Anda di halaman 1dari 52

DASAR DASAR ILMU AIR

TANAH

AIR TANAH

Dosen: Benny Moestofa, Ir., MAB.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

PENGERTIAN AIR TANAH


KLASIFIKASI AIR TANAH
FUNGSI AIR TANAH
MACAM AIR TANAH
KADAR AIR TANAH
ENERGI AIR TANAH
ALIRAN AIR TANAH
PENYELIDIKAN AIR TANAH

1. PENGERTIAN AIR
TANAH
Air Tanah

sejumlah air yang


terkandung atau ditahan (retained)
dalam satu unit masa/volume tanah
Yang berbeda pengaruhnya dari satu tanah ke
tanah lain
AIR TANAH
Dalam tanah yang
sama, berbeda dari satu
tempat ke tempat lain
KADAR AIR

ENERGI AIR

2. KEBERADAAN & KLASIFIKASI AIR


TANAH

Air Tanah, yaitu air yang mengisi poripori tanah sampai jenuh yang berada
dalam
lapisan-lapisan
tanah
dan
material
secara
geologis
dikenal
sebagai berikut :
Aquifer, yaitu formasi / material geologis, yang
dapat menyimpan serta melepaskan air dalam
jumlah yang relatif cukup banyak.
Aquiklude, yaitu formasi geologi yang dapat
menampung air, tetapi tidak dapat melepaskan
dalam jumlah yang cukup.
Aquifuqe adalah formasi geologi yang tidak
dapat menampung maupun melepaskan air dalam
jumlah yang cukup.
3

Pengertian & Kepentingan Air


Tanah

Air merupakan sumberdaya alam yang paling dasar


dan komponen vital bagi kehidupan. Tidak ada
pertanian, industri dan tidak ada kehidupan tanpa
air. Sejumlah air dibutuhkan setiap hari untuk
menghasilkan susu, baja, kayu dan plastik.
Walaupun air merupakan bahan kimia alam yang
sederhana, namun mempunyai sifat yang unik dan
membantu berbagai proses-proses fisika, kimia dan
biologi.
Proses-proses itu mempengaruhi hampir seluruh
aspek perkembangan dan tingkah laku tanah,
mulai dari perlapukan sampai dekomposisi bahan
organik, dan mulai dari pertumbuhan tanaman
sampai pencemaran air tanah (Konkhe, 1968).

RETENSI AIR TANAH


RETENSI (Penahanan) AIR DI DALAM TANAH
DISEBABKLAN OLEH GAYA SBB:
G.KOHESI: GAYA TARIK MENARIK ANTARA MOL. AIR
G. ADESI: GAYA TARIK MENARIK ATR MOL. AIR & TANAH
G. OSMOTIK: PENGIKATAN AIR OLEH GARAM TERLARUT
G. GRAVITASI: GAYA YG CENDRUNG MENARIK AIR KE BAWAH
(AKIBAT GAYA TARIK BUMI)

3. FUNGSI AIR TANAH


BAGI TUMBUHAN:
PENYUSUN TUBUH
TRANSPORTASI HARA KE PERM. AKAR
DISTRIBUSI HARA DALAM TUBUH
ASSIMILASI CHO (proses fotosintesis)

- RESPIRASI AKAR
- TRANSPIRASI
- AKTIVITAS BIOLOGIS
- DIST. HSL FOTOSINT.

REAKSI KIMIA DALAM TANAH:


PELAPUKAN/PELEPASAN UNSUR HARA DARI MIN. PRIMER
PELARUT HARA
PENCUCI GRM BERACUN
REDOKS

FUNGSI AIR TANAH

samb.

SIFAT TANAH LAINNYA:


DISTRIBUSI PORI
MENGEMBANG DAN MENGKERUT/MENYUSUT
SIFAT MEKANIS: e.g.(CONSISTENSI, PLASTICITY, STRENGTH,
COMPACTIBILITY, PENETRABILITY,
AND TRAFFICABILITY)

STICKINESS,

4. MACAM AIR TANAH

Air Higroskopis:
Berupa selaput tipis mengll perm aggregat tanah ( 15-20 mol.
Air)
Sebagian besar uap air

Air Adesi (Adsorpsi):

Air Kohesi (Kapiler):

Lapisan tipis air di sekll partikel (butir) tanah


Diikat sgt kuat oleh tenaga elektris partikel tanah dan mol. Air
Mgkn dlm btk kristal, sedikit-tidak bergerak
Tkt energi rendah, tdk tersedia bagi tanaman
Dpt hilang dg pemanasan 105oC (oven)

