Anda di halaman 1dari 3

Teamwork

Oleh: Johanes Papu


Team e-psikologi

Dalam dunia usaha, penggunaan teamwork seringkali merupakan solusi terbaik untuk
mencapai suatu kesuksesan. Teamwork yang solid akan memudahkan manajemen dalam
mendelegasikan tugas-tugas organisasi. Namun demikian untuk membentuk sebuah team
yang solid dibutuhkan komitment tinggi dari manajemen. Hal terpenting adalah bahwa
teamwork harus dilihat sebagai suatu sumber daya yang harus dikembangkan dan dibina
sama seperti sumber daya lain yang ada dalam perusahaan. Proses pembentukan,
pemeliharaan dan pembinaan teamwork harus dilakukan atas dasar kesadaran penuh dari
team tersebut sehingga segala sesuatu berjalan secara normal sebagai suatu aktivitas
sebuah teamwork, meskipun pada kondisi tertentu manajemen dapat melakukan intervensi.

Definisi Teamwork?
Secara umum teamwork dapat didefinisikan sebagai kumpulan individu yang bekerjasama
untuk mencapai suatu tujuan. Kumpulan individu-individu tersebut memiliki aturan dan
mekanisme kerja yang jelas serta saling tergantung antara satu dengan yang lain. Oleh
karena itu sekumpulan orang yang bekerja dalam satu ruangan, bahkan didalam satu
proyek, belum tentu merupakan sebuah teamwork. Terlebih lagi jika kelompok tersebut
dikelola secara otoriter, timbul faksi-faksi di dalamnya, dan minimnya interaksi antar
anggota kelompok.
Ketika seseorang bekerja didalam kelompok (team), akan ada dua isu yang muncul.
Pertama adalah adanya tugas-tugas (task) dan masalah-masalah yang berhubungan dengan
pelaksanaan pekerjaan. Hal ini seringkali merupakan topik utama yang menjadi perhatian
team. Kedua adalah proses yang terjadi di dalam teamwork itu sendiri, misalnya bagaimana
mekanisme kerja atau aturan main sebuah team sebagai suatu unit kerja dari perusahaan,
proses interaksi di dalam team, dan lain-lain. Dengan kata lain proses menunjuk pada
semangat kerjasama, koordinasi, prosedur yang harus dilakukan dan disepakati seluruh
anggota, dan hal-hal lain yang berguna untuk menjaga keharmonisan hubungan antar
individu dalam kelompok itu. Tanpa memperhatikan proses maka sebuah teamwork tidak
akan memiliki nilai apa-apa bagi perusahaan dan hanya akan menjadi sumber masalah bagi
perusahaan dalam pembentukan sebuah teamwork. Sebaliknya jika proses tersebut ada
dalam sekumpulan orang yang bekerjasama, maka performance mereka akan meningkat
karena akan mendapat dukungan secara teknis maupun moral.

Mengapa Teamwork Diperlukan?


Teamwork merupakan sarana yang sangat baik dalam menggabungkan berbagai talenta dan
dapat memberikan solusi inovatif suatu pendekatan yang mapan. selain itu ketrampilan dan
pengetahuan yang beranekaragam yang dimiliki oleh anggota kelompok juga merupakan
nilai tambah yang membuat teamwork lebih menguntungkan jika dibandingkan seorang
individu yang brilian sekalipun.
Sebuah team dapat dilihat sebagai suatu unit yang mengatur dirinya sendiri. Rentangan
ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki anggota dan self monitoring" yang ditunjukkan
oleh masing-masing team memungkinkannya untuk diberikan suatu tugas dan
tanggungjawab. Bahkan ketika suatu masalah tersebut dapat diputuskan oleh satu orang
saja, melibatkan teamwork akan memberikan beberapa keuntungan. Keuntungan tersebut
adalah: pertama keputusan yang dibuat secara bersama-sama akan meningkatkan motivasi

team dalam pelaksanaanya. Kedua, keputusan bersama akan lebih mudah dipahami oleh
team dibandingkan jika hanya mengandalkan keputusan dari satu orang saja.
Bila dilihat dari perspektif individu, dengan masuknya ia kedalam suatu kelompok (team)
maka hal tersebut akan menambah semangat juang/motivasi untuk mencapai suatu
prestasi yang mungkin tidak akan pernah dapat dicapai seorang diri oleh individu tersebut.
Hal ini dapat terjadi karena team mendorong setiap anggotanya untuk memiliki wewenang
dan tanggungjawab sehingga meningkatkan harga diri setiap orang.

Siklus Hidup Sebuah Teamwork


Secara umum perkembangan suatu team dapat dibagi dalam 4 tahap:

Forming, adalah tahapan dimana para anggota setuju untuk bergabung dalam suatu
team. Karena kelompok baru dibentuk maka setiap orang membawa nilai-nilai,
pendapat dan cara kerja sendiri-sendiri. Konflik sangat jarang terjadi, setiap orang
masih sungkan, malu-malu, bahkan seringkali ada anggota yang merasa gugup.
Kelompok cenderung belum dapat memilih pemimpin (kecuali team yang sudah
dipilih ketua kelompoknya terlebih dahulu).
Storming, adalah tahapan dimana kekacauan mulai timbul di dalam team.
Pemimpin yang telah dipilih seringkali dipertanyakan kemampuannya dan anggota
kelompok tidak ragu-ragu untuk mengganti pemimpin yang dinilai tidak mampu.
Faksi-faksi mulai terbentuk, terjadi pertentangan karena masalah-masalah pribadi,
semua ngotot dengan pendapat masing-masing. Komunikasi yang terjadi sangat
sedikit karena masing-masing orang tidak mau lagi menjadi pendengar dan sebagian
lagi tidak mau berbicara secara terbuka.

Norming, adalah tahapan dimana individu-individu dan sub-group yang ada dalam
team mulai merasakan keuntungan bekerja bersama dan berjuang untuk
menghindari team tersebut dari kehancuran (bubar). Karena semangat kerjasama
sudah mulai timbul, setiap anggota mulai merasa bebas untuk mengungkapkan
perasaan dan pendapatnya kepada seluruh anggota team. Selain itu semua orang
mulai mau menjadi pendengar yang baik. Mekanisme kerja dan aturan-aturan main
ditetapkan dan ditaati seluruh anggota.

Performing. Tahapan ini merupakan titik kulminasi dimana team sudah berhasil
membangun system yang memungkinkannya untuk dapat bekerja secara produktif
dan efisien. Pada tahap ini keberhasilan team akan terlihat dari prestasi yang
ditunjukkan.

Ketrampilan yang Diperlukan


Ada dua ketrampilan utama yang seharusnya dimiliki oleh anggota sebuah teamwork, yaitu:

Ketrampilan managerial (Managerial Skills), termasuk kemampuan dalam membuat


rencana kerja, menentukan tujuan, memantau kinerja, memonitor perkembangan
dan memastikan pekerjaan telah dilakukan secara benar, dan lain-lain.
Ketrampilan interpersonal (Interpersonal Skills), termasuk kemampuan
berkomunikasi, saling menghargai pendapat orang lain dan kemampuan menjalin
hubungan interpersonal dengan orang lain.

Dengan menjadi anggota suatu organisasi atau perusahaan maka secara tidak langsung Anda
sudah menempatkan diri menjadi anggota sebuah teamwork. Nah, sudahkah Anda
mempersiapkan diri dengan memiliki ketrampilan-ketrampilan seperti yang disebutkan
diatas? (jp)