Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam perspektif pembangunan sumber daya manusia, pembangunan kesehatan
memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Hal ini dapat dicapai dengan melaksanakan reformasi bidang kesehatan yang telah
menetapkan visi pembangunan kesehatan yang tercermin dalam motto Indonesia Sehat
2015 sehingga tercapai kabupaten sehat, kecamatan sehat dan desa sehat.
Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2015 adalah meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya
derajat kesehatan yang optimal melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan negara yang
hidup dalam lingkungan dan prilaku yang sehat serta memiliki kemampuan untuk
menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata di seluruh
wilayah Indonesia.
Komitmen nasional yang menetapkan Indonesia Sehat 2015 telah mendorong setiap
kabupaten untuk memacu dan meningkatkan kinerja program terutama penataan kembali
system informasi kesehatan. Sistem informasi kesehatan merupakan bagian penting dan
mendukung dalam pengembangan pelayanan di puskesmas seperti profil kesehatan
puskesmas yang merupakan gambaran pencapaian indicator pelayanan kesehatan ke
masyarakat oleh puskesmas sesuai dengan program pokok dan pengembangan
puskesmas.
Puskesmas adalah organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan
yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan terjangkau oleh
masyarakat, dengan peran serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipikul oleh
pemerintah dan masyarakat. Upaya kesehatan tersebut diselenggarakan dengan
menitikberatkan kepada pelayanan untuk masyarakat luas guna mencapai derajat
kesehatan yang optimal, tanpa mengabaikan mutu pelayanan kepada perorangan.

Penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh puskesmas kepada


masyarakat sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM) menurut Permenkes No.
741/Menkes/Per/VII/2003 yang mencakup : Pelayanan Kesehatan Dasar, Pelayanan
Kesehatan Rujukan, Penyelidikan Epidemiologi & Penanggulangan KLB serta Promosi
Kesehatan & Pemberdayaan Masyarakat.
Untuk mencapai tujuan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang optimal perlu
didukung oleh partisipasi dari masyarakat secara teratur dan berkesinambungan.
Keberhasilan upaya kesehatan puskesmas baik wajib maupun pengembangan juga
didukung dengan system informasi kesehatan puskesmas yang terangkum dalam bentuk
profil kesehatan puskesmas.
Data yang diperoleh dalam pembuatan profil puskesmas ini dikumpulkan dari hasil
laporan program yang ada di puskesmas dan kantor kecamatan Kuta Cot Glie pada
periode Januari s/d Desember 2014. Selanjutnya data yang dikumpulkan diolah dan
dianalisa sehingga menghasilkan gambaran informasi secara menyeluruh tentang
gambaran umum, cakupan program kesehatan, derajat kesehatan masyarakat serta target
kegiatan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kuta Cot Glie. Profil
Kesehatan Puskesmas ini dapat pula digunakan sebagai sarana penyediaan data dan
informasi dalam rangka perencanaan dan evaluasi tahunan guna mencapai visi dan misi
yang telah ditetapkan puskesmas.

B. Tujuan dan Manfaat


Tujuan dan manfaat bagi Puskesmas. Sebagai dasar untuk menyusun perencanaan dalam
pelaksanakan peningkatan dan pengelolaan program puskesmas. Tujuan dan manfaat
bagi Dinas Kesehatan Kabupaten :
1.

Sebagai dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi


2.

Sebagai bahan masukkan bagi perencanaan di tingkat Dinas Kesehatan Kabupaten

3.

Mengetahui tingkatcakupan program dan kinerja yang dijalankan dipuskesmas Kuta


Cot Glie, data kesehatan maupun pelayanan kesehatan tingkat puskesmas.

C. Fungsi, peran dan kependudukan puskesmas


1. Fungsi puskesmas
Puskesmas mempunyai fungsi utama menjalankan pelayanan kesehatan untuk
menanggulangi masalah kesehatan masyarakat kepada masyarakat diwilayah
2

kerjanya, terutama menggerakkan program promosi kesehatan,penanggulangan dan


pencegahan penyakit menular. Ada tiga fungsi utama yang diemban oleh puskesmas
dalam pelayaan Kesehatan Dasar (PKD), yaitu:
1. Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan
2. Pusat Pemberdayaan Masyarakat
3. Pusat Pelayanan Strata Pertama
Dalam pelaksanaan fungsi puskesmas ini dapat dilakukan dengan
merangsang masyarakat untuk ikut serta dalam melaksanakan kegiatan
kemandirian pada dirinya sendiri, memberikan pengarahan atau petunjuk kepada
masyarakat tentang sumber daya yang ada pada dirinya sendiri, memberikan
pendidikan mengenai kesehatan kepada masyarakat.
2. Peran Puskesmas
Puskesmas mempunyai peran yang sangat penting sebagai institusi pelaksana teknis
dalam menjalankan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, peran tersebut
ditujukan dalam bentuk ikut serta dalam menentukan kebijakan daerah melalui
system perencanaan yang baik.
3. Kedudukan Puskesmas
a. Kedudukan dalam bidang administrasi
Puskesmas sebagai perangkat Pemerintah Daerah Tingkat II bertanggung jawab
langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan Dati II secara teknis maupun
administrasi.
b. Kedudukan dalam hirarki pelayan kesehatan.
Puskesmas berkedudukan ada tingkat fasilitas pelayanan kesehatan tingkat
pertama dalam urutan hirarki pelayanan kesehatan.

