Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN KASUS

HAEMORRHAGIC STROKE
Kepaniteraan Klinik Stase Neurologi

Oleh :
Armi Naziati
2009 730 127

IDENTITAS
Nama

Usia
Agama

Tn. H
:

63 tahun

Islam

Pekerjaan :

Pensiunan

Alamat

Pulo Gadung

Suku

Sunda

ANAMNESIS
Anamnesis dilakukan aloanamnesis.
Keluhan utama : lemah badan mendadak sebelah
kanan sejak dini hari di hari ini.
Riwayat Penyakit Sekarang:
Pukul 03.00 wib pasien bangun tidur dan pergi ke
kamar mandi, kemudian mendadak pasien merasa
lemah badan sebelah kanan, bicara menjadi rero, dan
pasien tampak mengantuk terus-menerus dan tidak
sadarkan diri.
Sebelumnya pasien mengeluhkan nyeri kepala dan
pusing, mata berair, pasien tersedak saat diberi
minum, dan muntah (+).

Riwayat Penyakit Sekarang


Sebelumnya pasien tidak ada riwayat
trauma, nyeri kepala terus menerus (-),
keluhan demam tidak ada, tidak ada
riwayat kejang sebelumnya. Pasien
memiliki riwayat Stroke sekitar 1 tahun
yang lalu. Riwayat Hipertensi sudah
diderita sejak lama, namun tidak kontrol
teratur.

Riwayat Penyakit
Keluarga

Riwayat penyakit
dahulu

Tidak ada riwayat


hipertensi dalam
keluarga, begitu
juga dengan DM.
Tidak ada yang
menderita gejala
yang
sama
sebelumnya.

Riwayat Hipertensi
(+) namun tidak
kontrol rutin,
Riwayat Stroke (+)
1 tahun yang lalu.
Riwayat Diabetes
Melitus tidak pasti.

Riwayat Pengobatan

Riwayat Psikososial

Pasien tidak
berobat rutin untuk
hipertensinya.
Pengobatan stroke
1 tahun yang lalu
pun tidak tuntas.

Pasien seorang
pensiunan
melakukan
kegiatankegiatan ringan
saja di rumah.

PEMERIKSAAN DI IGD
(12 April, pkl 08.19 wib )
Anamnesis:
Os tiba-tiba tidak bisa menggerakkan kaki dan
tangan kanannya, terjadi saat pasien bangun
tidur.
Pemeriksaan Fisik:
Kesadaran: Compos mentis.
TD: 150/90 mmHg, RR 20 kali/mnt, P 80 kali/mnt,
Suhu 36,30C.
Parese N.VII kanan sentral, parese N.XII kanan
sentral.

STATUS GENERALIS
(Saat masuk Bangsal tgl 12 April
2014)
Keadaan umum:
Pasien tampak sakit sedang, posisi berbaring
terlentang dengan kondisi gelisah.
Kesadaran : Somnolen
TTV:
TD
Pulse

: 180/90 mmHg
: 64 kali/menit (regular)

RR
S

: 28 kali/ menit (reguler)


: 36,1 C

Status Interna
Mata : konjungtiva anemis (-), sclera ikhterik(-)
Mulut: mulut tidak dapat dibuka, bibir tertarik ke
bawah.
Leher : pembesaran KGB (-), JVP normal.
Thoraks
Pulmo: dada simetris kanan kiri, vesikuler, wh -/-, rho -/ Cor : BJ I, II murni reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen : cekung, supel, BU (+) normal, NT (-), Hepar


dan Lien tidak tampak membesar, Ballotement (-/-).
Ekstremitas atas dan bawah : otot tampak kaku,
edema (-), akral hangat, sianosis (-).

