Anda di halaman 1dari 26

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Kunjungan industri dipilih untuk menambah pengalaman siswa-siswi SMK
Kesehatan Sadewa tentang dunia kerja terutama ketika di lapangan. Siswa di tuntun
untuk aktif dalam menggali informasi tentang kunjungan industri dan selalu percaya diri
dalam melakukan segala hal. Untuk itu, di pilih kota daerah timur yaitu Solo, Surabaya,
Malang untuk memperoleh pengetahuan tentang kesehatan. Banyaknya instansi Rumah
Sakit dan industri obat mendorong minat siswa-siswi SMK Kesehatan Sadewa untuk
mendapat ilmu melalui kegiatan kunjungan industri yang diadakan oleh pihak sekolah.
Kunjungan Industri di lakukan untuk memberikan gambaran kepada siswa siswi
SMK Kesehatan Sadewa jurusan Keperawatan tentang bagaimana cara merawat pasien,
dapan mengetahui apa yg dapat di lakukan oleh seorang perawat, serta belajar dalam
berinteraksi dengan pasien di Rumah Sakit. Sedangkan untuk di bidang Farmasi dapat
mengetahui bagaimana proses pengolahan obat yang berada di industri dengan benar.
Siswa harus mampu membandingkan proses produksi obat dan pelayanandi dunia
kerja dengan ilmu yg diperoleh selama kunjungan industri tentang perusahaan dan
Rumah Sakityang bersangkutan. Dengan adanya kunjungan industri siswa dapat
mengetahui gambaran ketika berada di lingkungan kerja. Sehingga kegiatan ini harus di
manfaatkan oleh siswa-siswi SMK Kesehatan Sadewa untuk dapat menambah wawasan
yang lebih luas, serta dapat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat.
B. Tujuan dan Maksud Kunjungan Industri
a. Sebagai salah satu tugas kejuruan yang bersifat individu untuk mengisi nilai raport.
b. Memperluas wawasan tentang instansi Rumah Sakit dan industri obat di wilayah
Jawa Tengah dan Jawa Timur.
c. Mengenali berbagai metode dan kemajuan teknologi yang di terapkan dalam dunia
kesehatan masa kini.
C. Peserta Kunjungan Industri
Peserta KI di ikuti oleh kelas XI siswa-siswi SMK Kesehatan Sadewa yang terdiri
atas kelas XI Keperawatan 1 sebanyak 31 siswa, XI Keperawatan 2 sebanyak 31 siswa,
dan XI Farmasi sebanyak 23 siswa.

D. Waktu dan Tempat Penelitian


1

Kunjungan Industri di lakukan di PG, TasikMadoe, RS Islam Surakarta, Inez


Cosmetica, Materia Medica, RS Universitas Muhammadiyah Malang. Proses
kunjungan ini di laksanakan pada tanggal 17-20 Desember 2014.

