Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Laporan F6. Upaya Pengobatan Dasar


Topik : Demam Typhoid
Diajukan dalam rangka praktek klinis dokter internsip sekaligus sebagai bagian dari persyaratan
menyelesaikan program internsip dokter Indonesia di Puskesmas Pandaan Kabupaten Pasuruan

disusun oleh :
dr. Anggasta Vasthi

Program Dokter Internsip Indonesia


Kabupaten Pasuruan

Jawa Timur

Halaman Pengesahan
Laporan Upaya Kesehatan Masyarakat
Laporan F6. Upaya Pengobatan Dasar
Topik : Demam Typhoid
disusun oleh :
dr. Anggasta Vasthi
Telah diperiksa dan disetujui pada tanggal 26 Februari 2014

Oleh
Pembimbing Dokter Internsip Puskesmas Pandaan

dr. Titin Yuliani


NIP. 197605012010012004

Laporan Kasus
1. Identitas Pasien
Nama

: An. O

Jenis Kelamin

: Perempuan

Umur

: 6 tahun 7 bulan

Berat badan

: 15 kg

Alamat

: Pandaan

Agama

: Islam

Suku

: Jawa

2. Pemeriksaan Pasien
2.1 Anamnesis (Heteroanamnesis dari ibu pasien)
Keluhan Utama
Demam
Riwayat Penyakit Sekarang
Demam sejak 4 hari yang lalu, awalnya sumer-sumer tetapi semakin lama semakin tinggi. Suhu
pasien lebih tinggi pada malam hari dibandingkan pagi hari. Suhu tertinggi yang pernah diukur
adalah 388C. Selain demam, pasien juga mengeluh badannya lemas dan nafsu makan menurun.
Pasien juga belum buang air besar sejak 4 hari yang lalu.
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya.
Riwayat Penyakit Keluarga
Keluarga tidak ada yang mempunyai keluhan yang sama dengan pasien.
Riwayat Antenatal

Pasien adalah anak pertama dari dua bersaudara. Kehamilan cukup bulan, umur ibu saat hamil 20
tahun. Selama hamil, ibu pasien tidak pernah menderita sakit atau meminum jamu maupun obatobatan.
Riwayat Natal
Pasien lahir secara spontan per vaginam, umur kehamilan 9 bulan, lahir ditolong bidan di
Puskesmas. Berat badan lahir pasien: 3100 gram. Saat lahir, pasien langsung menangis, riwayat
kuning maupun biru disangkal.
Riwayat Tumbuh Kembang
Pasien mulai bisa duduk saat berumur 6 bulan, berjalan umur 1 tahun.
Riwayat Gizi
Pasien mendapat ASI sampai umur 6 bulan. Saat ini pasien makan nasi 3 kali sehari. Pasien tidak
suka makan sayur dan buah-buahan. Pasien suka membeli makanan di pinggir jalan.
Riwayat Imunisasi
Imunisasi pasien lengkap.

2.2 Pemeriksaan fisik


1. Keadaan umum
Keadaan Sakit

: cukup

Kesadaran

: compos mentis, GCS : 456

Suhu badan (aksiler) : 37,5 C


Nadi

: 88 kali /menit, teratur, kuat angkat cukup

Tekanan darah

: tidak diukur

Pernapasan

: 20 kali/menit

Suara bicara

: normal

Gizi

: berat 20kg, tinggi: tidak diukur

Kulit

- tonus

: normal

- turgor

: normal

- anemia

:-

- sianosis

: jari dan mukosa bibir kebiruan (-)

- ikterus

: negatif

- peluh

: tidak ada keringat

2. Kepala dan Leher


Umum

: dalam batas normal

Rambut

: hitam jarang, tidak ada rambut rontok, rambut kemerahan (-)

Mata

:
- konjungtiva : anemis (+)
- sclera

: ikterus (-)

- pupil

: bulat, isokor, diameter 3 mm / 3 mm

- visus

: VOD/VOS>3/60

Telinga

: normal

Hidung

: normal

Mulut

:Gusi tidak ada pembengkakan. Lidah normal. Tidak ada perbesaran tonsil.

Tenggorokan tidak ada hiperemi. Tidak terdapat sariawan. Terdapat lidah kotor.
Leher
- Umum

: simetris

- Kelenjar limfe

: tidak ada pembesaran

- Trakea

: di tengah (tidak ada deviasi)

- Tiroid

: tidak ada pembesaran

- Vena jugularis

: tidak ada peningkatan Jugular Venous Pressure

- Arteri carotis

: teraba normal, reguler

3. Thorax
Umum
Bentuk

: normal

ICS

: kanan kiri simetris (tidak melebar)

Retraksi

: tidak ada penarikan otot bantu nafas

Kulit

: dalam batas normal, spider nevi (-)

