Anda di halaman 1dari 5

Nama

: Nanang Suwandana

NIM

: 12/331632/PA/14792

Tugas Seismologi
Interior Bumi
Struktur dan Komposisi
Asperiti merupakan kemampuan suatu zona untuk menahan stress dibandingkan zona
yang lain. Asperiti penting untuk mengetahui daerah mana yang rentan gempa dan tidak.
Menurut pengetahuan kita bumi hanya sebatas lapisan saja. Bumi memiliki interior yang
kompleks. Bumi yang kita tempati tersusun atas :
a. Bagian dalam tersusun atas medan magnetik. Contohnya adalah petir, dimana petir yang
terjadi di alam ini dapat menghasilkan berbagai macam gaya listrik dan gaya magnetik
b. Lapisan interior yang berupa lapisan pejal dan liquid
c. Gas yang menyelubungi, yaitu berupa atmosfer yang terdiri dari berbagai lapisan dan
memiliki fungsi dalam melindungi bumi dari meteor jatuh maupun dari sinar ultraviolet
Sistem Tata Surya
Persepsi manusia mengenai sistem tata surya selalu mengalami perubahan. Pada
awalnya planet merupakan suatu cahaya yang selalu bergerak. Akan tetapi setelah tahun
1600an ditemukan teleskop untuk melihat bagian dari planet yang bulat. Penyelidikan yang
dilakukan untuk mengetahu bagaimana bentuk planet-planet di sistem tata surya ini. Saintis
memiliki hipotesa mengenai kondisi sistem tata surya. Salah satunya merujuk pada suatu
hipotesa yang menyatakan bahwa bumi bulat. Kondisi bumi yang bulat tersebut pertama kali
dikemukakan oleh Copernicus dan juga Keppler. Sedangkan pembuktian bahwa bumi itu bulat
dilakukan oleh Colombus ketika melakukan pelayaran mengelilingi dunia. Bumi yang kita
tempati memiliki beberapa bagian diantaranya medan magnet, atmosfer, kenampakan lapisan
seperti benua, samudra, kutub dan bangunan hasil karya manusia seperti kota, tembok besar
China dan sebagainya.
Struktur bumi memiliki lima karakter utama yaitu :
a. Bumi memiliki medan magnet yang dapat membelokkan angin matahari dan melindungi
permukaan bumi dari radiasi matahari

b. Bumi memiliki beberapa lapisan atmosfer, yang komposisi utamanya berupa nitrogen
dan oksigen
c. Bumi terbentuk karena adanya variasi mineral, kaca, pelelehan, volatile dan fluida,
d. Bumi memiliki beberapa lapisan yaitu kerak silikat yang tipis, mantle yang tebal dengan
kandungan magnesium silikat dan besi dan inti bumi yang tebal
e. Secara fisik, bumi dapat dibagi kedalam bagian luar yang pejal berupa litosfer dan
astenosfer yang bersifat plastis/ductile
Bumi memiliki medan magnet, dimana medan magnet bumi tersusun atas
geodynamo, karena aliran besi liquid membentuk medan magnet. Dipengaruhi oleh pancaran
dari gaya magnet dan akan semakin kuat ketika jaraknya berkurang. Inti luar yang cair
memungkinkan sebagai gerak mekanik untuk menghasilkan dan mempertahankan medan
magnet, yang digerakan oleh rotasi bumi. Medan magnet bumi merupakan akibat langsung
dari gerakan inti dan rotasi bumi mempengaruhi orientasi dan kuat medan magnet bumi.
Kompas dapat bekerja karena bumi memiliki magnet yang luas. Beberapa ion
mencari jalan keluar di sabuk Van Allen. Ion itu menarik kutub magnetik. Ion membentuk
cahaya diatas atmosfer. Hal ini menyebabkan terjadinya Auora dimana dibagian kutub utara
dinamakan Aurora Borealis dan kutub selatan dinamakan Aurora Australis. Aurora
Australis mempunyai warna merah yang lebih dominan.
Selain medan magnet, bumi juga diselubungi oleh atmosfer. Atmosfer bumi
memiliki beberapa lapisan pada ketinggian tertentu yaitu, Eksosfer, lapisannya tipis dengan
ketinggian 500 km dan atmosfer bergabung tanpa celah. Termosfer, pada ketinggian lebih
dari 90 km dimana orbit bercampur dengan angkasa. Mesosfer pada ketinggian 50-90 km
dimana meteor akan hangus terbakar. Stratosfer pada ketinggian 12-50 km dimana udara
stabil sehingga cocok untuk jet. Tropopause pada ketinggian 11-12 km dan troposfer pada
ketinggian 0-11 km dimana semua lapisan bercampur dan pada setiap lapisan suhunya
terbatas. Troposfer didominasi oleh konveksi air massa. Konveksi merupakan metode
perpindahan panas pada fluida. Bagian fluida yang dingin mempunyai densitas yang tinggi
sedangkan yang panas mempunyai densitas yang rendah. Hasil dari proses ini berupa
sirkulasi konveksi. Permukaan bumi terdiri dari 30 % daratan dan 70 % lautan. Sehingga
berbeda dari planet lainnya. Hidrosfer terdiri dari samudra, danau, laut, sungai dan air
tanah. Sedangkan Criosfer terdiri dari salju dan lautan es.