BAB II
KUNJUNGAN INDUSTRI
2

A. Pabrik Gula Tasikmadu


1. Sejarah Berdirinya
Pabrik Gula (PG) Tasikmadu terletak di Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu,
Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, atau sekitar 12 kilometer arah timur
Kota Solo. Lokasi ini mudah dijangkau dari Kota Solo dengan angkutan darat seperti
bis atau angkota menuju ke arah Karanganyar. Penanda ke arah pintu masuk PG
Tasikmadu di sepanjang jalan Solo Tawangmangu, adalah tugu berwarna hitam
seperti yang ada di pura Bali. Daerah di mana tugu berdiri tersebut terkenal dengan
nama perempatan Papahan.
Menurut catatan sejarah yang ada, PG Tasikmadu didirikan oleh Kanjeng Gusti
Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara IV pada 1871. Ia seorang raja yang
memiliki wawasan ekonomi yang luas, sekaligus menggemari sastra.
Berdiri di atas tanah milik Kraton Mangkunegaran seluas 28,364 hektar, PG
Tasikmadu adalah salah satu peninggalan masa Mangkunegaran IV yang masih eksis
hingga kini dan mampu menghidupi masyarakat sekitarnya. Hal ini sesuai dengan
pesan Mangkunegara IV saat membangun PG Tasikmadu.
Pabrik iki openono, sanajan ora nyugihi, nanging nguripi, kinaryo papan
pangupo jiwone kawulo dasih (Pabrik ini peliharalah, meski tak membuat kaya, tetapi
menghidupi, memberikan perlindungan, menjadi jiwa rakyat).
PG Tasikmadu telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Penetapan itu
mempertimbangkan usia bangunan dan benda bersejarah di dalamnya, seperti alat
penggilingan tebu berangka tahun 1926 dari Belanda.
Di halaman depan pabrik terdapat kremoon (gerbong) buatan tahun 1875 yang
digunakan Mangkunegara IV saat mengunjungi pabrik. Ada pula gerbong berwarna
hijau buatan S Chevalier Constuction Paris yang digunakan Mangkunegara IV
menemui rakyat, dan bendi untuk mengujungi kebun tebu.
PG Tasikmadu hingga sekarang masih beroperasi. Dalam setahun, musim giling
tebu berlangsung 4 bulan, yakni Mei hingga Oktober, dan pengelolaan pabrik tersebut
di bawah PT Perkebunan Nusantara IX (Persero). Di luar itu, PG Tasikmadu
kuranglah produktif. Alhasil, pimpinan PG Tasikmadu berusaha memberdayakan
infrastruktur pabrik. Pohon-pohon yang berusia ratusan tahun, rumah-rumah kosong,
kereta uap, dan lokomotif dijadikan sesuatu yang berguna.
Area PG Tasikmadu di luar pabrik disulap menjadi agrowisata Sondokoro.
Sondokoro menarik dari segi sejarah yang telah dilaluinya. Nilai sejarah ini tidak saja
menarik bagi wisatawan domestik, melainkan juga wisatawan mancanegara,
khusunya Belanda. Di masa lampau, banyak orang Belanda yang bekerja di pabrik
gula di Jawa. Mereka dan anak-anaknya pernah merasakan keindahan Jawa, dan kini
mereka ingin bernostalgia. Tiap tahun ada paket wisata Midden Java Reuni, yang
diikuti warga Belanda yang punya kenangan di Jawa Tengah. Membayangkan Susana
masa lalu sambil menaiki loko kuno.
3

Dahulu Desa Tasikmadu bernama Desa Sondokoro. Nama ini berasal dari dua
murid di padepokan Padas Plapar, yakni Sondo dan Koro. Selesai menuntut ilmu di
padepokan, mereka kembali ke desa asal yang letaknya tidak berjauhan.
Suatu ketika, Tumenggung Joyo Lelono berburu di hutan. Saat memburu kijang,
ia bertemu dengan Ki Sondo dan anak gadisnya, Sri Widowati, yang kecantikannya
menarik hati Tumenggung. Kemudian Tumenggung bermaksud memboyong Sri
Widowati pada hari Senin Legi untuk dinikahi. Tentu saja pinangan Tumenggung ini
diterima dengan penuh kegembiraan dan kebanggaan oleh Ki Sondo.
Tumenggung Joyo Lelono melanjutkan perburuannya. Di tengah perjalanan, ia
bertemu dengan seorang gadis yang mirip Sri Widowati. Tumenggung mengira gadis
itu memang Sri Widowati, kemudian dikejarnya. Karena takut, gadis itu pun kembali
ke rumahnya. Ternyata gadis itu anak dari Ki Koro. Kemudian Tumenggung Joyo
Lelono mengutarakan niatnya untuk meminang gadis itu. Ki Koro pun menerimanya
dengan gembira.
Pinangan ini diketahui oleh Ki Sondo, dan membuatnya marah karena mengira Ki
Koro telah merebut Tumenggung yang awalnya akan menikahi Sri Widowati.
Terjadilah duel hebat kedua pendekar ini selama 40 hari 40 malam. Karena keduanya
sama-sama berilmu tinggi dan nunggal guru, akhirnya tidak ada yang menang dan
kalah. Kedua pendekar itu sampyuh atau musnah. Tempat musnahnya kedua kiai
tersebut dinamakan Desa Sondokoro.
Nama Desa Sondokoro diubah menjadi Desa Tasikmadu oleh Mangkunegara IV
dengan maksud wilayah ini akan menghasilkan gula yang berlimpah sehingga seolaholah seperti danau atau tasikmadu
2. Deskripsi Bangunan
Deskripsi lokasi penelitian yaitu Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten
Karanganyar ialah: (a). Kondisi Geografi Desa Ngijo yaitu berada berjarak 3 km dari
pusat pemerintahan Kabupaten Karanganyar. Luas wilayah Desa Ngijo adalah 2.327.615
Ha, mempunyai ketinggian 105 m dari permukaan air laut, dengan curah hujan 10
mm/tahun, dan suhu rata-rata 45 C. Dengan topografi tanah cocok untuk lahan pertanian
maupun untuk tanaman perkebunan seperti tanaman tebu. (b). Kondisi Demografi Desa
Ngijo yaitu mengenai penduduk di desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten
Karanganyar jumlah penduduk yaitu 5.752 jiwa. (c). Potensi Desa Ngijo yaitu mengenai
sarana prasarana yang mendukung setiap kegiatan masyarakat desa Ngijo baik kegiatan
ekonomi yaitu adanya sarana prasarana transportasi dan juga jalan yang diaspal. Untuk
pelaksanaan kegiatan olah raga, kegiatan seni budaya, kegiatan pendidikan dan juga
kegiatan keagamaan.
3. Program
Dalam menjalankan usahanya, pabrik gula Tasikmadu bertujuan untuk
memperoleh keuntungan maksimal. Namun dalam menjalankan kegiatannya, pabrik gula
ini menghadapi kendala-kendala seperti semakin terbatasnya lahan yang tersedia bagi
tanaman tebu baik dalam has, jenis, kualitas maupun lokasinya; semakin berkurang
tenaga kerja untuk kegiatan di pabrik gula maupun di lapangan usaha tani tebu; dan
4

