Anda di halaman 1dari 20

ETIKA PROFESI GIZI

Ketua DPP PERSAGI

KODE ETIK
MERUPAKAN DOKUMEN TERTULIS UNTUK ACUAN PERILAKU
DAN KEGIATAN PROFESIONAL.
MENGGAMBARKAN FILOSOFI DAN PENGHARGAAN ATAS
PERILAKU ATAU KEGIATAN TERHADAP MANA ORGANISASI
PROFESI MEWAJIBKAN ANGGOTANYA UNTUK MENGACU PADA
KODE INI.
KODE ETIK DIGUNAKAN UNTUK MEMANTAU TINGKAH LAKU MORAL
SUATU KELOMPOK PROFESI MELALUI KETENTUANKETENTUAN-KETENTUAN
TERTULIS YANG HARUS DIPEGANG TEGUH OLEH ANGGOTA
KELOMPOK DAN MENJADI PEDOMAN DALAM MELAKUKAN
KEGIATAN PROFESINYA.

MORAL DAN ETIKA


Menurut Henning Paikin;
MORAL merupakan suatu otoritas yang yang
melarang, mengendalikan atau bahkan memerintah.
ETIKA dibangun atas dasar respek yang mendalam
untuk keberhasilan orang lain dan keyakinan akan
kemampuan mereka dan akan menetapkan kegiatan
mereka dengan dasar sistem dan nilai perorangan.

PROFESI
BAHASA LATIN PROFITERI BERARTI MENYATAKAN ATAU
MENGUNGKAPKAN DIDEPAN UMUM.
PROFESI SEJATI BERDASARKAN PENGETAHUAN
KEJURUAN ATAU BIDANG KHUSUS YANG DIPELAJARI ATAU
PENGETAHUAN YANG MEMERLUKAN BERBAGAI
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN LEBIH LANJUT SERTA
KETRAMPILAN YANG TINGGI
PROFESIONAL
MELAKUKAN SESUATU DENGAN PROFESI

AHLI GIZI
SEORANG PROFESIONAL YANG MEMPUNYAI KUALIFIKASI UNTUK
MEMIKUL TANGGUNG JAWAB TERHADAP UPAYA PENINGKATAN
STATUS GIZI SECARA PERSEORANGAN ATAU KELOMPOK
MASYARAKAT.
UPAYA PENINGKATAN STATUS GIZI MELIPUTI PENCEGAHAN DAN
PENYEMBUHAN PENYAKIT, SERTA PENYELENGGARAAN MAKANAN
PADA PELAYANAN GIZI (kode etik persagi, 1990)

MANFAAT KODE ETIK


MELINDUNGI KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN YANG
DIBERIKAN
MENINGKATKAN EFEKTIFITAS INDIVIDU SEBAGAI PEMBERI
PELAYANAN DAN SEKALIGUS PENGAMBILAN KEPUTUSAN
DENGAN MEMAHAMI SISTEM NILAI DAN STANDAR YANG LEGAL
YANG BERLAKU DALAM LINGKUNGAN GIZI.

KARAKTERISTIK SUATU KEGIATAN


PROFESI
MEMBERI PELAYANAN SOSIAL YANG UNIK DAN BERSIFAT DEFINIT.
PELAYANAN DIBERIKAN DALAM BENTUK TEKNIK INTELEKTUAL
MEMERLUKAN SUATU PENDIDIKAN DAN PELATIHAN YANG CUKUP LAMA.
MEMPUNYAI OTONOMI YANG CUKUP LUAS BAGI PRAKTISI INDIVIDUAL ATAUPUN
KELOMPOK. MELALUI ORGANISASI PROFESI , PARA PRAKTISI MENETAPKAN
STANDART KINERJA YANG DIINGINKAN DAN PEMBERLAKUAN KEWAJIBAN
MENJADI ANGGOTA.
MEMPUNYAI ORGANISASI PROFESI YANG MANDIRI.
MEMPUNYAI KODE ETIK YANG JELAS. SETIAP PROFESI CENDERUNG
MENGEMBANGKAN SERANGKAIAN PERILAKU BAKU ( SPECIFIC SET OF
BEHAVIORAL STANDARTS).
MENEKANKAN PADA PELAYANAN YANG DIBERIKAN BUKAN PADA
KEUNTUNGAN EKONOMI YANG DIPEROLEH. DISEBUT DENGAN ALTRUISM

APAKAH AHLI GIZI SUATU PROFESI ?


AG member pelayanan kepada masyarakat (di RS, Puskesmas,
tempat pelayanan kesehatan lain)
Menjadi AG melalui suatu pendidikan khusus.
Mempunyai organisasi profesi PERSAGI yang menerbitkan
majalah profesi yaitu GIZI INDONESIA.

