Anda di halaman 1dari 5

Malaria

Penyakit infeksi yg disebabkan o/ protozoa (genus Plasmodium)


ditandai o/ demam intermiten, anemia, & splenomegali.
ETIOLOGI
- P.falciparum malaria tropika
- P.vivax malaria tertiana
- P.ovale malaria ovale
- P.malriae malaria kuartana
Infeksi campuran falciparum + vivax/malariae
CARA PENULARAN
1. gigitan nyamuk Anopheles betina
2. transplasenta, tranfusi darah yang ternfeksi
EPPIDEMIOLOGI
- malaria merupakan penyakit endemis di daerah tropis,
sub tropis
- di Indonesia, malaria tersebar di seluruh pulau dg derajat
endemisitas berbeda
- lingkungan buruk, air tergenang, udara panas
pembiakan nyamuk
PATOFISIOLOGI
- gigitan nyamuk Anopheles sporozoit peredaran
darah hati (berkembang merozoit) sirkulasi darah
menginfeksi eritrosit skizon merozoit
menginfeksi kembali eritrosit
gametosit jantan & betina gamet sporozoit di
tubuh
nyamuk betina

demam o.k pecahnya eritrosit fase skizogoni & masuknya


merozoit ke sirkulasi darah
demam turun, berkeringat merozoit menginfeksi
eritrosit baru
anemia o.k destruksi eritrosit
hemolisis autoimun
splenomegali o.k aktifasi RES memfagositosis eritrosit
yang terinfeksi parasit & tidak

MANIFESTASI KLINIS
- gejala timbul 10-23 hari setelah parasit masuk tubuh
manusia
- gejala awal 2-3 hari sebelum demam, mialgia, lemah,
anoreksia, mual, muntah
- demam paroksismal 3 stadium: * std. dingin
* std. demam
* std. berkeringat
- demam paroksismal umumnya terjadi pada anak besar &
dewasa
- Stadium dingin
diawali rasa dingin, menggigil, bibir & jari pucat, sianosis
berlagsung 15 menit-1jam
- stadium demam
- ditandai dg muka merah, nyeri kepala, mual, muntah,
suhu badan sampai >41C
- berlangsung 2-4 jam
- interval demam: - 24-48 jam P.falciparum
- 48 jam
P.vivax
- 72 jam
P.malariae
- stadium berkeringat
- berkeringat banyak kemudian suhu dg cepat, dapat tidur
nyenyak badan lemah
- berlansung 2-4 jam

gejala klinik tidak sama pada penderita tergantung


spesies parasit, umur & berat infeksi
di daerah endemisitas tinggi gejala tidak khas o.k
imunitas
yang
timbul
karena
infeksi
berulang
menimbulkan gejala tidak khas

1. M.tropika
- penyebab utama infeksi berat
- menyebabkan kematian s/d 25%
- menyebabkan komplikasi malaria serebral, black water
fever
- sering relaps short term relaps
2. M.berat
- o.k P.falciparum fase aseksual
- ditandai > 1 kelainan berikut: - hiperparasitemia
- m.serebral
- anemia berat
- ikterus
- hipoglikemia
- gagal ginjal
- syok-hipotensi
M.serebral
- m.tropika disertai kejang & penurunan kesadaran
- ada gangguan UMN yg simetris & batang otak
- gangguan sisa hemiparese, ataksia, kebutaan, RM,
spastic, afasia
Anemia
- anemia tergantung derajat & lama parasitemia terjadi
- terjadi o.k penghancuran eritrosit yang mengandung
parasit
- berperan dalam gejala serebral & kardiopulmonal

Hipoglikemi
terutama terjadi anak < 3 tahun dengan gejala
berkeringat, kulit dingin, tremor, nafas tidak teratur
sampai kejang & penurunan kesadaran
Gagal ginjal
- jarang terjadi pada anak
- bersifat reversible
- terjadi o.k perlekatan eritrosit yang terinfeksi pada
microvaskular ginjal
Edema paru akut
- ditandai RR meningkat, ronki, & krepitasi
Kegagalan sirkulasi
- M.algid m.falciparum disertai syok o.k septikemia
kuman gram
- jarang dijumpai pada anak
Kecenderungan perdarahan
ditandai
bleeding
time
(BT)nmemanjang,
trombositopeni, faktor koagulasi
- perdarahan yg sering dijumpai perdarahan gusi,
epistaksis, ptekie, perdarahan subkonjunctiva
Hiperpireksia
- suhu tubuh > 42C, disertai delirium, kejang, koma
- > sering pada anak
Hemoglobinuria
- terjadi o.k hemolisis intravaskula masif
- berkaitan dg defisiensi G6PD pada penderita malaria
- jarang terjadi pada anak