Lapisan air terluar mengll aggregate tanah


Diikat tdk sekuat air adesi
Btk cair, mdh diambil tanaman
Tkt energi > tkt e. adesi
Bergerak sgt lambat

Air Gravitasi:
Tidak dipengaruhi oleh daya hisap matrik tanah
Mudah bergerak di bawah pengaruh gravitasi
Mengisi pori makro

Interaksi antara Tanah dan


Air
Tanah sebagai media yang menyimpan air
dan memindahkan air. Jika satu kaki kubik
dari tanah lapisan atas lempung berdebu
dipisahkan dalam komponen-komponen, kirakira 45 % dari volume itu akan menjadi
bahan mineral (partikel tanah), sisa organik
akan menempati 5 % dari volume itu dan
sisanya adalah ruang pori tanah, Ruang pori
itu adalah ruang antara partikel tanah dan
ditempati oleh juga udara adan air. Jumlah
dan ukuran ruang pori ditentukan oleh
tekstur tanah, bulk density dan strruktur
tanah.

Interaksi antara Tanah dan Air (Lanjutan)


Air dipegang oleh tanah dalam 2 cara: Sebagai
selaput tipis pada bagian luar partikel tanah
dan di dalam ruang pori tanah. Air tanah
dalam ruang pori dapat dibagi dalam 2 bentuk
berbeda; Air Gravitasi dan Air Kapiler (Gambar
3). Air Gravitasi biasanya bergerak cepat ke
bawah di dalam tanah karena kekuatan
gravitasi. Air Kapiler adalah paling penting
untuk produksi tanaman karena air itu
dipegang partikel tanah melawan kekuat-an
gravitasi.

Gambar 3. Dua cara utama air dipegang di dalam tanah untuk


tanaman dengan menggunakan gaya kapiler dan gravitasi.

5. KADAR AIR TANAH


Bila padatan tanah dipadatkan,
maka
Pori
Tanah

Air + Udara

Udara
Air

Padatan

Padatan
Tanah

Mineral + BO

Tanah Jenuh: semua pori diisi air


Tanah Kering Oven: semua pori diisi udara

KA Tanah dipengaruhi oleh:


Tekstur,

KA tnh pasir < KA lempung < debu <


tnh liat < gambut

Struktur,

BO

Macam Kation Terjerap:

Na > K > Mg > Ca

Jenis koloid:

Humus > liat


Humat > Humin > Fulfat
Montmorill. > Vermi.> Illite > Chlorite >
Kaolinite

PENETAPAN KADAR AIR TANAH


1. Gravimetrik (conventional)
2. Hambatan listrik: eg.Gypsum Block
3. Neutron Scattering: Neutron Probe
Soil Surface

PERHITUNGAN
KADAR AIR TANAH

SATUAN:
KA % Berat = BB-BK x 100
(gg-1)
BK
KA % vol. = BB BK x 100
(gcm-3)
Volume
atau

KA % Vol.= % Berat x BV
Note:

BB = Berat tanah basah


BK = Berat tanah kering tetap (BK oven)
KA = Kadar Air

Contoh:

4 cm

Berat tanah dari lapa4 cm


ngan = 100 g, setelah
diovenkan 48 jam pada
105oC = 80 g
4 cm
Volume tanah = 4 x 4 x 4 = 64 cm3
BV = BK = 80/64 = 1.25 gcm-3
Vol.
KA % berat = 100-80 x 100 = 25%
80
KA % Vol. = 100-80 x 100 = 31.25%
64
atau
= 25% x 1.25 = 31.25%

KENYATAAN
Tanah diperlakukan sama tetapi punya
kandungan air berbeda
Dua tanah yang punya kandungan air sama
tetapi respon tanaman berbeda
Bila dua tanah beda tekstur punya kandungan air
yang sama didekatkan satu sama lain, air akan
bergerak dari satu tanah ke tanah yang lain,
umumnya dari tekstur kasar ke halus

Why ???

