Anda di halaman 1dari 5

A.

BADAN HUKUM
1. Pengertian Badan Hukum
Badan hukum (dalam bahasa Belanda : rechtpersoon) merupakan istilah hukum resmi
yang merupakan kesepakatan umum. Badan hukum ada dua jenis yaitu: badan hukum perdata
dan badan hukum publik. Badan hukum publik adalah Negara, contoh dari badan hukum
perdata yaitu peseroan terbatas.
Badan hukum memiliki rechtsbevoeg (kewenangan) yaitu kemampuan hukum
kecakapan melakukan suatu perbuatan hukum, artinya badan hukum dianggap seolah-olah
merupakan manusia yang adalah subjek hukum yang dapat melakukan perbuatan hukum,
namun perbuatan hukum yang dapat dilakukan sebuah badan hukum sangatlah terbatas,
missal badan hukum tidak dapat melakukan perbuatan hukum untuk menikah, bercerai dan
sebagainya.
2. Teori Badan Hukum
Berikut teori-teori badan hukum yang dijadikan dasar pembenar mengenai badan hukum
yaitu:
a) Teori Fiksi
Dipelopori oleh Friedrich Carl von Savigny (sarjana Jerman), menurutnya hanya
manusia saja yang mempunyai kehendak selanjutnya dikemukakan bahwa badan
hukum adalah suatu abstraksi, bukan merupakan suatu hal yang konkrit.
b) Teori Orgaan
Dikemukakan oleh Otto von Gierke (sarjana Jerman), menurutnya badan hukum itu
seperti manusia, menjadi penjelmaan yang benar-benar dalam pergaulan hukum,
badan hukum itu menjadi suatu badan yang membentuk kehendak dengan perantaraan
alat-alat atau organ-organ badan tersebut, misalnya anggota-anggotanya atau
pengurusnya seperti manusia yang mengucapkan kehendaknya dengan perantaraan
mulutnya atau dengan tangannya jika kehendak itu ditulis di atas kertas.
c) Leer Van Het Ambtelijk Vermogen
Ajaran tentang harta kekayaan yang dimiliki seseorang dalam jabarannya (ambtelijk
vermogen): suatu hak yang melekat pada suatu kualitas. Penganut ajaran ini
menyatakan tidak mungkin mempunyai hak jika tidak dapat melakukan hak itu. Untuk
badan hukum yang berkehendak yaitu para pengurus, maka pada badan hukum semua
hak itu diliputi oleh pengurus.
d) Teori Kekayaan Bersaman
Dikemukakan oleh Rudolf von Jhering, yang menganggap badan hukum sebagai
kumpulan manusia. Kepentingan badan hukum adalah kepentingan seluruh
anggotanya. Badan hukum bukan abstraksi dan organisme. Pada hakekatnya hak dan

kewajiban badan hukum adalah hak dan kewajiban anggota bersama-sama. Harta
kekayaan perseroan merupakan hak milik bersama seluruh anggota.
e) Teori Kekayaan Bertujuan
Dikemukakan oleh A. Brins (sarjana Jerman). Timbul dari collectiviteitsheorie.
Menurutnya hanya manusia yang dapat menjadi subjek hukum. Karena itu, badan
hukum bukan subjek hukum dan hak-hak yang diberi kepada suatu badan hukum pada
hakikatnya hak-hak yang tiada subjek hukum. Yang disebut hak-hak badan hukum,
sebenarnya hak-hak tanpa subjek hukum, karena itu sebagai penggantinya dalah
kekayaan yang terikat oleh suatu tujuan.
f) Teori Kenyataan Yuridis
Dikemukakan oleh E.M. Meijers (sarjana Belanda), menurutnya badan hukum
merupakan suatu realiatas, konkrit, riil, walaupun tidak dapat diraba, bukan khayal,
tetapi suatu kenyataan yuridis. Badan hukum adalah wujud yang riil, sama riilnya
dengan manusia dan lain-lain perikatan. Ini semua riil untuk hukum.
g) Teori dari Leon Duguit
Menurutnya, tidak ada persoon lain daripada manusia, akan tetapi manusiapun
sebagaimana perhimpunan dan yayasan tidak dapat menjadi pendukung dari hak
subjektif. Duguit tidak mengakui hak oleh hukum diberikan kepada subjek hukum
tetapi hanya melihat fungsi-fungsi sosial yang harus dilakukan subjek hukum.
3. Syarat Syarat Badan Hukum
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar suatu perkumpulan, badan atau
badan usaha dapat dikatakan mempunyai kedudukan sebagai suatu badan hukum. Syarat
syarat tersebut adalah :
a. Telah dipenuhi syarat yang diminta oleh perundang undangan. Persyaratan badan
hukum sebagaimana diminta peraturan perundang undangan adalah :
1) Dinyatakan dengan tegas bahwa suatu badan atau organisasi adalah badan hukum;
2) Tidak secara tegas disebutkan, namun dengan peraturan sedemikian rupa bahwa
badan itu adalah badan hukum. Misalnya Bank Tabungan Pos adalah badan
hukum berdasarkan undang undang;
3) Berdasarkan aturan umum;
4) Berdasarkan aturan khusus;
5) Pengesahan dari pemerintah
b. Telah dipenuhi syarat yang diminta oleh hukum kebiasaan
c. Kebiasaan dan yurisprudensi adalah sumber hukum yang formal. Sehingga apabila
tidak ditemukan syarat syarat badan hukum dalam perundang undangan dan
doktrin, orang berusaha mencarinya dalam kebiasaan dan yurisprudensi.
d. Doktrin
Doktrin atau anggapan dari kalangan hukum, baik pendapat seseorang atau beberapa
sarjana/ ahli hukum yang lazimnya namanya terkenal. Anggapan itu mengenai