TAHAPAN PENDIDIKAN PROFESI


PROSES MAGANG (APPRENTICESHIP) belajar dengan rekan
seprofesi dibawah bimbingan.
GENERALISASI PENGETAHUAN, upaya yang terarah pada suatu
profesi merupakan sumbangan pertumbuhan berbagai informasi,
kemudian menjadi ilmu (science) profesi itu.
KLASIFIKASI PENGETAHUAN, pengorganisasian dan klasifikasi
kelompok ilmu.
PEMBELAJARAN PENGETAHUAN DAN
PEMAGANGAN,perkembangan yang dimulai dengan magang tidak
cukup, sehingga profesi memberikan pengetahuan melalui pelajaran
formal bagi caloncalon-calon anggota profesi.
FORMALISASI PEMBELAJARAN, belajar berdasarkan pada
pengetahuan selanjutnya ditingkatkan melalui pelajaran atau kursus.
PENINGKATAN PROFESI, melalui riset dan pendidikan
berkesinambungan (continuing education), serta upayaupaya-upaya
pengembangan umum pelayanan profesional dan juga bidang
pengetahuan lainnya.
lainnya.

PROSES PENGEMBANGAN KEPROFESIAN GIZI*)

COMMISSION ON DIETETIC REGISTERED,2002.


5. EVALUATE
LEARNING PLAN
OUTCOME

1.REFLECT

2. CONDUCT
LEARNING NEEDS
ASESSMENT

4. IMPLEMENT
LEARNING PLAN

*)Termasuk proses
resertifikasi

3. DEVELOP
LEANING PLAN

KODE ETIK PROFESI GIZI


Ditetapkan pada KONGGRES VIII PERSATUAN AHLI GIZI
INDONESIA TANGGAL : 15 17 NOVEMBER 1989.
Mulai berlaku tanggal 5 Januari 1990.
SK Ketua DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia
No.03/DPP/SK/01/1990.
Ditanda tangani oleh Ketua DPP Persagi DR. Muhilal

MUKADIMAH

Profesi gizi mengabdikan diri dalam upaya


meningkatkan kesejahteraan dan kecerdasan bangsa
melalui upaya perbaikan gizi, memajukan dan
mengembangkan ilmu dan teknologi gizi serta ilmuilmuilmu yang berkaitan pengetahuan gizi masyarakat.

AHLI GIZI PROFESIONAL


MELAKSANAKAN TUGAS ATAS DASAR
1.

KESADARAN DAN RASA TANGGUNG JAWAB PENUH AKAN


KEWAJIBAN TERHADAP BANGSA DAN NEGARA

2.

KEYAKINAN PENUH BAHWA PERBAIKAN GIZI MERUPAKAN


SALAH SATU UNSUR DALAM MENCAPAI KESEJAHTERAAN
RAKYAT

3.

TEKAD BULAT UNTUK MENYUMBANGKAN TENAGA DAN


PIKIRANNYA DEMI TERCAPAINYA MASYARAKAT ADIL DAN
MAKMUR.

BAB I. TANGGUNG JAWAB DAN

KEWAJIBAN AHLI GIZI TERHADAP


PEMERINTAH, BANGSA DAN NEGARA.
1.

AG DALAM MEMBANTU PEMERINTAH MENINGKATKAN


KESEJAHTERAAN RAKYAT MELALUI UPAYA PERBAIKAN GIZI
HARUS SENANTIASA BERPEDOMAN PADA KEBIJAKAN YANG
TELAH DIGARISKAN.

2.

AG HARUS SENANTIASA BERPERAN SERTA MENYUMBANGKAN


PIKIRAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN
RAKYAT MELALUI PENINGKATAN PELAYANAN DAN PEMBINAAN
KESEHATAN MASYARAKAT KHUSUSNYA DIBIDANG GIZI.

BAB II. TANGGUNG JAWAB AHLI GIZI


TERHADAP MASYARAKAT
1.

MEMBANTU PEMERINTAH MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN


RAKYAT MELALUI UPAYA PERBAIKAN GIZI DENGAN
BERPEDOMAN PADA KEBIJAKSANAAN YANG TELAH
DIGARISKAN.

2.

WAJIB MERAHASIAKAN SEGALA SESUATU YANG DIKETAHUI


TENTANG KLIEN KARENA KEPERCAYAAN YANG DIBERIKAN
KEPADANYA DAN BILAMANA DIPERLUKAN OLEH HUKUM.

3.

DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN GIZI HARUS BERTINDAK


SESUAI DENGAN KEMAMPUAN YANG DI TUNTUT OLEH PROFESI.

4.

WAJIB MENGEMBANGKAN PENGETAHUAN DAN KECAKAPANNYA


DI BIDANG GIZI DAN BIDANG YANG BERKAITAN SERTA
MENGAMALKANNYA KEPADA MASYARAKAT

BAB III. TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN


AHLI GIZI TERHADAP PROFESI
1.