6. ENERGI AIR
TANAH
Evapotranspirasi

Evaporasi
Infiltrasi

Absorption
Perkolasi

PERGERAKAN AIR TANAH

PERBEDAAN

ENERGI

HISAPAN ATAU TEGANGAN AIR TANAH:


Disebabkan oleh pot.matrik (m) dan pot.osmotik (o)
yaitu tenaga yang bertanggung jawab terhadap retensi/
pengikatan air oleh tanah (= tenaga yang harus
dikeluarkan untuk mengekstrak/memperoleh air tanah)
Pot. Matrik dan Osmotik dinyatakan dengan (-) (berbanding terbalik dengan energi dan kadar air tanah).
Alat Penetapan Potensial Air Tanah
1. Corong Buchner (KolomAir)
2. Tensiometer
3. Pressure Plate Apparatus 4. Thermocouple Psychrometer
Satuan Energi Air Tanah:
1. Cm kolom air
2. pF (log dari tinggi kolom air)
3. Bar/atm/Pascal
4. J/kg

KORELASI ENERGI DAN KADAR AIR


TANAH

Kemampuan Retensi Maks.(=Jenuh Air):

jlh maks air yang bisa diserap oleh satuan vol. tanah
Pori makro + mikro terisi air
Ditahan pada hisapan ~ 0 atm

Kapasitas Lapang;

KA tanah setelah air gravitasi hilang


Batas teratas air tersedia bagi tanaman
Tegangan perm. Lapisan air 1/3 atm (= pF 2.54)

Koefisien Layu:

KA tanah saat akar tanaman tdk mampu mengektraksnya


lagi
Kec. Absorbsi air tidak bisa mempertahankan turgor
tumbuhan
Tanaman mulai layu, dan mati
Tegangan perm. Lapisan air 15 atm (= pF 4.2)

Koefisien Higroskopis:

KA tanah tdk bisa diekstrak tanaman


Tegangan perm. Lap air 31-10.000 atm (pF 4.5-7)

HC
Sat.

FC

Air Kapiler

Air Higroskopis

En. (pF): 7.0


Pori (u)

WP

4.5
2 u

4.2

Air Bebas

2.54
8.6 u

Air Tersedia

Air tdk berguna

2.0

1.0
30u

Air
Air
Perk. Perkolasi
Pelan cepat

Air berguna bagi tan.

HUBUNGAN AIR TANAH TANAMAN

Secara Fisik:
Air Bebas:
Mengisi pori makro (>
8.6 u)
Tegangan perm < 1/3
atm
Mudah bergerak
pengaruh gravitasi
Cpt hilang & mencuci
hara
Air Kapiler:
Mengisi pori mikro &
dinding pori makro
Tegangan perm 1/3 31
atm
Sebagai larutan tanah
Bergerak lambat dan
tersedia sebagian
Air Higroskopis:
Mengisi pori sgt kecil,
menyelimuti aggr.
Tanah
Tegangan perm 3110.000 atm
Sebagian besar noncairan
Bergerak dalam bentuk
uap & tidak tersedia

Secara
Air

Air

Air

Biologis
Berlebihan:
Umumnya air bebas
Tdk dapat digunakan
tanaman
Berpengaruh jelek:
Aerase kurang
Leaching zat hara
Bacteri
amonifikasi &
nitrifikasi
Tersedia
Sebagian besar air
kapiler
Antara FC WP
A.T.cepat (ekat FC),
lambat (dekat WP)
50-85% terpakai harus
ditambah untuk
Pertumbuhan optimum
Tak Tersedia
Tegangan permukaan
> WP
Sebagian air kapiler +
semua air higroskopik
Bermanfaat sedikit u/
bacteri dan jamur

7. GROUND WATER FLOW


(ALIRAN AIR TANAH)

Terjadinya Aliran Air tanah


Sifat-sifat batuan yg berlaku sbg
akuifer
Penyelidikan Air tanah

PROSES TERJADINYA ALIRAN AIR


TANAH

Air tanah merupakan bagian dari daur hidrologi,


dimana air hujan yang turun ke bumi/lahan
sebagian mengalir kepermukaan tanah dan
sebagian lainnya masuk ke dalam tanah yang
nantinya mengalir sebagai Air Tanah.

SIFAT BATUAN YANG DAPAT


BERFUNGSI SEBAGAI AKUIFER
Untuk mengetahui keadaan dan kedudukan
air tanah, maka harus diketahui kondisi
geologinya
yang
berkaitan
dengan
kemampuan menahan, menampung dan
mengalirkan air serta besar kapasitasnya.
Lapisan
tanah/batuan
yang
memiliki
susunan sedemikian rupa sehingga mampu
melepaskan air dalam jumlah yang cukup
besar disebut AKUIFER

Jenis tanah/batuan yang


dapat berfungsi sebagai
akuifer

Pasir, kerikil:dan kerakal


Batu Gamping
Batuan Gunung berapi (vulkanik)
Batupasir
Tanah liat yg bercampur dengan bahan yg
lebih kasar (lempung pasiran, pasir
lempungan)
Konglomerat, Breksi
Batuan Kristalin (Batu Kalsit, Batu Kapur
dsb).

