Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PENDAHULUAN CLINICAL STUDY 2

Departemen Maternitas

Ca Ovarium

Oleh:
Reza Fitra Kusuma Negara
0910720010

JURUSAN ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2013

1. Definisi
Kanker ovarium adalah kanker yang berkembang di sel-sel yang menunjang ovarium,
termasuk sel epitel permukaan, sel germinal, dan sel stroma (Syafrudin & Hamidah, 2007).
2. Etiologi dan Faktor Predisposisi
Etiologi dari kanker ovarium belum diketahui secara pasti. Faktor predisposisi menurut
Sinclair (2009) adalah :
a. Nuliparitas dan paritas rendah.
b. Diet tinggi lemak.
c. Anovulasi
d. Pengunaan badan perineum
e. Infeksi gondongan sebelum menarke
f.

Induksi ovulasi pada wanita infertil (kontroversial)

g. Gaya hidup kurang gerak


h. Dua kerabat garis pertama menderita kanker ovarium (berisiko 50%)
3. Klasifikasi
Klasifikasi Kanker Ovarium yaitu terdiri dari :
a. Tumor epithelial
Tumor epitelial ovarium berkembang dari permukaan luar ovarium. Pada umumnya
jenis tumor yang berasal dari epitelial adalah jinak. EOCs (epitelial ovarium
carcinomas) merupakan jenis tumor yang paling sering (85-90%) menjadi penyebab
kematian terbesar dari jenis kanker ovarium. Gambaran tumor epitelial yang secara
mikroskopis tidak jelas teridentifikasi sebagai kanker dinamakan sebagai tumor
bordeline atau tumor yang berpotensi ganas (LMP : Low Malignan Potential). Beberapa
gambaran EOC dari pemeriksaan mikroskopis berupa serous, mucous, endometrioid
dan sel jernih.
b. Tumor germinal
Tumor sel germinal berasal dari sel yang menghasilkan ovum atau telur. Umumnya
tumor germinal adalah jinak meskipun beberapa menjadi ganas. Bentuk keganasan sel
germinal terutama adalah teratoma, dysgerminoma, dan tumor sinus endodermal.
Insiden keganasan tumor germinal terjadi pada usia muda kadang di bawah usia 20
tahun, sebelum era kombinasi kemoterapi harapan hidup satu tahun kanker ovarium

germinal stadium dini hanya mencapai 10-19%. Sekarang ini 90 % pasien kanker
ovarium germinal dapat disembuhkan dengan fertilitas dapat dipertahankan.
c. Tumor stromal
Tumor ovarium stromal berasal dari jaringan penyokong ovarium yang memproduksi
hormon estrogen dan progesteron. Jenis tumor ini jarang ditemukan. Bentuk yang
didapat berupa tumor theca dan tumor sel sartoli-leydig termasuk kanker dengan
derajat keganasan yang rendah.
4. Manifestasi Klinis
a. Kelainan gastrointestinal (sulit defekasi)
b. Hilang/menurunnya berat badan tanpa sebab yang jelas
c. Ketidaknyamanan pada panggul atau sakit perut
d. Pembengkakan di perut dan daerah panggul
e. Lelah berlebihan
f.

Perdarahan pasca-menopause abnormal

g. Sakit saat melakukan hubungan seksual


(Syafrudin & Hamidah, 2007).

5. Patofisiologi

6. Pemeriksaan Penunjang

7. Penatalaksanaan Medis
Penatalaksanaan kanker ovarium merupakan hal yang kompleks dan seharusnya hanya
dilakukan di pusat ginekologis yang telah diakui dengan tim multidisiplin spesialistik yang
berpengalaman melakukan perawatan wanita dengan penyakit ini. Penatalaksanaan
mencakup:
a. Pembedahan
Untuk diagnosis histologis, mengecilkan tumor sebelum kemoterapi, dan mengangkat
uterus, tuba, ovarium, dan omentum mayor.
b. Kemoterapi (berbasis platinum, misalnya sisplatin atau karboplatin dengan paklitaksel)
Terutama pada penyakit stadium lanjut yang tidak dapat disembuhkan dengan
pembedahan saja.
c. Layanan perawatan paliatif
Terapi paliatif diperlukan untuk memperbaiki kualitas hidup, misalnya mengeluarkan
asites atau efusi pleura untuk mengatasi distensi abdomen akut atau sesak napas.
(Ensiklopedi Keperawatan, 2009).
8. Daftar Pustaka
Ensiklopedi Keperawatan. 2009. Churchill Livingstones mini encyclopedia of nursing, 1 st Ed.
Ensiklopedi Keperawatan, Edisi 1, Hartono et al. (penterjemah). 2009, EGC, Jakarta,
Indonesia.
Sinclair C. 2009. A Midwifes Handbook. Buku Saku Kebidanan, Meiliya et al. (penterjemah).
2009. EGC, Jakarta.
Syafrudin dan Hamidah. 2009. Kebidanan Komunitas. EGC, Jakarta.