Black water fever


- infeksi P.falciparum berulang
- Gx: - anemia hemolisis
- hemoglobinuria (urin hitam)
- ikterus dg muntah seperti empedu
- gagal ginjal
- komplikasi yg berat dengan angka kematian tinggi
3. m.tertiana & ovale
- P.vivax & ovale menginfeksi eritrosit imatur ( retikulosit)
- relaps akibat aktifnya kembali hipnozoit dari hati
eritrosit
- relaps dapat terjadi berkali-kali
4. m.kuartana
- P.malariae menginfeksi eritrosit matur
- bentuk malaria paling ringan
- relaps terjadi selam 1 tahun pertama diikuti relaps
jangka panjang sampai 30 tahun
KRITERIA Dx
- penderita berasal dari daerah endemis/berpergian ke
daerah endemis malaria
- demam paroksismal dengan 3 stadium
- apusan darah tebal parasit
- ditemukan parasit pada darah anak di daerah endemis
tidak selalu sakit, jika tidak ada gejala klinik
- untuk menemukan parasit harus dilihat waktu
pengambilan sampel
- demam tinggi tidak ditemukan
- minum obat anti malaria parasit sulit ditemukan
- dx malaria di daerah endermis ditegakkan secara
klinis
tetes tebal

digunakan untuk screening, tidak untuk identifikasi


spesies parasit
satu tetes darah, pada slide kaca dibiarkan kering
sehingga sel darah merah lisis, dicat dengan larutan
giemsa diperiksa dengan mikroskop

hapusan tipis
- pada hapusan darah parasit dalam sel darah merah
plasmodium kromatin merah dalam sitoplasma biru
- untuk identifikasi spesies plasmodium
DIAGNOSA BANDING
- demam tifoid
- sepsis
- meningitis/encephalitis
- DHF
- ISK
- Hepatitis
KOMPLIKASI
- umunya o/ P.falciparum
- malaria serebral
- black water fever
- malaria algida (malaria+ syok)
- malaria biliosa (seperti hepatitis gangguan hepar)
PENGOBATAN
Obat malaria dapat digolongkan:
1. Scizontisidal darah membunuh parasit aseksual
(stadium eritrosit) pada semua spesies plasmodium
-

KLOROKUIN: 300 mg/tab


sangat efektif terhadap semua spesies malaria
obat pilihan untuk serangan malaria akut
dosis: 25 mg/kg BB 21 hari

I : 10 mg/kg BB/hr
II : 10
III : 5 mg + primakuin 0,3 mg/kg BB
-

KUININ = PIL KINA: 220 mg/tab


digunakan jika dengan klorokuin pada hari ke-4 masih
demam
dosis: 30 mg/kg/hr dibagi 3 dosis selama 7 hari +
tetrasiklin 50 mg/kg/hr dibagi 4 dosis selama 7 hari
PRIMETAMIN SULFADOKSIN (Fansidar): 25 mg P + 500 mg
S/kg
digunakan untuk pasien yg resisten Klorokuin
dosis: 1-1,5 mg P/kg BB/hr + sulfa 20-30 mg/kg BB/hr
dosis tunggal

2. Scizontisidal jaringan
- daya kerja terhadap parasit fase eksoeritrositik
- mencegah relaps P.vivax, ovale
PRIMAKUIN
Dosis 0,3 mg/kg BB/hr selama 14 hari
PRIMETAMIN
3. Gametosida
- membunuh parasit fase aseksual
- primakuin, klorokuin
4. Sporontosida
- menghambat gametosit menjadi ookist & sporozoit
PRIMAKUIN
PROGNOSIS

P.vivax baik
P.malaria dapat menjadi kronis & cenderung relaps
p.falciparum - tanpa penyulit sampai 1 tahun
- dengan penyulit buruk
INDIKATOR PROGNOSIS BURUK (WHO)
Klinis:
- umur < 30 thn
- koma
- kejang
- reflek kornea
- deserebrasi
- disfungsi organ (ginjal, paru)
- perdarahan retina
LABORATORIUM
- hiperparasitemia
- scizontemia darah perifer
- leukositosis
- PCV < 20%
- Hb < 7,1 g/dL
- Gula darah < 40 mg/dL
- Ureum > 60 mg/dL
- Kreatinin > 3
- SGOT > 3x N
- Glukosa CSS red
- Antitrombin
- 5-nukleotidase plasma
PENCEGAHAN
- menghindari gigitan nyamuk
- memakai kelambu/kasa anti nyamuk

- menggunakan obat nyamuk


- obat profilaksis bila memasuki daerah endemis malaria 2
minggu sebelum sampai 4 minggu setelah keluar daerah
endemis
klorokuin
5
mg/kg
BB
1x
tiap
minggu
umur > 6 bln
- primetamin 0.5-0,75 mg/kg BB, sulfa 10-15 mg/kg