terbatasnya kapasitas giling yang disebabkan oleh kondisi mesin yang sudah obsolete.
Dengan adanya kendala-kendala tersebut, maka tingkat keuntungan yang akan dicapai
menjadi terbatas sehingga tujuan pabrik gula dapat dirumuskan sebagai berikut :
memaksimumkan tingkat
keuntungan yang diperoleh dari kegiatan yang dualankannya dalam batas-batas yang
dimungkinkan oleh kendala yang dihadapinya (mencapai tingkat keuntungan
optimal).
Dari kondisi tersebut, maka dalam upaya optimalisasi pabrik gula Tasikmadu
diperlukan suatu analisis kondisi optimal pabrik gula Tasikmadu, sehingga pada
akhirnya dapat diberikan suatu alternatif kebijakan yang mungkin dapat memberi
peluang perbaikan terhadap kinerja pabrik gula Tasikmadu. Sehingga perumusan
masalahnya dapat diuraikan sebagai berikut yaitu : "Bagaimana optimalisasi bagi
Pabrik Gula Tasikmadu?" Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah (1)
Mengetahui kinerja PG Tasikmadu saat ini, (2) Mengidentifikasi faktor kendala utama
perbaikan kinerja PG, (3) Mengetahui kondisi optimal dan (4) Memberikan alternatif
kebijakan yang mungkin dapat memperbaiki kinerja PG Tasikmadu.
Penelitian dilakukan dengan metodologi studi kasus di Pabrik Gula Tasikmadu di
Surakarta, Jawa Tengah, dan pemilihan pabrik gula ini dilakukan secara sengaja
(purposive). Langkah awal yang dilakukan yaitu mempelajari manajemen produksi di
Pabrik Gula Tasikmadu. Kemudian mengkaji sumberdaya yang dimiliki guna
mengetahui kinerjanya saat ini. Kerangka pemikiran mengenai optimasi dan
perencanaan linear digunakan dalam penelitian ini untuk memecahkan masalah dalam
manajemen produksi Pabrik Gula. Untuk pemecahan masalah tersebut digunakan
model linear programming sebagai alat bantu dalam evaluasi. Data diolah dengan
menggunakan komputer dengan alat bantu program LINDO. Dari data yang diperoleh
disusun suatu persamaan sebagai fungsi dan fungsi pertidaksamaan sebagai fungsi
kendala.

4. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

1. Memakai bahan kimia untuk mengkristalkan gula sehingga menjadi gula yang
baik.
2. penyuplai gula yang jumlah nya tidak sedikit kepada kabupaten yang besar, dan
pemanfaatan limbah yang tak kalah baik.
3. memiliki pengolahan limbah yang baik, biasanya pabrik hanya membuang limbah
langsung ke sungai dan tidak diolah terlebih dahulu itu bisa menyebabkan limbah
merusak ekosisitem yang dicemarinya.
4. memiliki argo wisata untuk dikunjung namanya Argo Wisata Sondokoro.

Kekurangan:
1. kelang sungan pabrik itu akan amat sulit disbanding pabrik gula yang lain karena
pabrik gula yang lain sudah ada yang memiliki peralatan yang lebih canggih dan
moderen besertakan modal yang tak kalah besar.

5. Denah Lokasi

Gambar 1. Denah PG Taikmadu

B. RS ISLAM SURAKARTA
1. Sejarah Berdirinya
Rumah Sakit Islam YARSIS adalah wakaf umat Islam. Hal tersebut diungkapkan
pendiri YARSIS, Djufrie AS dalam konferensi Pers di RM Rasa Mirasa.
Pembangunan RS Yarsis didanai dengan dana wakaf, ungkapnya. Menurutnya,
pendirian rumah sakit Islam berdasarkan aspirasi masyarakat Islam pada saat itu. ini
saksinya, ada seruan kepada kaum muslimin muslimat Surakarta untuk mendirikan
rumah sakit Islam. Karena itu, RS Islam dijalankan sesuai dengan ajaran Islam.
Tandasnya sambil menunjukkan bukti seruan kepada kaum muslimin pada tahun
1970. Hal ini dibenarkan pendiri yang lain, Amin Romas.
6

Sebagai harta wakaf, lanjutnya, RS tidak dapat dimiliki secara pribadi, apalagi
diwariskan. Ini sekaligus menepis tuduhan Saya dan Pak Amin ingin menguasai RS
tersebut. Kami sebagai nadzir bertugas untuk mengamankan, untuk menjaga agar
harta wakaf ini tetap abadi di YARSIS. Ini sekaligus sebagai amal jariyah orang-orang
yang dulu membantu mendirikan YARSIS. Jelasnya
Rumah Sakit Islam Surakarta (YARSIS) didirikan oleh Jajasan Rumah Sakit Islam
Surakarta. Yayasan ini berdiri pada tanggal 27 Nopember 1970 oleh tiga orang, yaitu
dr. Moh. Djufrie sebagai Ketua Umum, dr. Amin Romas sebagai Sekretaris dan Ir.
Taufiq Rusdi sebagai Bendahara.
Dalam pasal 2, Maksud dan Tujuan yayasan disebutkan, a.
Mendirikan/membangun dan mendjalankan Rumah Sakit Islam dan usaha-usaha lain
dalam bidang kesehatan (Balai Pengobatan, Balai Kesehatan Ibu dan Anak, Apotik,
Pabrik Obat dan lain-lainnja. B. Untuk pertama kali akan didirikan sebuah rumah
sakit dengan taraf perawatan jang setinggi-tingginja dan sesuai dengan adjaran Islam
bagi masjarakat jang sakit dan umumnja dengan tidak memandang golongan, agama
dan kedudukan. C. mengadakan tempat pendidikan kader-kader dalam bidang
kesehatan jang berdjiwa Islam jang sebenarnja (Dokter, djuru rawat, bidan dan
sebagainja).
Setelah berdirinya yayasan tersebut, pengurus menyebarkan seruan kepada kaum
muslimin untuk mau mawakafkan guna pendirian Rumah Sakit tersebut. Karena itu,
ia menyebarkan sertifikat wakaf per meter 200. Ada yang wakaf 1 meter senilai 200
rupiah, 5 meter senilai 1000 rupiah, 10 meter senilai 5000 rupiah, 20 meter senilai
10000 rupiah. Tapi yang paling banyak di bawah 5000 rupiah.
2. Deskripsi Bangunan
Bangunan yang moden dan besar dan mengandung nilai-nilai islam.
3. Program
Rumah Sakit Islam Surakarta (RSI Yarsis), dan Pemerintah Kota Solo,
meluncurkan wisata pelayanan kesehatan, dengan kemasan Solo Tourism and Health
Club. Prinsipnya, kita menggabungkan pelayanan kesehatan dengan kepariwisataan
sebagaimana dilakukan Singapura, jelas Ketua ASITA Solo Suseno menjawab
wartawan, usai penandatanganan nota kesepahaman, di Loji Gandrung,
Lewat program ini, tambahnya, masyarakat yang biasanya harus pergi ke
Singapura untuk berobat atau sekadar melakukan medical check up sembari
berwisata, tidak harus pergi ke Singapura, tapi bisa dilakukan di Solo. Selain itu,
7