peraturan hukum yang digunakan atau yang hendak diselesaikan. Dan dalam ilmu
hukum doktrin merupakan salah satu hukum formal.
Beberapa doktrin yang dipakai antara lain :
a) Sri Soedewi M.S. menjelaskan bahwa badan pribadi itu adalah manusia tunggal
dan disamping itu oleh hukum dapat diberikan kedudukan sebagai persoon kepada
suatu wujud yang disebut badan hukum. Status bagi badan hukum ini dapat
diberikan pada wujud wujud tertentu seperti : kumpulan orang yang bersama
bertujuan untuk mendirikan suatu badan berwujud perhimpunan, dan kumpulan
harta kekayaan yang disendirikan untuk tujuan tertentu, misalnya yayasan.
b) Wirjono projodikoro menjelaskan tentang ukuran atau kriteria badan hukum
adalah berdasarkan kebutuhan masyarakat dan berdasarkan ketentuan undang
undang.
4. Kedudukan Hukum Dari Badan Hukum
Dalam hukum kekayaan pada asasnya badan hukum sepenuhnya sama dengan
orang, sehingga selain itu dengan tegas dikecualikan, badan hukum mempunyai kemampuan
dalam hukum perikatan dan kebendaan. Badan hukum mampu melakukan hubungan
hubungan hukum atau mengadakan perjanjian perjanjian baik tertulis maupun tidak tertulis
dengan pihak ketiga, badan hukum memiliki hak perdata baik atas benda bergerak ataupun
tidak bergerak, benda berwujud ataupun tidak berwujud. Badan hukum dapat memakai nama
dan dapat melakukan perbuatan yang melawan hukum. Pengecualian dan batasan terhadap
kemampuan badan hukum biasanya diatur secara tegas dalam peraturan perundang
undangan. Misalnya UU Pokok Agraria No.5 Tahun 1960 yang menyebutkan badan hukum
dilarang memiliki tanah dengan status hak milik.

B. Hukum Pada Umumnya


Salah satu tujuan hukum adalah mengatur pergaulan hidup secara damai yang
diharapkan mampu mencapai rasa keadilan dalam masyarakat. Aristoteles memberikan
sumbangan beliau mengenai pembedaan keadilan distributif dan keadilan korektif atau
remedial. Keadilan distributif menitikberatkan pada perlakuan yang sama didepan hukum,
sedangkan keadilan korektif lebih menekankan pada ukuran teknis yang mengatur penerapan
perlindungan hukum terhadap atau bagi korban atau pihak yang dirugikan atas perilaku yang
merugikan dan dianggap bertentangan dengan hukum tanpa melihat pelakunya.
Hukum harus dapat diaplikasikan ke semua aspek kehidupan termasuk dalam dunia bisnis
atau usaha. Salah satu bentuk badan usaha yang paling banyak digunakan umtuk melakukan
usaha adalah perseroan terbatas. Dimana dalam perseroan terbatas ini yang paling berperan

ialah direksi. Sebagai manusia, direksi

dalam menjalankan usaha mustahil lepas dari

kesalahan yang mungkin bukan kesengajaan. Begitu pula dalam mengeluarkan suatu
keputusan yang justru menimbulkan kerugian bagi perseroan.
C. Fungsi Asas Asas Hukum
Herlien budiono mengatakan bahwa ciri bersama dari asas asas dan aturan adalah
bahwa keduanya memberikan arahan atau pedoman bagi sikap tindak manusia dan sebab
itu keduanya dapat dipergunakan sebagai patokan atau ukuran untuk menilai perbuatan
manusia.
Argumen hukum dibentuk dengan merujuk pada pemikiran pemikiran yang sangat
berpengaruh (doktrin) dan putusan putusan badan peradilan. Pemikiran dalam asas hukum
bagaimanapun juga tidak terpisahkan dari hukum. Asas hukum haruslah diperjuangkan
bukan pada tataran penilaian rasional manusia melainkan pada tataran kesusilaan. Asas asas
hukum tidak sekedar bersifat umum, melainkan juga bersifat terberi dan niscaya. Bila tidak
demikian halnya, maka hilanglah karakter sebagai asas.

TUGAS RESUME
PENGANTAR HUKUM BISNIS

BADAN HUKUM

oleh:
Nama

: Ni Made Suari

NIM

: 1306305017

No. Absen : 35

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Udayana
2014