Status Neurologis
Kesadaran

: somnolen

R. Meningeal
- Kaku Kuduk

: (+)

- Lasegue sign

: tidak terbatas

- Kernig sign

: tidak terbatas

- Brudzinski I

: (-)

- Brudzinski II

: (-)

- Brudzinski III

: (-)

Status Neurologis
Saraf otak : Pupil bulat, isokor, ODS 2 mm,
reflex cahaya +/+, gerak bola mata baik ke
segala arah, parese N.VII kanan sentral.
Parese N.XII kanan sentral.
Motorik 2
0

5
5

Sensorik: tidak dapat dinilai


Vegetatif: baik
Fungsi luhur : baik

Status Neurologis

Laboratorium
GDP
: 126 mg
%
Ureum : 54,8 mg
%
Kreatinin : 1,2 mg
%
SGOT : 40 u/L
SGPT : 21 u/L
Kolesterol total :

HHTL :
-Hb : 11,9 g/dl
-leukosit : 12.100 /ul
-trombosit: 000/ul

Pemeriksaan Penunjang
yang disarankan
CT Scan.

RESUME

Pukul 03.00 wib pasien bangun tidur dan pergi


ke kamar mandi, kemudian mendadak pasien
merasa lemah badan sebelah kanan, bicara
menjadi rero, dan pasien tampak mengantuk
terus-menerus dan tidak sadarkan diri.

Sebelumnya pasien mengeluhkan nyeri kepala


dan pusing, mata berair, pasien tersedak saat
diberi minum, dan muntah (+).

RESUME
Sebelumnya pasien tidak ada riwayat trauma,
nyeri kepala terus menerus (-), keluhan demam
tidak ada, tidak ada riwayat kejang sebelumnya.
Pasien memiliki riwayat Stroke sekitar 1 tahun
yang lalu. Riwayat Hipertensi sudah diderita sejak
lama, namun tidak kontrol teratur.
Tidak ada riwayat hipertensi dalam keluarga,
begitu juga dengan DM. Tidak ada yang
menderita gejala yang sama sebelumnya. Pasien
tidak berobat rutin untuk hipertensinya.
Pengobatan stroke 1 tahun yang lalu pun tidak
tuntas.

RESUME

Keadaan umum:
Pasien tampak sakit sedang.
TTV:
TD
: 140/80 mmHg
Pulse
: 116 kali/menit (regular)
RR
: 36 kali/ menit (reguler)
S
: 36,5 C
Pemeriksaan fisik umum: tidak ada kelainan.
Pemeriksaan Neurologis
Kesadaran
: somnolen, kontak (+)
R. Meningeal
- Kaku Kuduk
: (-)
Saraf otak :
Pupil bulat, isokor, ODS 2 mm, reflex cahaya +/+, gerak
bola mata baik ke segala arah, parese N.VII kanan sentral.
Parese N.XII kanan sentral.
Motorik:

Sensorik
: tidak dapat dinilai.
Vegetatif
: baik
Fungsi luhur
: baik

Diagnosis
DIAGNOSIS KERJA
Stroke e.c Perdarahan Intra Serebral
Sistem Karotis kiri factor risiko hipertensi.

DIAGNOSIS BANDING
Stroke e.c Infark Serebri Sistem Karotis
kiri factor risiko hipertensi.

Pengobatan
PENGOBATAN DI IGD :
Infus A2 20 tetes/ menit
Piracetam 3x1 gr
Citicolin 2x 500 mg

Follow Up
13 April 2014
TD : 120/80 mmHg
Kesadaran: somnolen, kontak negatif.
Keluhan : nyeri kepala, lemas anggota gerak
sebelah kanan.
SO : Pupil bulat, isokor, ODS 2 mm, reflex
cahaya +/+, gerak bola mata baik ke segala arah,
parese N.VII kanan sentral. N.XII sulit dinilai.
Motorik: sulit dinilai
Sensorik: sulit dinilai
RF : BTR (+/+), KPR (+/+), APR (+/+)
RP : babinski (-/-), chaddok (-/-)

Follow Up

14 April 2014

TD : 110/70 mmHg

Kesadaran: somnolen, kontak negatif.

Keluhan : nyeri kepala, lemas anggota gerak sebelah kanan.

SO : Pupil bulat, isokor, ODS 5 mm, reflex cahaya -/-. gerak bola
mata sulit dinilai, parese N.VII kanan sentral. N.XII sulit dinilai.

