Anda di halaman 1dari 8

Mengetahui jumlah penduduk suatu daerah/negara sanglat penting, walaupun angka yang

diperoleh tidak tepat dengan kenyataan/sebenarnya. Angka jumlah penduduk yang diperoleh
walaupun telah melalui sensus penduduk merupakan angka/jumlah penduduk yang mendekati
kebenaran. Hal ini disebabkan karena sifat dinamis penduduk, sepertinya adanya kelahiran,
kematian, dan migrasi, yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Angka/jumlah penduduk sangat penting untuk diketahui dalam suatu wilayah/negara
sebab berhubungan dengan kebijakan dalam perencanaan-perencanaan pembangunan yang
dilakukan oleh pemerintah.
Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 hingga tahun 2010, jumlah penduduk
Indonesia menunjukkan peningkatan yang cukup serius, walaupun pertumbuhan mengalami
penurunan. Peningkatan jumlah penduduk yang cepet sering disebut ledakan penduduk.
Seorang ahli kependudukan dari bangsa Inggris, Thomas Robert Malthus mengatakan
bahwa penyebab terjadinya ledakan penduduk suatu daerah/negara akibat kemiskinan. Secara
logika dapat dikatakan bahwa penghuni bumi ini terus bertambah sedangkan ruang pemukiman
di bumi tetap tidak bertambah (Suryani,1987 dalam buku Kependudukan Depdiknas). Penigkatan
pertumbuhan penduduk normalnya harus diimbangi dengan pertumbahan bahan pangan, sandang
dan papan. Ketidak seimbangan antara bahan pangan, sandangm dan papan dengan
pertambahnya penduduk akan mengakibatkan lingkungan hidup semakin rusak dan tingkat
produktivitasnya SDA semakin berkurang karena dipaksakan terus pemanfaatannya untuk
pemenuhan kebutuhan hidup manusia.
Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang tingkat pertumbuhan penduduknya
cepat. Pertumbuhan pendududuk Indonesia 1,49% per tahun (berdasarkan sensus penduduk
tahun 2010). Pemerintah Indonesia harus bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan
penduduknya.
Pertambahan penduduk yang tidak dikendalikan akan menimbulkan permesalahn-permesalahan
seperti:

Kurangnya kesempatan kerja, akan menimbulkan pengangguran dan peningkatan


kejahatan.
Kerusakan huran akibat penebangan hutan secara serampangan, akan menimbulkan
bahaya erosi, tanah longsor dan bahaya banjir.
Adanya pemusatan penduduk akibat urbanisasi, akan menyebabkan ketertiban dan
keberhasilan lingkungan yang tak terkontrol.
Meningkatnya penduduk usia sekolah, akan menyebabkan masalah-masalah yang
berhubungan dengan kesempatan mengenyam pindidikan dan biaya pendidikan.
Ketersediaan tempat tinggal yang kurang, akan mengakibatkan banyaknya perumahanperumahan liar yang sangat menganggu keindahan dan ketertiban di kota.
Ketersediaan air bersih yang kurang, akan mengakibatkan terganggunya kesehatan.

Melihat permasalahan-permesalahan kependudukan di atas, maka pemerintah telah melakukan


upaya-upaya untuk mengatasinya antara lain:

Pembatasan kelahiran bayi dengan program keluarga berencana melalui semboyan "vatus
warga". (Catur warga tediri bapak, ibu dan dua anak, laki-laki perempuan sama saja);
pembatasan usia perkawinan; pembatasan tunjangan anak bagi PNS; program pendidikan formal
di sekolah-sekolah maupun penyuluhan-penyuluhan yang berlangsung kepada masyarakat.
Pelaksanaan program tansmigrasi sebagai upaya untuk mengatasi pemusatan
penduduk/kepadatan penduduk dan persebaran penduduk yang tidak merata.
Pembangunan gedung-gedung sekolah baru beserta fasilitasnya, penyelenggaraan sekolah
terbuka, kejar paket sebagai upaya mengatasi kurangnya kesempatan mengenyam pendidikan,
dan penyelenggaran beasiswa bagi siswa tak mampu dan berprestasi.
Pembangunan perumahan-perumahan murah baik rumah sederhana, maupun rumah
sangat sederhana, untuk mengatasi ketersediaan perumahaan yang kurang.
Penyelenggaraan hutan lindung, reboisasi, penghijauan serta melarang pertanian sistem
ladang berpindah untuk mengatasi kerusakan hutan.
Pembangunan industri-industri baru, pusat-pusat perdagangan dan pariwisata sebagai
upaya mengatasi kurangnya kesempatan kerja.

