Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PENELITIAN (PKL B2P2TO2T)

Identitas
Nama

: Irma Dahlia Yuliskurniawati

NIM

: 201210070311100

Mata Kuliah

: Fitofarmaka

Dosen

: Dr. Rr. Eko Susetyorini, M.Si

Isi laporan penelitian


1. Menyebutkan fungsi dan hal-hal yang penting tentang B2P2TOOT
BPTOOT

mempunyai

tugas

untuk

melaksanakan

penelitian

dan

pengembangan tanaman obat dan obat tradisional. Untuk melaksanakan tugas


tersebut, Balai Besar Litbang TO dan TO menyelenggarakan fungsi:

Perencanaan, pelaksanaan,evaluasi penelitian dan atau pengembangan di


bidang tanaman obat dan obat tradisional.

Pelaksanaan eksplorasi, invertariasi dan identifikasi plasma nutfah


tanaman obat.

Pengembangan IPTEK standarisasi TO dan OT

Pengembangan jejaring kerjasama dan kemitraan di bidang TO dan OT

Pelaksanaan pelatihan teknis di bidang pembibitan, budidaya, pasca panen,


analisis, koleksi specimen tanaman obat, serta uji keamanan dan manfaat
obat tradisional

Tujuan :
Melalui sinema fitomedika, mahasiswa dapat menyebutkan fungsi dan

konsep yang penting dari B2P2TOOT secara mandiri


Pada museum jamu mahasiswa dapat mendeskripsikan macam-macam
simplisia tanaman obat yang ada di B2P2TOOT minimal 10 secara

mandiri
Melalui kebun produksi tanaman obat, mahasiswa dapat menyebutkan

manfaat 3 tanaman yang terpilih sebagai obat secara mandiri.


Melalui kebun produksi tanaman obat, mahasiswa dapat mengidentifikasi
3 tanaman yang terpilih sebagai obat secara mandiri.

138

Melalui laboratorium pascapanen, mahasiswa dapat mendeskripsikan


langkah-langkah pascapanen mulai dari proses pemanenan sampai

produksi secara mandiri


Pelaksanaan urusan tata usaha dan usaha rumah tangga

Kegiatan Utama B2P2TOOT

Melaksanakan Saintifikasi Jamu : penelitian berbasis pelayanan

Mengembangkan bahan baku terstandarisasi

Mengembangkan jejaring kerjasama

Mengembangkan teknologi tepat guna

Desiminasi, sosialisasi dan pemanfaatan hasil litbang TO-OT

Mengembangkan karir dan mutu SDM

Meningkatkan perolehan HKI dari hasil litbang TO-OT

Mengembangkan sarana dan prasaran

Menyusun draft regulasi dan kebijakan teknis litbang TO-OT

Laboratorium yang ada di B2P2TOOT

Laboratorium kultur jaringan tanaman digunakan untuk perbanyakan


tanaman terutama untuk tanaman langka dan untuk memproduksi

metabolit sekunder.
Laboratorium mikrobiologi untuk mengetahui cemaran mikroba dalam

simplisia.
Laboratorium galenika merupakan tempat pembuatan ekstrak dari tanaman

yang ada di kebun herbal


Laboratorium fitokimia merupakan tempat untuk mengetahui jenis
senyawa kimia yang terkandung dalam tanaman tersebut maka dilakukan

pemeriksaan dengan berbagai pereaksi.


Laboratorium proteksi hama penyakit tanaman dapat dilakukan isolasi
hama, pengidentifikasian, serta pembasmian menggunakan bahan yang

tepat supaya hama tersebut dapat dimusnahkan.


Laboratorium instrument digunakan sebagai tempat untuk mengetahui
kadar suatu zat kimia dalam suatu tanaman.

