Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PENDAHULUAN DAN STRATEGI

PELAKSANAAN
WAHAM

Disusun oleh:
ILHAM SEPTYAWAN
140116

PROFESI NERS
STIKES MUHAMMADIYAH KLATEN
2014 / 2015

Pengertian
Waham adalah suatu keyakinan yang dipertahankan secara kuat terusmenerus, tetapi tidak sesuai dengan kenyataan. (Budi Anna Keliat, 2006)
Waham adalah keyakinan seseorang yang berdasarkan penilaian realitas
yang salah. Keyakinan klien tidak konsisten dengan tingkat intelektual dan
latar belakang budaya klien (Aziz R, 2003).
1. Rentang respon

2. Faktor predisposisi
a. Genetis : diturunkan, adanya abnormalitas perkembangan sistem saraf
yang berhubungan dengan respon biologis yang maladaptif.
b. Neurobiologis : adanya gangguan pada korteks pre frontal dan korteks
limbic
c. Neurotransmitter : abnormalitas pada dopamine, serotonin dan
glutamat.
d. Virus : paparan virus influensa pada trimester III
e. Psikologis : ibu pencemas, terlalu melindungi, ayah tidak peduli
3. Faktor presipitasi
a. Stressor sosial budaya
Stres dan kecemasan akan meningkat bila terjadi penurunan
stabilitas keluarga, perpisahan dengan orang yang paling penting,
atau diasingkan dari kelompok.
b. Faktor biokimia
Penelitian tentang pengaruh dopamine, inorefinefrin, lindolomin, zat
halusinogen diduga berkaitan dengan orientasi realita
c. Faktor psikologi
Intensitas kecemasan yang ekstrim dan menunjang disertai terbatasnya
kemampuan mengatasi masalah memungkinkan berkurangnya
orientasi realiata
4. Klasifikasi waham
Adapun klasifikasi dari wahamitu sendiri yaitu:

1. Waham Agama
Keyakinan klien terhadap suatu agama secara berlebihan dan
diucapkjan secra berulang tetapi tidak sesuai dengan kenyataan
2. Waham Kebesaran
Keyakinan klien yang berlebihan terhadap kemampuan yang
disampaikan secara berulang yang tidak sesuai kenyataan
3. Waham Somatik
Klien mempunyai keyakinan tentang tubuhnya yang disampaikan
secara berulang yang tidak sesuai kenyataan
4. Waham Curiga
Klien mempunyai keyakinan bahwa ada seseorang atau kelompok
yang berusaha merugikan atau mencederai dirinya yang disampaikan
secara berulang yang tidak sesuai kenyataan
5. Waham Sisip Fikir
Klien yakin bahwa ada fikiran orang lain yang disisipkan/dimasukkan
kedalam fikiran yang disampaikan secara berulang yang tidak sesuai
kenyataan
6. Waham Nihilistik
Klien yakin bahwa dirinya sudah tidak didunia/meninngal yang
disampaikan secara berulang yang tidak sesuai kenyataan.
7. Waham Siar Fikir
Klien yakin bahwa ada orang lain mengetahui apa yang dia butuhkan
walaupun dia tidak menyatakan pada orang tersebut apa yang
dinyatakan secara berulang dan tidak sesuai kenyataan
5. Manifestasi klinis
Manisfestasi knilis menurut Azis R dkk, 2003 :
a. Data Subyektif
Klien mengungkapkan sesuatu yang diyakininya ( tentang agama,
kebesaran, kecurigaan, keadaan dirinya) berulang kali secara
berlebihan tetapi tidak sesuai kenyataan.
b. Data Obyektif
Klien tampak tidak mempunyai orang lain, curiga, bermusuhan,
merusak (diri, orang lain, lingkungan), takut, kadang panik, sangat
waspada, tidak tepat menilai lingkungan / realitas, ekspresi wajah klien
tegang, mudah tersinggung
6. Psikodinamika
Penyebab secara umum dari waham adalah gannguan konsep diri : harga
diri rendah. Harga diri rendah dimanifestasikan dengan perasaan yang
negatif terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga
diri, merasa gagal mencapai keinginan.