Dampak Ledakan Penduduk


Masalah-masalah Yang Timbul Akibat Ledakan Penduduk
Masalah- Masalah Yang Timbul Akibat Ledakan Penduduk antara lain:
Persaingan lapangan pekerjaan
Di negara yang memiliki pertumbuhan penduduk tinggi akan semakin banyak orang yang
memperebutan lapangan pekerjaan. Diperkirakan harus diciptakan 30 juta lapangan pekerjaan
baru setiap tahunnya jika setiap orang yang menginjak usia kerja harus memiliki pekerjaan.

Persaingan untuk mendapat pemukiman


Persaingan untuk mendapat permukiman yang layak. Persaingan ini terutama terjadi di daerah
perkotaan yang padat, tapi tidak ada perumahan yang memadai. Dikota seperti ini, ering kita
jumpai permukiman kumuh.

Kesempatan pendidikan
Dengan makin banyaknya bayi yang lahir setip tahunnya, tentu makin banyaknya diperlukan
fasilitas sekolah dan guru yang memadai. Negara miskin, mungkin tidak bisa memenuhi fasilitas
pendidikan. Sebagai hasilnya, tidak setiap anak memiliki kesempatan untuk bersekolah dan
mendapatkan pendidikan yang memadai.

Pengendalian peledakan penduduk


peledakan penduduk bisa menimbulkan dampak, maka tiap negara memikirkan untuk
mengendalikan pertumbuhan penduduk. setiap negar memiliki kebijakan sendiri mengenai hal
itu, dua diantarannya adalah :
1. insentif dan sanksi
Insentif akan diberikan pada pasangan dengan sedikit anak. Sementara, pasangan yang memiliki
banyak anak akan diberi sanksi. Misalnya harus membayar pajak lebih besar.
Cina merupakan salah satu contoh negara yang menerapkan metode insentif dan sanksi. Seperti
kita ketahui bahwa cina memiliki penduduk yang beser. Tercatat dari hasil sensusu tahun 2000,
jumlah penduduknya 1,3 M. Penduduk cina kurang lebih 22 %dari total penduduk dunia. sejak
tahun 1979, pemerintah cina mengkampanyekan kebijakan "satu anak tiap pasangan". Setiap
pasangan dicina hanya diperbolehkan memiliki satu anak. Jika pasangan memiliki lebih dari satu
anak, tanpa, ijin dari pemerintah, dianggap ilegal.
2. pendidikan tentang keluarga berencana
Di beberapa negara pasangan suami-istri diajari beberapa cara untuk mengendalikan jumlah
anak. Sebagian contoh, dibangladesh lebih dari 24.000 wanita setiap tahunnya dikirim ke daerah
perkotaan untuk diajak dan diberikan penyuluhan tentang keluarga berencana. dengan
penyuluhan ini diharapkan mereka bisa mengatur jumlah anak.
Bagaiman di Indonesia ? Di Indonesia, pengendalian laju pertumbuhan penduduk juga dilakukan
dengan kampanye program keluarga berencana. program ini mengajarkan kepada pasangan
suami istri untuk memiliki hanya dua anak saja. laki-laki atau perempuan sama saja.
Bagai pegawai negeri, pemerintah menerapkan program insetif, yakni tunjangan anak. Sejalan
dengan kampanye keluarga berencana, tunjanagan anak bagi pegawai negeri hanya diberikan
sampai anak kedua saja. Hal itu diberlakukan dengan tujuan agar pasangan suami istri membatasi
jumlah anak.

