Anda di halaman 1dari 5

BAB 1

PEMAHAMAN TERHADAP TOR


1.1 Latar Belakang
Perhubungan darat menggunakan moda transportasi darat baik jaringan jalan
maupun prasarana jembatan merupakan kunci pengembangan wilayah. Prasana berupa
jembatan yang menghubungkan bagian utara dan selatan kotamadya Pekanbaru- provinsi
Riau akan membantu dalam percepatan arus barang dan jasa. Jembatan ini merupakan sarana
transportasi yang strategis bagi pengembangan khususnya kota Pekanbaru dan umumnya
propinsi Riau untuk berinteraksi dengan provinsi lain. Hal ini dirasa perlu untuk percepatan
laju kegiatan ekonomi penduduk guna peningkatan taraf hidup lokal.
Untuk menunjang maksud tersebut, terlebih dulu perlu dilakukan pekerjaan Detailed
Engineering Design (DED) yang merupakan kelanjutan dari pekerjaan yang sama tahun
sebelumnya (tahun 2009) diperlukan sebagai kegiatan pra-konstruksi. Pekerjaan tersebut
dimaksudkan untuk mengetahui kondisi teknis awal lokasi proyek, menyiapkan lay-out, serta
desain dari konstruksi ataupun fasilitas lainya secara detail, lengkap dan jelas; yang akan
digunakan sebagai pedoman pada tahap konstruksi dalam pembangunan jembatan sebagai
peruntukan arus lalu lintas kendaraan dalam kegiatan ekonomi regional tersebut.
1.2 Tujuan dan Sasaran
1.2.1 Tujuan
a. Memberikan kesimpulan teknis terhadap alternatif system jembatan, ramp dan
pondasi sehingga didapatkan desain rinci yang meliputi: design analysis dan
kalkulasi, design drawing, bill of material dan spesifikasi pekerjaan.
b. Untuk mendukung pelaksanaan konstruksi pembangunan

serta

untuk

mengkoordinasikan dalam pembangunan Jembatan jalan raya di kota Pekanbaru


Provinsi Riau.
1.2.2 Sasaran
a. Tersusunnya desain rinci dan spesifikasi teknis yang diperlukan untuk memenuhi
kebutuhan dokumen teknis dalam pelaksanaan tender dan pelaksanaan konstruksi.
b. Terkoordinasinya pembangunan Jembatan jalan raya di kota Pekanbaru, Provinsi
Riau.

1.3 Lingkup Pekerjaan dan Perencanaan


1.3.1 Persiapan

Persiapan kantor di lokasi proyek jembatan jalan raya di kota Pekanbaru, Riau

Pengumpulan dan review data, informasi, dokumen, rencana, dan peraturan terkait

Penyusunan rencana kerja

Penyusunan Laporan Pendahuluan

1.3.1.1

Koordinasi DED

Menyiapkan segala kebutuhan data maupun informasi terutama yang menyangkut

pembangunan jembatan jalan raya kota Pekanbaru, Riau


Mengkoordinasikan hubungan pekerjaan antara pihak konsultan dan pihak

pengguna jasa.
Pengaturan jadwal pelaksanaan yang telah disepakati
Mengkoordinasi segala yang terjadi didalam lokasi DED jembatan jalan raya di

Pekanbaru, Riau dan waktu yang telah ditetapkan untuk percepatan pembangunan
Membuat laporan tahapan kemajuan pekerjaan

1.3.1.2

Koordinasi Manajemen Konstruksi

Persiapan ruang rapat, ruang audio visual dan ruang dokumentasi


Penyediaan operator dan petugas
Fasilitas kegiatan rapat/diskusi dan pembahasan secara berkala serta dalam

menerima kunjungan pihak-pihak yang berkaitan dengan pembangunan jembatan


jalan raya di Pekanbaru, Riau
Melakukan pemeriksaan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan data data
dokumen

1.3.1.3

Lingkup Kegiatan Teknis jembatan jalan raya di Pekanbaru, Riau


1. Engineering Survey
Data inti dan data penunjang pada butir-butir dibawah ini digunakan sebagai basis
perencanaan:
a. Survei Quarry Material untuk: reklamasi, timbunan tanah/batu, material beton
seperti pasir dan batu split. Survei material yang harus dilakukan meliputi: lokasi
quarry, mutu material, perijinan untuk pengambilan material.
b. Pengeboran tanah untuk keperluan penyelidikan tanah yang antara lain meliputi:
Pemboran di darat dan di sungai: minimal 3 Titik, kedalaman bor 35 meter, 50% dari
pengeboran dilakukan dengan diamond bit.
c. Survei kondisi eksisting dan lingkungan sekitar jembatan.