JENIS-JENIS AKUIFER :
1. Akuifer Bebas (Unconfined Aquifer)
Suatu akuifer dimana muka air tanah
meru-pakan batas atas dari daerah jenuh
air dan disebut juga Phreatic Aquifer.
2. Akuifer Terkekang (Confined Aquifer)
Suatu akuifer yang terletak diantara dua
lapisan kedap air (impermiable) dan
mempunyai tekanan yang lebih besar dari
tekanan atmosfer dan disebut juga
Pressure Aquifer.

JENIS-JENIS AKUIFER
(Lanjutan):
3. Akuifer Setengah Terkekang (Leakage/
Leaky-artesian Aquifer atau Semiconfined Aquifer)
Suatu akuifer yang sepenuhnya jenuh air
dan lapisan atas dibatasi oleh lapisan
setengah kedap air.
4. Akuifer Menggantung (Perched Aquifer)
Suatu akuifer dimana massa air tanahnya terpisah dari air tanah induk oleh
lapisan yang relatif kedap air yang begitu
luas dan terletak di atas daerah jenuh air.

Klasifikasi Aquifer

Akuifer Bebas (Unconfined


Aquifer)
Permukaan tanah

Muka air tanah

Ho

Akuifer Bebas

Lap. Kedap Air (K = 0)

Akuifer Terkekang (Confined


Aquifer)
Permukaan tanah

Lap. Kedap Air (K = 0)

Akuifer Terkekang

Lap. Kedap Air (K = 0)

Akuifer Setengah Terkekang (Semi-confined


Aquifer)
Permukaan tanah

Lap. Setengah kedap air (K > 0)

Akuifer Setengah
Terkekang

Lap. Kedap Air (K = 0)

Akuifer Menggantung (Perched


Aquifer)
Permukaan tanah

Akuifer Menggantung
D
Lap. kedap air (K = 0)

Akuifer Bebas

Lap. Kedap Air (K = 0)

8. PENYELIDIKAN AIR
TANAH
Penyelidikan/Survei Air Tanah terdiri dari 3 tahap:
Tahap Survei Pendugaan;
Tahap Uji Aquifer; dan
Tahap untuk mengetahui besarnya air yang dapat
diambil (yield).
Tahap Survei Pendugaan terdiri dari:
Pendugaan fisik, atau disebut juga survei permukaan
(non-destructive tester).
Pendugaan fisik terdiri dari pendugaan Geolistrik,
pendugaan
Geoseismik
dan
Interpretasi
Foto
Udara/Citra Landsat atau SIG.
Survei penggalian (destructive tester), yang disebut
juga dengan penyelidikan bawah permukaan tanah
(sub-surface investigation).
Dilakukan dengan menggali lubang ke dalam tanah
(bor tangan, sumur uji & bor mesin) untuk menetapkan
lapisan-lapisan tanah/batuan. Hasil penggalian ini
biasanya digunakan juga untuk uji aquifer.
33

Tahap Uji Aquifer


(Lanjutan)
Maksud uji aquifer adalah untuk mengetahui
konstanta/ koefisien aquifer seperti koeffisien
permeabilitas dan koeffisien penampungan (storage
coeffisient). Koeffisien-koeffisien ini dihitung dalam
keadaan seimbang dan tidak seimbang.
Uji Aquifer dalam keadaan air tanah seimbang,
dilakukan dengan :
mempergunakan dua sumur pemeriksa/uji.
mempergunakan satu sumur pemeriksa/uji.
tanpa sumur pemeriksa/uji.

Uji Aquifer dalam keadaan air tanah tidak seimbang,


didasarkan pada pemompaan air dalam jumlah tetap
dan memantau perubahan-perubahan permukaan air
tanah pada waktu-waktu tertentu, dan dapat
dihitung dengan berbagai cara, antara lain cara :

34

Theiss
Chow
Jacob dan
Cara Perhitungan berdasarkan pemulihan permukaan
air.

PENYELIDIKAN AIR TANAH


(Lanjutan):
Penyelidikan Permukaan (Surface
Investigation)
1. Metode Geologi

Didasarkan pada pengumpulan, analisis dan interpretasi


data dari peta topografi, peta geologi dan peta geohidrologi serta informasi dari daerah setempat.