program Solo Tourism and Health Club ini juga diarahkan untuk membidik pasar
kalangan expatriat serta wisatawan manca negara. Karenanya, pelayanan kesehatan
itu nanti digabungkan dengan tawaran beberapa paket wisata, seperti paket Solo Selo - Borobudur, City Tour plus Sangiran, Candi Sukuh dan Candi Cetho, dan
sebagainya.

4. Sarana dan Fasilitas

Pelayanan Medis
Pelayanan Penunjang
Medical Check Up
Dokter Umum
Dokter Gigi
Dokter Spesialis / Sub-Spesialis
Anak
Bedah Umum
Bedah Anak
Bedah Orthopedi
Bedah Syaraf
Kebidanan & Kandungan
Penyakit Dalam
Penyakit Paru
Mata
Jiwa
Syaraf
THT
Kulit & Kelamin
Akupuntur
Rehabilitasi Medik
Laboratorium Patologi Klinik
Laboratorium Patologi Anatomi
X-Ray
CT-Scan
USG
ECG
Eroflowmetri
Farmasi
Konsultasi Gizi
Haemodialisa
8

Fisioterapi
Fasilitas
UGD 24 Jam
Rawat Jalan
Rawat Inap
ICU
Kamar Bedah
Kamar Bersalin
Bank Darah
Ambulance
Lain-Lain
Senam Hamil
Pijat Bayi
Pelayanan Rohan

5. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:
1. RSI Yarsis menjadi satu-satunya rumah sakit di Indonesia yang mampu
menangani pasien dengan keluhan kanker paru.
2. RSI Yarsis Solo telah memiliki alat untuk melakukan tindakan medis yang disebut
cryosurgery atau cryoablasi.
3. setiap tahun terdapat lebih dari 370 ribu pasien asal Indonesia yang berobat ke
Singapura. Belum lagi yang memilih Malaysia dan Cina untuk menyembuhkan
berbagai penyakit yang diidap WNI.

6. Denah Lokasi

C. INEZ COSMETICA
1. Sejarah Berdirinya
PT. Kosmetikatama Super Indah dengan produk bermerk Inez
berdiri pada tahun 1998 di Singosari, Malang.
Pada awal pendiriannya Inez dibantu oleh konsultan kosmetik yaitu Ir. Norbert
Haans yang telah lebih dari 44 tahun berpengalaman dalam bidang kosmetika di
Eropa. Tahun 2010 Inez memperoleh sertifikasi ISO 9001 : 2008, sebagai
komitmen perusahaan untuk memberikan jaminan mutu dan melakukan tindakan
perbaikan yang berkesinambungan. Sejak tahun 2011 Inez telah mendapatkan
sertifikat halal yang diterbitkan oleh MUI Jawa Timur.

2. Deskripsi Bangunan
PT. Kosmetikatama Super Indah dengan produk bermerk Inez berdiri pada tahun
1998 di Singosari Malang. Pada awal pendiriannya dibantu oleh konsultan
kosmetik yaitu : Ir. Norbert Haans yang telah lebih dari 44 tahun berpengalaman
dalam bidang kosmetika di Eropa. Sampai saat ini sudah terdapat 140 produk inez
yang telah beredar di pasaran yang meliputi Pulau Jawa dan Bali. Berada di Jl.
Industri No. 6 Singosari-Malang-Jawa Timur-Indonesia, 65153.
3. Program

10

DECORATIVE : untuk tata rias wajah. Produk-produk decorative meliputi bedak tabur,
bedak padat, bayangan mata, perona pipi, lipstick, dll.
TREATMENT : untuk perawatan kulit wajah maupun kulit tubuh. Produk perawatan ini
meliputi pembersih wajah, penyegar wajah, pelembab sabun muka, whitening, anti acne.
- Menguasai pasar kosmetik secara global.
- Menyediakan produk kosmetik untuk kelas menengah keatas.
- Menyediakan kosmetik berkualitas dan aman sesuai kebutuhan konsumen.