Akibat dari waham klien dapat mengalami kerusakan komunikasi verbal


yang ditandai dengan pikiran tidak realistic, flight of ideas, kehilangan
asosiasi, pengulangan kata-kata yang didengar dan kontak mata yang
kurang. Akibat yang lain yang ditimbulkannya adalah beresiko mencederai
diri, orang lain dan lingkungan.
Pohon masalah
Resiko menciderai orang lain
(akibat)
gangguan proses pikir
(core problem)
gangguan konsep diri: harga diri rendah
(penyebab
7. Mekanisme koping
Mekanisme koping yamg sering digunakan klien adalah :
a. Regresi, merupakan usaha klien untuk menanggulangi ansietas.
b. Proyeksi, sebagai untuk menjelaskan kerancuan persepsi.
8. Sumber koping
Ada beberapa sumber koping individu yang harus dikaji yang dapat
berpengaruh terhadap gangguan otak dan prilaku kekuatan dalam sumber
koping dapat meliputi seperti : modal intelegensi atau kreativitas yang
tinggi. Orang tua harus secara aktif mendidik anak-anaknya, dewasa muda
tentang keterampilan koping karena mereka biasanya tidak hanya belajar
dan pengamatan. Sumber keluarga dapat berupa pengetahuan tentang
penyakit, finansial yang cukup, ketersediaan waktu dan tenaga dan
kemampuan untuk memberikan dukungan secara berkesinambungan.
9. Penatalaksanaan umum
Perawatan dan pengobatan harus secepat mungkin dilaksanakan
karena, kemungkinan dapat menimbulkan kemunduran mental.
Penatalaksanaan klien dengan waham meliputi farmako terapi, ECT dan
terapi lainnya seperti: terapi psikomotor, terapi rekreasi, terapi somatik,
terapi seni, terapi tingkah laku, terapi keluarga, terapi spritual dan terapi
okupsi yang semuanya bertujuan untuk memperbaiki prilaku klien dengan
waham pada gangguan skizoprenia. Penatalaksanaan yang terakhir adalah
rehablitasi sebagai suatu proses refungsionalisasi dan pengembangan bagi
klien agar mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam
kehidupan masyaraka

10. Diagnosa keperawatan


1.
2.
3.
4.

Resiko tinggi perilaku kekerasan


Perubahan proses pikir : Waham
Isolasi sosial
Harga diri rendah

Diagnosa
keperawatan

Tujuan

Kriteria hasil

Intervensi

Perubahan
proses
fikir:waham

SetelahPasie
dilakukan

Pasien mampu :

tindakan
keperawatan
selama 12 x
30 menit di
harapkan
klien dapat
berorientasi
kepada
realitas

1. Dapat
memenuhi

Pasien
Sp 1 :
1. Identifikasi tanda dan
gejala waham
2. Bantu orientasi relitas
3. Diskusikan kebutuhan

kebutuhan dasar
2. Klien mampu

pasien

berinteraksi

terpenuhi
4. Bantu

dengan
lingkungan dan
orang lain
3. Klien

secara

menggunakan

bertahap

obat dengan
teratur.

