Anda di halaman 1dari 4

PROYEKSI STEREOGRAFI 1

September 11, 2013 by boozyhazel

in

Geologi Struktur.

Proyeksi Stereograf

Proyeksi Stereografi merupakan salah satu aplikasi dalam geometri yang bisa diartikan sebagai sebuah pemetaan
khusus (fungsi) yang memproyeksikan sebuah bola (sphere) kedalam sebuah bidang (plane).

Pendahuluan

Proyeksi stereografi senggunakan setengah bola. Oleh karena itu proyeksi dapat diaplikasikan pada belahan bola
sebelah bawah (lower hemisphere) atau belahan bola sebelah atas (upper hemisphere). Proyeksi yang sering
digunakan adalah bagian bola sebelah bawah (lower hemisphere).

Gambar pertama diatas menunjukkan sebuah sesar normal yang terjadi menghasilkan sebuah slickensides.
Gambar kedua menunjukkan sebuah proyeksi stereografi pada bagian lower hemisphere. Proyeksi bidang
ditunjukkan oleh lengkungan pada bidang ekuator bola (berwarna biru) sedangkan proyeksi sebuah garis
ditunjukkan oleh sebuah titik pada bidang ekuator bola. Ingat, bidang akandiproyeksikan menjadi sebuah garis
sedangkan garis akan diproyeksikan menjadi sebuah titik. Untuk sebuah bidang dapat kita tarik informasi arah jurus
batuan (strike), kemiringan batuan (dip) dan arah kemiringan (dip direction). Untuk sebuah garis dapat kita tarik
informasi arah (azimuth) dan penunjamannya (plunge). Gambar yang kedua menunjukkan unsur- unsur bidang dan
garis yang diproyeksikan pada setengah bolalower hemisphere (2). Proyeksi pada stereonet ditarik dari
titik zenith yang merupakan puncak dari sebuah bola. Garis atau bidang diproyeksikan melalui bidang ekuator (1).
Gambar ketiga menunjukkan representasi 3D dari sebuah bidang dan sebuah garis didalam sebuah bidang yang
datar (bidang ekuator dari low hemisphere) atau 2D.

Proyeksi stereografi dapat membantu kita didalam menganalisis struktur- struktur geologi dan permasalahanpermasalahan yang berhubungan dengan geometri struktur geologi. Misalnya untuk menginterpretasikan arah
tegasan yang bekerja pada suatu area dengan menggunakan perhitungan arah kekar yang dominan secara
statistik, menginterpretasikan plunge dari sebuah lipatan, menginterpretasikan jenis sesar dari data kekar ataupun
arah garis gores (slicken line) yang terdapat pada singkapan batuan yang ada dilapangan.

Gambar

diatas

menunjukkan

proyeksi

stereografi

dengan

memakai

jaring

sama

luas

(Lambert

Equal-

Area atau Schmidt Net)

Dip dan Apparent Dip

Dip merupakan kemiringan suatu lapisan batuan. Dip dihitung pada arah tegak lurusstrike, jika dip tegak lurus
dengan strike maka disebut kemiringan yang sebenarnya (true dip), jika pengukuran kemiringan tidak tegak
lurus strike maka sudut yang dibentuk akan selalu lebih kecil daripada true dip. Apparent dip merupakan
kemiringan semu dimana kemiringan tersebut tidak diukur tegak lurus strike.

Contoh soal

Tentukan besar kemiringan semu pada arah N80oE dari suatu bidang N50oE/50oSE !

Pembahasan :

1.

Gambarkan terlebih dahulu bidang dengan azimuth N50oE/50oSE padaSchmidt net. Hasilnya berupa sebuah
lingkaran besar (great circle) denganazimuth N50oE dan kemiringan 50o berarah SE.

2.

Gambarkan bidang dengan azimuth N80oE. Hasilnya akan berupa garis lengkung dengan azimuth N80oE.
Karena yang dicari hanya kemiringan semu, maka bidang ini digambarkan tegak lurus (kemiringan 90 o).

3.

Setelah bidang digambarkan pada stereonet, kembalikan posisi stereonet ke posisi semula.

4.

Perpotongan 2 garis lengkung tersebut adalah kemiringan semunya. Perpotongan tersebut ditandai oleh
sebuah titik. Namun pada kenyataannya (ruang 3 dimensi) adalah sebuah garis perpotongan 2 bidang.
Garis

ini

memberikan

informasi azimuth dan plunge. Pada

kasus

ini plunge memberikan

informasi

kemiringan semunya.
5.

Gambar

Didapat plunge = kemiringan semu = 31o

diatas

menggambarkan

bidang

dengan azimuth N50oE/50oSE

dan

bidang

Perpotongan tersebut menghasilkan sebuah garis yangdiproyeksikan menjadi sebuah titik.

dengan azimuth N80oE.

Gambar diatas menunjukkan kenampakan bidang dan garis secara oblique. Table menunjukkan informasi bidang
(strike dan dip)

dan

garis

(azimuth dan plunge).

Informasi

garis

(azimuth/plunge)

menunjukkan

plunge

31 . Plunge dalam kasus ini merupakan apparent dip dari bidang N50 E/50 SE jika dilalui oleh sebuah bidang
o

dengan azimuth N80oE.

Kenampakan oblique proyeksi

garis

pertemuan

dua

bidang

menjadi

sebuah

titik

pada

bidang

ekuator.

Informasi azimuth dan plunge dapat diketahui dari posisi titik tersebut.

Sekilas penjelasan tentang salah satu kegunaan stereonet dalam memberikan solusi atas masalah struktur geologi.
Untuk selanjutnya akan dibahas stereonet lebih lanjut. Terima kasih semoga bermanfaat.

Regard Hazel Geologist