Tata cara pelaksanaan survei mengacu kepada spesifikasi dalam lampiran 3.


2. Detail Desain
Pekerjaan detail desain meliputi pekerjaan pembuatan gambar-gambar desain, yang
terdiri atas lay out dan gambar detail desain konstruksi yang dilengkapi dengan
perhitungan konstruksi (analisis stabilitas dan kekuatan struktur), analisis geoteknik.
Secara rinci output dari kegiatan detail desain tersebut adalah :
a. Laporan Detail Desain,
b. Gambar Desain,
c. Spesifikasi Teknis ( RKS),
d. Perhitungan Volume Pekerjaan (BOQ),
e. Rencana Anggaran Biaya (RAB).
f. Spesifikasi desain:
Beban lalu lintas : kelas 1
Bentang jembatan : 25 m
Lebar jembatan : .. m
Ketinggian jembatan dari muka air : 5 m
Kecepatan alir air sungai : 1,5 m/sec
Debit air sungai : . m
Detail Engineering Design ini meliputi desain seluruh komponen jembatan, terdiri
dari struktur atas, struktur bawah dan dinding penahan tanah (jika diperlukan).
Fasilitas tersebut antara lain :
(1) Struktur atas (lantai jembatan, beam, girder)
(2) Struktur Bawah (pondasi),
(3) Dinding penahan tanah Juga termasuk:
(1) Perbaikan Tanah (Soil Improvement),
(2) Cut and fill,
(3) Sistem Drainase,
(4) Sistem ramp jembatan

1.4 Keluaran, Hasil dan Sistem Pelaporan


1.4.1 Keluaran yang diharapkan
Berdasarkan data-data teknis hasil survei di lapangan dan hasil laboratorium serta
data meteorologi, konsultan diminta untuk memberikan kesimpulan kesan teknis terhadap
alternatif konstruksi jembata kereta yang dimaksud, sehingga diharapkan akan didapatkan:
a. Laporan Detail Desain,
b. Gambar Detail Desain,
c. Spesifikasi Teknis ( RKS),
d. Perhitungan Volume Pekerjaan (BOQ),
e. Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Faktor-faktor pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam pemberian kesimpulan
teknis ini adalah keamanan terhadap fasilitas umum maupun bangunan yang akan dibangun
akibat kemungkinan terjadinya kerusakan terhadap proses alam (hidrologi, hidrolika sungai
dan lain-lain).

1.4.2 Data Penunjang


Desain mengacu pada code, Standar Internasional, Standar Nasional dan sesuai
peraturan Pemerintah. Semua standar yang dipergunakan merupakan versi terakhir.
Data penunjang adalah yang berkaitan dengan produk-produk kebijakan, produk
teknis dan perencanaan. Data penunjang yang digunakan berupa informasi, dokumen, produk
rencana, peta-peta, peraturan perundangan, yang berkaitan dengan produk rencana dan
impelementasinya di Kawasan pengembangan Kota Pekanbaru - Riau. Data penunjang yang
dimaksud adalah mengacu kepada International codes and standard dan tidak terbatas hanya
pada satu peraturan dan atau ketentuan saja.
Daftar codes and standards yang digunakan tidak terbatas pada:
1. SNI (standar tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung; standar
tata cara perencanaan struktur baja untuk bangunan gedung; standar tata cara
perencanaan ketahanan gempa bangunan gedung, dan standar yang dikeluarkan oleh
Kementerian PU)
2. ASTM
3. AISC
4. ACI
5. AWS
6. ASCE
7. BRITISH STANDARD
8. Technical Standards for Bridges
1.5 Kegiatan Perencanaan

Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, keluaran yang akan dihasilkan pada
perancangan proyek pembangunan jembatan jalan raya ini adalah Detailed Engineering
Design (DED). Untuk menghasilkan sebuah DED tentunya dibutuhkan persiapan dan
perencanaan dimulai dari fase mengidentifikasi need atau kebutuhan stakeholder sehingga
ditentukan tujuan proyek yang diharapkan sampai pada dihasilkan dokumen tender yang akan
diajukan yang apabila dokumen disetujui dilanjutkan dengan proses pelaksanaan tahapan
konstruksi sesuai dengan DED sebagai acuan sebagaimana yang telah direncanakan
sebelumnya.

Bagan 1.1 Tahapan Perencanaan