Puskesmas selaku instansi teknis pelaksanaan dari Dinas Kesehatan


Pemerintah Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2013 telah melaksanakan kegiatan
pembangunan kesehatan dengan berbagai program.Diantaranya Memmberikan
pelayana kesehatan langsung kepada masyarakat. Program kesehatan dasar adalah
program minimal yang harus dilaksanakan oleh tiap puskesmas yang dikemas dalam
Basic Six yaitu:
1.
2.
3.
4.

Promosi Kesehatan
Kesehatan Lingkungan
Kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana
Perbaikan Gizi
3

5. Pemberantasan penyakit menular


6. Pengobatan
Dalam menjalankan fungsinya puskesmas mempunyai 2 aspek yaitu
pelayanan kesehatan masyarakat dan juga pelayanan yang bersifat medic atau
kuratif.
Sertifikasi Puskesmas
Sertifikasi Puskesmas diperlukan oleh petugas puskesmas untuk mengetahui
kemampuan petugas dalam menjalankan fungsinya apakah sudah tercapai standar
operasi, pedoman sertifikasi juga merupakan petunjuk bagi petugas puskesmas untuk
melakukan kegiatan sesuai standar operasional.
Sebagai pengukuran tingkat penampilan puskesmas dikelompokkan dalam
tiga strata, yaitu:
a. Strata I
hasil > 91%
b. Strata II

: Puskesmas dengan penampilan kerja baik, jika

pencapaian

: Puskesmas dengan penampilan kerja cukup atau sedang, Jika

mencapai hasilantara 81-90%


c. Strata II
: Puskesmas dengan penampilan kerja kurang, jika pencapaian
hasil <80%.
D. Jaringan Pelayanan Puskesmas
1. Unit Puskesmas Pembantu
Merupakan unit pelayanan kesehatan sederhana dan berfungsi menunjang serta
membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan puskesmas dalam ruang
lingkup wilayah lebih kecil.
2. Unit puskesmas keliling
Merupakan unit pelayanan kesehatan keliling yang dilengkapi dengan kendaraan
bermotor roda dua atau bias juga perahu dan peralatan kesehatn, peralatan komunikasi
serta sejumlah tenaga dari puskesmas.
3. Unit bidan didesa
Pada setiap desa yang belum ada fasilitas pelayanan kesehatan, ditempatka seorang
bidan yang bertempat tinggal didesa tersebut dan bertanggung jawan langsung kepada
kepala puskesmas.Tugas utam bidan tersebut adalah membina peran serta masyarakat
melalui pembinaan posyandu dan pembinaan kelompok dasawisma serta pertolongan
persalinan dirumah penduduk dan juga membirikan rujukan masalah kesehatn anggota
keluarga.

BAB II
GAMBARAN UMUM PUSKESMAS

A. Identitas Puskesmas
1 Nama Puskesmas
2. Alamat Puskesmas

:
:

Puskesmas Kuta Cot Glie


Jl. Banda Aceh-Medan KM. 33,5
Desa Pasar Lampakuk Kecamatan Cot Glie
Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh

3. Nomor Telepon

4. Nama Pimpinan Puskesmas

dr. Masyitthah

5. Tipe Puskesmas

Perawatan

B. Data Geografis
1. Batas Wilayah Kerja
Utara
:
Berbatasan Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Indrapuri
Selatan
:
Berbatasan dengan Kabupaten Aceh Jaya.
Timur
:
Berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas Kecamatan
Seulimum dan Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Jantho
Barat
:
Berbatasan dengan Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan
Indrapuri dan wilayah kerja Puskesmas kecamatan Leupung
2. Posisi Geografis
Puskesmas Kuta Cot Glie terletak di wilayah Kecamatan Kuta Cot Glie, yang
memiliki wilayah kerja terdiri dari 26 dengan luas wilayah 21.508 Km2. Wilayah
kerja Puskesmas Kuta Cot Glie yaitu:
1. Desa Bithak
2. Desa Tutui
3. Desa Pakuk
4. Desa Pasar Lampakuk
5. Desa Lamtui
6. Desa Banda Safa
7. Desa Lampoh Raja
8. Desa Lampakuk
9. Desa Lamkleng
10. Desa Barih Lhok
11. Desa Lamsie
12. Desa Lam Aling
13. Desa Lambeugak
14. Desa Lamleupueng
15. Desa Keumireu
16. Desa Cot Bayu
17. Desa Glie Jai
18. Desa Kruweung Krueng
19. Desa Kruweung Blang
20. Desa Siron Blang
21. Desa Siron Krueng
6

