Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Indonesia merupakan

negara pertanian yang artinya bahwa pertanian

memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Hal ini


dapat ditunjukan dari banyaknya penduduk dan tenaga kerja yang hidup atau
bekerja dari sektor pertanian atau produk nasional yang berasal dari pertanian
(Mubyarto, 1994).
Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memiliki peran
dominan dalam mengantarkan peran perekonomian daerah pada tahap
pertumbuhan berkelanjutan. Sektor tanaman pangan diharapkan dapat berperan
dalam pertumbuhan dan dinamika perekonomian indonesia, sehingga mengangkat
kesejahteraan masyarakat pada kondisi yang lebih baik, disamping perannya
sebagai penyedia bahan pangan bagi seluruh penduduk dengan pola permitaan
yang semakin berkembang sesuai dengan meningkatnya pendapatan masyarakat.
Saat ini sekitar 75% penduduk Indonesia tinggal di wilayah pedesaan.
Jumlah tersebut lebih dari 54% menggantungkan hidup mereka kepada sektor
pertanian dengan tingkat pendapatan yang relatif rendah, apabila dibandingkan
dengan mereka yang tinggal di daerah perkotaan . Perbedaan pendapatan tersebut
berkaitan dengan produktivitas petani Indonesia, sementara hal ini tidak dapat
dilepaskan dari

berbagai faktor, antara lain: lahan yang dimiliki

kebijakan

pemerintah, intensif petani dan lain sebagainya (Loekman, 1998)


Usaha tani merupakan organisasi dari alam dan modal yang ditunjukan
kepada produksi dilapangan pertanian (Bactiar, 1980). Usaha tani kecil atau
usahatani keluarga berbeda dengan usahatani komersil. Usaha tani biasanya
dilakukan didaerah sempit yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga
pemilik usahatani tersebut. Petani akan cukup puas bila menerima hasil yang
cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, akan tetapi petani akan kecewa
apabila terjadi gagal panen dalam usaha taninya tersebut.
Peningkatan kebutuhan produk holtikultura menuntut adanya suatu cara
yang dapat meningkatkan efektifitas dan efesiensi produksi holtikultura. Seperti
halnya Desa Sumber Bening sistem pertanian konvensional dengan penggunaan

input-input dan faktor produksi serta pengeluaran yang ada dalam proses budidaya
ternyata kurang diperhatikan sehingga tidak adanya perencanaan dalam
melakukan kegiatan pertanian selanjutnya yang berefek pada pendapatan yang
diterima.

Sehingga

dibutuhkan

struktur

usahatani

dan

pengembangan

agribisnisnya. Struktur dalam usahatani menunjukan dan memberikan informasi


tentang suatu perencanaan kegiatan usahatani selanjutnya. Sehingga petani dapat
memprediksi pendapatan yang akan didapatkan di usahatani selanjutnya.
B. Tujuan praktikum
1 Untuk mengetahui karakteristik Petani
2 Untuk mengetahui struktur penerimaan keluarga petani
3 Untuk mengetahui struktur pengeluaran keluarga petani
4 Untuk mengetahui struktur pendapatan petani
5 Untuk mengetahui kelembagaan Usaha tani

BAB II
GAMBARAN UMUM DAERAH PRAKTIKUM
Desa Padang Jaya terbentuk berawal dari program pemerintahan melalui
transmigrasi yang berasal dari Jawa Barat, jawa Tengah, Jawa Timur, dan D.I
Yogyakarta sebanyak 500 kepala keluarga pada tahun 1978 yang dipimpin oleh
Kepala Unit Pemukiman Transmigrasi (KUPT) Bapak Siuparman, B.SC dengan

