Anda di halaman 1dari 2

PEMBAHASAN

Ambang nyeri didefinisikan sebagai tingkat dimana nyeri dirasakan untuk pertama kali.
Batas nyeri untuk suhu adalah konstan yaitu 44-45 oC. Mediator nyeri (aurakoid), antara lain
serotonin, histamin, bradikinin, leukotriea dan prostaglandin, mengakibatkan reaksi bebas di
kulit, mukosa dan jaringan lain. Dari sini, rangsangan disalurkan ke otak melalui jaringan dari
tajuk neuron dengan sinaps yang banyak melalui sumsum tulang belakang, sumsum tulang
lanjutan dan otak tengah. Dari thalamus, impuls diteruskan ke pusat nyeri di otak besar.
Pada praktikum kali ini, kami melakukan pengujian efek analgetik pada hewan uji
(mencit) yang bertujuan untuk mengukur kemampuan obat yang digunakan, antara lain
asetosal, parasetamol, ekstrak daun mimba dan CMCNa 1% sebagai kontrol menghilangkan
atau mencegah kesadaran sensasi nyeri.
Pada praktikum kali ini, dilakukan 2 metode induksi, yaitu secara kimia dan suhu untuk
semua kelompok. Sedangkan, kelompok kami mendapatkan bagian induksi secara kimia.

Rumus % daya analgetik :


P
daya analgetik=100( x 100)
K
Keterangan : P = Jumlah geliat mencit yang diberi obat
K = Jumlah geliat mencit yang diberi kontrol
Berdasarkan hasil percobaan, parasetamol memiliki daya analgetik terbesar (98,2%),
diikuti asetosal (97,3%) dan ekstrak daun mimba (8,85%). Dapat ditarik pernyataan, bahwa
semakin sedikit geliat, maka semakin besar nilai persen daya analgetik yang diberikan
senyawa kimia dan semakin baik pula kemampuannya untuk memberikan efek
(menghentikan nyeri) pada hewan coba.
Mekanisme Aksi Obat
a. Parasetamol
Terdapat perbedaan mekanisme aksi aksi parasetamol sebagai analgesik dan
antipiretik. Selain ada enzim siklooksigenase cox-1 dan cox-2 yang mengkatalisis
pembentukan prostaglandin di jaringan, ada pula cox-3 yang lebih spesifik
menghambat cox-3 yang ada di otak, sehingga menghambat produksi prostaglandin
yang akan mengacau termostat di hipotalamus. Kerja ini menghasilkan efek
menurunkan demam. Selain itu, karena prostaglandin juga terlibat dalam menurunkan
ambang rasa nyeri, maka penghambatan prostaglandin dapat memberikan efek anti
nyeri/analgesik karena spesifik pada cox-3, tidak menghambat cox-2, maka efeknya
sebagai antiradang di jaringan menjadi kecil. Di sisi lain, karena juga tidak
menghambat cox-1, maka efeknya terhadap gangguan lambung juga kecil, hal ini
disebabkan karena tidak mempengaruhi produksi prostaglandin jaringan yang
dibutuhkan untuk melindungi mukosa lambung, juga tidak memiliki efek
mengencerkan darah.
b. Asetosal
Senyawa ini banyak dijumpai dalam berbagai nama paten, salah satunya adalah
aspirin. Seperti obat analgesik lain, juga bekerja dengan cara menghambat sintesis
prostaglandin, yang terbentuk dari asam arakidonat pada sel tubuh dengan bantuan
cyclooxygenase (cox). Dengan penghambatan pada enzim cox, maka prostaglandin
tidak terbentuk dan nyeri/radang reda.

c. Ekstrak daun mimba


Senyawa kimia ini dibagi menjadi 2 golongan besar, yaitu golongan isoprenoid
(diterpenoid) dan triterpenoid (kanin) yang digunakan untuk mengobati rasa sakit.

Anda mungkin juga menyukai