Permukaan bumi tidaklah datar melainkan memiliki topografi. Permukaan bumi


didominasi oleh dua elevasi yaitu daratan dengan ketinggian dari 0-2 km diatas permukaan
air laut dan dasar laut dengan kedalaman 3-5 km dibawah permukaan air laut. Bumi
tersusun oleh Fe, O, Si, Mg. Kandungan yang paling banyak berupa silica yang bercampur
dengan elemen lain seperti Fe, Mg, AL, Ca, K, Na. Batuan beku mempunyai dua sifat yaitu
felsic dimana kandungan silikanya banyak dan kandungan Fe dan Mg kurang serta
densitasnya rendah seperti granit. Mafik dimana kandungan silica sedikit dan kandungan
Fe/Mg dan densitasnya lebih besar contohnya gabbro atau basalt. Bumi terdiri dari
beberapa lapisan yaitu kerak, mantle, inti bumi yang terdiri dari inti luar dan inti dalam.
Densitas bumi memberikan klu mengenai struktur yang ada dalam bumi. Densitas
merupakan suatu material yang mempunyai massa dengan volume tertentu. Bumi memiliki
densitas 5,5 g/cm3 dan batuan yang ada di bumi memiliki densitas 2,0-2,5 g/cm 3 .
Bentuk bumi merupakan petunjuk dari permukaan bumi itu sendiri. Apabila bumi
memiliki lapisan padat yang tipis di bagian luar dan kedalam berupa lapisan cair yang
tebal, selanjutnya permukaan bumi akan mengalami pasang surut seperti yang terjadi di
samudra. Jika ini tidak terjadi maka hanya samudra yang mengalami pasang surut.
Sehingga kerak tidak akan masuk kedalam interior yang bersifat cair.
Energi gempa bumi transmisi oleh gelombang seisimik sehingga terjadi di bumi.
Gelombang seismic yang terjadi dibagian dalam bumi memiliki ciri-ciri dimana kecepatan
gelombang akan berubah seiring perubahan densitas dan akan berubah ketika kedalaman
tiap lapisan juga berubah. Ketika terjadi perubahan kedalaman maka akan mengalami
perubahan suhu dan tekanan.
Bumi memiliki beberapa lapisan. Lapisan-lapisan dari bumi berupa kerak yang
terdiri dari kerak samudra dan kerak benua, mantel bagian atas dan bawah, inti bumi yang
terdiri dari inti luar yang cair dan inti dalam yang padat serta terdapat lagi inti bagian dalam
inti dalam bumi.
Kerak bumi merupakan kulit terluar dari bumi dengan ketebalan yang tidak tetap.
Aling tebal dibawah gunung yaitu 70 km-40 mil dan paling tipis dibawah punggung
samudra yaitu 3 km-2 mil. Diskontinuitas mohorovicic atau Moho merupkan batas terendah
dari kerak bumi. Moho memisahkan bagian kerak dengan mantel bagian atas. Bidang Moho
ditemukan pada tahun 1909 oleh Andrija Mohorovicic. Ditandai dengan adanya perubahan

