Anda di halaman 1dari 5

Hari / Tanggal

Waktu
Tempat

: Kamis,03 Januari 2013


: 13.30 WIB selesai
: Laboratorium Patologi Klinik RSU Tidar Magelang

Tujuan
1. Untuk memeriksa secara mikroskopis bakteri tahan asam (BTA) dari jenis Mycobacterium
tuberculosis
2. Untuk mengetahui bakteri tahan asam (BTA) dari jenis Mycobacterium tuberculosis
Dasar Teori
TBC adalah penyakit infeksi yang menular yang di sebabkan oleh bakteri
mikrobakterim tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang, berwarna merah dan bersifat
asam sehingga dikenal Bakteri Tahan Asam (BTA). Ciri khas Mycobacterium
tuberculosis adalah basil tuberkel merupakan batang ramping lurus berukuran kira-kira
0,4 x 3m, memiliki bentuk batang berwarna merah dan bergerombol / berkelompok.
Penularanya yaitu melalui udara yang tercemar oleh bakteri mikrobakterium tuberkulosa
pada saat penderita batuk atau bersin, menyebar melalui pembuluh darah/kelenjar getah
bening dan pada anak-anak bersumber pada orang dewasa. Sasaran yang sering terkena
biasanya paru-paru, ginjal, tulang ,otak saluran pencernaan dan kelenjar getah bening.
Gejala umum penyakit TBC penderita mengalami demam tidak tinggi
berlangsung lama sering terjadi pada malam hari disertai dengan keringat, batuk berdarah
berlangsung selama lebih dari tiga hari, nafsu makan dan berat badan terus menurun dan
mengalami perasaan tidak enak/lemah. Gejala khusus penyakit TBC tergantung pada
organ yang terkena, apabila terjadi sumbatan pada bronkus akibat penekanan kelennjar
getah bening menimbulkan suara mengi, kalau ada cairan pada pleura akan disertai
dengan keluhan sakit dada, dan pada anak-anak akan mengenai otak dan sebagai
meningitis dengan gejala demam tinggi, kesadaran rendah dan kejang-kejang.
Metode
Reagen Ziehl Neelsen merupakan reagen yang digunakan dalam pemeriksaan
mikroskopis bakteri tahan asam (BTA) dari jenis Mycobacterium seperti Mycobacterium
tuberculosis, Mycobacterium leprae dan Mycobacterium lainnya.
Reagensia
Reagen Ziehl Neelsen meupakan reagen kit yang terdiri dari tiga macam reagen yaitu :
1. Carbol Fuchsin 0,3%
2. Asam Alkohol 3%
3. Methylen blue 0,3%
Prinsip
Dinding sel bakteri tahan asam yng terdiri atas lapisan peptidoglikan
dan senyawa lipida yang mempunyai sifat mudah menyerap sehingga bila diwarnai
dengan carbol fuchsin maka dinding sel tersebut akan meresap zat warna dengan baik
bila dipanaskan. Selanjutnya asam mycolat yang terdapat di pori-pori dinding sel akan
berikatan dengan fuchsin sehingga warna merah sulit dilunturkan dengan asam alkohol.
Sedangkan zat warna methylen blue merupakan counter stain sebagai warna dasar. Salah
satu bahan yang digunakan untuk mendiagnosa adalah dahak atau sputum. Dahak yang
diperiksa minimal 3-5 cc.

Dahak yang diambil adalah dahak yang kental kuning kehijauan dengan wakttu
pengambilan sebagai berikut :
1. Dahak sewaktu
: penderita datang berobat dengan keluhan apa saja
ke klinik.
2. Dahak pagi
: diambil pagi hari setelah bangun tidur.
3. Dahak sewaktu
: diambil sewaktu penderita mengantar dahak pagi
tersebut.
Sputum yang ada dimasukkan ke dalam pot dahak dengan diameter
lebar dan berulir pada bagian leher pot dahak. Tujuan diameter pot dahak lebar yakni agar
objek atau bahan yang akan dianalisa mudah dimasukkan ke dalam pot dahak. Sementara
tujuan leher pot berulir yakni memudahkan untuk membuka dan menutup tutup pot
dahak. Dan hal yang penting adalah menuliskan nama dan alamat atau identitas pasien di
permukaan pot dahak.
C.
1.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
2.
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Alat dan Bahan