nama Kuro Tidur Unit III (tiga). Sampai dengan tahun 1982 terjadi pergantian
pimpinan KUPT yaitu Bapak Cahyo Bc.HK dan pada tahun 1983 Kuro Tidur Unit
III saat itu resmi diserahkan oleh Departemen Transmigrasi Republik Indonesia
kepada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.
Dalam perkembangannya atas musyawarah tokoh Masyarakat , tokoh
Agama dan elemen masyarakat lainnya yang dimotori oleh W. Sunardi (Alm),
S.Parjono (Alm), Drs. Supardi PA dan Bapak Darmo Sutoyo (Alm) bekerjasama
dengan tokoh-tokoh masyarakat lainnya disepakati dengan nama Kuro Tidur Unit
III menjadi Desa Padang Jaya yang saat itu dipimpin oleh seorang PJS Kepala
Desa Bapak Darmo Sutoyo (Alm) penduduk dari warga transmigrasi asal Jawa
Tengah.
Seiring dengan perkembangan dan berjalannya waktu, didesa Padang Jaya
sampai saat ini terjadi pergantian pimpinan kepala desa seperti uraian dibawah
ini :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Periode 1983-1985 dipimpin oleh seorang PJS yaitu Bapak Darmo Sutoyo
Periode 1985-1993 dipimpin oleh Bapak Darmo Sutoyo
Periode 1993-2000 dipimpin oleh Bapak Suratno
Periode 2000-2001 dipimpin oleh Bapak Samiyono
Periode 2001-2006 dipimpin oleh Bapak sutaryo
Periode 2006-2008 dipimpin oleh seorang PJS, yaitu Bapak Sutaryo
Periode 2008-sekarang dipimpin oleh Bapak Kusdi
Periode sp 2013 s/d seakrang dipimpin oleh Bapak Kusdi

A. Keadaan Penduduk
1. Berdasarkan Kelompok Umur
Jumlah penduduk menurut umur didesa Padang Jaya Dusun I tahun
2012 dapat dilihat tabel dibawah ini :
Tabel 1
No

1
2

: Jumlah Penduduk
Jenis
Karakteristik Kelamin

Jumlah Persentase

umur
(tahun)

Pria

Wanita

(orang) (%)

0-4
5- 9

26
35

23
33

49
68

5.66
7.86

Rata-Rata

0.05
0.07

3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
Jumlah

10-14
15-19
20-24
25-29
30-34
35-39
40-44
45-49
50-54
55-59
60-64
65-69
70-74
75

31
35
37
38
50
38
32
33
25
20
18
11
7
14

32
32
38
37
44
37
30
31
22
20
15
8
6
7

450

415

63
67
75
75
94
75
62
64
47
40
33
19
13
21
865

7.28
7.74
8.67
8.67
10.86
8.67
7.16
7.39
5.43
4.62
3.81
2.19
1.50
2.42

0.07
0.07
0.08
0.08
0.10
0.08
0.07
0.07
0.05
0.04
0.03
0.02
0.01
0.02

100

(Sumber: Perkembangan Penduduk Desa Padang Jaya, 2012)

Menurut data yang didapat didesa Padang Jaya, hanya ada jumlah
penduduk dan jumlah kepala keluarga saja yang ada ditiap-tiap dusun. Dan
untuk jenis kelamin tidak dilampirkan.
2. Berdasarkan Pendidikan
Tingkat pendidikan formal tertinggi didesa Padang Jaya adalah SD
(Sekolah Dasar) sebanyak 1353 orang, kemudian penduduk yang
bersekolah SLTP (Sekolah Menengah Pertama) berjumlah 1061 orang,
SLTA (Sekolah Lanjut Tingkat Atas) berjumlah 1330, SARJANA
berjumlah 147 orang, dan yang tidak atau belum sekolah berjumlah 305
orang.
Dengan pendidikan yang terbesar didesa Padang Jaya adalah SD
(Sekolah Dasar), maka hal ini menunjukan bahwa tingkat pendidikannya
secara umum masih rendah. Pendidikan yang rendah akan mempengaruhi
petani dalam proses pengambilan keputusan untuk melaksanakan usaha
taninya. Hal ini menunjukan bahwa petani belum memiliki dasar yang
cukup kuat untuk menerima tekologi baru guna mengembangkan usaha
taninya. Adapun

tingkat pendidikan masyarakat Padang Jaya adalah

Sarjana 147 orang , lulusan SD 1353, lulusan SLTP 1061, lulusan 1330,
Pra sekolah 305, jadi jumlahnya 4196 yang pernah berada didunia
pendidikan.

3. Berdasarkan Mata Pencarian


Berdasarkan Mata Pencarian penduduk desa Padang Jaya, yang
bekerja sebagai Petani 1525 orang, Pedagang 268 orang , Buruh 177 orang
dan 225 orang.
Dari data di atas dapat dilihat bahwa penduduk dengan mata
pencarian sebagai petani yang paling banyak yaitu sebanyak 1525 orang.
Sedangkan mata pencarian yang lainnya dapat di lihat dari data diatas.
B. Keadaan Lahan
1. Batas Wilayah
Desa Padang Jaya terletak didalam wilayah Kecamatan Padang Jaya
Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu dengan batas-batas sebagai
-

