Anda di halaman 1dari 6

Glandula Saliva

Glandula saliva merupakan glandula eksokrin dengan ductus excretorius


yang bermuara pada cavita soral. Glandula tersebut mensekresi saliva,
yang merupakan cairan yang memberikan lubrikasi makanan untuk
membantu dalam proses pencernaan makanan, melembabkan mucosa
buccal, yang berperan penting dalam proses berbicara, serta
menyediakan suatu cairan untuk proses pengecap rasa dan proses
menghisap.
Glandula saliva juga mensekresika enxim digestif (ptialin), agen anti
mikrobial (IgA) lysozim dan lactoferrin. Saliva disekresikan sebanyak 0,5 L
per hari dengan kecepatan rata rata 0,5 0,3 mL/menit dan dapat
meningkat hingga 1,5 2 mL/ menit ketika terstimulasi. Ketika tidak
terstimulasi, saliva di sekresikan oleh glandula parotis kontribusi 20%,
glandula submandibula 65%, serta glandula sublingual dan glandula saliva
minor sekitar 15%. Namun ketika dalam kondisi terstimulasi glandula
parotis berkontribusi dalam sekresi saliva hingga 50%.
Glandula saliva dapat diklasifikasi menjadi 2, yaitu glandula saliva major
dan minor.
Glandula Saliva Major
Berukuran Lebih Besar

Glandula Saliva Minor


Berukuran relatif kecil, terletak di
submucosa
Memiliki ductus ekskretorius
Tidak memiliki ductus ekscretorius,
langsung bermuara ke cavum oris
Sekret lebih banyak, berfluktuasi Sekret lebih sedikit, relatif konstan
tergantung stimulus

A. Glandula Saliva Major


Glandula saliva major terdiri dari
submandibular, dan glandula sublingual

sepasang

glandula

parotis,

1. Glandula parotis
Glandula parotis merupakan glandula penghasil saliva atau air luar
terbesar. Sekresi dari galandula ini bersifat serous. Glandula ini terletak
pada fossa retromandibular. Sepasang Glandula ini masing-masing
memiliki berat sekitar 25 gram dengan bentuk yang irerguler, berlobul,
dan terletak dibawah meatus acusticus eksterna diantara mandibula dan
musculus sternocleidomastoidea. Glandula ini memiliki bentuk seperti
piramida yang terbalik. Disebelah anterior dari glandula ini terdapat
musculus masseter.

Peermukaan superficial glandula ini dilapisi oleh kulit dan fascia


superficialis. Pada lapisan tersebut terdapat nervus auricularis magna
ramus facialis, lymphonodi parotid superficialis, dan margo posterior
platysma.
Glandula parotid memiliki 2 bagian, yaitu bagian superficial yang lebih
besar dan bagian profunda lobus profunda yang berukuran lebih kecil.
Kedua bagian ini dihubungkan oleh isthmus parotis. Lobus profunda ini
terletak dibelakang ramus mandibularis disebelah superior musculus
konstriktor faring, sehingga ketika terdapat tumor parotis, baik benign
ataupun maligna, yang terjadi pada lobus profunda parotis, maka massa
tumor akan tampak pembekakan pada dinding lateal faring dan buka
pembengkakan wajah.

Struktur-Struktur yang Menembus Glandula Parotis


Terdapat arteri carotis eksterna, vena retromandibular, dan nervus facialis,
baik sebagian atau seluruhnya, menembus glandula secara transversal
dan bercabang didalm glandula parotis. Arteri carotis eksterna masuk
melalui permukaan antero medial dan bercabang menjadi arteri maxilaris
dan keluar pada permukaan anteromedial dan arteri temporalis
superficialis yang juga memberikan cabang facialis transversal pada
glandula. Arteri auricularis posterior juga merupakan cabang dari arteri
carotis eksterna yang bercabang didalam glandula, dan meninggalkan
glandula pada permukaan posteromedial.
Capsula Parotis
Glandula parotis dilapisi oleh capsula parotis yang berasal dari fascia
cervicalis profunda. Peradangan akut pada glandula parotis (sialadenitis
akut) dapat menyebabkan nyeri pada regio periauricular akibat dari
peregangan capsula dan stimuasi dari nervus auricularis magna. Nyeri
biasanya dirangsang pada waktu makan yaitu kietika terdapat stimulus
gustatori terhadap glandula yang menyebabkan capsula meregang.
Penyebab sialadenitis akut mencangkup obstruksi pada ductus parotis
seperti calculus, mucus plug, dan striktur duktus dan mumps
Ductus Ekskretorius Glandula Parotis (Ductus Stenson)
Rata rata ukuran dari ductus parotis yaitu mimiliki panjang 5 cm dan lebar
3 mm (meskipun ductus ini menyempit ketika berada pada orificium oral).
Ductus parotis ini merupakan muara dari 2 ductus untraglandular parotis.
Ductus parotis ini keluar dan menyeberangi musculus masseter. Kemudian

