Anda di halaman 1dari 5

Validasi Proses Aseptis / Media Fill

Produksi Steril
Metode first line untuk produksi sediaan steril adalah metode sterilisasi akhir, bila
tidak memungkinkan dilakukan metode ini, baru dilakukan metode aseptik.
Proses aseptis adalah proses pengolahan produk steril tanpa proses sterilisasi akhir
pada produk. resiko kontaminasi metode aseptik lebih besar daripada metode
sterilisasi akhir, tahap filling dalam metode aseptik merupakan proses
perlindungan pasif dari kontaminasi, sedangkan sterilisasi akhir merupakan proses
aktif yang mengeradikasi mikroorganisme pada produk akhir, sehingga untuk
menjamin suatu proses aseptis akan selalu menghasilkan produk yang memenuhi
syarat sterilitas maka dilakukan Validasi Aseptis atau Media Fill.
Validasi Media Fill
Validasi merupakan proses pembuktian dengan cara yang sesuai bahwa setiap
bahan, prosedur, kegiatan, sistem, perlengkapan atau mekanisme yang digunakan
dalam proses produksi dan pengawasan dapat mencapai target yang ditetapkan.
Proses validasi memberikan jaminan bahwa produk akhir secara konsisten
memenuhi spesifikasi dan persyaratan kualitas yang telah ditetapkan sebelumnya.
Media fill merupakan validasi yang perlu dilakukan untuk memberikan jaminan
sterilitas produk steril.
Media fill merupakan metode pengukuran kontaminasi yang potensial terjadi
dalam keseluruhan proses produksi sediaan steril secara aseptis.Guideline FDA
menyarankan tes media fill untuk mengevaluasi overallsterility dari line produksi
aseptis dan hasil tes ini merupakan syarat kritis untuk jaminan kualitas terhadap
produk. Tes media fill juga dapat memberikan jaminan dan validasi terhadap
teknik aseptik seluruh personil peracikan. Tes media fill berupa simulasi proses
untuk membuktikan bahwa produk memiliki kualitas serta sterilitas yang
konsisten, dalam tes ini, semua peralatan, bahan kemas, prosedur dan personil
yang terlibat dan digunakan dalam proses rutin disimulasikan dengan akurat,
benar-benar seperti proses produksi normal. Simulasi ini dilakukan dengan
mengganti obat dengan suatuplacebo, yang berupa media pertumbuhan bakteri.
Untuk produk freeze dry ada perbedaan sedikit dengan proses filling cairan biasa
dimana setelah proses pengisian cariran diuapkan dengan alat freeze dry.

Pada prinsipnya media fill untuk produk freeze dry terdiri darisimulasi filling,
simulasi transfer vials yang sudah difiling ke mesin lyophilisasi, dan proses
lyophilisasi.
Untuk produk freeze dry ada perbedaan sedikit dengan proses filling cairan biasa
dimana setelah proses pengisian cairan diuapkan dengan alat freeze dry.
Hal yang kritikal adalah proses transfer harus disimulasikan persis dengan proses
aktual karena tahap ini merupakan tahap yang paling rentan terjadi kontaminasi
dikarenakan vials yang sudah diisi belum sepenuhnya ditutup rapat.
Berikut adalah contoh dari tahapan pelaksanaan Validasi Media Fill (untuk produk
steril yang berupa larutan dengan volume produksi 2 ml/ampul)
1. Metode Pengujian
A. Kualifikasi Media Steril Trypticase Soy Broth (TSB irradiated)
- Lakukan kualifikasi media TSB irradiated untuk mendemonstrasikan bahwa
media dapat dipakai untuk pertumbuhan mikroorganisme.
- Kualifikasi media TSB irradiated dilakukan selama 7 hari pada inkubator yang
digunakan sama dengan pada saat validasi media fill dijalankan.
B. Preparasi media Trypticase Soy Broth (TSB irradiated)
1. Masukkan ke dalam Container 20 L sebanyak 12,5 liter WFI.
2. Masukkan sedikit demi sedikit 375 gram media TSB irradiated ke
dalam Container sambil diaduk.
3. Pengadukan dilanjutkan sampai semua bagian media terlarut sempurna, lalu
dinginkan sampai suhu kamar.
4. Cek pH media 7.3 0.2 (bila perlu tambahkan HCl atau NaOH 1 N).
5. Tuang media ke dalam wadah yang sesuai, cek kembali pH media 7.29 7.35
(bila perlu tambahkan HCl atau NaoH 1 N). Kemudian isikan media ke dalam 14
erlenmeyer, masing-masing sebanyak 100 ml. Sterilisasikan erlenmeyer yang
telah diisi media menggunakan autoclave dengan suhu 121 C selama 30 menit.
6. Sisa media ditampung dan digunakan untuk media fill
Media TSB irradiated yang dipersiapkan dirinci sebagai berikut :
a. Untuk Ampul kosong sebelum filling sebanyak 2 x 100 ml

b. Untuk Ampul kosong sesudah filling sebanyak 2 x 100 ml


c. Kontrol positif sebanyak 2 x 100 ml
d. Kontrol negatif sebanyak 2 x 100 ml
e. Media cadangan sebanyak 6 x 100 ml
f. Validasi media fill sebanyak 5000 Ampul 2 ml (atau bisa disesuaikan dengan
ukuran ampul yang mewakili produk)
g. Sampel dari filtrat pertama filtrasi sebagai kontrol negatif 2 x 100 ml
h. Sampel dari botol gelas steril 100 ml sebagai kontrol negatif sebanyak 2 x 100
ml

