Anda di halaman 1dari 9

ORDE BARU

Ekonomi :
Perekonomian semakin memburuk dan terjadi inflasi yang
mencapai 600% karena berlakunya tiga mata uang di RI
yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah
Hindia Belanda, dan mata ORI dan ditambah NICA
Indonesia juga memiliki banyak hutang pada masa itu

Latar Belakang Lahirnya


Masa Orde Baru

Politik :
Jendral Suharto diangkat sebagai Menteri Angkatan Darat
untuk membersihkan unsur-unsur PKI dan ormasnya.
Dibentuknya Kabiet Seratus Menteri tetapi rakyat tetap
tidak senang karena banyak tokoh di dalamnya yang terlibat
G30SPKI
Presiden Sukarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas
Maret 1966(SUPERSEMAR) yang ditujukan bagi Suharto
untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi
keadaan negara yang kacau

Latar Belakang Lahirnya


Masa Orde Baru

Sosial
Kesatuan aksi dari KAMI, KAPI, KAPPI, KASI, dsb
bergabung membentuk Front Pancasila/Angkatan 66 untuk
mengajukan membubarkan PKI
Front Pancasila/Angkatan 66 mengadakan demonstrasi di
jalan-jalan raya dan mengajukan Tritura di halaman gedung
DPR-GR

Latar Belakang Lahirnya


Masa Orde Baru

Di bidang ekonomi dilaksanakan Pembangunan Nasional.


Terdiri dari Pembangunan jangka pendek dan Pembangunan
jangka panjang. Pembangunan Jangka Pendek dirancang
melalui Pembangunan 5 tahun (pelita). Setia pelita memiliki
misi pembangunan dalam rangka mencapai tingkat
kesejahteraan bangsa Indonesia.
Di bidang sosial pembangunan nasional yang sesungguhnya
merupakan rangkaian upaya pembangunanyang
berkesinambungan meliputi seluruh aspek kehidupan
masyarakat, bangsa, dan negara. Ini dilakukan untuk
mewujudkan tujuan nasional yang termaktub dalam
pembukaan UUD 1945.

Program ORBA

Di bidang budaya pelajar wajib mempelajari pancasila


secara lengkap beserta butir butirnya. Ini dilakukan agar
ideologi pancasila tidak diinjak-injak.
Di bidang politik, dibentuk kabinet ampera yang bertugas
untuk menciptakan stabilitas ekonomi dan politik. Tugas
ini diseut Dwi Darma Kabinet Ampera. Kabinet Ampere
ini disebut juga Catur Karya Kabinet Ampera. Pada
jaman Soeharto, MPRS berada di bawah kekuasaan
presiden.

Program ORBA

Karena diterbitkannya paket lima UU Politik yang


menyeleweng dari UUD 45, karena merampas kedaulatan
rakyat. Akibatnyam, pemilu yang terjadi selama Orde
Baru berkuasa hakekatnya sudah menyimpang. Jelas
bahwa penyelewengan itu disengaja, dan merupakan
rekayasa yang dilakukan pemerintah Orde Baru.
Tujuannya adalah untuk melanggengkan kekuasaan
Presiden Soeharto, akibatnya ia mampu berkuasa lebih
dari 30 tahun.

Why?

Dampak Positif :
Pemerintah mampu membangun pondasi yang kuat bagi
kekuasaan lembaga kepresidenan yang membuat
semakin kuatnya peran Negara dalam masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena setiap
program pembangunan pemerintah terencana dengan
baik dan hasilnya dapat dilihat secara nyata.
Indonesia mengubah status dari Negara pengimpor
beras terbesar menjadi bangsa yang memenuhi
kebutuhan beras sendiri (swasembada beras).
Penurunan angka kemiskinan yang diikuti dengan
perbaikan kesejahteraan rakyat.
Penurunan angka kematian bayi dan angka partisipasi

pendidikan dasar yang semakin meningkat.

Negatif vs Positif

Dampak Negatif :
Terbentuk pemerintahan orde baru yang bersifat otoriter, dominatif,
dan sentralis.
Otoritarianisme merambah segenap aspek kehidupan masyarakat,
berbangsa dan bernegara termasuk kehidupan politik yang sangat
merugikan rakyat.
Pemerintah Orde Baru gagal memberikan pelajaran berdemokrasi
yang baik dan benar kepada rakyat Indonesia. Golkar menjadi alat
politik untuk mencapai stabilitas yang diinginkan, sementara 2 paratai
lainnya hanya sebagai boneka agar tercipta citra sebagai Negara
demokrasi.
Sistem perwakilan bersifat semu bahkan hanya dijadikan topeng
untuk melanggengkan sebuah kekuasaan secara sepihak. Dalam
setiap pemilihan presiden melalui MPR Suharto selalu terpilih.
Demokratisasi yang terbentuk didasarkan pada KKN (Korupsi, Kolusi,
dan Nepotisme) sehingga banyak wakil rakyat yang duduk di
MPR/DPR yang tidak mengenal rakyat dan daerah yang diwakilinya.

Negatif vs Positif