ductus parotis akan menembus musculus buccinator dan bermuara pada


level molar III superior.
Vaskularisasi
Glandula parotis menerima suplai dari arteri carotis eksterna dan cabang
cabang nya didalam dan di sekitar glandula. Vena yag berasal dari
glandula parotis akan bermuara menuju vena jugularis eksterna.
Drainase limfatik
Terdapat beberapa limfonodi yang berada pada kulit yang melapisi
glandula parotis (limfonodi preauricular) dan limfonodi yang menempel
pada glandula. Aliran limfa dari limfonodi limfonodi tersebut akan menuju
ke limfonsi cervicalis profunda superior.
Inervasi

Sensoris

Stimulasi sensoris yang berasal dari glandula parotis dibawa oleh


nervus auriculotemporalis.

Simpatis

Stimulasi simpatis berperan sebagai antisekretorik dan vasokonstriksi


pembuluh darah. Stimulasi simpatis berasal dari ganglion cervicalis
superior.

Parasimpatis

Serabut saraf preganglionik berjalan didalam nervus glossfaringeus


dan akan bersinaps pada ganglion oticum. Seedangkan serabut
postganglionic mencapai glandula melalui nervus auriculotemporalis.

Gusatory Sweating (Freys Syndrome / Auriculotemporal


syndrome)
Gustatory sweating (auriculotemporal syndrome) biasanya terjadi
setelah operasi pengangkatan glandula parotis atau trauma yang
menyebabkan rupturnya capsula glandula parotis. Hal ini
menyebabkan rusak nya inervasi parasimpatis pada glandula yang
menyebabkan pertumbuhan kembali parasimpatis axon yang
menginervasi glandula. Freys syndrome memiliki karakteristik
gejala berkeringat, hangat , kemerahan pada wajah sebagai akibat
stimulasi oleh bau atu rasa pada makanan. Tatalaksana freys

syndrome cukup sulit. Denervasi dengan tympanic neurectomy atau


avulsi nervus auriculotemporal dapat dilakukan, namun sering tidak
mengoejala dapat diobati juga dengan infiltrasi subkutan purified
botulinum toxin apa area yang terkena dan penggunaan
antiperspiran.

2. Submandibular gland
Glandula submandibular memiliki bentuk yang ireguler dengan bentuk
seukuran kacang kenari. Galndula ini terletak si fovea submandibular os
mandibularis. Glandula ini terdiri dari 2 bagian, bagian superficial dan
bagian profunda. Bagian glandula superficial berukuran lebih besar
dibanding bagian yang profunda. Kedua bagian ini terpisahkan satu sama
disekitar margo posterior m. Mylohyoidea. Glandula ini mensekresikan
discharge seromukosa.

a. Glandula submandibularis pars superficial


Bagian glandula ini terletak di trigonum digastricus. Di superior, glandula
ini meluas ke hingga medial dari corpus mandibula. Bagian inferior
glandula ini meluas dan overlap dengan tendon m. Digastricus dan
insersio m. Stylohyoid. Permukaan Glandula submandibular pars
superficial sebagian dilapisi oleh 2 lapis fascia cervicalis profunda yang
meluas dari cornu major os hyoid, yaitu lamina superficialis dan lamina
profunda. Lamina superficialis menempel pada margo inferior os hyoid
dan melapisi permukaan inferior glandula sub mandibular, sedangkan
lamina profunda menempel pada line mylohyoid mandibula dan melapisi
permukaan medial glandula.
Permukaan inferior glandula submandibular dilapisi oleh kutis, platysma
dan fascia profunda. Permukaan inferior glandula submandibular di silangi
oleh vena fascialis dan ramus cervicalis nervus fascialis. Terdapat
limfonodi submandibular yang terletak dekat dengan mandibula dan
terletak menempel pada glandula dan beberapa terbenam didalam
glandula.
Permukaan lateral glandula menmpel pada fossa submandibular pada
permukaan medial corpus mandibula. Dan insersio m. Pterygoideus
medialis.