139

Laboratorium Formulasi merupakan tempat yang digunakan untuk


tanaman obat yang sudah diekstrak dan sudah dipilih kandungankandungan yang berkhasiat, siap untuk diformulasikan menjadi berbagai
macam produk, seperti sabun, minuman, aroma terapi, dan sebagainya. Di
sini, produk dikemas secara rapih agar selain berkhaiat juga memiliki daya

jual.
Lab. Herbarium merupakan tempat penyimpanan tanaman obat yang
diawetkan, dari bagian batang, akar, daun, buah, dan lain-lain. Gunanya
selain untuk model jenis tanaman juga untuk mengetahui berapa lama

tanaman tersebut bisa diawetkan. Tanaman diberi identitas angat lengkap.


Ruang Pelestarian merupakan tempat seperti rumah kaca yang fungsinya
adalah untuk melestarikan. Maksudnya adalah tanaman-tanaman jenis baru
(baik impor maupun lokal) diadaptasikan terlebih dahulu hingga bisa
tumbuh dengan baik. Selain itu juga dimaksudkan agar lebih bisa
mengontrol dan mengobservasi pertumbuhan tanaman baru tersebut.
Setelah mulai beradaptasi dan mengenal tipe pertumbuhannya, tanaman
dapat dipindah ke kebun untuk dikembangbiakkan.

Tempat divisi yang ada di B2P2TOOT adalah:

Pembenihan dan pembibitan


Museum jamu Hortus medicus
Perpustakaan
Rumah riset jamu
Wisata kesehatan jamu
Pelatihan IPTEK
Paska panen
Kebun koleksi TO
Kebun produksi

140

2. Mendeskripsikan 10 macam-macam simplisia dan fungsinya


No.
1.

Simplisia dan nama spesies

Fungsi
juga berguna untuk mengatasi
radang tenggorokan (bronkitis),
rematik, sakit pinggang, lemah
syahwat, nyeri lambung,
meningkatkan stamina,
meredakan asma, mengobati
pusing, nyeri otot, ejakulasi dini,
dan melancarkan air susu ibu.

Zingiber offivinale
Nama lokal: Jahe merah
Bunga
2.

Kegunaan, antara lain sebagai


antioksidan, anti virus, anti
inflamasi (penghilang radang),
dan berperan dalam menurunkan
kadar gula dalam darah (anti
diabetes), mengobati konstipasi,
dan menghilangkan alergi;

Syztgium cumini
Nama local: duwet putih
Bunga

No.

Simplisia dan nama spesies

Fungsi

138

3.

Sebagai peluruh air seni dan


obat diare.

Equisetum debile
Nama lokal: Rumput bolong
Daun
4.

Pengobatan disentri, batuk darah


pada TBC, muntah darah, sifilis,
malaria, tetanus, tetanus,
pembengkakan (tumor), dan
nyeri karena ganggu sirkulasi
darah.

Caesalpina sappa
Nama lokal: secang
biji
5.

Sebagai obat antijamur,


melancarkan haid

Matricaria chammomilla
nama lokal: kemilen
bunga
No.

Simplisia dan nama spesies

Fungsi

139

6.

Meningkatkan tekanan
darah
yang rendah karena
mengandung zat besi dan
sifatnya yang panas,
Mengatasi
bengkak, Mengobati
penyakit
ruam pada kulit (kurap),

Durio zibethinus
Nama lokal: Rumput bolong

Biji
7.

Dijadikan obat untuk


menyembuhkan radang ginjal,
batu ginjal, sipilis, albuminuria,
kencing manis, rematik, dan
menurunkan kadar gula dalam
darah.

Orthosiphon aristatus
Nama lokal: kumis kucing
daun
8

Meningkatkan stamina,asam
urat, rhematik, pinggang, wasir,
ambein, pembusukan usus, flu
tulang, kesemutan, diabetes
militus / Diabetes akut, batu
ginjal.

Lunasia amara
nama lokal: sanrego
cortex

No.

Simplisia dan nama spesies

Fungsi

140

9.

Untuk mengatasi penyakit


amandel (tonsilis), infeksi
saluran kencing, kencing manis,
kencing berlemak, keputihan,
erosi mulut rahim, reumatik.

Mirabilis jalapa
Nama lokal: bunga pukul empat
Biji
10.

