Anda di halaman 1dari 2

Inovasi di Bidang Pangan

Cokelat Kaya Serat Coco Brocs


Dewasa ini, banyak sekali produk pangan yang disediakan
kepada masyarakat luas dengan aneka rasa yang tentunya enak.
Tak ayal masyarakat pun lebih konsumtif terhadap makanan
yang ada yang tentunya telah berkembang terus dari yang sudah
ada hingga ada yang baru lagi. Namun, yang menjadi pertanyaan
adalah apakah makanan- makanan yang katanya lezat itu
memiliki nilai kandungan gizi yang baik untuk kesehatan ?
Apakah
perusahaan-perusahaan
atau
berbagai
oknum
memproduksi produk pangan juga mempertimbangkan aspek gizi
?
Berbicara tentang makanan, saya tertarik untuk menarik
sebuah contoh yaitu cokelat. Cokelat adalah produk pangan
olahan yang menjadi makanan sejuta umat karena rasanya yang
manis, lezat, dan membuat kita tergiur untuk terus melahapnya.
Cokelat adalah salah satu makanan yang mengandung
antioksidan tinggi yang sangat baik untuk metabolism tubuh.
Selain itu , ternyata cokelat juga mampu membuat kita terasa
tenang dan damai . Namun, perlu diketahui bahaya memakan
cokelat berlebihan karena cokelat mengandung kalori dan lemak
yang sangat tinggi yang mampu menaikkan bobot badan sangat
cepat. Bukan hanya itu, banyak pakar dari Amerika Serikat
mengemukakan dan menyepakati bahwa cokelat juga memicu
terjadinya penyakit jantung karena lemak yang sangat tinggi
pula. Efek lainnya yang juga membahayakan adalah kandungan
gula yang sangat tinggi memicu terjadinya diabetes. Untuk
menangkal efek negative dari cokelat, jenis sayuran yang
berkhasiat untuk menyehatkan jantung dan menangkal radikal
dalam tubuh memang sangat banyak, salah satunya adalah
brokoli.
Maka dari itu, penulis tertarik dan terpanggil untuk
membuat inovasi bagaimana menciptakan produk pangan
cokelat yang dicampur dengan sayuran berserat , yakni brokoli.
Selain cita rasa cokelat yang tetap enak, kandungan seratnya
juga tetap tinggi dan menyehatkan tubuh. Permasalahan awal
pasti menyagkut cita rasa, bagaimana rasa cokelat dicampur

dengan brokoli menghasilkan perpaduan rasa yang seenak


cokelat pada umumnya ? Pada umumnya kita tahu bahwa masih
banyak kalangan masyarakat yang tidak menyukai rasa brokoli,
apalagi dicampur dengan cokelat. Untuk mengantisipasi hal
tersebut,
perlu
teknologi
pengolahan
pangan
seperti
penambahan sedikit perasa alami dalam kadar yang masih bisa
ditoleransi agar aroma cokelat tetap lezat. Bagaimana
pembuatannya? Langkah pertama adalah cokelat dilelehkan di
dalam wadah alumunium atau bahan konduktor pada suhu
sekitar 45-50oC . Lalu siapkan brokoli, cuci dahulu brokoli hingga
bersih, dikukus, lalu dicacah kecil-kecil. Tahap selanjutnya adalah
tahap pencampuran cokelat dan brokoli. Bagaimana caranya ?
Cokelat lelehan dituangkan ke dalam suatu cetakan . Perlu
diperhatikan bentuk dan ukuran cetakan harus yang menarik
agar menambah nilai eksternal dari estetika produk pangan . Hal
ini tentunya berkaitan dengan strategi pemasaran agar lebih
menarik bagi masyarakat. Selanjutnya masukkan brokoli yang
sudah bersih tadi ke dalam cokelat cair tersebut . Tambahkan
cokelat sampai penuh dan simpan dalam lemari es hingga
memadat . Teciptalah cokelat Coco Brocs yang lezat dan
bergizi. Penulis yakin bahwa produk inovatif ini akan digemari
masyarakat khususnya anak-anak yang pada umumnya
menyukai cokelat.