Anda di halaman 1dari 11

MANFAAT ZAT RADIOAKTIF / RADIOISOTOP

Label: radioaktif
Dalam indikator SKL UN Fisika 2009-2010 yang paling akhir (SKL ke-6 dan indikator terakhir),
yaitu :
Menentukan jenis-jenis zat radioaktif dan mengidentifikasi manfaat radioisotop dalam kehidupan
Dalam soal-soal TO seringkali muncul dalam soal nomor 40, yaitu manfaat
radioaktif/radioisotop dalam berbagai bidang. Untuk itu saya mengumpulkan beberapa manfaat
radioisotop dalam berbagai bidang. Smoga bermanfaat :
A. Bidang kedokteran
I-131 Terapi penyembuhan kanker Tiroid, mendeteksi kerusakan pada kelenjar gondok, hati dan
otak
Pu-238 energi listrik dari alat pacu jantung
Tc-99 & Ti-201 : Mendeteksi kerusakan jantung
Na-24 Mendeteksi gangguan peredaran darah
Xe-133 Mendeteksi Penyakit paru-paru
P-32 Penyakit mata, tumor dan hati
Fe-59 Mempelajari pembentukan sel darah merah
Cr-51 Mendeteksi kerusakan limpa
Se-75 Mendeteksi kerusakan Pankreas
Tc-99 Mendeteksi kerusakan tulang dan paru-paru
Ga-67 Memeriksa kerusakan getah bening
C-14 Mendeteksi diabetes dan anemia
Co-60 Membunuh sel-sel kanker
B. Bidang Hidrologi.
1.Na-24 Mempelajari kecepatan aliran sungai
2. Tc-99 Menyelidiki kebocoran pipa air bawah tanah (dengan menggunakan pemancar sinar
gamma), bisa juga memakai Na-24
C. Bidang Biologis
1. Mempelajari kesetimbangan dinamis.
2. Mempelajari reaksi pengesteran.
3. Mempelajari mekanisme reaksi fotosintesis.
D. Bidang pertanian.
1. Pemberantasan hama dengan teknik jantan mandul, contoh : Hama kubis
2. Pemuliaan tanaman/pembentukan bibit unggul, contoh : Padi
3. Penyimpanan makanan sehingga tidak dapat bertunas, contoh : kentang dan bawang
E. Bidang Industri
1. Pemeriksaan tanpa merusak, contoh : Memeriksa cacat pada logam
2. Mengontrol ketebalan bahan, contoh : Kertas film, lempeng logam

3. Pengawetan bahan, contoh : kayu, barang-barang seni


4. Meningkatkan mutu tekstil, contoh : mengubah struktur serat tekstil
5. Untuk mempelajari pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin bekerja
6.Menyelidiki kebocoran pipa air bawah tanah, dengan menggunakan pemancar sinar gamma,
misalnya Tc-99
F. Bidang Arkeologi
1. Menentukan umur fosil dengan C-14
Pengenalan radioisotop bagi kehidupan umat manusia dimaksudkan untuk
kesejahteraan manusia, dan bukan untuk mengancam kehidupan manusia.
Penggunaan radioisotop sebagai perunut didasarkan pada kenyataan bahwa isotop
radioaktif mempunyai sifat kimia yang sama dengan isotop stabil. Jadi, suatu isotop
radioaktif melangsungkan reaksi kimia yang sama seperti isotop stabilnya. Sedangkan
penggunaan radioisotop sebagai sumber radiasi didasarkan pada kenyataan bahwa
radiasi yang dihasilkan zat radioaktif dapat mempengaruhi materi maupun mahluk.
Radiasi dapat digunakan untuk memberi efek fisis, efek kimia, maupun efek biologis.
Di negara-negara maju penggunaan dan penerapan radioisotop telah
dilakukan dalam berbagai bidang. Radioisotop adalah isotop suatu unsur
radioaktif yang memancarkan sinar radioaktif. Isotop suatu unsur baik stabil
maupun yang radioaktif memiliki sifat kimia yang sama. Penggunaan
radioisotop dapat dibagi ke dalam penggunaan sebagai perunut dan
penggunaan sebagai sumber radiasi. Radioisotop sebagai perunut digunakan
untuk mengikuti unsur dalam suatu proses yang menyangkut senyawa atau
sekelompok senyawa. Radioisotop dapat digunakan sebagai sumber sinar
sebagai pengganti sumber lain misal sumber sinar X.
Radioisotop dapat digunakan sebagai perunut sebab energi sinar yang
dipancarkan serta waktu paruhnya merupakan sifat khas radioisotop
tersebut. Pada contoh di bawah ini akan diberikan beberapa contoh
penggunaan radioisotop baik sebagai perunut maupun sebagai sumber
radiasi.
Penggunaan radioisotop digunakan dalam berbagai bidang, misalnya pada
industri, teknik, pertanian, kedokteran, ilmu pengetahuan, hidrologi dan lain-lain. Tujuan