WAJIB MENJUNJUNG TINGGI NAMA BAIK PROFESI GIZI DENGAN


MENUNJUKKAN SIKAP,PERILAKU DAN BUDI LUHUR SERTA
TIDAK MEMENTINGKAN KEPENTINGAN PRIBADI.

2.

WAJIB MENGHARGAI PROFESI LAIN DAN MENJALIN HUBUNGAN


KERJASAMA YANG BAIK.

3.

SENANTIASA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROFESIONAL


SECARA SENDIRISENDIRI-SENDIRI ATAU BERSAMABERSAMA-SAMA GUNA
PERKEMBANGAN PROFESI GIZI.

4.

WAJIB MEMBINA SERTA MEMELIHARA NAMA BAIK DAN KORPS


AHLI GIZI

BAB IV. TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN


AHLI GIZI TERHADAP DIRI SENDIRI
1.

MEMELIHARA KESEHATAN DAN KEADAAN GIZINYA


AGAR DAPAT BEKERJA DENGAN BAIK.

2.

SENANTIASA MENGIKUTI PERKEMBANGAN ILMU


PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI SERTA PEKA
TERHADAP LINGKUNGAN.

3.

SENANTIASA SELALU MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN


DAN MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI.

4.

SENANTIASA MENJAGA NAMA BAIK DIRINYA SEBAGAI


KORPS AHLI GIZI.

5.

MEMBERIKAN KESAN BAIK SERTA TIDAK MELAKUKAN


HAL--HAL YANG MERUGIKAN PEMERINTAH,
HAL
MASYARAKAT, PROFESI DAN PERORANGAN.

INTISARI TANGGUNG JAWAB ETIKA AHLI GIZI


1.

2.

3.

4.
5.

MENJAGA KERAHASIAAN. SEORANG AHLI GIZI DIAMBIL


SUMPAH UNTUK TIDAK MENGUNGKAPKAN RAHASIA KLIEN
KEPADA SIAPAPUN. HALHAL-HAL YANG PENTING DAPAT
DIUNGKAPKAN LANGSUNG KEPADA KLIEN.
MENGAKUI ADANYA KETERBATASAN KITA SENDIRI. MESKIPUN
KITA ADALAH TENAGA PROFESI, NAMUN HARUS DIAKUI PULA
KETERBATASAN KITA. KALAU MEMANG TIDAK TAHU, MAKA
SEBAIKNYA KITA MENGAKUI KETERBATASAN ITU.
MENCARI KONSULTASI. KONSULTASI BERSIFAT SANGAT
PRIBADI, SENANTIASA TINGKATKAN PENGETAHUAN DAN
KETRAMPILAN MELALUI KONSULTASI.
MELAYANI KLIEN SEBAGAIMANA ANDA INGIN DILAYANI
DENGAN PENUH RESPEK,KERAMAHAN, DAN SEJAJARAN.
MEMPERHATIKAN PERBEDAAN INDIVIDUAL DAN
KEBUDAYAAN. SEORANG AHLI GIZI PERLU MEMPELAJARI
BUDAYA KLIEN DAN KEBIASAAN YANG DIANUT

SUMPAH HIPOKRATES (TH.460(TH.460-377 SM)

TERJEMAHAN SUMPAH SBB :


SAYA BERSUMPAH DEMI APOLLO, SANG TABIB DAN DI BAWAH
KESAKSIAN ASCLEPIUS DAN HYGIEIA DAN PANACCEIA DAN SEMUA
DEWA DAN DEWI BAHWA SAYA AKAN MEMENUHI SEBAIK MUNGKIN
MENURUT KEMAMPUAN DAN PERTIMBANGAN SAYA SUMPAH DAN
JANJI ANTARA LAIN YANG BERKAITAN DENGAN GIZI .
SAYA AKAN MENERAPKAN UKURANUKURAN-UKURAN DIET UNTUK
KEUNTUNGAN SI SAKIT MENURUT KEMAMPUAN DAN PERTIMBANGAN
SAYA; SAYA AKAN MENJAGA MEREKA DARI KERUGIAN DAN
KETIDAKADILAN

DAFTAR PUSTAKA

1.
2.
3.
4.

Commission on Dietetic Registration. ADA. Profesional development Portfolio


Guide. 2002.
Kode Etik . Persatuan ahli Gizi Indonesia. 1990.
Soemodihardjo, S; Sihombing. M, Hartono.A S. Etika bagi Profesi Gizi. 1999.
Akademi Gizi Dep Kes RI Jakarta.
Teichman .J. Etika Sosial. 1998. Yogjakarta. Penerbit Kanisius.