22. Desa Bungsimek


23. Desa Sigapang
24. Desa Baksukon
25. Desa Lamleuoet
26. Desa Leupueng Baleu
3. Data Demografi
A. Jumlah Penduduk Menurut Desa
Berdasarkan data tahunan 2013, wlayah kerja puskesmas kuta cot glie
berpenduduk 10.724 jiwa dimana 5.335 laki-laki dan 5.389 jiwa perempuan,
serta jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 2.656 Kepala Keluarga, diantara
26 desa yang menjadi tanggungan kesehatan diwilayah kerja Puskesmas Kuta
Cot Glie. Jumlah penduduk terpadat terdapat didesa Lamleupung, yaitu 701
jiwa yang mendiami luas wilayah 220 km dengan tingkat 3,19/ km.
sedangkan jumlah penduduk terpencil terdapat didesa Kruweung Krueng
dengan luas wilayah 4700 Km yang hanya dialami didiami oleh 322
penduduk dengan tingat kepadatan penduduk 0,07/ km.
B. Keadaan Sosial Budaya dan Ekonomi
Penduduk wilayah kerja puskesmas Kuta Cot Glie berlatar belakang suku aceh
dan beragama islam. Perilaku masyarakat sangat dipengaruhi oleh adat istiadat
setempat, seperti persatuan yang diwujudkan dalam sikap kegotong royongan
uang kokoh.Ini terlihat pada acara-acara seperti selamatan, pernikahan dan
masih banyak lagi acara-acara lain yang sangat mencerminkan budaya atau
adat istiadat setempat.Mata pencaharian penduduk pada umumnya adalah
petani, perkebunan, PNS, Swasta, Tukang dan Wiraswasta.Sarana transportasi
yang digunakan adalah kendaraan roda dua dan roda empat.
C. Keadaan Fasilitas Pendidikan
Tingkat pendidikan/ Sumber Daya Manusia sangat berpengaruh terhadap
kesehatan, baik kesehatan secara personal maupun kesehatan lingkungan
sumber daya manusia secara formal. Wilayah kerja Puskesmas Kuta Cot Glie
memiliki beberapa sekolah yang tentunya sangat diperlukan untuk
pengembangan sumber daya manusia, antara lain TK sebanyak 4 sekolah,
Sekolah Dasar dan MIN sebanyak 9 buah, SMP/MTsN sebanyak 3 sekolah dan
SMU sebanyak 1 sekolah. Dengan fasilitas tersebut maka masyarakat
didaerah tersebut bias dibina untuk perubahan perilaku khususnya bagi
pengetahuan

tentang

kesehatan,

maka

diharapkan

masyarakat

yang
7

berpendidikan tinggi memiliki kesadaran yang tinggi pula dalam perilaku


hidup sehat. Kondisi Wilayah kerja puskesmas Cot Glie pada umumnya
tingkat pendidikan masih rendah sehingga menjadi tentang bagi petugas
kesehatan dalam penyampaian informasi-informasi ataupun inovasi-inovasi
kesehatan.
D. Keadaan Fasilitas Kesehatan
Untuk menunjang peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, maka
sangat dibutuhkan fasilitas kesehatan. Fasilitas kesehatan diwilayah kerja
Puskesma Kuta Cot Glie terdiri atas:
1. Sarana Kesehatan
a. Puskesmas
Letak Puskesmas Kuta Cot Glie di jln.Banda Aceh-Medan KM 33,5
Desa Pasar Lampakuk Kecamatan Kuta Cot Glie Kabupaten Aceh
Besar Provinsi Aceh. Puskesmas Kuta Cot Glie mempunyai
beberapa ruangan untuk menunjang palayanan kesehatan antara lain:
1. Ruang Poli Umum
2. Ruang Kartu
3. Ruang TU
4. Ruang IGD
5. Ruang KIA
6. Ruang KB
7. Ruang Laboratorium
8. Gudang obat
9. Ruang Poli Gigi
10. Ruang MTBS/Giza
11. Ruang Imunisasi
12. Ruang Bendahara/Promkes
13. Ruang Apotik
14. Ruang Rawat Inap
15. Ruang Perawat Jaga
16. Ruang Aula

b. Unit Pustu masing-masing


- Pustu Keumireu di Desa Keumireu
- Pustu Kruweung Blang didesa kruweung blang
c. 12 Unit Polindes masing-masing
1. Polindes Baksukon.
2. Polindes Bungsimek
3. Polindes Siro Blang
4. Polindes Kruweung Krueng
5. Polindes Cot Bayu
8

6. Polindes Lamleupueng
7. Polides Lambeugak
8. Polindes Lam Aling
9. Polindes Lam kleng
10. Polindes Lampoh Raja
11. Polindes Tutui
12. Polindes Lamsie
d. Kendaraan yang ada dipuskesmas Kuta Cot Glie
1. 2 Unit kendaraan roda empat sebagai alat transportasi kegiatan
puskesmas
2. 7 (tujuh) unit kendaraan roda dua
e. Tenaga Kesehatan
1. 4 (empat) dokter umum dan 1 (satu) dokter gigi dengan
jabatan kepala puskesmas dan poli umum serta poli gigi
dengan status Pegawai Negeri
2. 10 tenaga bidan puskesmas dengan status Pegawai Negeri
Sipil
3. 6 (enam) tenaga perawat puskesmas dengan status Pegawai
Negeri Sipil
4. 2 (dua) tenaga kesehatan masyarakat dengan status Pegawai
Negeri Sipil
5. 1 (satu) tenaga kesehatan masyarakat dengan fungsionalitas
Lab berstatus Pegawai Negeri Sipil
6. 11 Tenaga bidan desa dengan status bidan pegawai tidak tetap
7. 2(dua) tenaga kesling dengan ststus Pegawai Negeri Sipil
f. Tenaga Administrasi
1. 2 (dua) tenaga pekarya/administrasi berstatus sebagai pegawai
2.
3.
4.
5.