yang

tidak
pasien

memenuhi
kebutuhannya

yang

realistis
5. Masukkan pada jadwal
kegiatan

pemenuhan

kebutuhan
Sp 2
1. Evaluasi

kegiatan

pemenuhan kebutuhan
pasien

dan

berikan

pujian
2. Diskusikan
kemampuan

yang

dimuliki
3. latih kemampuan yang
dipilih berikan pujian
4. masukkan pada jadwal
pemenuhan kebutuhan
dan kegiatan yang telah
dilatih
Sp 3;
1. evaluasi

kegiatan

pemenuhan
pasien,

kebutuhan

kegiatan

dilakukan

yang

pasien

dan

berikan pujian
2. jelaskan tentang

obat

yang diminum ( 6 benar )


dan

tanyakan

manffat

yang dirasakan pasien


3. masukkan pada jadwal
pemenuhan
kegiatan

kebutuhan,
yang

telah

dilatih dan obat


Sp 4 ;
1. evaluasi
kegiatan
pemenuhan
pasien,

kebutuhan

kegiatan

yang

telah dilatih,dan minum


obat berikan pujian
2. diskusikan
kebutuhan
lain

dan

cara

memenuhinya
3. diskusikan kemampuan
yang

dimiliki

memilihnyang

dan
akan

dilatih. Kemudian latih


4. masukkan pada jadwal
pemenuhan
kegiatan

kebutuhan,
yang

telah

dilatih, minum obat


Sp 5:
1. evaluasi
kegiatan
pemenuhan kebutuhan,
kegiatan yang dilatih
dan minum obat. Beri
pujian
2. nilai kemmapuan yang
telah mandiri
3. nilai apakah frekuensi
munculkanya

waham

berkurang

apakah

waham terkontrol
Keluarga
Sp 1:
1. diskusikan masalah yang
dirasakan dalam merawat
pasien
2. jelaskan pengertian tanda
dan gejala, dan proses
terjadinya

waham

(gunakan booklet)
3. jelaskan cara merawat:
tidak

disangkal,

tidak

diikuti

atau

diterima(netral)
4. latih cara mengetahui
kebutuhan

pasien

mengetahui

dan

kemampuan

pasien
5. anjurkan membentu pasien
sesuai jadwal dan memberi
pujian
Sp 2:
1. evaluasi

kegiatan

keluarga

dalam

membimbng

pasien

memenuhi
kebutuhanya.Beri
pujian
2. latih cara memenuhi
kebutuhan pasien
3. latih
cara
melatih
kemampuan
dimiliki pasien

yang

4. anjurkan

membantu

pasien sesuai jadwal


dan memberi pujian
Sp 3 :
1. evaluasi kegiatan keluarga
dalam

membimbng

memenuhi

kebutuhan

pasien dan membimbng


pasien

dalam

melaksanakan
yang

telah

pujian
2. jelaskan

kegiatan
dilatih.beri

obat

yang

diminum oleh pasien dan


cara membimbngnya
3. anjurkan
membentu
pasien
sesuai
jadwal dan
memberi
pujian
Sp 4 ;
1. evaluasi kegiatan keluarga
dalam

membimbng

memenuhi

kebutuhan

pasien, membimbng pasien


melaksanakan
yang

telah

kegiatan
dilatih

dan

minum obat.berikan pujain


2. jelaskan
folowup
ke
rsj/PKM

tanda

kambuh

rujukan
3. anjurkan membantu pasien

sesuai

jadwal

dan

memberikan pujian
Sp 5 :
1. evaluasi kegiatan
keluarga

dalam

membimbing
memenuhi
kebutuhan

pasien,

membimbng pasien
melaksanakan
kegiatan yang telah
dilatih,

minum

obat, berikan pujian


2. nilai kemampuan
keluarga

merawat

pasien
3. nilai kemampuan
keluarga
melakukan kontrol
k rsj/PKM

Daftar pustaka
Aziz R, dkk.2003. Pedoman Asuhan Keperawatan Jiwa Semarang : RSJD
Dr. Amino Gonohutomo.
Keliat, Budi Anna. 2006. Kumpulan Proses Keperawatan Masalah Jiwa.
Jakarta : FIK, Universitas Indonesia
Kusumawati dan Hartono . 2010 . Buku Ajar Keperawatan Jiwa .
Jakarta : Salemba Medika.
Stuart dan Sundeen . 2005 . Buku Keperawatan Jiwa . Jakarta :
EGC .