Alat :
Lidi
Objek glass/ preparat
Bunsen
Mikroskop
Pinset
Rak pengecatan
Kertas saring
Rak pengering
Bahan :
Dahak
Carbol Fuchsin 0,3 % (Gambar 1)
Asam Alkohol 3 % (Gambar 1)
Methylen blue 0,3 % (Gambar 1)
Desinfektan
Air

(Gambar 1)

D. Cara Kerja
1. Pembuatan Preparat

(Gambar 2)
a. Mengambil lidi sampel dahak pada bagian purulen. (Gambar 2)
b. Menyebarkan secara spiral kecil-kecil dahak pada permukaan kaca sediaan dengan
ukuran 2x3 cm.
2. Pengeringan

a. Mengeringkan dahak yang ada pada kaca sediaan pada temperatur kamar.
b. Memasukkan lidi bekas kedalam wadah berisi disinfektan.
3. Fiksasi
a. Menjepit sediaan kaca menggunakan pinset dan fiksasi 2-3 kali melewati api bunsen.
b. Memastikan apusan menghadap ke atas.
4. Pewarnaan
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

Meletakkan sediaan dengan bagian apusan menghadap ke atas pada rak pengecatan
dengan jarak 1 jari antara satu sediaan dengan sediaan lainnya.
Menuanginya dengan carbol fuchsin 0,3 % melalui kertas saring sampai menutupi
seluruh permukaan sediaan.
Memanaskan dengan sulut api di bagian bawah sediaan sampai timbul uap (tidak sampai
mendidih).
Mendiamkannya selama 5 menit.
Membilas sediaan dengan air mengalir secara hati-hati.
Menggenangi sediaan dengan asam alkohol 3 % sampai semua warna merah fuchsi
luntur.
Membilas sediaan dengan air mengalir secara hati-hati.
Menggenangi sediaan dengan methylen blue 0,3 % selama 10-20 detik.
Membilas sediaan dengan air mengalir secara hati-hati.
Mengeringkan sediaan pada rak pengering.
Memeriksa sediaan dengan menggunakan mikroskop dengan perbesaran objektif 100x.

5. Pembacaan hasil
Membaca hasil melalui pengamatan mikroskop yang dibaca mulai dari ujung kiri ke
ujung kanan minimal 100 lapangan pandang, pada garis horisontal terpanjang.
E. Interpretasi Hasil
Menggunakan skala IUATLD :
Negatif : tidak ditemukan BTA minimal dalam 100 lapang pandang
Scanty
: 1-9 BTA dalam 100 lapang pandang (menuliskan jumlah BTA yang
ditemukan)
1+ : 10-99 BTA dalam 100 lapang pandang
2+ : 1-10 BTA setiap 1 lapang pandang ( memeriksa minimal 50 lapang pandang).
3+ : 10 BTA dalam 1 lapang pandang (memeriksa minimal 20 lapang pandang).
F. Hasil Pengamatan

Gambar 6. Dilihat dari mikroskop dengan perbesaran 100x


G. Pembahasan
1. Pada spesimen pertama tidak di temukan adanya infeksi penyakit TBC dengan di
tandai tidak di temukan bakteri mikrobakterium tuberkulosa.
2. Pada spisimen kedua ditemukan adanya infeksi penyakit TBC dengan di tandai adanya
bakteri mikrobakterium tuberkulosa yang berwarna merah dan berbentuk batang.
Bakteri yang didapat adalah positif dan berwarna merah. Bakteri yang terlihat berbentuk
basil atau batang.
Bakteri TA
leukosit
l

Gambar 7. Dilihat dari mikroskop dengan perbesaran 100x


Dalam pengamatan ditemukan bakteri berbentuk basil berwarna merah, dan
diketahui bahwa bakteri tersebut adalah Mycobacterium tuberculosis.
Pada pengamatan yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa bakteri yang tampak
dengan perbesaran 100x bahwa dalam 1 lapang pandang terdapat 7 BTA. Dengan
demikian, bakteri tersebut positif bakteri tahan asam dengan nilai positif dua (+ +).
H. Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa didalam sampel
dahak terdapat bakteri Mycobacterium tuberculosis yang mempunyai sifat khusus, yakni
tahan terhadap asam pada pewarnaan karena dari pengamatan terilhat bahwa bakteri
Mycobacterium tuberculosis berbentuk basil ,berwarna merah setelah diberi carbol
fuchsin, dan dari pengamatan yang telah dilakukan, bateri bakteri tersebut positif bakteri
tahan asam dengan nilai positif dua (+ +). Oleh karena itu, dahak dapat menjadi faktor
penularan tuberculosis yakni dari meludah sembarangan, batuk sembarangan.

Pe