kecepatan dari gelombang primer. Kerak bumi memiliki dua tipe yaitu kerak benua dan
kerak samudra. Kerak benua merupakan bagian bumi yang mendasari benua dengan ciriciri densitas rata-rata batuan berkisar 2,7 g/cm 3, ketebalan rata-rata berkisar 35-40 km.
Bersifat lebih asam dengan komposisi batuan berupa granit. Sedangkan kerak samudra
merupakan bagian dasar dari cekungan samudra dengan ciri-ciri densitas rata-rata batuan
berkisar 3,0 g/cm3, ketebalan rata-rata berkisar 7-10 km. Bersifat lebih basa dengan
komposisi batuan berupa gabbro/basalt. Densitas dari kerak bumi dipengaruhi oleh posisi
lapisan dimana kerak benua mempunyai densitas yang rendah sedangkan kerak samudra
mempunyai densitas yang tinggi.
Mantel bumi merupakan lapisan batuan pejal yang berada antara kerak dan inti
bumi. Memiliki tebal 2885 km dan matel adalah 82 % dari volume bumi. Komposisi mantel
merupakan batuan ultrabasa yang disebut peridotit. Dibawah 100-150 km, batuannya
panas. Pada saat konveksi, panas mantel meningkat dan dinginnya mantel menurun. Mantel
terdiri dari tiga bagia yaitu bagian atas, transisi dan bagian bawah.
Inti bumi merupakan bagian bumi yang kaya dengan besi yang mempunyai radius
3471 km. Memiliki dua komponen yang berbeda dalam merespon gelombang seismic.
Bagian tersebut yaitu inti luar, yang berupa cair dengan kandungan besi-nikel-sulfur.
Memiliki tebal 2255 km dan densitas 10-12 g/cm 3. Sedangkan bagian kedua yaitu inti
dalam yang bersifat padat dengan kandungan besi dan nikel. Memiliki radius 1220 km dan
densitas 13 g/cm3. Aliran di inti luar menghasilkan medan magnet.
Batas antara kerak, mantel dan inti bumi dapat didefinisi dari komposisinya. Tetapi
terkadang kita dapat membedakan bagian-bagian bumi tersebut dari proses fisikanya.
Litosfer merupakan bagian dari interior bumi yang bersifat brittle. Bagian ini tidak terjadi
aliran karena terdiri dari material rigid atau pejal. Material bergerak karena adanya proses
tektonik. Terdiri dari dua komponen yaitu kerak dan mantel bagian atas.
Sedangkan ionosfer merupakan bagian bumi yang bersifat ductile. Bagian dalam
berada dibawah litosfer samudra sedangkan bagian yang dalam berada dibawah litosfer
benua. Terdapat aliran karena materialnya yang lemah. Proses pelelehannya sangat kecil
yaitu <2%.
Batas diantara lapisan

Batas antara kerak dengan mantel disebut Moho. Yang didefinisikan dari diskontinuitas
perambatatan seismic karena perubahan komposisi. Transisi antara brittle-ductile ditandai
dengan perubahan keadaan fisika batuan (viskositas) dan didefinisikan dari kedalaman
dimana gempa bumi tidak dapat terjadi.
Tugas
Mengapa densitas bumi menjadi pedoman bagi interior bumi yang bersifat padat?
Setiap lapisan memiliki komposisi yang berbeda-beda yang menyebabkan antara lapisan
satu dengan lapisan yang lainnya mempunyai karakteristik berbeda-beda. Perbedaan
karakteristik tersebut diantaranya berupa perbedaan densitas bumi, dimana semakin
kedalam maka interior bumi memiliki densitas yang lebih besar. Hal ini dikarekan pada
bagian interior bumi kaya dengan kandungan besi, dimana radius dari interior bumi sekitar
3471 km mengandung besi dalam jumlah yang besar. Selain itu inti bumi juga memiliki
nikel yang akan mempengaruhi densitas pada beberapa lapisan dalam bumi. Adanya nikel
dan besi dalam jumlah yang besar menyebabkan bagian dalam bumi memiliki nilai densitas
yang lebih besar dibandingkan bagian permukaannya. Inti dalam bumi yang tersusun atas
materi besi dan nikel tersebut memiliki suhu yang sangat tinggi yakni sekitar 4.800 C, akan
tetapi tetap dalam keadaan padat dengan densitas sekitar 10 gram/cm3. Hal itu disebabkan
adanya tekanan yang sangat tinggi dari bagian-bagian bumi lainnya. Semakin kedalam letak
suatu lapisan maka kondisi tersebut akan mempengaruhi tekanan dan suhu yang berakibat
pada kondisi densitas suatu lapisan, dimana pada kedalaman tertentu interior bumi memiliki
densitas yang lebih besar dibandingkan dengan lapisan yan lainnya. Bagian inti dalam bumi
yang padat mengabikatkan kondisi bumi tetap stabil, sehingga ketika inti luar bumi
memiliki sifat yang cair memungkinkan timbulnya sebagai gerak mekanik untuk
menghasilkan dan mempertahankan medan magnet, yang digerakan oleh rotasi bumi. Medan
magnet bumi merupakan akibat langsung dari gerakan inti dan rotasi bumi mempengaruhi
orientasi dan kuat medan magnet bumi.