2. Metode Gravitasi
Didasarkan pada sifat medan garavitasi yang disebabkan oleh perbedaan kontras rapat massa tanah/batuan
dengan daerah sekelilingnya. Namun metode ini jarang
digunakan karena biayanya cukup mahal.

PENYELIDIKAN AIR TANAH


(Lanjutan):
3. Metode Magnit
Bertujuan untuk mendeteksi variasi medan magnit
yang disebabkan oleh batuan yang mempunyai
kerentanan (suspectibilitas) yang berbeda-beda atau
disebabkan oleh perubahan susunan geologi.

4. Metode Pendugaan Seismik


Didasarkan pada sifat perjalanan gelombang elastik
yang merambat dalam lapisan tanah/batuan.

5. Metode Pendugaan Geolistrik (Lanjutan)


Didasarkan pada sifat-sifat kelistrikan dari
tanah/batuan penyusun kerak bumi. Berdasarkan
sumbernya, metode ini dapat dibagi 2 (dua) yaitu :
a. Bergantung pada kandungan arus atau medan
listrik alami yang terdapat pada kerak bumi.
Salah satu contohnya adalah Metode Potensial
Diri (Self Potential)
b. Menggunakan arus/medan listrik buatan, bisa
menggunakan arus searah atau bolak-balik.
Contohnya untuk arus searah (DC) dengan
metode tahanan jenis, sedangkan untuk arus
bolak-balik (AC) dengan metode listrik magnit.

Penyelidikan Bawah Permukaan


(Sub-surface Investigation)
Pemboran Masin (Drilling Machine) :
Memberikan kelengkapan data dari lapisan tanah/batuan
secara vertikal dari permukaan tanah sampai kedalaman yg
diinginkan.
Disamping melakukan pemboran mesin juga dilakukan
pengukuran (logging) dengan maksud untuk membantu
mendapatkan data yang paling mendekati kondisi yang
sebenarnya.
Salah satu metode yang cukup baik yaitu : Metode Geologic
Logging, yaitu dengan cara mengumpulkan contoh
tanah/batuan setiap kedalaman selama dilakukan pemboran
mesin.

Contoh Hasil Geological


Logging :

Sumber Daya habis terpakai,


tetapi
dapat
diper-baharui/di
daur
ulang
yaitu:

AIR
Youll never miss the water
Till your well runs dry

Siklus Air

Siklus Air

Persediaan Air di bumi yang dapat


diper-baharui diatur oleh siklus
hidrologi (Siklus air), yaitu suatu
sistem peredaran air secara terus
menerus: dimulai dari penguapan,
diteruskan
menjadi
pemben-tukan
awan, turun menjadi hujan, diserap
oleh tanaman, masuk ke dalam tanah,
disaring oleh tanah dan ada yang
mengalir sebagai aliran luar dan dalam
tanah, akhirnya sampai sebagai air
yang mengalir ke dalam sungai hingga
ke laut

Air Permukaan
Sumber Daya Air
Air Tanah

Air Permukaan: terdapat di permukaan tanah tersebar secara tidak merata seperti sungai dan
danau.
Air Tanah: air yang terserap pada lapisan batu
karang bawah tanah yang dikenal sebagai Aquifer
(strata air dalam tanah)
Air tanah sering dipompa untuk keperluan RT, industri dan pertanian, sedang aquifer merupakan
tempat persediaan air yang bebas dari penguapan.
Aliran air mengisi kembali (recharge) air tanah selama aliran tinggi, dan sebaliknya aquifer akan
memberikan air pada waktu aliran rendah di musim
kering.

Potensi Kekurangan
Air
Menurut taksiran para ahli, jumlah air yang tersedia untuk
digunakan manusia 10.000 m3 per jiwa pertahun. Adanya
pertambahan penduduk, persediaan air di tahun 2000 diperkirakan
merosot menjadi 6000 m3 per jiwa pertahun.(Konferensi di
Argentina,1977)
Di Indonesia (tahun 1987): luas dataran sekitar 1.918.410 km 2
memiliki curah hujan rata-rata 2.620 mm setahun, setelah
memperhatikan kehilangan dan penguapan, maka limpahan yang
tersedia sekitar 55% atau 1.450 mm.Tahun 1987 jumlah penduduk
172.350.000, maka potensi air per jiwa pertahun ada sekitar 16.000
m3. (luas dataran x limpahan air : jumlah penduduk). Karena aliran
sungai berfluktuasi, maka aliran mantap sekitar 25-35% dari ratarata aliran setahun, sehingga untuk Indonesia aliran mantapnya
tersedia sebesar 4000 m3 per jiwa per tahun
Di Jawa (tahun 1987): luas dataran sekitar 132.200 km 2, curah hujan
1.200mm setahun dan jumlah penduduk 104.000.000, maka potensi
air per jiwa per tahun tersedia 1.525 m 3 , aliran mantap 381 m3 per
jiwa per tahun; sedang tahun 1970 aliran mantap tersedia sekitar
500 m3 terdapat penurunan drastis 25%