Motorik: sulit dinilai

Sensorik: sulit dinilai

RF : BTR (+/+), KPR (+/+), APR (+/+)

RP : babinski (-/-), chaddok (-/-)

PERMASALAHAN
Bagaimana dasar diagnosa pada penderita
ini?

Definisi
Definisi stroke :
Gangguan fungsional otak fokal atau global
yang terjadi secara mendadak, yang
disebabkan oleh gangguan peredaran darah
otak (baik tersumbatnya aliran darah
maupun pecahnya pembuluh darah) dan
lebih dari 24 jam, dan mempunyai pola
gejala yang berhubungan dengan waktu.

Pada pasien ini


Terdapat defisit neurologis fokal :
Motorik : kelemahan pada satu sisi (hemiparese
kanan)
Motorik : 2
5
0
5

Parese N.VII & XII kanan sentral.


Sensorik : hemihipestesi kanan
Terdapat defisit neurologis global, yaitu berupa
penurunan kesadaran.
Keluhan terjadi secara tiba-tiba, yaitu setelah pasien
kembali dari kamar mandi pada dini hari tersebut.
Keluhan ini terjadi >24 jam mulai dari kejadian
sampai follow-up terakhir.

Diagnosis
Berdasarkan klinis anamnesis & pemeriksaan neurologis
Sistem skoring untuk membedakan jenis stroke
Algritma stroke Gajah Mada 3 tanda : penurunan
kesadaran, nyeri berat, dan
Skor stroke Allen
Skor stroke Sirriraj
CT-scan (gold standar) untuk membedakan infark dgn
perdarahan.
MRI lebih sensitif mdeteksi infark sereberi dini dan
infark batang otak.

Diagnosis
Skor stroke Siriraj
Rumus :
(2,5 x derajat kesadaran) + (2 x vomitus) +
(2 x nyeri kepala) + (0,1 x tek. Diastolik)
(3 x petanda ateroma) 12.
Hasil
Skor > 1 : perdarahan supratentorial
Skor < 1 infark serebri

Pada pasien ini


Kesadaran somnolen=1, Vomitus ada=1,
Nyeri kepala ada=1, ateroma tidak ada=0,
menjadi:
Rumus Skor stroke Siriraj:
(2,5 x 1) + (2 x 1) + (2 x 1) + (0,1 x 90) (3
x 0) 12 = 3.5
Berarti masuk ke dalam kriteria Stroke
Perdarahan.

Lesi Vaskuler
1) Sistem karotis
a.Motorik : hemiparese kontralateral, disartria
b.Sensorik
: hemihipestesi kontralateral, parestesia
c.Gangguan visual
: hemianopsia homonim
kontralateral, amaurosis fugaks
d.Gangguan fungsi luhur : afasia, agnosia
2) Sistem vertebrobasiler
a.Motorik : hemiparese alternans, disartria
b.Sensorik
: hemihipestesi alternans, parestesia
c.Gangguan lain : gangguan keseimbangan, vertigo,
diplopia

Pada pasien ini


Pada pasien ini
Pada pasien ini lokasi lesi vaskuler
kemungkinan sistem karotis kiri
- Hemiparese kanan, hemihipestesi kanan

Faktor resiko
Faktor risiko stroke dibagi atas faktor risiko yang
dapat dimodifikasi (modifiable) dan yang tidak dapat
dimodifikasi (nonmodifiable).
Faktor risiko stroke yang dapat dimodifikasi
diantaranya adalah hipertensi, penyakit jantung
(fibrilasi atrium), diabetes melitus, merokok,
konsumsi alkohol, hiperlipidemia, kurang aktifitas,
dan stenosis arteri karotis.
Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi antara lain
usia, jenis kelamin, ras/suku, dan faktor genetik.2,4

Pada pasien ini


Pada pasien ini
Pada pasien ini faktor resiko yang dapat
dimodifikasi, yaitu Hipertensi dengan TD
140/80 mmHg.