4. Sarana dan Fasilitas


Aula
Ruang produksi
Ruang pengemasan produk
Sarana dan fasilitas yang terdapat INEZ PT. KOSMETIKATAMA yaitu
cukup memadai dan modern, dan alat-alat pembuatan bersih dan tertutup
5. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan
1. Wajah menjadi cerah dan menjadi cantik
2. Modern
3. Alat-alat pembuatan bersih

Kekurangan
1. Harga mahal
2. Tempat terjangkau

6. Denah Lokasi

11

D. PT. MATERIA MEDICA


1. Sejarah Berdirinya
UPT Materia Medica didirikan sejak tahun 1960 oleh almarhum Bapak
R.M.Santoso yang juga merupakan salah satu pendiri Hortus Medikus Tawang
Mangu yang sekarang berubah menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Tanaman
Obat dan Obat Tradisional. Berdirinya UPT Materia Medica diawali dari hasil
pengamatan beliau bahwa tidak semua tanaman obat yang ada di Indonesia dapat
dikoleksi pada satu daerah saja. Hal ini disebabkan karena adaptasi tanaman terhadap
lingkungannya terutama terhadap iklim sangatlah berbeda, mengingat bahwa
Indonesia secara garis besar terdiri dari tipe iklim basah, daerah sedang dan daerah
kering, maka kebun Tawang Mangu yang berdiri sejak tahun 1948 merupakan daerah
iklim sedang sampai basah. Sedangkan untuk tanaman daerah sedang sampai kering
perlu adanya kebun koleksi lain yang bisa mewakili tipe iklim tersebut.
Dari hasil pengamatan Beliau karesidenan Malang adalah daerah yang cocok
untuk didirikan kebun koleksi tanaman obat dari tipe iklim sedang sampai kering.
Sebagai realisasi dari gagasan beliau itu untuk mendirikan kebun koleksi tanaman
obat didaerah sedang dan kering di wilayah Batu dan Nongko Jajar, karena waktu itu
Nongkojajar adalah daerah yang sulit transportasinya, maka ditetapkan Batu sebagi
kebun koleksi sampai sekarang dan dikenal sebagi Balai Materia Medica Pengelolaan
kebun percobaan ini dilakukan oleh yayasan Farmasi yang bekerjasama dengan Dinas
Kesehatan Jawa Timur. Sebelum kebun percobaan ini jadi, tahun1963 Bapak RM
Santoso meninggal dunia.
Untuk kelangsungan Balai Materia Medica oleh Bapak Dr.Modarso selaku
Inspektur Kesehatan Jawa Timur ditunjuk Bapak R.Soehendro (Kepala Dinas
Perkebunana Rakyat Kab. Malang) sebagi pejabat sementara Pimpinan Kebun Balai
Materia Medica sampai mendapatkan pimpinan yang baru. Tahun 1964 BMM
mendapat pimpinan baru yaitu Ir.NV.Darmago, beliau diangkat oleh Dinas Kesehatan
Jawa Timur sebagi tenaga tetap di Kebun Materia
Medica hingga th 1970. Th 1970 atas permohonan sendiri Ir.NV Darmago
meletakan jabatannya, kemudian selaku pipmpinan kebun Materia Medica dipegang
oleh Ir.Wahyu Soeprapto. Pertengahan tahun 1970 terjadi perubahan status dari milik
12

