Anda di halaman 1dari 30

PENERAPAN BIOTEKNOLOGI DALAM

PENGELOLAAN KETAHANAN HAMA


TERHADAP INSEKTISIDA HAYATI
M. Sarjan
Fakultas Pertanian
Universitas MataramMataram-Lombok

Perkembangan pesat di bidang pertanian


pertanian sedang menuju ke bentuk revolusi
yang lain , namun saat ini lebih besar pada
revolusi genetik yang dinyatakan sebagai
revolusi teknologi ketiga mengikuti revolusi di
bidang industri dan komputer.
kemajuan dibidang ilmu hayati seperti biologi
molekuler, genetika molekuler dan rekayasa
genetika telah dikemas menjadi suatu teknologi
canggih yang disebut dengan bioteknologi atau
rekayasa genetik

Bioteknologi :
setiap teknik yang menggunakan organisme hidup
atau bagian dari organisme untuk membuat atau
memodifikasi suatu produk, memperbaiki sifat suatu
tanaman atau hewan, dan mengembangkan
mikroorganisme untuk tujuan tersebut

rekombinan DNA
pemindahan gen
manipulasi dan pemindahan embrio
kultur sel dan jaringan
regenerasi tanaman
antibodi monoklonal.

GLOBAL DEVELOPMENT

Industrial countries

Developing countries

BIOTEKNOLOGI DI BIDANG PERLINDUNGAN TANAMAN

Tanaman transgenik tahan hama


Tanaman transgenik tahan herbisida
Tanaman tahan terhadap penyakit
Rekayasa genetika agensia pengendalian hama
Pengembangan Biopestisida
Rekayasa genetika tanaman
Sebagai perangkat deteksi penyakit virus

Bt- crop komersial dan tersebar

PRO KONTRA BT-TRANSGENIK


PRO

KESEHATAN MANUSIA
DAN ORGANISME LAIN

KONTRA

LINGKUNGAN
SOSIAL EKONOMI
GULMA SUPER

KETAHANAN

PELUANG INOVASI DI BIDANG BIOTEKNOLOGI

Bacillus thuringiensis
bakteri gram positif
Menghasilkan ICP selama
sporulasi
Toxic terhadap hama yang spesific
Klas crystal protein bervariasi
(lihat tabel)
dimanfaatkan secara
conventional (foliar) applications
transgenic plants

Kasus Seragga Resisten Terhadap Bt-toksin


Di Lab
Indian Meal Moth ( Plodia interpunctella)
250 fold terhadap Dipel (CriAb) (McGaughei, 1985)
Heliothis virescen (Gahan et al , 2001)
Heliothis armigera ( Arkhus et al, 2001)
Di lapangan
Diamond back moth (Plutella xylostella)
di Hawaii 30-fold ( Tang et al, 1996)
Di Philipina 250 fold terhadap Dipel (CryIAb)
Di Florida 1500 fold terhadap Javalin (CryIAa,
CryIAb, CryIAc)

Pink bollworm (Tabashnik et al, 2000)

Mekanisme Ketahanan Secara Biokimia


Penurunan receptor binding pada BBMV
Penuruan akrivitas toksin
Degradasi toksin
Saat ini masih kurang pengetahuan tentang
Mode of action

Ada dua Bt-bindng proptein yang diketahui


saat ini
Aminopeptidase-N (APN )(120 kDa dan 170 kDa)
Cadherin-like protein (220 kDa)
(Keduanya ditemukan pada Brush Border Membrane

Vesicles (BBMV)

85 kDa

1 anti-toxin antibody and peroxidaseconjugated secondary antibody


2 Bt-toxin and antibodies
3 Peroxidase-conjugated HPL

GC

Fb

Car

Hem

p85

P85 is found in various tissues of DBM

Blackening of the peritrophic membrane


In resistance strain.

p85

P85 in R > S

p85

susceptible

susceptible

Bt-toxin

resistant

peritrophic
membrane

gut
epithelium

DENGAN MENGETAHUI MEKANISME KETAHANAN SECARA


MOLEKULER
PERTANYAANNYA KEMUDIAN ADALAH :
BAGAIMANA CARA MENGANTISIPASI TERJADINYA KETAHANAN
TERSEBUT???
JAWABAN :
MENCARI BAHAN/ CARA/METODE/TEKNOLOGI YANG MAMPU MENGURANGI /
MENGHILANGKAN MOLEKUL PROTEIN KOAGULASI PENYEBAB TERJADINYA
KETAHANAN

STRATEGI PENGELOLAAN KETAHANAN HAMA TERHADAP BT


DENGAN REKOMBINAN LECTIN

untuk menghindari terjadinya resistensi Bt di lapangan atau untuk


mengurangi resistensi yang telah terjadi baik pada tanaman
transgenik maupun non-transgenik.

TERIMA KASIH

Table 1. Classification of the Crystal Protein gene of B. thuringiensis

Gene taxon

Cry IA(a)
Cyy IA(b)
Cry IA( c)
Cry IB
Cry IC(a)
Cry IC(b)
Cry ID
Cry IE
Cry IF
Cry IG
Cry IIA
Cry IIB
Cry IIIA
Cry IIIB
Cry IIIC
Cry IIID
Cry IVA
Cry IVB
Cry IVC
Cry IVD
Cyt A

Spectrum of activity

Lepiodptera
Lepidoptera
Lepidoptera
Lepidoptera
Lepidoptera
Lepidoptera
Lepidoptera
Lepidoptera
Lepidoptera
Lepidoptera
Lepidoptera/Dipteraa
Lepidoptera
Coleoptera
Coleoptera
Coleoptera
Coleoptera
Diptera a
Diptera a
Diptera a
Diptera a
Diptera a
Cytolitic b

Number of amino
acids

Predicted
mass (kDa)

1176
1155
1178
1207
1189
1177
1165
1171
1174
1156
633
633
644
659
1138
650
1180
1136
675
643
248

134
131
133
138
135
134
133
132
134
130
71
73
71
74
129
73
134
128
78
72
27

Adapted from Hofte and Whitley (1989)


aToxic to larva of suborder Nematocera , such as mosquitoes and blackfly larvae, but not to other dipterous larvae
b Cytolytic to many different cell types, both vertebrate and invertebrate, in vivo.

N
o
1

Common
Name
Winged
Bean
Hairy
vetch

Taxonomic
Name
Psophocarpus
tetragonolobus

Roman
Snail

Helix pomatia

Peanut

Mol.Wt
X 103
35

Sub Unit
1

Sugars
specificity
Gal

139

GalNac

79

GalNac

120

Gal, GalNac

36

GlcNac,GalN
ac,NEuNac

102

Man, Glc

Vicia villosa

Arachis
hypogaea
5

Wheat
germ

Triticum vulgaris

Con A
Concavalin A