Negeri Sipil
1(satu) tenaga sopir dengan status kontrak
2(dua)tenaga cleaning service dengan status tenaga honorer
2 (dua) tenaga perawatan dengan status tenaga honorer
17 tenaga bakti berbagai ilmu kesehatan

g. Upaya pelayanan dipuskesmas Kuta Cot Glie


Upaya Kesehatan Wajib :
1. Upaya Promosi kesehatan
2. Upaya Pengobatan
3. Upaya Kesehatan Lingkungan
4. Upaya Kesehatan Ibu Anak dan Keluarga berencana
5. Upaya Perbaikan gizi masyarakat
6. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular

Upaya Kesehatan Pengembangan :


1.
2.
3.
4.

Upaya Kesehatan Sekolah


Upaya Kesehatan gigi dan mulut
Upaya kesehatan jiwa
Kesehatan usia lanjut

BAB III
SITUASI DERAJAT KESEHATAN
A. Angka Kematian Bayi
Salah satu indikator penting untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat adalah
dari kejadian atau adanya kasus kematian ( Mortalitas ) ibu dan anak, dimana
mortalitas menggambarkan tingkat kesehatan, mutu pelayanan kesehatan di puskesmas
serta kondisi social ekonomi masyarakat. Berdasarkan data yang diperoleh dari
pemegang program KIA Tahun 2014 menunjukkan 7 (tujuh) kasus bayi yang meninggal
sedangkan bayi lahir mati sebanyak 3(tiga) bayi. Ada banyak faktor yang mempengaruhi
Angka Kematian bayi (AKB) tetapi tidak mudah menemukan faktor yang dominan.
Tersedianya berbagai fasilitas dan pelayanan kesehatan dari tenaga kesehatan yang
terampil serta keinginan masyarakat untuk hidup sehat sangat mempengaruhi terhadap
tingkat angka kematian bayi. Menurunnya angka kematian bayi memberi gambaran
adanya peningkatan kualitas hidup sehat dan pelayanan kesehatan yang maksimal
terhadap masyarakat.

B. Angka Kematian Ibu


Angka kematian ibu(AKI) adalah kematian ibu akibat proses kehamilan dan
persalinan. Dengan target AKI sebesar 126/100.000 kelahiran hidup, puskesmas Kuta
Cot Glie pada tahun 2014 jumlah ibu menunggal tidak ada. Sedangkan angka kematian
ibu dipuskesmas Kuta Cot glie pada tahun 2014 tidak ditemukan.
C. Morbiditas ( Angka Kesakitan )

10

Angka kesakitan penduduk didapat dari data yang berasal di masyarakat melalui
studi morbiditas dan hasil pengumpulan data pada sistem pencatatan dan pelaporan
terpadu puskesmas (SP2TP).
a. Penyakit Menular
Penyakit menular yang digambarkan dalam profil ini antara lain :
1. Diare.
Penyakit diare merupakan penyakit yang berpotensi terjadinya KLB ( Kejadian
Luar Biasa ). Kasus Diare di wilayah kerja Puskesmas Kuta Cot Glie Tahun
2014 adalah 15 kasus
2. Demam berdarah Dengue (DBD)
Penyakit DBD telah menyebar luas keseluruh provinsi di Indonesia. Penyakit ini
sering muncul sebagai KLB dengan angka kesakitan dan kematian yang relatif
tinggi. Angka insiden DBD secara nasional bergerak fluktuasi dari tahun ke
tahun. Adapun jumlah kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Kuta Cot Glie
Tahun 2014tidak ada ditemukan Kasus.
3. TB Paru
Tuberkulosis Paru merupakan penyebab kematian ke tiga terbanyak di
Indonesia. Berdasarkan data dari pemegang program TB Paru di Puskesmas
Kuta Cot Glie Tahun 2014 didapatkan 3 (tiga) kasus TB Paru BTA (+) tidak ada
kematian penderita terhadap kasus tersebut.
4. Filariasis
Penyakit Filariais merupakan penyakit yang disebabkan oleh vektor yaitu
nyamuk, dan berdasarkan hasil laporan surveilains tahun 2014 tidak ditemukan
kasus filariasis.
5. Campak
Campak merupakan penyakit menular yang sering menyebabkan kejadian luar
biasa. Tahun 2014tidak ada kasus campak di wilayah kerja Puskesmas Kuta Cot
Glie.

11

BAB IV
UPAYA KESEHATAN

Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan dan meningkatkan derajat


kesehatan masyarakat, telah dilakukan berbagai upaya kesehatan kepada masyarakat baik
pelayanan dalam ataupun luar gedung. Berikut ini gambaran upaya kesehatan di wilayah
kerja Puskesmas Kuta Cot GlieTahun 2014.