swasta menjadi milik pemerintah yaitu Dinas Kesehatan daerah Tingkat I Jawa Timur
Direktorat Farmasi Jawa Timur.
Tahun 2000 hingga April 2005 selaku Pelaksana Teknis Balai Materia Medica
Batu dipegang oleh Dra.Hj.Siti Hidjrati Arlina. Selanjutnya April 2005 secara
definititif BMM dipimpin oleh Bapak B.Soegito,SKM.Kes hingga 31 April 2008.
Mulai 1 Mei 2008 hingga 31 Desember untuk sementara kepala BMM dipegang oleh
Bu Etty Retno, Apt. (Sebagai PLt). Sejak 1 Januari 2009 hingga sekarang yang mejadi
kepala UPT Materia Medica adalah Drs. Husin RM., Apt, Mkes. Setelah tahun 1978
dengan berfungsinya Direktorat Daerah Farmasi Jawa Timur menjadi sub Balai
Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang sekarang menjadi Badan POM, maka
pengelolaan Materia Medica Batu diserahkan kepada Dinas Kesehatan Propinsi Jawa
Timur hingga sekarang.
2. Deskripsi Bangunan
Balai Materia Medica (MMM) merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT)
dari Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur yang berlokasi di Batu. Balai Materia
Medica Batu terletak dilingkungan Desa Pesanggrahan yang letak lokasinya
berbatasan dengan Kelurahan ngaglik di wilayah Kota Batu. Berdasarkan letak
geografisnya Balai Materia Medica terletak pada ketinggian 875 D.P.L dengan suhu
20-250c.
Balai Materia Medica Batu terletak di Jl. Lahor No. 87 Batu dan memiliki luas tanah
dan bangunan seluas 2.1 Ha. Pada tahun 2002 Balai Materia Medica mengalami
perluasan lahan sejalan dengan program pengembangan Balai Materia Medica Batu.

3. Program.
Kegiatan Balai Materia Medica antara lain yaitu memberikan informasi tumbuhan
obat, penyuluhan, perpustakaan, penyediaan bibit, penyediaan simplisia, penyediaan
produk olahan, rujukan diklat pengelolaan tumbuhan obat, wisata ilmiah tumbuhan
obat dan penelitian tanaman obat.
4. Sarana dan Fasilitas
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Gedung Kantor
Gedung Perpustakaan
Gedung Pertemuan 2 buah
Gedung Pengeringan Kejayan Pasuruan
Gedung penyimpanan Kejayan Pasuruan
Gedung Green House
Laboraturium
13

h.
i.
j.
k.
l.

Led House
Mushola
Pengeringan
Penyimpanan
Penggilingan

5. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:
1. Mempunyai fasilitas yang lengkap
2. Dapat Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional

6. Denah Lokasi

E. RS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG


1. Sejarah Berdirinya
14

Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang mulai dibangun pada tahun


2009. Proses pembangunannya dilaksanakan setelah mendapatkan ijin mendirikan
bangunan (IMB) dari Pemerintah Kabupaten Malang melalui unit pelayanan terpadu
perizinan Nomor : 180/05989/IMB/421.302/2009. Pada bulan Oktober 2012 RS
UMM mendapatkan izin Mendirikan Rumah Sakit dari Dinas Kesehatan Kabupaten
Malang dengan Nomor : 503.1/83/421.103/2012. Kemudian pada tanggal 20 Juni
2013 RS Universitas Muhammadiyah Malang mendapatkan Ijin Operasional Rumah
Sakit Sementara dengan Nomor : 180/0006/IORS/421.302/2013.
Rumah sakit Universitas Muhammadiyah Malang diresmikan pada tanggal 17
Agustus 2013 bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 68.
Rumah sakit ini merupakan sarana penunjang pendidikan dan merupakan salah satu
profit center dari Universitas Muhammadiyah Malang. Lokasi rumah sakit tidak jauh
dari Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang yaitu tepatnya di sebelah timur
terminal Landungsari. Berdiri diatas tanah seluas 9 hektare dan memiliki bangunan
utama setinggi 6 lantai dan beberapa bangunan gedung penunjang setinggi 5 lantai
dan gedung rawat inap setinggi 3 lantai. Bentuk bangunan yang megah dan mewah
dengan ciri khas arsitektur tiongkok, menjadikan RS Universitas Muhammadiyah
Malang ini mudah dikenali.
2. Deskripsi Bangunan.
Rumah Sakit Pendidikan (Teaching Hospital) Universitas Muhammadiyah Malang
akan dibangun di atas tanah ukuran 32.834 m2. Lokasi pembangunan rumah sakit
adalah di desa Landungsari, tepatnya di sebelah timur terminal Ladungsari. Pada saat
ini (Juli 2009) pembangunan sudah dimulai pada tahap pondasi dan penataan awal.
3. Program
Pembangunan Rumah Sakit ini direncanakan untuk kegiatan pendidikan
kedokteran dan ilmu-ilmu kesehatan dengan menerima pasien umum.Fasilitas yang
ada adalah bangunan utama untuk pelayanan kesehatan, training centre, auditorium,
paviliun, masjid, taman, parkir dan pusat kebugaran.
Selain melayani kesehatan dengan pengobatan dan ilmu kedokteran modern,
Rumah Sakit Pendidikan UMM juga akan membuka praktik pengobatan timur
khususnya ilmu kedokteran China dan pengobatan alternatif. Nilai kekhasan inilah
yang akan dikembangkan sehingga merupakan ciri khas yang tidak dimiliki oleh
Rumah Sakit lain.