Alokasi Efisiensi atas


Kelangkaan Sumber Daya
Air

Manajemen Sumber Daya Air: Pengendalian


banjir, pengembangan sumber daya air dan
pemanfaatan air.
Pengendalian banjir: dam, perbaikan saluran,
keane-kaan saluran air, manajemen tanah,
pemindahan atau re-organisasi pemukiman.
Pengembangan sumber daya air: pengawasan
aliran air, sehingga pola suplai air memenuhi pola
permintaan di seluruh ruang dan waktu.
Pemanfaatan air: suplai air kebutuhan kota, irigasi,
pembangkit tenaga, pengawasan banjir, rekreasi,
pengawasan pencemaran, pelayaran, perikanan
dan untuk konservasi binatang di hutan.

Manajemen Air
Permukaan
Ada dua syarat: (1) harus langsung dapat
menjaga
keseimbangan
pada
para
pengguna yang saling berkompetisi, dan
(2) harus dapat menyediakan sarana yang
dpt mengendalikan arus air permukaan
(dam dan waduk)
Model untuk manajemen air permukaan:
model optimasi dan simulasi, model statik
dan dinamik, model deterministik dan
stokastik, model investasi dan operasional

INFILTRASI DAN PERKOLASI

Kapasitas Infiltrasi
Faktor-faktor
mempengaruhi
infiltrasi

yang
kapasitas

Metode perhitungan kapasitas


infiltrasi
48

Kapasitas
Infiltrasi
Infiltrasi
= Resapan air dari permukaan ke
dalam tanah, kebalikan dari infiltrasi adalah
rembesan (seepage).
Perkolasi = Resapan air antara permukaan tanah
dan permukaan air tanah (zona air tanah tidak
jenuh).
Kapasitas
Infiltrasi
=
Kurva
batas
yang
menggambarkan laju peresapan air maksimum
dengan waktu untuk jenis tanah tertentu (termasuk
jenis tanah penutupnya).
Kapasitas Perkolasi = Kurva batas yang
menggambarkan laju peresapan air maksimum
dengan waktu yang tergantung dari jenis tanah pada
zona tidak jenuh.
49

Pergerakan Air Tanah


Gerakan air tanah dikuasai oleh prinsip-prinsip
hidrolika yang telah tersusun baik.
Terhadap aliran tanah lewat aquifer yang pada
umumnya
merupakan
media
tiris,
dapat
diperlakukan hukum DARCY, yang sangat terkenal.
Permeabilitas, yang merupakan ukuran kemudahan aliran lewat media tersebut, merupakan
konstanta penting dalam persamaan aliran.
Penentuan permeabilitas secara langsung dapat
dilakukan
melalui
pengukuran-pengukuran
di
lapangan atau di laboratorium.
Dari Hukum DARCY dan persamaan kontinuitas
persamaan umum aliran dapat dicari.
50

Nilai k untuk beberapa macam


tanah
Macam Tanah

Koefisien Rembesan
(cm/dtk)

1. Pasir lempungan atau lanau


1. 1 x 10-2

sampai

5 x 10-3

2. Pasir halus
2. 5 x 10-2

sampai

1 x 10-3

3. Pasir lanauan
3. 2 x 10-3

sampai

1 x 10-4

4. 5 x 10-4

sampai

1 x 10-5

10-6 sampai

1 x 10-9

4. Lanau
5. Lempung
5. 1 x

51

BAHAN RUJUKAN
Hanks and Aschroft, 1974.
Applied of Soil Physics.
Smith, M.J. 1981. Soil Mechanics.
Hillel. 1982. Introduction to Soil
Physics.
Hakim, et al, 1986. Dasar-Dasar
Ilmu Tanah.
McLaren dan Cameron. 1996.
Soil Physics.
52