1. Pelayanan Kesehatan Dasar


Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah awal yang sangat penting
dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Dengan pemberian pelayanan
kesehatan dasar secara cepat dan tepat diharapkan sebagian besar masalah kesehatan
masyarakat dapat diatasi. Berbagai pelayanan kesehatan utama dan pengembangan yang
dilaksanakan oleh puskesmas yaitu :
a. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi
1. Pelayanan Antenatal
Pelayanan Antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan
professional ( Dokter, bidan dan perawat ) kepada ibu hamil selama masa
kehamilannya dengan mengikuti program pedoman pelayanan antenatal serta
menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif. Hasil pelayanan antenatal
dapat dilihat pada cakupan K1 dan K4. Cakupan K1 merupakan gambaran
besarnya kunjungan pertama ibu hamil ke fasilitas pelayanan kesehatan guna
mendapat pelayanan antenatal. Sedangkan K4 adalah gambaran kunjungan ibu
hamil pada trimester tiga dengan jumlah kunjungan maksimal 2 kali.
Berdasarkan data program KIA Tahun 2014 menunjukkan Cakupan K1 adalah
94,4 % dan Cakupan K4 adalah 85,7 %. Target Cakupan K1 dan K4 adalah
95 % , maka berdasarkan gambaran data diatas menunjukkan K1 dan K4
12

belum mencapai target, maka diharapkan kepada seluruh bidan untuk terus
meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan ibu dan anak ke seluruh
masyarakat, bekerja sama dan melakukan sweeping untuk mencapai target
yang diharapkan.
2. Pertolongan Persalinan oleh tenaga kesehatan
Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar
terjadi pada masa persalinan, hal ini disebabkan pertolongan tidak dilakukan
oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan ( Profesional ).
Target persentase pertolongan persalinan menurut Indonesia Sehat 2015
adalah 93 %.
3. Kunjungan Neonatus
Usia Bayi sampai kurang dari satu bulan merupakan golongan umur yang
paling rentan atau memiliki resiko gangguan kesehatan paling tinggi. Upaya
kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi resiko tersebut antara lain
melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, memberikan
pelayanan kesehatan pada neonatus (0-28 hari) dan pemberian konseling ASI
Eksklusif pada ibuhamil dan ibu menyusui. Menurut data laporan dari
pemegang program Tahun 2014 persentase cakupan kunjungan neonatus 3 kali
( KN Lengkap ) di wilayah kerja Puskesmas Kuta Cot Glie KN I 6-48 jam
pasca lahir, KN 2 dilakukan 3-7 hari kemudian dan KN 3 8-28 hari setelah
kunjungan ke 2. Jika neonates telah mendapat tiga kali kunjungan disebut KN
lengkap. Beberapa jenis pelayanan dalam KN adalah Penimbangan berat
badan, imunisasi dasar lengkap, stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh
kembang. Pemberian vitamin A setiap bulan Febuari dan agustus (untuk bayi 6
bulan ke atas) konseling perawatan bayi termasuk ASI eksklusif dan
pemberian makanan tambahan, tujuan dari KN adalah untuk memantau ibu
nifas dan bayi agar tetap sehat dan selamat.
Pada tahun 2014 puskesmas Kuta Cot Glie melayani sebanyak 217 bayi lahir
hidup sedangkan yang mendapatkan KN 1 sebanyak 217 bayi.
b. Pembinaan Keluarga Berencana
Dari data yang dikumpulkan, jumlah total pasangan usia subur dipuskesmas Kuta Cot
Glie sebanyak 1319 pasangan dengan pertumbuhan aseptor sebanyak 622orang. Jenis
13

alat kontrasepsi yang paling diminati oleh masyarakat adalah Non Metode
Kontrasepsi jangka panjang (Non MKJP) sedangkan Metode Kontrasepsi Jangkan
Panjang yang terbanyak adalah pil 30%, KB suntik50% sedangkan kontrasepsi Non
MKJP terbanyak meliputi IUD 15% dan Implan 5%.
c. Pelayanan Imunisasi Dasar
Pencapaian Universal Child Immunization pada dasarnya merupakan suatusecara
lengkap. Cakupan UCI dikaitkan dengan batasan wilayah tertentu berarti dalam
wilayah tersebut dapat digambarkan besarnya tingkat kekebalan masyarakat terhadap
penularan PD3I. Berdasarkan data yang terkumpul di wilayah kerja Puskesmas Kuta
Cot GlieTahun 2012 program imunisasi diberikan sebanyak 229 sasaran imunisasi.
Cakupan imunisasi bayi BCG (94,4%), DPT1 (96,5%), DPT3 (92,1%), Polio (95,2%)
dan campak (95,2%) . Cakupan imunisasi bulan januari s/d oktober 2014 HBO
(74,8%), BCG (61,1%), Polio1 (61,05%), DPT-HB3 (58,04%) campak (44,02%).
Hambatan yang dialami petugas yang melakukan imunisasi diantaranya, masih ada
orang tua yang tidak mau anaknya diiminusasi dengan berbagai alasan seperti tidak
ada izin dari suami, tajut anaknya demam dan juga ada isu obat imunisasi
mengandung serum babi dan trauma masa lalu.
d. Pelayanan Kesehatan Jiwa
Upaya kesehatan yang dilakukan berhubungan dengan program kesehatan jiwa adalah
melakukan pendeteksian dini gangguan jiwa, melakukan penanganan pasien
terdeteksi gangguan jiwa dan melakukan penyuluhan kesehatan jiwa ke masyarakat.
Kegiatan pelayanan kesehatan jiwa meliputi pelayanan psikotropika,.dan sosioterapi.
Penemuan kasus gangguan jiwa dimasyarakat dilakukan dengan deteksi dini
gangguan jiwa.Hingga 2014 jumlah kasus yang berhasil dideteksi sebanyak 1 (satu)
kasus baru dengan proporsi jenis kasus terbanyak adalah skizofrenia sebanyak 95%
sedangkanselebihnya terdiri dari gangguan mental organic, gangguan depresi dan
gangguan cemas.