penggunaan radioisotop bagi kehidupan manusia adalah untuk kesejahteraan manusia


dan memudahkan keberlangsungan hidup manusia.
Manfaat Radioisotop dalam Berbagai Bidang Kehidupan baik sebagai
perunut maupun sebagai sumber radiasi adalah sebagai berikut :

1. Radioisotop dalam Bidang Kedokteran


Berbagai jenis radioisotop digunakan untuk mendeteksi

(diagnosa)

berbagai penyakit antara lain Teknesium-99 (Tc-99),Talium-201 (TI201),

Iodin-131

(I-131),Natrium-24

(Na-24),Xenon-133

(Xe-133),

Fosforus-32 (P-32), dan besi-59 (Fe-59).

Teknetum-99 (Tc-99)
yang disuntikkan kedalam pembuluh darah akan akan diserap terutama oleh jaringan
yang rusak pada organ tertentu, seperti jantung, hati dan paru-paru. Sebaliknya, TI-201
terutama akan diserap oleh jaringan sehat pada organ jantung. Oleh karena itu, kedua
radioisotop itu digunakan bersama-sama untuk mendeteksi kerusakan jantung.

Iodin-131 (I-131) diserap terutama oleh kelenjar gondok, hati


dan bagian-bagian tertentu dari otak. Oleh karena itu, I-131
dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan pada kelenjar
gondok, hati, dan untuk mendeteksi tumor otak.

Iodin-123 (I-123) adalah radioisotop lain dari Iodin. I-123 yang


memancarkan sinar gamma yang digunakan untuk mendeteksi
penyakit otak.

Natrium-24 (Na-24) digunakan untuk mendeteksi adanya


gangguan peredaran darah. Larutan NaCl yang tersusun atas Na-24
dan Cl yang stabil disuntikkan ke dalam darah dan aliran darah dapat
diikuti dengan mendeteksi sinar yang dipancarkan, sehingga dapat
diketahui jika terjadi penyumbatan aliran darah.

Xenon-133 (Xe-133) digunakan untuk mendeteksi penyakit


paru-paru.

Phospor-32 (P-32) digunakan untuk mendeteksi penyakit mata,


tumor, dan lain-lain. Serta dapat pula mengobati penyakit

polycythemia rubavera, yaitu pembentukan sel darah merah yang


berlebihan. Dalam penggunaanya isotop P-32 disuntikkan ke
dalam tubuh sehingga radiasinya yang memancarkan sinar beta
dapat menghambat pembentujan sel darah merah pada sum-sum
tulang belakang.

Sr-85 untuk mendeteksi penyakit pada tulang.

Se-75 untuk mendeteksi penyakit pankreas.

Kobalt-60 (Co-60) sumber radiasi gamma untuk terapi tumor


dan kanker. Karena sel kanker lebih sensitif (lebih mudah rusak)
terhadap radiasi radioisotop daripada sel normal, maka
penggunakan radioisotop untuk membunuh sel kanker dengan
mengatur arah dan dosis radiasi.

Kobalt-60 (Co-60) dan Skandium-137 (Cs-137), radiasinya


digunakan untuk sterilisasi alat-alat medis.

k. Radioisotop fosfor dapat dipakai untuk menentukan tempat tumor di


otak:

Ferum-59 (Fe-59) dapat digunakan untuk mempelajari dan mengukur laju


pembentukan sel darah merah dalam tubuh dan untuk menentukan apakah zat
besi dalam makanan dapat digunakan dengan baik oleh tubuh.

Sejak lama diketahui bahwa radiasi dari radium dapat dipakai untuk pengobatan
kanker. Oleh karena radium-60 dapat mematikan sel kanker dan sel yang sehat
maka diperlukan teknik tertentu sehingga tempat di sekeliling kanker mendapat
radiasi seminimal mungkin.

