Anda di halaman 1dari 3

Berikut ini beberapa sifat fisik bahan galian yang paling penting :

1. Densitas
Densitas biasanya digambarkan dengan simbol , dan difenisikan sebagai massa per
satuan volume. Satuan yang biasa digunakan adalah gram per sentimeter kubik.
2. Berat Jenis
Merupakan rasio dari densitas suatu material dengan densitas zat yang direferensikan.
Untuk bahan padat dan cair, substansi yang direferensikan biasanya berupa air dengan
suhu 4
3. Kekerasan/Kelunakan (hardness/softness)
Kekerasan suatu bahan galian dapat diketahui menggunakan Skala Mohs dan Skala
Absolute. Skala kekerasan Mohs didasarkan pada kemampuan satu sampel materi alami
untuk menggores materi yang lain. Sampel materi yang digunakan Mohs adalah semua
mineral.
Skala kekerasan absolut merupakan tingkat kekerasan suatu materi yang diukur
menggunakan sklerometer.
Berikut adalah perbandingan kekerasan menggunakan Skala Mohs dan Skala
Absolute:

2. Kerapuhan (brittleness)
Tingkat kerapuhan berkenaan dengan mudahnya suatu zat yang dapat dihancurkan
dengan tumbukan. Kerapuhan merupakan kebalikan dari kekerasan. Kekerasan erat kaitannya
dengan ketahanan terhadap tumbukan.
3. Struktur Kristal
Struktur kristal dan ukuran kristal mempengaruhi tingkat kerapuhan. Struktur kristal
menentukan bentuk alami ketika hancur pada saat operasi crushing. Bidang kristalin
yang mudah pevah disebut dengan bidang belah.
5. Warna dan Kilap (listre)
Warna suatu bahan galian dibedakan menjadi warna idiochromatic dan chromophores.

Idiochromatic merupakan warna asli dari mineral, sedangkan chromophores merupakan


warna yang diakibatkan oleh adanya ion-ion asing.
6. Friction
Merupakan resistensi terhadap luncuran satu material terhadap material lain.
7. Sifat Kemagnetan (magnetic susceptibility)
Merupakan kemampuan suatu mineral untuk memiliki gaya tarik terhadap magnet. Apabila
mineral tersebut memiliki gaya tarik terhadap magnet disebut paramagnetik. Apabila tidak
memiliki gaya tarik terhadap magnet disebut diamagnetik.