Untuk mengobati penyakit


influemza,batuk,sakit
kepala,tidak dating haid,
gangguan pencernaan, diabetes
militus

Leucas lavandulifolia
Nama local: leng-lengan
Bunga

3. Menyebutkan tanaman dan fungsi 3 tanaman obat

141

Tanaman obat

Nama spesies
Hydrangea macrophylla.
(Hyyfrangeaceae)
Nama local : pancawarna

Fungsi
Bunga: panti radang

Tanaman obat

Nama spesies
Centratherum punctatum.
(Asteraceae)
Nama local : bunga kancing

Nama spesies
Echinaceae purpurea
(Asteraceae)
Nama local : ekinase

Tanaman obat
Fungsi
Daun: anti mikroba, antioksidan

Fungsi
Herba: pilek, infeksi napas,
kekebalan tubuh

142

4. Identifikasi Tanaman
1) Hydrangea macrophylla ( pancawarna)
Bunga Hydrangea macrophylla
2)

Perbungaan majemuk, berbentuk malai, keluar dari ujung


tangkai,dan bunga membentuk rangkaian membulat seperti sanggul, pada
sebagian spesies, malai terdiri dari 2 jenis bunga, kelompok bunga yang
fertil di tengah malai dan berukuran lebih besar terangkai membentuk
lingkaran, Saat masih kuncup, bunga berwarna hijau, berubah menjadi
putih, sewaktu mekar berwarna biru muda atau merah jambu yang secara
bertahap berubah menjadi warna-warna yang lebih tua sebelum bunga
rontok.
Centratherum punctatum (bunga kancing)
Batang Centratherum punctatum
Daun Centratherum punctatum

Batang tanaman tumbuk tegak, berstruktur lunak dan berwarna hijau. Bila
dibiarkan tumbuh terus, batang menjadi keras (berkayu) dan berwarna hijau
kecokelat-cokelatan.

Bentuk daun tanaman yaitu bagian tepi bercelah atau bergerigi, tersusun
berselang-seling pada cabang atau batang.
143

Bunga Centratherum punctatum

Bunga tumbuh tegak pada ujung tanaman dan tersusun dalam tangkai
(tandan) berukuran pendek sampai panjang. Bunga digolongkan jenis spray
dalam satu tangkai bunga terdapat 10 sampai 20 kumtum bunga berukuran
kecil.
3) Echinaceae purpurea (ekinase)
Batang

Echinaceae purpurea

Bunga Echinaceae purpurea

Batang basah, berwarna hijau, batang bulat.

Bunga majemuk, warna bunga berwarna ungu,jumlah bunga lebih kurang


144
20-80 kuntum bunga.

5. Mendeskripsikan langkah-langkah pascapanen


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Pengumpulan bahan baku


Sortasi basah
Pencucian
Pengirisan tujuannya agar kadar airnya berkurang
Penimbangan basah
Perubahan bentuk
Pengeringan (Proses pengeringannya pun harus cepat karena air itulah yang
nantinya akan menarik kapang-kapang. Pengeringan pertama dengan dijemur baik
lansung terkena sinar matahari ataupun yang tidak (tergantung jenis tanaman).
Setelah itu di oven agar hasilnya maksimal. Kadar air juga tidak boleh terlalu
sedikit karena akan merusak kandungan tanaman itu sendiri. Kadar yang baik

8.
9.
10.
11.
12.
13.

adalah <10%).
Sortasi kering
Penimbangan kering
Pengepakan
Pelabelan
Penyimpanan
Pengamatan.

Foto-foto penelitian penelitian

145

146

147

No
1

Gambar

Keterangan
Sinema fotofarmaka
melihat profil dari
B2P2TOOT

Etalase tanaman obat


untuk melihat koleksi
tanaman obat di
B2P2TOOT

Klinik saintifikasi jamu


hortus medicus
Tawangmangu tempat
pengobatan

148

Kebun untuk menanam


obat lokasi di belakang
Klinik saintifikasi jamu
hortus medicus
Tawangmangu

Museum hortus
medicus B2P2TOOT

Ramuan penambah
nafsu makan yang ada
di Museum hortus
medicus B2P2TOOT

Adaptasi. koleksi
tanaman dalam ruang
adaptasi: tanaman obat
hasil eksplorasi.
Tanaman koleksi baru,
tanaman hasil
introduksi baru,
tanaman dari habitat
datan rendah,