14

BAB V
SUMBER DAYA KESEHATAN

A. Sarana Kesehatan
Puskesmas Kuta Cot Glie memiliki sarana pelayanan kesehatan

diantaranya

Puskesmas Pembantu (Pustu) dan sarana upaya kesehatan bersumber daya masyarakat
(UKBM) yaitu Polindes dan Posyandu.
1. Puskesmas Pembantu (Pustu)
Puskesmas Kuta Cot Glie memiliki Pustu sebanyak 2 Pustu yaitu Pustu Keumireu
dan Pustu Kruweung krueng. Pada dasarnya puskesmas pembantu menganut
konsep wilayah dan melayani sasaran penduduk rata-rata mencakup 2 (dua) desa
yaitu desa keumireu dan desa Kruweung krueng.
2. Pelayanan Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat
Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
berbagai upaya dilakukan salah satunya dengan memanfaatkan potensi dan sumber
daya yang ada di masyarakat untuk aktif dalam pelayanan kesehatan. Posyandu
merupakan salah satu bentuk UKBM yang paling dikenal oleh masyarakat.
Posyandu menyelenggarakan minimal 5 program prioritas yaitu Pelayanan
Kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga Berencana, Imunisasi dan Penanggulangan
Diare. Dalam memantau perkembangan posyandu maka posyandu dapat
dikatagorikan menjadi 4 strata yaitu posyandu pratama, madya, purnama dan
mandiri.
B. Tenaga Kesehatan
Guna memenuhi

tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatn yang

professional jumlah dan kualifikasi tenaga kesehatan terus ditingktkan. Pada tahun
2014 proporsi tenaga kesehatan yang bekerja dipuskesmas dan rumah sakit
disbanding jumlah penduduk sudah mendekati kondosi ideal sesuai standar Indonesia
sehat 2010. Adapun rasio dokter umu per 100.000 penduduk adalah 14,3 perawat dan
bidan 181 orang.
15

BAB VI
PELAKSANAAN KEGIATAN DOKTER MUDA DI PUSKESMAS
KECAMATAN KUTA COT GLIE
6.1. Jenis Kegiatan
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh dokter muda selama mengikuti
kepaniteraan klinik senior di Puskesmas Kuta Baro, antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Poli Klinik Umum


IGD
Promosi kesehatan
Posyandu
Apotik
Pengobatan massal
Kunjungan ke daerah bencana

6.2. Poliklinik Umum


Merupakan pelayanan kesehatan rawat jalan dengan tujuan utama menyembuhkan
penyakit dan memulihkan kesehatan perorangan, tanpa mengabaikan pemeliharaan dan
pencegahan penyakit. Pelaksanaan kegiatan poliklinik dilaksanakan setiap hari senin-sabtu
pada pukul 08.30-13.00 WIB. Kegiatan yang dilakukan pada poli klinik antara lain anamnesa,
pemeriksaan fisik, diagnosa dan pemberian terapi serta memberikan edukasi terhadap pasien
dibawah bimbingan dr. Masyithah, dr. Rini, dr. Ika dan dr. Maulana.
Selama kami mengikuti kepanitraan klinis senior di puskesmas kuta cot glie dari
tanggal 27 juli 2015 sampai 8 agustus 2015 jumlah pasien di poliklinik umum berjumlah
600 pasien dengan berbagai macam penyakit, penyakit terbanyak adalah ISPA, Dyspepsia,
LBP, Dermatitis, Chepalgia, Myalgia, Asma dan konjungtivitis.
Berikut merupakan daftar penyakit terbanyak di poli puskesmas kuta cot glie dari
tanggal 27 juli 2015 sampai 08 agustus 2015. Data diperoleh dari poliklinik umum puskesmas
kuta cot glie.

16

Berikut merupakan daftar diagnosa penyakit yang ditemukan di poliklinik umum puskesmas
kuta baro sejak 27 juli 2015 sampai 8 agustus 2015.
NO
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.

DIAGNOSA

JUMLA

Dyspepsia
Abdomen discomfort
Konstipasi
Hemoroid
GEA
Gastritis
GERD
CHF
ISPA
Diabetes Mellitus
Hipertensi
Faringitis
Konjungtivitis
Katarak
Gangguan retraksi
Pteregium
Otitis media
Dermatitis
Tinea
Herpes
Morbus hansen
Urtikaria
Selulitis
Impetigo
Varicella
Hordeolum
Miliaria
Sianosis
PPOK

H
69
5
1
5
11
10
4
7
72
13
41
16
13
1
3
4
1
29
14
1
3
6
2
4
1
1
2
1
6

6.2.

NO
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.