Pertumbuhan penduduk adalah keseimbangan dinamis antara ke kuatan yang menambah dan
kekuatan-kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan penduduk, yakni kelahiran, kematian, dan migrasi. Kelahiran dan
kematian disebut faktor alami, sedangkan migrasi disebut faktor nonalami. Kelahiran bersifat
menambah, sedangkan kematian bersifat me ngurangi jumlah penduduk. Migrasi yang bersifat
menambah disebut migrasi masuk (imigrasi), sedangkan migrasi yang bersifat mengurangi
disebut migrasi keluar (emigrasi).
Tingkat pertumbuhan penduduk di negara kita masih termasuk tinggi, yakni sekitar 1,98% per
tahun. Untuk menurunkan tingkat pertumbuhan yang tinggi ini, pemerintah Indonesia
melaksanakan program Keluarga Berencana. Dengan program Keluarga Berencana ini pada
tahun 2000 pertumbuhan penduduk telah menurun menjadi 1,6 persen. Struktur penduduk
Indonesia memberat pada penduduk usia muda, hal ini sebagai akibat dari masih tingginya
tingkat kelahiran. Persentase penduduk 0 - 14 tahun pada tahun 1980 mencapai 40,3 persen dan
pada tahun 1985 sedikit turun menjadi 39,2 persen. Penduduk usia muda ini pada tahun 2000
diperkirakan turun lagi menjadi 37,7 persen dan 34,2 persen.

Akibat ledakan penduduk menimbulkan berbagai masalah antara lain sebagai berikut.
a. Jumlah penduduk sangat banyak, yaitu nomor empat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika
Serikat.
b. Pertumbuhan penduduk yang cepat menyebabkan tingginya angka pengangguran.
c. Persebaran penduduk tidak merata. Penduduk Indonesia tahun 2004 sejumlah 206.246.595
jiwa, 64% di antaranya tinggal di Pulau Jawa. d. Komposisi penduduk kurang menguntungkan
karena banyaknya penduduk usia muda yang belum produktif sehingga beban ketergantungan
tinggi.
e. Arus urbanisasi tinggi, sebab kota lebih banyak menyediakan lapangan kerja.

f. Menurunnya kualitas dan tingkat kesejahteraan penduduk. Demikian pula permasalahan


lingkungan hidup sangat luas, misalnya merosotnya kuantitas dan kualitas sumber alam,
tercemarnya lingkungan fisik, dan timbulnya dampak negatif pembangunan terhadap lingkungan
sosial.
Menurut Kuswanto dan Bintarto beberapa usaha untuk mengatasi permasalahan akibat
ledakan penduduk antara lain sebagai berikut.
a. Perencanaan, pengaturan, dan pembatasan kelahiran (dengan KB) untuk menekan jumlah
penduduk.
b. Menyelenggarakan pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup yang baik melalui
sekolah, kursus-kursus, dan perkumpulan lainnya untuk menampung tenaga kerja.
c. Meratakan persebaran penduduk dengan mengadakan transmigrasi dan melaksanakan
pembangunan desa untuk membendung arus urbanisasi dan terkonsentrasinya penduduk di suatu
daerah.
d. Memperluas kesempatan kerja, meningkatkan fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi,
komunikasi, dan perumahan.
e. Perluasan industrialisasi, baik ringan maupun berat.
f. Perencanaan penggunaan tanah untuk pertanian, pembangunan, dan permukiman dengan tetap
memperhatikan kelestariannya supaya tidak merugikan kehidupan manusia di sekitarnya.
g. Intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian agar produksi pangan dan produksi hasil pertanian
lainnya meningkat.
h. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bersahabat dengan lingkungan untuk
meningkatkan mutu kehidupan manusia.