Anda di halaman 1dari 4

GANGGUAN MASALAH KEBUTUHAN TIDUR

Disusun oleh kelompok III:


Anna Fauziah

(06)

Desi Uswatun Hasanah

(13)

Devie Putrie Wulandari

(14)

Dian Woro Palupi

(15)

Dinda Paradita

(17)

Fatma Yuliani

(22)

Maivi Wantiska

(29)

Nursyifa Kusuma Rahayu

(34)

Rachmani Ridhawati

(36)

Risky Martha Kusuma

(37)

Winda Lestari

(45)

Yulita Puspitasari

(46)

Kelas : I D

AKADEMI KEPERAWATAN NOTOKUSUMO


YOGYAKARTA
2015

GANGGUAN KEBUTUHAN TIDUR


1. Narkolepsi
Narkolepsi merupakan gelombang kantuk yang tak tertahankan yang
muncul secara tiba-tiba pada siang hari. Gangguan ini disebut juga
serangan tidur atau sleep attack. Narkolepsi di duga merupakan suatu
gangguan neurologis yang disebabkan oleh kerusakan genetik sistem saraf
pusat yang menyebabkan tidak terkendalinya periode tidur REM.
2. Night Terrors
Night terrors adalah mimpi buruk. Umumnya terjadi pada anak usia 6
tahun atau lebih. Setelah tidur beberapa jam, anak tersebut langsung
terjaga dan berteriak, pucat dan ketakutan.
3. Sleep Apnea
Sleep apnea merupakan kondisi ketika nafas terhenti secara periodic pada
saat tidur. Apnea saat tidur dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
a. Apnea sentral
Apnea sentral merupakan kelainan yang jarang terjadi dibanding
obstruktif sleep apnea. Central sleep apnea didefinisikan sebagai
ketiadaan aliran udara akibat kurangnya usaha ventilasi yang
disebabkan oleh reduksi impuls dari sistem saraf pusat ke otot
pernafasan.

Kasus

ini

juga

melibatkan

disfungsi

pusat

pengendalian nafas diotak. Kelainan ini terjadi pada pasien dengan


insifisiensi sistem saraf pusat yang mempengaruhi aliran keluar
dari pusat pernafasan ke diafragma dan otot-otot pernafasan
lainnya. Kelainan sistem saraf yang dihubungkan dengan central
sleep apnea meliputi neoplasma batang otak, infark batang otak,
bulbar encephalitis, bedah spinal, cervical cordotomy, dan primary
iodopitic hypoventilation.
b. Apnea obstruktif
Obstruktif sleep apnea merupakan gangguan pernafasan saat tidur
yang paling sering terjadi, yang didefinisikan sebagai ketiadaan
aliran udara meskipun terdapat usaha ventilasi yang ditandai
dengan adanya kontraksi otot pernafasan (diafragma). Kelainan ini
dapat disebabkan oleh penyempitan dan penutupan saluran nafas

bagian atas saat tidur atau ketika otot dan struktur rongga mulut
rileks dan jalan nafas tersumbat. Obstruktif sleep apnea sering
dikaitkan

dengan

peningkatan

morbiditas

dan

mortalitas

kardiovaskular. Akibat psikomotor pada obstruktif sleep apnea


adalah mendengkur, kematian bayi secara mendadak, rasa kantuk
berlebihan dan lelah pada siang hari serta kualitas yang buruk
karena pasien sering terbangun saat tidur. Apnea tipe ini dapat
ditemukan pada penderita penyakit kronis, misalnya pada
penderita penyakit hati tahap akhir.
c. Apnea campuran (sentral dan obstruktif)
Campuran sleep apnea merupakan kombinasi dari central sleep
apea dan obstruktif sleep apnea. Pola ini dimulai dengan central
sleep apnea yang ditandai oleh tidak adanya aliran udara yang
terdeteksi pada mulut dan hidung serta tidak adanya aktivitas otot
pernafasan. Pola diakhiri dengan obstruktif sleep apnea yang
ditandai dengan penghentian udara pada mulut dan hidung.
4. Mendengkur
Mendengkur disebabkan oleh adanya rintangan terhadap pengaliran udara
di hidung dan mulut. Amandel yang membengkak dan adenoid dapat
menjadi faktor yang turut menyebabkan mendengkur. Pangkal lidah yang
menyumbat saluran nafas pada lansia. Otot-otot dibelakang mulut
mengendur lalu bergetar jika dilewati udara pernafasan.

PENANGANAN GANGGUAN KEBUTUHAN TIDUR


1. Narkolepsi
Tindakannya:
Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi narkolepsi antara lain
adalah melakukan kolaborasi dalam pemberian obat-obatan seperti
kelompok amfetamin atau kelompok metil fenidat hidroklorida (ritalin)

atau dengan anti depresan seperti imipramine hidroklorida yang


digunakan untuk mengendalikan narkolepsi.

DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, A.Aziz Alimul.2012.Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia.Surabaya.Health Books Publishing.
Saputra, Lyndon.2013.Catatan Ringkas Kebutuhan Dasar Manusia.Tangerang
Selatan.Binarupa Aksara.
Saputra, Lyndon.2013.Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia.Tangerang
Selatan.Binarupa Aksara.
Tarwoto dan Wartonah.2010.Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses
Keperawatan.Jakarta.Salemba Medika.