Radiasi gamma dapat membunuh organisme hidup termasuk bakteri. Oleh


karena itu, radiasi gamma digunakan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran.

2. Radioisotop dalam Bidang Pertanian


Dalam bidang pemuliaan tanaman pembentukan bibit unggul dapat
dilakukan dengan menggunakan radiasi. Misalnya, pemuliaan padi,
bibit padi diberi radiasi dengan dosis yang bervariasi, dari dosis
terkecil yang tidak membawa pengaruh hingga dosis terbesar yang
mematikan, (Biji tumbuh). Biji yang sudah diradiasi itu kemudian

disemaikan
radiasinya.

dan

ditanam

Selanjutnya

berkelompok

akan

dipilh

menurut

varietas

ukuran

yang

dosis

dikehendaki,

misalnya yang tahan hama, berbulir banyak dan berumur pendek.


Dalam bidang pertanian, radiasi yang dihasilkan juga digunakan untuk
pemberantasan hama dan pemulihan tanaman.
a. Pembentukan Bibit Unggul
Dalam

bidang

pertanian,

radiasi

gamma

dapat

digunakan

untuk

memperoleh bibit unggul. Sinar gamma menyebabkan perubahan dalam


struktur

dan

sifat

kromosom

sehingga

memungkinkan

menghasilkan

generasi yang lebih baik, misalnya gandum dengan yang umur lebih pendek.
Selain sinar gamma, fosfor-32 (P-32) juga berguna untuk membuat benih
tumbuhan yang bersifat lebih unggul dibandingkan induknya. Radiasi
radioaktif ini ke tanaman induk akan menyebabkan ionisasi pada berbagai
sel tumbuhan. Ionisasi inilah yang menyebabkan turunan akan mempunyai
sifat yang berbeda dari induknya. Kekuatan radiasi yang digunakan diatur
sedemikian rupa hingga diperoleh sifat yang lebih unggul dari induknya.
b. Pemupukan dan Pemberantasan Hama dengan Serangga Mandul
Radioisotop fosfor dapat dipakai untuk mempelajari pemakaian pupuk
oleh tanaman. Ada jenis tanaman yang mengambil fosfor sebagian dari
tanah dan sebagian dari pupuk. Berdasarkan hal inilah digunakan fosfor
radioaktif

untuk

mengetahui

pola

penyebaran

pupuk

dan

efesiensi

pengambilan fosfor dari pupuk oleh tanaman. Teknik radiasi juga dapat
digunakan untuk memberantas hama dengan menjadikan serangga mandul.
Dengan radiasi dapat mengakibatkan efek biologis, sehingga timbul
kemandulan pada serangga jantan. Kemandulan ini dibuat di laboratorium
dengan cara hama serangga diradiasi sehingga serangga jantan menjadi
mandul. Setelah disinari hama tersebut dilepas di daerah yang terserang

hama, sehingga diharapkan akan terjadi perkawinan antara hama setempat


dengan jantan mandul yang dilepas, sehingga telur itu tidak akan menetas.
c. Pengawetan Makanan
Pada musim panen, hasil produksi pertanian melimpah. Beberapa dari
hasil pertanian itu mudah busuk atau bahkan dapat tumbuh tunas,
contohnya

kentang.

Oleh

karena

itu

diperlukan

teknologi

untuk

mengawetkan bahan pangan tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan
adalah dengan irradiasi sinar radioaktif. Radiasi ini juga dapat mencegah
pertumbuhan bakteri dan jamur.

3. Radiologi dalam Hal Penyimpanan Makanan


Bahan makanan seperti kentang dan bawang jika disimpan lama akan bertunas.
Radiasi dapat menghambat pertumbuhan bahan-bahan seperti itu. Jadi, sebelum bahan
tersebut disimpan diberi radiasi dengan dosis tertentu sehingga tidak akan bertunas,
dengan demikian dapat disimpan lebih lama. Radiasi juga digunakan untuk pengawetan
bahan makanan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

