Pemasangan kusen/daun pintu aluminium komplit dengan syarat-syarat sesuai
ketentuan teknis dan gambar serta harus mendapatkan persetujuan dari perencana
teknis
E.

Pekerjaan pengecatan
a. Jenis pekerjaan laburan/pengecatan adalah :
1. Pengecatan dinding;
2. Pengecatan plafond;
3. Pengecatan meni besi;
4. Pengecatan lisplank;
5. Residu kap/kuda-kuda
23

6. Pengecatan kayu
b. Syarat-syarat bahan
1. Cat dinding dan plafond menggunakan cat dengan kwalitas setara vinilex;
2. Meni;
3. Cat kayu/besi;
4. Plituran;
5. Residu.
Teknis Pelaksanaan Pekerjaan Pengecatan :
1. Pekerjaan

pengecatan

dilaksanakan

terlebih

dahulu

dengan

membersihkan/mengerok cat lama yang melekat pada dinding tembok/kayu dengan


soda api sampai bersih;
2. Bagian dinding kayu yang akan dicat didempul, (untuk pengecatan kayu) dan
diplamur tembok (untuk pengecatan tembok) sampai merata kemudian diamplas
sampai licin dan bersih;
3. Pengecatan harus rata, diulang sampai 3 (tiga) kali;
4. Jenis, mutu dan warna cat yang digunakan disesuaikan dengan jenis mutu cat yang
telah ditentukan oleh Suku Dinas Perumahan dan Gedung Pemda Kota Administrasi
Jakarta Selatan;
5. Daun pintu/dinding sketsel diteak oil supaya dibersihkan (diamplas) lebih dahulu
sampai halus.
6. Dalam proses pengecatan, baik dinding maupun plafond harus dilakukan secara
beralur (terarah), demikian pula untuk pengulangannya
7.

Untuk pengecatan residu rangka baja siku dilakukan dengan cara dicelupkan
kedalam cat residu untuk tiap potongan baja sikunya

8. Sebelum dilakukan pengecatan, matrial cat harus terlebih dahulu mendapat


persetujuan perencana maupun pengguna angggaran
F. Pekerjaan instalasi listrik lantai 3
a. Jenis pekerjaan dan spesifikasi bahan:
1. Pemipaan dan pengabelan
24

- Titik lampu kabel NYM 3 ,5 mm lengkap conduit


- Tititk stop kontak kabel NYM lengkap conduit
2. Armature
- Lampu SL 18 watt + fitting E -27 Rosset savy white
- Lampu V-Shape TP 2 x36W / 54 Savy
- Saklar tunggal dan saklar seri
- Stop kontak biasa
3. Pemasangan kabel toevoer dan grounding
- Pasang splizent 1
- Pasang tiang splitzent t. 1 mm gip diameter 1
- Pasang kabel NYA diameter 50 mm
- Pasang klem kabel dan klem sambungan
- Pasang Box tesling
- Pasang pipa PVC/AW diameter
- Pasang alat bantu dan alat sambung
b. Teknis Pelaksanaan pekerjaan bobokan/penggantian/pemipaan/pengabelan instalasi
listrik :
1. Pembobokan tembok, lantai, dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam rangka
pemasangan instalasi ini harus mengembalikan dalam keadaan semula termasuk
pekerjaan instalasi;
2. Pembobokan hanya dapat dilaksanakan setelah mendapat izin dari pengawas
harian;
3. Kabel/pipa lama tidak dapat dipergunakan kembali;
4. Sistem pengabelan menggunakan sistem 3 (tiga) kawat, yaitu ;
a. Kawat pertama untuk phase;
b. Kawat kedua untuk nol;
c. Kawat ketiga untuk arde.

25

8. Pada setiap penyambungan harus menggunakan alat bantu secukupnya seperti


isolasiban dan memakai las dop;
9. Pemasangan kabel diatas plafon harus disusun dan diklem pada papan khusus
untuk tempat kabel (trunking) dan pada tempat yang tidak dimungkinikan
pemasangan inbow maka diklem pada beton dengan rapih;
10. Kabel yang digunakan adalah kabel-kabel yang telah memenuhi standart industri
(SII) dab lulus uji LMK.
.
Pasal 14
PEKERJAAN TAMBAH KURANG
1. Jika dalam pelaksanaan ada hal-hal yang tidak dikerjakan agar dibuatkan Opname dengan
dituangkan dalam Berita Acara Tambah Kurang.
2. Apabila kemajuan / kualitas tidak sesuai dengan SPK atas Perjanjian / kontrak yang diberikan
oleh pemberi tugas, RKS, Time Schedule dan petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh Direksi
yang disebabkan karena kelalaian Penyedia Barang / Jasa, maka kepada Penyedia Barang /
Jasa yang bersangkutan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan
dalam RKS ini.
3. Sisa / bagian pekerjaan yang belum dilaksanakan sehubungan dengan pencabutan SPK atau
kontrak dihitung bersama oleh direksi dan Penyedia Barang / Jasa, yang hasilnya dituangkan
dalam berita acara.
Pasal 15
PENGAWASAN
1. Pengawasan dilakukan secara terus menerus selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan,
Penyedia Barang / Jasa diwajibkan menempatkan seseorang penangung jawab teknis yang
26