DIAGNOSA

JUMLA

TB Paru
Penyakit parasit
Asma bronchial
Vertigo
Myalgia
Chepalgia
Migrain
Neuropati
Keratitis
OMSK
Bronchitis
Epilepsi
Gangguan jiwa
Rhinitis alergi
ISK
LBP
nefrolitiasis
Gout artritis
Rheumatoid artritis
Penyakit kelenjar limfe
Parotitis
Osteoartritis
Thalasemia mayor
Sinusitis

H
11
4
16
7
20
24
1
2
1
5
11
2
6
16
4
24
2
22
16
3
1
14
1
1

Unit
Gawat Darurat
Kami mengikuti kegiatan pelayanan di IGD Puskesmas Kuta cot glie, dimana
jika ada pasien IGD kami dari dokter muda juga ikut membantu dokter dan perawat di
IGD seperti menganamnesa, pemeriksaan fisik, dan juga ada ikut serta melakukan
tindakan pemasangan infus, hecting luka robek, debridement, ganti perban dan lain
sebagainya. Berikut adalah beberapa kasus yang ditemukan di IGD puskesmas kuta cot
glie.
17

NO.

DIAGNOSA

JUMLA

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

Kecelakaan Lalu Lintas


Stroke
Ganti perban
Sesak
Hipertensi
Luka gangren diabetik
Headache
Dyspepsia
Trauma
Furunkel
Myalgia
Vulnus laceratum
Vulnus escoriasi
Vulnus punctum
Vulnus morsum

H
9
1
31
3
2
2
2
1
13
3
1
19
6
2
4

18

19

Gambar :

gambar :

Dokter muda saat sedang menangani pasien

Dokter muda saat menangani pasien

Vulnus morsum (gigitan lebah) di IGD

vulnus laceratum di IGD

6.3. Promosi Kesehatan


Promosi kesehatan adalah proses membuat orang/sekelompok orang mampu
meningkatkan kontrol terhadap kesehatan dan memperbaiki kesehatan mereka. Promosi
kesehatan merupakan program yang dirancang untuk memberikan perubahan terhadap
manusia, organisasi, masyarakat, dan lingkungan. Dalam hal ini, dokter muda telah
mengikuti program promosi kesehatan, salah satunya adalah penyuluhan tentang
pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan di desa Banda Safa.
6.4. Posyandu
Seperti yang kita ketahui, pengertian posyandu menurut departemen RI adalah
pemeliharaan kesehatan yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat yang
dibimbing langsung oleh petugas kesehatan. Posyandu dimulai terutama untuk
melayani balita (imunisasi, timbang berat badan) dan orang lanjut usia (posyandu
lansia). Berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam posyandu, diantaranya adalah :
1. Pemeliharaan kesehatan ibu dan anak
2. Keluarga berencana
3. Imunisasi
4. Peningkatan gizi
5. Penanggulangan diare
6. Posyandu lansia

Dalam hal ini, dokter muda telah mengikuti beberapa kegiatan posyandu yang
dilaksanakan oleh puskesmas kuta cot glie, salah satunya adalah posyandu lansia yang
dilakukan di desa Lampakuk. Pada posyandu ini, dokter muda mengikuti beberapa
kegiatan seperti, mengukur tekanan darah, menganamnesa, melakukan pemeriksaan
fisik, menegakkan diagnosa dan memberikan terapi yang sesuai.

20

Gambar :
Dokter muda saat mengikuti kegiatan posyandu lansia

Gambar :

21

Dokter muda saat sedang mengikuti kegiatan posyandu lansia.

6.5.

Apotik
Pada minggu pertama, kami melakukan kegiatan orientasi digudang obat serta
apotik puskesmas Kuta Cot Glie. Orientasi ini bertujuan untuk mengetahui persediaan
obat yang terdapat dipuskesmas kuta Cot Glie. Masih minimnya jenis dan jumlah obatobatan dipuskesmas ini merupakan kendala dalam pelayanan rawat jalan, sehingga obat
yang pasien perlukan terkadang harus diresepkan untuk dibeli diluar puskesmas.

6.6.

Pengobatan massal
Pengobatan massal adalah pengobatan yang dilakukan oleh tenaga medis secara
Cuma-Cuma tanpa ada pemungutan biaya maupun syarat tertentu. Pengobatan massal
dilakukan oleh puskesmas sebagai salah satu program yang harus dijalankan.
Dalam hal ini dokter muda ikut berpartisipasi dalam pengobatan massal yang saat
itu dilakukan di desa lamsie. Dalam pengobatan massal ini yang dilakukan dokter muda
antara lain adalah mengukur tekanan darah, menimbang berat badan bayi,
menganamnesa, melakukan pemeriksaan fisik, menegakkan diagnosa, memberikan terapi
farmako maupun non-farmako kepada pasien, serta edukasi kepada pasien.

Gambar :
Kegiatan dokter muda saat melakukan pengobatan massal
Selain pengobatan massal, posyandu, dan promosi kesehatan, dokter muda juga
ikut melakukan kunjungan ke desa lamsie, yang saat itu terkena bencana alam, yaitu
badai yang mengakibatkan robohnya beberapa rumah warga di desa tersebut.
22

Kunjungan tersebut dilakukan bertujuan untuk memberikan semangat agar masyarakat


sabar dalam menghadapi bencana dan juga ikut memberikan bantuan kepada
masyarakat yang mendapat masalah dalam hal kesehatan.