Axilla

: dalam batas normal, tidak ada perbesaran kelenjar axilla

Paru
Pemeriksaan
INSPEKSI
Bentuk
Pergerakan
PALPASI
Pergerakan
Fremitus raba

Kiri

Belakang
Kanan Kiri

+
-

+
-

+
-

+
-

Sonor

Sonor

sonor

sonor

Sonor

Sonor

sonor

sonor

Sonor
-

Sonor
-

sonor
-

sonor
-

Simetris
Simetris
Simetris
Simetris

Nyeri
PERKUSI
Suara ketok

Nyeri ketok
Tinggi diafragma
AUSKULTASI

Depan
Kanan

Normal di ICS VI
Vesikuler Vesikuler versikuler vesikuler

Suara nafas

Vesikuler Vesikuler vesikuler vesikuler


Vesikuler Vesikuler versikuler vesikuler
+
+
+
+

Fremitus auditori

Normal

Suara amforik
Suara tambahan paru/pleura:

+
-

+
-

+
-

+
-

Suara gesek pleura

Mediastinum
Suara Percakapan
Bronkofoni/Egofoni

Ronkhi

Wheezing

Jantung dan Sistim Kardiovaskuler


-Tekanan Vena Sentral
Tidak ada peningkatan JVP, kesan normal
-Jantung
Inspeksi
Iktus

: tampak di ICS 5 MCL kiri

Pulsasi jantung

: tidak tampak

Palpasi
Iktus

: teraba di ICS V MCL kiri

Pulsasi jantung

: teraba di ICS V MCL kiri

Getaran (thrill)

: tidak ada

Perkusi
Batas kanan

: ICS III parasternal line dextra

Batas kiri

: ICS V midclavicular line sinistra

Auskultasi
Suara 1, suara 2

: tunggal

Suara 3, suara 4

: tidak ditemukan

Bising jantung

: tidak ditemukan

Systolic ejection click

: tidak ditemukan

Opening snap

: tidak ditemukan

Bising gesek perikard

: tidak ditemukan

4. Abdomen
Inspeksi
Bentuk

: flat

Umbilikus

: masuk merata

Kulit

: normal

Hernia

: tidak ada

Massa

: tidak tampak adanya massa

Roseolla spot

: tidak ada

Auskultasi
Peristaltik usus (bising usus): kesan menurun
Palpasi
Turgor

: normal

Tonus

: normal

Nyeri tekan

: tidak ada

Krepitasi

: tidak ada

Hepar

: tidak teraba

Lien

: tidak teraba

Ginjal

: tidak teraba

Kandung empedu : murphys sign: tidak diperiksa


Tes undulasi

: (-)

Perkusi
Suara

: timpani

Shifting dullness

: (-)

Asites

: tidak ada

5. Inguinal Genital Anus


Kulit

: normal

Hernia

: tidak ditemukan

Pembesaran KGB

: tidak ditemukan

Tumor dan deformitas

: tidak ditemukan

6. Extremitas
Ekstremitas Atas dan Bawah
Kulit

: kering, tampak kuning

Akral

: Hangat, kering, merah

Deformitas

: (-) / (-)

Erythema palmaris

: (-) / (-)

Edema

: (-) / (-)

Petechiae

: (-) / (-)

Refleks biceps

: ++ /++

Refleks triceps

: ++ /++

Refleks patologis

: (-) / (-)

2.3 Pemeriksaan Tambahan


Laboratorium:
Hb

: 12,3g/dL

Leukosit

: 11600/uL

Trombosit : 400000/uL
Hct

: 35

Widal

-O: 1/60
-H: 1/80

2.4 Diagnosis
Demam thypoid
2.5 Planning

Diagnosis

Gall culture
Ig M dan Ig G anti-Salmonella
Terapi

Tirah baring
Chloramphenicol tablet 3x250mg (50mg/kgBB/hari)
Paracetamol tablet 3x250mg (10mg/kgBB/kali)
Monitoring

: keluhan, vital sign, komplikasi

Edukasi

Makan makanan yang lunak

Menjaga kebersihan makanan dan minuman

Mencuci tangan sebelum makan

Mencuci tangan setelah buang air

Memasak makanan dengan baik

Tidak makan makanan yang setengah matang

Mengurangi makan makanan yang kebersihannya tidak terjamin

Memakai sumber air yang terjamin dan memasak air sebelum diminum atau digunakan
untuk memasak.

2.6 Analisis
Menurut teori terjadinya penyakit, penyakit yang terjadi dipengaruhi oleh host, agent, dan
environment. Host bisa dipengaruhi oleh jenis kelamin, umur, faktor genetik, status imunitas,
dan ras. Host pada kasus ini (yaitu pasien sendiri) merupakan seorang anak-anak, sehingga

sistem imunitasnya lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu, anak-anak
lebih mudah terserang penyakit. Agent bisa dibedakan menjadi agen biologis dan non
biologis. Pada kasus ini, yang lebih berperan adalah agen biologis, yaitu Salmonella.
Environment dibedakan menjadi lingkungan fisik, biologis, kimia, sosial-ekonomi, dan
budaya. Pada kasus ini yang berperan adalah lingkungan biologis, yaitu tercemarnya
makanan oleh Salmonella.

Pandaan, 26 Februari 2014


Peserta

dr. Anggasta Vasthi

Pendamping

dr. Titin Yuliani