dianggap cakap dan mampu untuk menjalankan tugas dan untuk melaksankan pekerjaan
tersebut serta mengerti dalam bidang bangunan, listrik, air serta dapat mewakili Perusahaan /
Penyedia Barang / Jasa untuk menerima dan melaksanakan Perintah / petunjuk Pengawas.
2. Jika ternyata penanggung jawab teknis tersebut tidak memenuhi ketentuan pada ayat 1 (satu)
pasal ini, maka Unsur pemberi tugas (owner) berhak memerintahkan kepada Penyedia Barang
/ Jasa supaya segera mengganti dengan orang lain yang ahli dan berpengalaman sesuai
dengan bidang pekerjaan yang dikerjakan.
3. Bahan, peralatan dan segala sesuatu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai
dalam surat perjanjian/kontrak, adalah harus disediakan oleh penyedia barang/jasa;
4. Bahan/material yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan adalah :
a) Sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di
Indonesia;
b) Memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan dalam surat perjanjian/kontrak, RKS,
gambar dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan;
c) Sebelum digunakan/dipasang harus diajukan contoh atau brosur setiap bahan dan
peralatan tersebut harus di ACC kan kepada Perencana SDPGP Kota Administrasi
Jakarta Selatan setelah itu mendapatkan persetujuan dari pengguna barang/jasa;
d) Perencana SDPGP Kota Administrasi Jakarta Selatan berhak melakukan pengujian dan
menolak terhadap bahan dan peralatan yang akan digunakan dalam pelaksanaan
pekerjaan apabila ternyata tidak memenuhi ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan.
5. Bahan dan peralatan yang ditolak Perencana SDPGP Kota Administrasi Jakarta Selatan harus
segera disingkirkan dari lokasi/lapangan proyek, dalam waktu 2 (dua) hari kerja sejak tanggal
penolakan dilakukan;
6. Apabila bahan dan peralatan yang akan digunakan ternyata tidak didapat lagi di pasaran,
maka penyedia barang/jasa segera mengajukan bahan dan peralatan pengganti yang setara
dan mendapatkan persetujuan tertulis Perencana SDPGP Kota Administrasi Jakarta Selatan,
prosedur penggantian harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundangundangan;

27

7. Penggantian bahan dan peralatan yang dimaksud pada ayat (6) diatas tidak dapat dijadikan
alasan untuk keterlambatan pekerjaan;
8. Penyediaan dan pengamanan bahan dan peralatan di lokasi/lapangan proyek, adalah menjadi
tanggung jawab penyedia barang/jasa termasuk tempat dan cara penyimpanannya harus tertib
dan tidak mengganggu mobilisasi kerja dilapangan.
Pasal 16
MONITORING KEMAJUAN PEKERJAAN
Penelitian / monitoring kemajuan pelaksanaan kegiatan Pemeliharaan / perawatan :
1. Setiap kegiatan yang berjalan setiap hari harus dibuatkan batasan pekerjaan yang dimasukkan
dalam catatan Buku Harian Lapangan dengan diketahui oleh Direksi atau User.
2. Bobot kemajuan pekerjaan agar dibuat setiap akhir bulan yang berjalan sebagai bahan
evaluasi direksi dalam memonitor kegiatan Pemeliharaan / perawatan.
3. Pengajuan tagihan dengan dilampirkan bobot kemajuan pekerjaan agar diatur.
4. Jika dimungkinkan agar difoto pada kegiatan pekerjaan misalnya penggantian komponen ME
yang rusak atau Pekerjaan Sipil dan lain-lain.

PENUTUP
1.

Jika terdapat item pekerjaan pada Berita Acara Hasil pengadaan barang/jasa tetapi tidak
dimasukkan oleh penyedia barang/jasa dalam pengajuan penawarannya akibat kelalaian
rekanan, maka yang mengikat adalah item pekerjaan sebagai tercantum dalam Berita Acara
Pengadaan Barang/Jasa;

2.

Pekerjaan yang termasuk pekerjaan penyedia barang/jasa tetapi tidak atau belum diuraikan
dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) ini, adalah tetap menjadi tanggung jawab
28

penyedia barang/jasa dan dianggap telah dimuat atau diuraikan dalam RKS ini agar tercapai
penyelesaian pekerjaan dengan hasil yang baik dan memuaskan pihak Pengguna Anggaran;
3.

Pada prinsipnya penyedia barang/jasa harus melaksanakan pekerjaan sesuai dengan


gambar-gambar kerja, Bill of Quantity dan RKS;

4.

Hal-hal yang belum ditetapkan atau tercantum dalam RKS ini, jika dianggap perlu akan
disampaikan kemudian dengan berpedoman kepada Keputusan Gubernur Nomor 258
Tahun 2014 tentang Tata Cara Pelaksanaan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Propinsi DKI Jakarta.

5.

Rencana Kerja dan Syarat-syarat ini hanya berlaku untuk kegiatan Rehab Berat SMAN 97
yang berlokasi di jalanBrigif Ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan
Demikian Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) ini dibuat, untuk dapat dipergunakan

sebagaimana mestinya.
Jakarta, .. 2015

MENYETUJUI :
KEPALA SUDIN PENDIDIKAN WILAYAH I
KOTA ADM. JAKARTA SELATAN

KEPALA SUDIN PERUMAHAN DAN


GEDUNG PEMDA KOTA ADM.
JAKARTA SELATAN

Drs. NASRUDDIN, M.Pd


NIP 195906131981021001

M. YAYA MULYARSO, SH.M.Si


NIP 1967011919933031003

29