Gambar :
Dokter muda saat mengunjungi desa lamsie yang terkena badai

23

Gambar :
Dokter muda saat mengunjungi desa lamsie yang terkena badai

BAB VII
PENUTUP

Program pemerintah dalam bidang kesehatan pada tahun 2014 sudah terlaksana
dengan baik walaupun ada beberapa kegiatan yang belum dapat diselesaikan dengan baik
sesuai target standart minimal yang telah ditetapkan, seperti penyakit menular yang menjadi
masalah dimasyarakat, pelaporan yang tidak akurat menjadi kendala sehingga dalam
membuat profil masih ditemukan kendala, partisipasi masyarakat juga sangat dibutuhkan
dalam pencapaian kegiatan upaya kesehatan berbasis masyarakat dapat dilaksanakan.Secara
umum pencapaian program pemerintah menjadikan Indonesia sehat 2017 bisa tercapai
dengan ikut berperan serta masyarakat dalam kegiatan bidang kesehatan.
Selama melaksanakan kegiatan kepaniteraan klinik senior Ilmu Kesehatan Masyarakat
di Puskesmas Kuta Cot Glie, Dokter Muda mengikuti beberapa kegiatan pelayanan di
Puskesmas Kuta Baro, baik kegiatan yang dilaksanakan dipuskesmas maupun diluar
puskesmas, adapun kegiatan tersebut antara lain Pelayanan di Poli Klinik Umum, Manajemen

24

Terpadu Bayi Sakit, Kesehatan Ibu dan Anak, Apotik/ Pengendalian Obat, IGD, Rawat Inap,
promosi kesehatan, pengobatan massal, dan posyandu lansia.

Saran
Mengingat keterbatasan obat yang di alami oleh Puskesmas Kuta Cot Glie dan
kesadaran masyarakat dalam mencari sarana kesehatan primer diharapkan agar sudi kiranya
keterbatasan obat tersebut dapat di cari solusi dengan baik.
Dalam membantu masyarakat menyelesaikan masalah kesehatan, perlu juga
diperhatikan penularan-penularan yang dapat terjadi terhadap tenaga medis. Seperti yang kita
ketahui, penularan dapat terjadi lewat berbagai media, seperti sentuhan langsung maupun
pakaian yang bersentuhan. Jadi untuk mencegah sedikit penularan tersebut ada baiknya untuk
menyediakan antiseptik disetiap meja petugas medis yang berhubungan langsung dengan
pasien.

DAFTAR HADIR DOKTER MUDA


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABULYATAMA
PUSKESMAS KUTA COT GLIE PERIODE 27 JULI 2015 S/D 20
AGUSTUS 2015
NAMA
Alif alfiansyah
Dessi putriansyah
Indra Nurullah
Salman alfarisi
Yastri Amalia

27/7/2015

28/7/2015

29/7/2015

30/7/2015

31/7/2015

1/8/2015

NAMA
Alif alfiansyah
Dessi putriansyah
Indra Nurullah
Salman alfarisi
Yastri Amalia

3/8/2015

4/8/2015

5/8/2015

6/8/2015

7/8/2015

8/8/2015

NAMA

10/8/2015

11/8/2015

12/8/2015

13/8/2015

14/8/2015

15/8/2015
25

Alif alfiansyah
Dessi putriansyah
Indra Nurullah
Salman alfarisi
Yastri Amalia

NAMA
Alif alfiansyah
Dessi putriansyah
Indra Nurullah
Salman alfarisi
Yastri Amalia

17/8/2015
Libur
Libur
Libur
Libur
Libur

18/8/2015

19/8/2015

20/8/2015

21/8/2015

22/8/2015
-

BIODATA DOKTER MUDA

Nama

: Alif Alfiansyah
TTL

: Seuneulop, 02 Maret 1992

Alamat

: Jln. Nasional, Desa kayee Aceh, Kec.


Lembah Sabil, Kab. Aceh Barat
Daya, ACEH.

HP

Nama

: 0853 7090 7999

: Salman Al Farisi
TTL
Alamat

: Awe geutah, 23 April 1992


: Jln. Tgk Chik krueng meuh, desa
awe geutah, Kec. Peusangan siblah
krueng, Kab. Bireuen. ACEH

HP

: 0853 7284 9321

26

Nama
TTL

: Indra Nurullah

: Kumbang Waido, 25 Juni 1992

Alamat

: Jln. Terminal, Desa Blang Kolak I,


Kec. Bebesen, Kab. Aceh Tengah,
ACEH

HP

: 0821 6507 9774

Nama
:
Dessi
Putriansyah
TTL

: Aceh Besar, 19 Desember 1991

Alamat

: Jln. Gagak No. 2, RT 4 Kota


Jantho, Kec. Jantho makmur
Kab.
Aceh Besar, ACEH.

HP

: 0823 6288 4140

27

Nama
TTL
Alamat

: Yastri Amalia
: Aceh Besar, 01

Januari 1992

:Jln. T. Fakinah, Desa Lam Jame


Dayah, Kec. Simpang tiga Kab.
Aceh Besar. ACEH

HP

:0813 6076 6922

28