4. Radio Aktif dalam Bidang Industri


Kaos lampu petromaks menggunakan larutan radioisotop horium dalam
batas yang dipernankan agar nyalanya lebih terang. Radiasi gamma
yang dihasilkan dapat digunakan untuk memeriksa cacat pada logam
dan juga untuk pengawetan kayu, barang-barang seni,dll.
Penggunaan

radioisotop

dalam

bidang

industri

antara

lain

untuk

mendeteksi kebocoran pipa yang ditanam di dalam tanah atau dalam beton.
Dengan menggunakan radioisotop yang dimasukkan ke dalam aliran pipa
kebocoran pipa dapat dideteksi tanpa penggalian tanah atau pembongkaran
beton. Penyinaran radiasi dapat digunakan untuk menentukan keausan atau
kekeroposan yang terjadi pada bagian pengelasan antarlogam. Jika bahan ini

disinari dengan sinar gamma dan dibalik bahan itu diletakkan film foto maka
pada bagian yang aus atau keropos akan memberikan gambar yang tidak
merata. Radiasi sinar gamma juga digunakan dalam vulkanisasi lateks alam.
Penggunaan zat radioaktif dalam bidang industri yang lainnya adalah untuk
mengatur ketebalan besi baja, kertas, dan plastik; dan untuk menentukan
sumber minyak bumi.

5. Radioaktif dalam Bidang Hidrologi

Na-24 untuk mempelajari kecepatan aliran sungai.

Na-24 dalam bentuk karbonat untuk menylidiki kebocoran pipa air dibawah.

6. Radiologi dalam Bidang Sains

Iodin-131 (I-131) untuk mempelajari kesetimbangan dinamis.

Oksigen-18 (O-18) untuk mempelajari reaksi esterifikasi.

Karbon-14 (C-14) untuk mempelajari mekanisme reaksi fotosintesis.

7. Radiologi dalam Bidang Kimia


a. Teknik Perunut
Teknik perunut dapat dipakai untuk mempelajari mekanisme berbagai
reaksi kimia. Misal pada reaksi esterifikasi. Dengan oksigen-18 dapat diikuti
reaksi antara asam karboksilat dan alkohol. Dari analisis spektroskopi massa,
reaksi esterifikasi yang terjadi dapat ditulis seperti berikut. (isotop oksigen18 diberi warna). Hasil analisis ini menunjukkan bahwa molekul air tidak
mengandung oksigen-18. Adapun jika O-18 berada dalam alkohol maka
reaksi yang terjadi seperti berikut.
b. Penggunaan Isotop dalam Bidang Kimia Analisis

Penggunaan isotop dalam analisis digunakan untuk menentukan unsurunsur kelumit dalam cuplikan. Analisis dengan radioisotop atau disebut
radiometrik dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, sebagai berikut.
1) Analisis Pengeceran Isotop
Larutan yang akan dianalisis dan larutan standar ditambahkan
sejumlah larutan yang mengandung suatu spesi radioaktif. Kemudian zat
tersebut dipisahkan dan ditentukan aktivitasnya. Konsentrasi larutan yang
dianalisis ditentukan dengan membandingkannya dengan larutan standar.
2) Analisis Aktivasi Neutron (AAN)
Analisis aktivasi neutron dapat digunakan untuk menentukan unsur
kelumit dalam cuplikan yang berupa padatan. Misal untuk menentukan
logam berat (Cd) dalam sampel ikat laut. Sampel diiradiasi dengan neutron
dalam reaktor sehingga menjadi radioaktif. Salah satu radiasi yang
dipancarkan adalah sinar gamma . Selanjutnya sampel dicacah dengan
spektrometer gamma untuk menentukan aktivitas dari unsur yang akan
ditentukan.

8. Radologi dalam Pengukuran Usia Bahan Organik


Radioisotop

karbon-14,

terbentuk

di

bagian

atas

atmosfer

dari

penembakan atom nitrogen dengan neutron yang terbentuk oleh radiasi


kosmik.
Karbon radioaktif tersebut di permukaan bumi sebagai karbon dioksida
dalam udara dan sebagai ion hidrogen karbonat di laut. Oleh karena itu
karbon radioaktif itu menyertai pertumbuhan melalui fotosintesis. Lama
kelamaan terdapat kesetimbangan antara karbon-14 yang diterima dan yang
meluruh dalam tumbuh-tumbuhan maupun hewan, sehingga mencapai 15,3
dis/menit gram karbon. Keaktifan ini tetap dalam beberapa ribu tahun.