Permukaan medial glandula submandibular berkaitan dengan m.


Mylohyoid, n. Mylohyoid, a. Et v. Mylohyoid dan cabang vasa submentalis.
b. Glandula submandibular pars profunda
Bagian ini meluas hingga bagian posterior glandula sub lingual. Bagian ini
terletak diantara musculus mylohyoid (lateral), m. Hyoglossus dan
styloglossus (medial), dan nervus hypoglossus dan vena lingualis
profunda (inferior)
Ductus Ekskretorius Glandula Submandibular (Ductus Wharton)
Ductus glandula ini memiliki panjang 5 cm dan memiliki dinding yang
lebih tipis dibandingkan ductus glandula parotis. Ductus ini terbentang
diantara m. Mylohyoid dan m. Hyoglossus. Ductus ini bermuara pada
papilla sublingualis pada frenulum lingua. Ductus ini terletak diantara
nervus lingualis dan n. Hypoglossus ketika berada disebelah atas m.
Hyoglossus, namun pada batas anterior dari otot tersebut, n. Lingualis
menyilangi ductus wharton dibawahnya dari lateral ke medial.
Vaskularisasi
Glandula submandibularis mendapat vaskularisasi dari arteri lingualis dan
arteri facialis. Aliran limfatik dari glandula ini akan menuju limfonodi
submandibula dan kemudian akan mengalir menuju limfonodi cervicalis
profunda (limfonodi juguloomohyoidea).
Inervasi

Sensoris
Melalui nervus lingualis (n. V/3)
Simpatis
Seerabut yang membawa stimulasi simpatis menuju ke glandula
dibawa oleh ganglion cervicalis superior
Parasimpatis
Suplai inervasi secretomotor glandula submandibular berasal dari
ganglion submandibular. Ganglion submandibular merupakan
ganglion parasimpatis. Ganglion ini mendapat impuls dari serabut
preganglionik yang berasal dari nucleus salivatorius superior melalui
nervus facialis.

3. Glandula sublingualis
Glandula sublingualis memiliki ukuran glandula yang paling kecil diantara
glandula salivatorius major. Glandula ini berukuran sebesar almond
dengan berat sekitar 4 gram. Glandula ini terletak pada m. Mylohyoid dan

dilapisi mucosa diafragma oris. Glandula ini mengahasilakan sekret


seromucosa namun lebih dominan mucosa.
Glandula sublngual emiliki 8 20 duktus excretorius. Beberapa ductus
pada bagian anterior glandula membentuk ductus sublingualis major
(Bartholin s duct). Muara dari suctus nya disepanjang plica sublingualis.
Vaskularisasi
Suplai arteri didapat dari arteri lingualis dan ramus submentalis arteri
facialis. Inervasi didapatkan dari ganglion submandibularis. Sedangnakan
aliran limfa dari glandula ini akan dibawa manuju limfonodi submentalis.

B. Glandula salivatorius minor


Glandula salivatorius minor terdiri dari glandula labialis, buccalis,
palatoglossal, palatal, dan glandula lingualis. Glandula palatoglossus
merupakan glandula mucus terletak di isthmus pharingei. Glandula
palatum, merupakan glandula mucus yang terletak di palatum durum dan
molle. Glandula lingualis anterior dan posterior merupakan glandula
mukosa. Glandula lingualis anterior terletak terbenam didalam otot pada
ventral linguadan memiliki muara saliva pada daerah frenulum lingua.
Glandula lingualis posterior, terletak pada radix lingua, Glandula lingualis
posterior profunda merupakan glandula serosa yang terletak disekitar
papilla circumvallata.
Inervasi

Glandula palatina, Glandula labialis superior mendapat inevasi dari


ganglion sphenopalatina (N. VII)
Glandula labialis inferior, glandula lingualis posterior, glandula
buccalis, dan glandula molaris mendapat inervasi dari ganglion
oticum (N.IX)
Glandula lingualis anterior mendapatkan inervasi dari ganglion
lingualis (n.VII)

Anda mungkin juga menyukai