berikut :
Sebelah Utara berbatasan dengan Talang Kubrp Desa Talang Tua
Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Marga Sakti/ADC/Air Padang
Sebelah Selatan bebatasan dengan Desa Talang Tua, Arga Mulya, dan
Tanjung Harapan
Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sido Mukti/Air Kotok
Luas Wilayah Desa Padang Jaya 1550 hektar dengan keadaan tanah

datar sedikit berbukit/bergelombang. Iklim desa Padang Jaya sebagaimana


desa-desa lain diwilayah indonesia mempunyai iklim kemarau dan penghujan.
Hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam pada lahan
pertanian yang ada di Desa Padang Jaya Kecamatan Padang Jaya.
2. Tata Guna Lahan
Desa Padang Jaya mempunyai luas wilayah . Penggunaan lahan menurut
fungsinya dapat dilihat berdasarkan tabel dibawah ini :
Tabel 2 : Distribusi Penggunaan Lahan Desa Padang Jaya Tahun 2012
No
1
2
3
4
5
6
7

Lahan
Luas Permukiman
Luas Persawahan
Luas Perkebunan
Luas Kuburan
Luas Perkarangan
Luas Perkantoran
Luas Prasarana Umum

Lainnya
Sub-Total Luas
Tanah Sawah
a. Sawah Irigasi Teknis
b. Sawah Irigasi
Teknis
Sub- Total Tanah Sawah

Luas (ha/m2)
150
50
796
4
300
30
20
1350
20
30
50

10
11

Tanah Kering
a. Tegal/Ladang
b. Pemukiman
c. Perkarangan
Sub-Total Tanah Kering
Tanah Rawa
Tanah Perkebunan

796
150
300
1246
10
650

Perorangan

Lanjutan table
N
o
12

Lahan

Luas
(ha/m2)

Tanah Fasilitas Umum


a. Kebun Desa
b. Lapangan Olah Raga
c. Perkantoran Pemerintah
d. Tempat Pembuangan

Sampah
e. Pertokoan
d. Fasilitas pasar
e. Terminal
f. Jalan
g. Daerah Tangkapan air
h. Usaha perikanan
Sub-Total Luas
Total

4
1
30
0,5
1
2
1
35
10
1
89,5
3395, 5

(Sumber: Daftar Isian Potensi Desa dan Kelurahan, 2012)

3. Keadaan Topografi
Tabel 3 : Bentangan Wilayah
N
o
1
2
3
4

Lahan

Luas

Desa/Kelurahan dataran

(ha/m2)
1280

rendah
Desa/Kelurahan kawasan rawa 50
Desa/Kelurahan aliran sungai 20
Sub- Total
1350
Letak

a. Desa/

Kelurahan

Perkantoran

Lanjutan Tabel
N

Luas (ha/m2)

Lahan

(Sumber:

o
a. Desa/Kelurahan

Isian Potensi Desa


dan

kawasan
perkantoran/bisnis
b. Desa/Kelurahan
10
Jarak ke Ibu Kota Kecamatan
kawasan campuran
Lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan
c. Desa/Kelurahan
dengan kendaraan bermotor
1
kawasan industri
Lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan
d. Desa/Kelurahan rawan
dengan berjalan kaki atau kendaraan non
banjir
50
bermotor
e. Desa/Kelurahan bebas
Kendaraan umum ke ibu kota kecamatan
banjir
Jarak ke ibu kota kabupaten/kecamatan
1300
f. Desa/Kelurahan rawan
Lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten
jalur gempa bumi
dengan kendaraan bermotor
Sub-Total Letak
150
Lama jarak tempuh ke ibu kota kabupaten
dengan berjalan kaki kendaraan
Lanjutan Tabel
Kendaraan
umum
ke
ibu

Daftar

Kelurahan,

2012)

Tabel 4 Orbitasi
0-2 km
0,12 jam
0,30 jam

Ada/tidak
0,30 jam
1,00 jam
5 unit

Ada/ti
dak

1542
kota 80 km

kabupaten/kota
Jarak keibu kota provinsi
Lama jarak tempuh ke ibu kota provinsi 2 jam
dengan kendaraan bermotor
Lama jarak tempuh ke ibu kota provinsi 5 jam
dengan berjalan kaki atau kendaraan non
bermotor
Kendaraan umum ke ibu kota provinsi

5 unit

Ada/ti
dak

(Sumber: Daftar Isian Potensi Desa dan Kelurahan, 2012)

a. Keadaan Sarana/Prasarana
Desa Padang Jaya memiliki berbagai macam sarana dan prasarana dapat di
lihat dari tabel di bawah ini :