TINJAUAN
PUSTAKA

Stroke
Stroke ialah bencana atau gangguan peredaran
darah di otak. Dalam bahasa inggris dinamai juga
sebagai Cerebro-vascular Accident. Kata stroke
berarti pukulan (to strike). Dari kata ini dapat
disimpulkan bahwa timbulnya stroke ialah
mendadak. Kata lain untuk penyakit stroke ini ialah
brain attack, yaitu serangan otak.
Definisi Stroke menurut WHO : Gangguan
fungsional otak fokal atau global yang terjadi
secara mendadak , yang disebabkan oleh gangguan
peredaran darah otak (baik tersumbatnya aliran
darah mauoun pecahnya pembuluh darah)dan lebih
dari 24 jam. Dan mempunyai pola gejala yang
berhubungan dengan waktu.

Angka kejadian
stroke
Di negara industri penyakit stroke umumnya
merupakan penyebab kematian nomor tiga pada
kelompok usia lanjut, setelah penyakit jantung dan
kanker.
Namun, stroke paling banyak menyebabkan orang
cacat pada kelompok usia di atas 45 tahun. Banyak
penderitanya yang menjadi cacat, menjadi invalid,
tidak mampu lagi mencari nafkah seperti sediakala,
menjadi tergantung kepada orang lain, dan tidak
jarang menjadi beban bagi keluarganya. Beban ini
dapat berupa beban tenaga, beban perasaan dan
beban ekonomi.

Sirkulasi Darah pada Sistem


Saraf Pusat
Sirkulasi darah pada sistem saraf terbagi atas
sirkulasi pada otak dan medula spinalis.
Dalam keadaan fisiologik jumlah darah yang
dikirim ke otak sebagai blood flow cerebral
adalah 20% cardiac out put atau 1100-1200
cc/menit untuk seluruh jaringan otak yang
berat normalnya 2% dari berat badan orang
dewasa. Untuk mendukung tercukupinya
suplai oksigen, otak mendapat sirkulasi yang
didukung oleh pembuluh darah besar.

Klasifikasi stroke
Berdasarkan patologi anatomi dan penyebabnya
Stroke iskemik
Transient Ischemic Attack (TIA)
Thrombosis serebri
Embolia serebri
Stroke hemoragik
Perdarahan intra serebral
Perdarahan subarachnoid
Berdasarkan stadium / pertimbangan waktu
TIA
Stroke in - evolution
Completed stroke
Berdasarkan sistem pembuluh darah
Sistem carotis
Sistem vertebra-basilar.

Patomekanisme

Prognosis

Sekitar 50% penderita yang mengalami kesembuhan


dan kembali menjalankan fungsi normalnya.
Penderita lainnya mengalami kelumpuhan fisik dan
mental dan tidak mampu bergerak, berbicara atau
makan secara normal.
Sekitar 20% penderita meninggal di rumah sakit.
Yang berbahaya adalah stroke yang disertai dengan
penurunan kesadaran dan gangguan pernafasan atau
gangguan fungsi jantung.
Kelainan neurologis yang menetap setelah 6 bulan
cenderung akan terus menetap, meskipun beberapa
mengalami perbaikan.

PENATALAKSANAAN

Langkah yang pertama dan paling awal adalah ABC (Airway, Breathing,
dan Circulation).

Masalah dengan jalan nafas (Airway) pada pasien PIS, lebih sering timbul
dan mungkin membutuhkan intubasi dan ventilasi.

Jika peningkatan TIK dicurigai atau pasien menunjukkan gejala-gejala


herniasi (koma, dilatasi, pupil unilateral, third nerve palsy), hiperventilasi
(PaCO2 30 mmHg) harus dipastikan hingga terapi definitive dapat
dilakukan.

Pada pasien kecurigaan herniasi, harus mendapatkan terapi Mannitol (1


gr/IV bolus). Posisikan pasien dengan elevasi 300.

Mengatasi perdarahan

Vit K dan plasma beku

Protamin

Asam traneksamat

Terima Kasih