C. Preparasi Ampul
1. Lakukan pencucian ampul kosong dengan mesin cuci ampul E-Chung.
2. Depirogenisasi ampul dengan Oven pada suhu 250C selama satu jam.
D. Preparasi Alat
1. Cuci peralatan mixing dan container sesuai SOP masing masing alat.
2. Sterilkan peralatan mixing dan container dengan Oven pada suhu 250C selama
satu jam.
3. Cuci selang, piston, filling nozzle sesuai SOP masing masing alat.
4. Sterilkan selang, piston dan filling nozzle dengan Autoclave Hirayama pada
suhu 121C selama 20 menit.
E. Preparasi Pakaian Steril
1. Cuci pakaian steril sesuai Working Instruction.
2. Sterilkan pakaian steril tersebut dengan Autoclave Hirayama pada suhu 121C
selama 20 menit.
2. Sampling Personel
Sampling sebelum dan setelah media fill :
- Gunakan Petrifilm Plate 3 M sebagai media untuk Touch Plate.

- Sentuhkan sarung tangan kanan dan kiri, masker serta pakaian operator ke Petri
film plate yang telah disiapkan sebelum masuk dan setelah keluar dari ruang
produksi.
- Inkubasi media kemudian identifikasi mikroorganisme yang mengkontaminan.
3. Pengisian Media
- Lakukan filtrasi media dengan filter Sartorius SM 16275 yang sudah steril.
- Tampung filtrate pertama ke dalam 2 botol sampling masing-masing 100 ml
- Lakukan pengambilan sampel ampul kosong sebanyak 2 buah ampul, masukkan
ke dalam botol sampling yang telah berisi media steril. Lakukan duplo.
- Lakukan proses pengisian, tampung hasil pengisian ke dalam tray dan catat
waktu pengisian tiap-tiap tray.
- Selesai pengisian, lakukan pengambilan sampel sisa ampul kosong yang masih
tersisa. Masukan 2 buah ampul kosong ke dalam botol sampling yang berisi media
steril. Lakukan duplo.
4. Monitoring Ruangan
a. Perbedaan tekanan udara
b. Pertukaran Udara Ruangan
c. Sampling Udara ( Pemantauan Partikel dan Mikrobiologi)
Untuk mengukur tingkat kontaminasi baik mikroba (viable particle) maupun
partikel (nonviable particle) diudara dan permukaan ruangan serta LAF dalam
keadaan non operasional (tanpa personil) dan operasional
Menggunakan Particle Counter untuk prosedur pengukuran jumlah partikel
ruangan.
Menggunakan Air Sampler untuk prosedur Active Air Sampling.
Menggunakan Settle Plate yang dipaparkan kurang dari 4 jam
Menggunakan Petrifilm Plate 3M untuk prosedur Touch Platepada dinding, lantai,
meja serta mesin filling ampul.
d. Temperatur dan Kelembaban Relatif Ruang
Mencatat temperatur dan kelembaban udara di ruangan

5. Worst Case Situation


- Dilakukan interupsi pada saat proses filling berlangsung. Operator membuka
cover mesin dan melakukan perbaikan setting volume.
- Proses filling berhenti selama operator istirahat. Mesin filling dimatikan, hopper
yang berisi ampul kosong ditutup. LAF tetap beroperasi.
- Dilakukan 3 kecepatan pengisian yaitu : kecepatan minimal, kecepatan normal
dan kecepatan maksimal.
6. Kriteria Penerimaan
Kontaminasi maksimum yang diperoleh adalah 0.1 % dapat dirumuskan :
Kontaminasi maks ( 0.1 %) = Jumlah ampul terkontaminasi X 100 %
( Jml ampul yang difilling Jml ampul rusak)
Validasi dianggap lulus dan dapat diterima apabila hasil pengujian yang diperoleh
memenuhi batasan spesifikasi. Jika ditemukan adanya kontaminasi bakteri, maka
harus dilakukan identifikasi bakteri tersebut minimal sampai tingkat genus.
7. Kegagalan Pengujian
Jika ditemukan lebih dari 0.1 % pertumbuhan mikroba maka dilakukan :
- Pemeriksaan ulang terhadap rekaman data, waktu dan suhu sterilitas wadah dan
peralatan
- Lakukan media fill kembali sampai memenuhi syarat setelah dilakukan
identifikasi dari penyebab kegagalan yang terjadi.

Anda mungkin juga menyukai