149

kering,mangrove,
tanaman yang belum
8

teridentifikasi
Pelestarian. Koleksi
tanaman dalam ruangan
tanaman obat langka,
tanaman obat koleksi
yang populasinya
sangat sedikit, tanaman
obat yang tidak tahan

dengan perubahan iklim


Kebun produksi

10

Mesin perajang daun

150

11

Mesin serbuk

12

Tempat pengeringab
simplisia

13

Ruang pengemasan

151

14

Gudang D tempat
penyimpanan obat
berupa simplisia.

Refleksi laporan penelitian


Laporan penelitian adalah laporan yang dibuat setelah kita melakukan
observasi di B2P2TOOT. Pada saat observasi yang saya suka saat berada di
museum jamu karena di sana tersimpan alat-alat pada jaman dulu yang sekarang
sudah jarang sekali bahkan sudah tidak terpakai lagi. Pada saat observasi hal-hal
yang belum saya mengerti saya tanyakan kepadapetugas yang mengantarkan kita
dalam obeservasi.
Pada perkuliahan ini kita juga melakukan penelitian langsung ke Balai
Besar Litbang Tanaman Obat & Obat Tradisional yang berada di Tawangmangu.
Saya disana diajarkan mengenai cara pembibitan tanaman obat untuk
menghasilkan kualitas tinggi, manfaat tanaman obat, cara pengolahan tanaman
obat, serta pengaplikasian tanaman obat kepada masyarakat dengan mendirikan
rumah sakit obat tradisional. Saya juga disana sebelum proses penelitian kami
dikenalkan terlebih dahulu mengenai profil Balai Besar Litbang Tanaman Obat &
Obat Tradisional yang berada di Tawangmangu mulai dari sejarah sampai cara
pengolahan tanaman obat tradisioanal di tempat tersebut.
Penelitian di Tawangmangu tersebut saya melakukan penelitian mengenai
jenis tanaman obat beserta manfaatnya, bentuk simplisia dan manfaatnya serta
proses pengolahan berbagai macam tanaman obat menjadi simplisia. Sebelum di
buat simplisia tanaman obat tersebut di lakukan uji senyawa kimia dan uji
praklinik kepada hewan coba berupa tikus. Balai Besar Litbang Tanaman Obat &
Obat Tradisional yang berada di Tawangmangu memiliki banyak sekali koleksi
tanaman obat dan simplisia yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Berbagai

152

macam simplisia tanaman obat tersebut sudah di aplikasikan kepada masyarakat


di Rumah sakit Balai Besar Litbang Tanaman Obat & Obat Tradisional
Tawangmangu, selain itu obat tersebut juga dapat di beli di apotek tempat
tersebut.
Penggunaan simplisia sebagai bentuk sediaan tanaman obat ini lebih efektif
dibandingkan bentuk sediaan karena simplisia ini dapat disimpan dalam waktu
yang cukup lama jika di olah dan disimpan di tempat yang tepat. Pengolahan
simplisia dapat bertahan lama jika proses pengeringan cukup dan tempat sehingga
simplisia tidak mudah berjamur sehingga dapat disimpan cukup lama.
Perkuliahan ini sangat bermanfaat bagi saya karena menambah wawasan
ilmu pengetahuan mengenai proses pengolahan tanaman obat, cara penanaman
sampai cara pembibitan tanaman obat. Perkuliahan fitofarmaka mengenai
penelitian langsung di Balai Besar Litbang Tanaman Obat & Obat Tradisional
Tawangmangu ini diharapkan tetap dilaksanakan karena akan menambah
pengetahuan siswa mengenai ilmu fitofarmaka.
Strategi yang saya lakukan dalam mengerjakan laporan penelitian ini
adalah membaca sumber dari internet dan menanyakan ke teman-teman. Dengan
adanya observasi dan mengerjakan laporan ini menurut saya bermanfaat yaitu
dapat mengetahui cara pembuatan jamu saintifik.

153