Apabila organisme hidup mati, pengambilan 14C terhenti dan keaktifan ini
berkurang. Oleh karena itu umur bahan yang mengandung karbon dapat
diperkirakan dari pengukuran keaktifan jenisnya dan waktu paruh 14C. ( 12 T
= 5.730 tahun).

KESIMPULAN
Penggunaan radioisotop sangat membantu manusia dalam berbagai
bidang kehidupan seperti yang telah disebutkan dalam bab pembahasan,
seperti dalam bidang kedokteran untuk mendeteksi kelainan-kelainan dalam
jaringan tubuh, dalam hidrologi untuk menyelidiki kebocoran-kebocoran,
atau dalam bidang pertanian untuk membentuk bibit unggul, dan dalam
penyimpanan makanan pun radioisotop diperlukan. Serta dalam bidang
kimia, sains, pengukuran usia bahan organik, serta dalam bidang industri.

DAFTAR PUSTAKA
FISIKA RADIOAKTIF

Fisika Radioaktif
Definisi pencemaran radioaktif / radio aktif adalah suatu pencemaran lingkungan yang
disebabkan oleh debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor-reaktor atom serta bom atom.
Yang paling berbahaya dari pencemaran radio aktif seperti nuklir adalah radiasi sinar alpha, beta
dan gamma yang sangat membahayakan makhluk hidup di sekitarnya. Selain itu partikel-partikel
neutron yang dihasilkan juga berbahaya. Zat radioaktif pencemar lingkungan yang biasa
ditemukan adalah 90SR penyebab kanker tulang dan 131J.
Apabila ada makhluk hidup yang terkena radiasi atom nuklir yang berbahaya biasanya akan
terjadi mutasi gen karena terjadi perubahan struktur zat serta pola reaksi kimia yang merusak selsel tubuh makhluk hidup baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan atau binatang.

Efek serta Akibat yang ditimbulkan oleh radiasi zat radioaktif pada umat manusia seperti berikut
di bawah ini :
1. Pusing-pusing
2. Nafsu makan berkurang atau hilang
3. Terjadi diare
4. Badan panas atau demam
5. Berat badan turun
6. Kanker darah atau leukimia
7. Meningkatnya denyut jantung atau nadi
8. Daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah terserang penyakit akibat sel darah putih yang
jumlahnya berkurang
MANFAAT ZAT RADIOAKTIF / RADIOISOTOP
beberapa manfaat radioisotop dalam berbagai bidang.yaitu:
A. Bidang kedokteran
I-131 Terapi penyembuhan kanker Tiroid, mendeteksi kerusakan pada kelenjar gondok, hati dan
otak
Pu-238 energi listrik dari alat pacu jantung
Tc-99 & Ti-201 Mendeteksi kerusakan jantung
Na-24 Mendeteksi gangguan peredaran darah
Xe-133 Mendeteksi Penyakit paru-paru
P-32 Penyakit mata, tumor dan hati
Fe-59 Mempelajari pembentukan sel darah merah
Cr-51 Mendeteksi kerusakan limpa
Se-75 Mendeteksi kerusakan Pankreas
Tc-99 Mendeteksi kerusakan tulang dan paru-paru
Ga-67 Memeriksa kerusakan getah bening
C-14 Mendeteksi diabetes dan anemia
Co-60 Membunuh sel-sel kanker
B. Bidang Hidrologi.
1.Mempelajari kecepatan aliran sungai.
2.Menyelidiki kebocoran pipa air bawah tanah.
C. Bidang Biologis
1. Mempelajari kesetimbangan dinamis.
2. Mempelajari reaksi pengesteran.
3. Mempelajari mekanisme reaksi fotosintesis.
D. Bidang pertanian.
1. Pemberantasan hama dengan teknik jantan mandul, contoh : Hama kubis
2. Pemuliaan tanaman/pembentukan bibit unggul, contoh : Padi
3. Penyimpanan makanan sehingga tidak dapat bertunas, contoh : kentang dan bawang

E. Bidang Industri
1. Pemeriksaan tanpa merusak, contoh : Memeriksa cacat pada logam
2. Mengontrol ketebalan bahan, contoh : Kertas film, lempeng logam
3. Pengawetan bahan, contoh : kayu, barang-barang seni
4. Meningkatkan mutu tekstil, contoh : mengubah struktur serat tekstil
5.. Untuk mempelajari pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin bekerja
F. Bidang Arkeologi
1. Menentukan umur fosil dengan C-14
No Comments