Tabel 5 Sarana dan Prasarana Desa


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Sarana/Prasarana
Balai Desa
Kantor Desa
Puskesmas Pembantu
Masjid
Mushola
Pos Kamling
TK
PAUD
SD Negeri
SLTP Negeri
SMA Negeri
Madrasah Diniah Awaliyah
Tempat Pemakaman Umum
Sungai

Jumlah/Volume/m2
1 unit
1 unit
1 unit
10 unit
12 unit
15 unit
2 unit
2 unit
3 unit
1 unit
1 unit
2 unit
3 lokasi
5000 m2

Keterangan
Layak ada
Layak ada
Layak ada
Layak ada
Layak ada
Layak ada
Layak ada
Layak ada
Layak ada
Layak ada
Layak ada
Layak ada
Layak ada
Layak ada

15
16
17
18

Lanjutan Tabel
Jalan Tanah
Jalan Keral
Jalan Poros/Hot Mix
Jalan aspal Penetrasi

3000 m2
7000 m2
5000 m2
2000 m2

Layak ada
Layak ada
Layak ada
Layak ada

(Sumber: Daftar Isian Potensi Desa dan Kelurahan, 2012)

b. Keadaan Usaha Tani


Usahatani adalah seluruh organisasi dari alam, tenaga kerja, modal dan
manajemen yang ditujukan kepada produksi di lapangan pertanian.
Ketatalaksanaan organisasi itu sendiri diusahakan oleh seseorang atau
sekumpulan orang, baik yang terkait secara genealogis, politis maupun
teritorial. Dalam hal ini usahatani mencakup pengertian mulai dari bentuk
sederhana yaitu hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga sampai pada
bentuk yang paling modern yaitu mencari keuntungan. Keadaan usahatani
yang kami amati didesa padang jaya dusun satu mayoritas usaha tani
penduduknya perkebunan atas nama milik sendiri, dan yang paling besar atau
dominan yang dilakukan perkebunan karet seluas 450 hektar.

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
Praktikum dilakukan di Dusun 1 desa Padang Jaya. Lokasi desa yang
cukup jauh dari pusat perkotaan, namun desa Padang Jaya merupakan desa yang
sedikit maju, Masyarakat desa Padang Jaya ini merupakan masyarakat yang
sebagian besarnya transmigrasi dari Pulau Jawa dengan Jawa Tengah, Jawa Timur,
Jawa Barat dan Yogyakarta. Suku asli Jawa dan Sunda.
A. Metode Penentuan Lokasi
Praktikum ekonomi pertanian di Desa Padang Jaya tepatnya di Dusun 1.
Dalam menentukan lokasi penelitian metode yang di ambil adalah metode survey
yang dimana adanya tim survey yang langsung menuju ke lokasi untuk melihat
keadaan lokasi disana dan lokasi yang di pilih memiliki sumber data latar
belakang nilai-nilai yang di perlukan untuk kepentingan penelitian yaitu mayoritas
penduduk bermata pencarian petani.
B. Metode Penentuan Responden
Dalam plaksanaan praktikum penentuan reponden sangat penting dalam
mendapatkan data sebagai sampel. Dalam penentuan responden metode yang
ditentukan oleh Camat Desa Padang Jaya karena dianggap lebih paham akan
struktur desa Padang Jaya.
C. Metode Pengambilan Data
Dalam praktikum ke Desa Padang Jaya dusun 1 dilakukan dengan Metode
pengumpulan data sebagai salah satu bagian penelitian merupakan unsur yang
sangat penting. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah melalui study
lapangan, yaitu suatu metode pengumpulan data dengan jalan melakukan 2 cara
yaitu observasi dan wawacara mendalam dengan menggunakan panduan
wawancara yaitu berupa quisoner.

Observasi ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang pengeluaran


dan pendapatan petani dan observasi ini juga di lakukan untuk melihat tentang
kehidupan dan keseharian petani. Jenis observasi yang dilakukan adalah observasi
non partisipan.
D. Metode Analisis Data
Penentuan analisis data yang kami lakukan dalam praktikum yaitu Metode
Kualitatif yaitu Analisis yang dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan,
selama di lapangan, dan setelah selesai dilapangan. Analisis ini yang lebih
menekankan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena social.
Dalam hal ini Nasution (1988) menyatakan analisis telah di mulai sejak
merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun ke lapangan dan
berlangsung terus menerus sampai penulisan hasil penelitian. Namun dalam
penelitian kualitatif, analisis data lebih di fokuskan selama proses di lapangan
bersamaan dengan pengumpulan data.