15

4. Sarana dan Fasilitas


1. Poliklinik Umum, Gigi, dan Spesialis
- Dokter Umum
- Dokter Gigi
- Dokter Spesialis Anak
- Dokter Spesialis Par
- Dokter Spesialis Penyakit Dalam
- Dokter Spesialis Bedah Umum & Orthopedi
- Dokter Spesialis Kebidanan & Kandungan
- Dokter Spesialis Kulit & Kelamin
- Dokter Spesialis Patologi Klinik
- Dokter Spesialis Anastesi
- Dokter Spesialis Mata
- Dokter Spesialis THT
- Dokter Spesialis Syaraf
2. IGD 24 Jam dan ICU
3. Laboratorium Klinik dan Instalasi Farmasi 24 jam
4. One day dare perawatan ambeien
5. USG 4 dimensi dan CT Scan 64 slice
6. Kamar perawatan yang nyaman dan tematis
7. Kamar bersalin, ruang perinatologi, dan ruang anak
16

8. Kamar operasi dengan alat modern

5. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:
1. Memiliki bangunan utama setinggi 6 lantai dan beberapa bangunan gedung
penunjang setinggi 5 lantai dan gedung rawat inap setinggi 3 lantai.
2. Bentuk bangunan yang megah dan mewah dengan ciri khas arsitektur tiongkok,
menjadikan RS Universitas Muhammadiyah Malang ini mudah dikenali.
3. Fasilitas lengkap dan memadai.

6. Denah Lokasi
Jl Raya Tlogomas No. 45 Malang

17

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan laporan yang telah saya kemukakan, dapat diambil kesimpulan yaitu
bidang kesehatan masa kini, telah di ciptakan berbagai prosedur dan teknologi baru yang
semakin canggih tersebut, sudah dapat di pastikan bahwa metode-metode penyembuhan
pun semakin mudah dan tidak terlalu menyakitkan bagi pasien.
B. Saran
Seiring dengan majunya metode dan teknologi dalam dunia kesehatan, dapat di
kemukakan saran:
1. Untuk para pembaca sebaiknya dapat selektif dalam memilih produk-produk
kesehatan serta dapat mengetahui dan mengenali berbagai metode dan
pelayanan kesehatan.
2. Untuk instansi sebaiknya terus berinovasi dan memaksimalkan produk dan
pelayanan kesehatan

18

DAFTAR PUSAKA

http://kekunaan.blogspot.com/2013/12/pabrik-gula-tasikmadu.html

http://doktersehat.com/rumah-sakit-islam-surakarta/#ixzz3NZCn2UHK
http://destya-kisahperjalananhidupku.blogspot.com/2012/03/saya-sekarangdi-tugasi-menulis-karya.html
http://hospital.umm.ac.id/page/fasilitas.html
http://hospital.umm.ac.id/page/sejarah.html
http://mukhlisahendriastuti.blogspot.com/2012/06/tanaman-obat.html

19

LAMPIRAN

Pabrik Gula TasikMadoe

20

21

RS Islam Surakarta

22

Materia Medica
23

24

RS Universitas Muhammadiyah Malang

25

26