Anda di halaman 1dari 12

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan
: Sekolah Menengah Atas
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas / Semester : X / Semester 1
Tema
: Humor dalam Layanan Publik
Jumlah Pertemuan
: 4 X pertemuan (8 jam pelajaran)
A. Kompetensi Dasar
1.1 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya
sebagai sarana komunikasi dalam memahami, menerapkan, dan menganalisis informasi
lisan dan tulis melalui teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan
negosiasi
2.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan
bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan,
dan kebijakan publik
3.2 Membandingkan teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi
baik melalui lisan maupun tulisan
4.2 Memproduksi teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi
yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan mupun
tulisan
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Mengidentifikasi persamaan teks anekdot dengan teks humor dilihat
dari struktur isi dan fitur bahasanya menggunakan bahasa Indonesia
secara santun.
2. Mengidentifikasi perbedaan teks ankedot dengan teks humor dilihat
dari struktur isi dan fitur bahasanya menggunakan bahasa Indonesia
secara santun.
3. Membuat teks anekdot sesuai dengan struktur isi dan fitur bahasa teks anekdot (abstrak,
orientasi, krisis, respon, koda), fituri bahasa (pertanyaan retoris, proses material, konjungsi
temporal), dan kelucuan dengan bahasa yang santun
C. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah membaca teks anekdot dan teks humor, siswa dapat
mengidentifikasi persamaan teks anekdot dengan teks humor dilihat
dari struktur isi dan fitur bahasanya.
2. Setelah membaca teks anekdot dan teks humor, siswa dapat
mengidentifikasi perbedaan teks ankedot dengan teks humor dilihat
dari struktur isi dan fitur bahasanya.
3. Setelah mengamati beberapa fenomena tentang layanan publik, siswa
dapat menentukan topik teks anekdot yang hendak ditulis.
4. Berdasarkan topik yang telah ditentukan, siswa dapat menulis teks
anekdot sesuai dengan struktur isi dan fitur bahasa teks anekdot
menggunakan bahasa yang santun.
D. Materi
1. Contoh teks anekdot dan teks humor
2. Struktur teks anekdot dan teks humor
3. Teknik menyusun perbadingan
4. Teknik menulis teks anekdot

E. Metode
Pendekatan : Saintifik
Metode
: Curah pendapat, diskusi, dan penugasan
F. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Pendahuluan (10 menit)
1.

Salah seorang siswa memimpin berdoa dengan menggunakan bahasa Indonesia


yang baik dan benar.

2.

Curah pendapat tentang fungsi teks anekdot dan teks humor dalam kehidupan
sehari-hari setelah menyimak tayangan humor/anekdot.

3.

Mengekspresikan rasa syukur atas keberadaan bahasa Indonesia setelah menyimak


tayangan teks humor/anekdot.

4.

Menyampaikan tujuan pembelajaran.

5.

Menyepakati kegiatan yang akan dilakukan.

Inti (60 menit)


1. Mengamati (membaca) contoh teks anekdot dan teks humor di buku ajar.
2. Menanya butir-butir penting terkait struktur isi dan fitur bahasa teks anekdot.
3. Menanya butir-butir penting terkait struktur isi dan fitur bahasa teks humor.
4. Mendiskusikan persamaan teks anekdot dan teks humor dilihat dari struktur isi dan
fitur bahasanya (mengeksplorasi dan mengasosiasi)
5. Mendiskusikan perbedaan teks anekdot dan teks humor dilihat dari struktur isi dan
fitur bahasanya (mengeksplorasi dan mengasosiasi)
6. Menyampaikan dan menjelaskan hasil diskusi kelompok dalam diskusi kelas
(mengomunikasikan)
7. Memberi tanggapan baik berupa pertanyaan, sanggahan atau dukungan secara
santun (Mengasosiasi)
8. Penguatan dari guru.
Penutup (10 menit)
1.
2.
3.
4.
5.

Membuat rangkuman
Melakukan refleksi, misalnya mereviu bagian mana yang perlu dijelaskan lebih lanjut.
Mencatat informasi tentang tugas untuk pertemuan kedua, yaitu mencari teks anekdot dan
teks humor, serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaannya.
Mencatat bahwa pada pertemuan kedua akan didiskusikan hasil temuan dari tiap siswa.
Salah seorang siswa memimpin berdoa untuk mengakhiri pembelajaran menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Pertemuan Kedua
Pendahuluan (10 menit)
1. Salah seorang siswa memimpin berdoa dengan menggunakan bahasa Indonesia
yang baik dan benar.
2. Curah pendapat tentang kesulitan-kesulitan yang dialami ketika mencari teks
anekdot dan treks humor serta mendiskusikan persamaan dan perbedaan teks
anekdot dan teks humor.
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
4. Menyepakati kegiatan yang akan dilakukan.

Inti (60 menit)


1. Memajang teks anekdot dan teks humor yang telah ditemukan.
2. Memajang temuan tentang persamaan dan perbedaan teks anekdot yang
ditemukan.
3. Saling menilai pekerjaan teman.
4. Perwakilan dari siswa mempresentasikan hasil penilaian.
5. Memberi tanggapan baik berupa pertanyaan, sanggahan atau dukungan secara
santun.
6. Penguatan dari guru.
7. Ulangan harian, menemukan persamaan dan perbedaan teks anekdot.
Penutup (10 menit)
1. Membuat rangkuman bersama dengan siswa
2. Melakukan refleksi, misalnya menanyakan kesulitan yang dialami siswa dalam proses
pembelajaran.
3. Meminta para siswa untuk mencarai contoh-contoh teks anekdot yang beragam.
4. Memberitahukan bahwa pada pertemuan berikutnya siswa diajak menulis teks ankedot.
5. Salah seorang siswa memimpin berdoa untuk mengakhiri pembelajaran menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Pertemuan Ketiga
Pendahuluan (10 menit)
1. Salah seorang siswa memimpin berdoa dengan menggunakan bahasa Indonesia
yang baik dan benar.
2. Curah pendapat tentang teks-teks humor yang ditemukan dan juga acara-acara
komedi di televisi.
3. Menanyakan berapa banyak buku humor yang telah dibaca beserta kesan-kesanny
setelah membaca.
4. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

5. Menyepakati kegiatan yang akan dilakukan.

Inti (60 menit)

1) Tiap kelompok, memilih satu topik yang berisi sindiran terhadap perilaku pejabat
(korupsi, suap, atau nepotisme), kebijakan publik (misalnya kenaikan bahan bakar
minyak (BBM), ironi impor pangan, kekacauan atau kecurangan dalam ujian
nasional), atau layanan publik (petugas yang tidak ramah, layanan yang berbelitbelit), atau yang lain!
2) Tiap kelompok mengamati dan mengumpulkan bahan sesuai dengan topik yang telah
dipilih.
3) Tiap kelompok menyusun rancangan isi teks anekdot yang akan ditulis dengan
mengikuti tahapan berikut.
1.

Abstrak

2.

3.

Uraian secara ringkas garis besar isi cerita yang akan kalian jadikan teks

anekdot.
Orientasi

Mengenalkan tokoh utama dalam cerita tersebut.

Mengenalkan juga tokoh-tokoh pendukung dalam cerita tersebut.

Menuliskan kapan peristiwa itu terjadi.

Menuliskan di mana dan bagaimana peristiwa itu terjadi.


Krisis

Menuliskan tahapan-tahapan peristiwa yang dialami oleh tokoh utama dan


tokoh pendukung.

4.

5.

Menuliskan puncak konflik (krisis) dari peristiwa-peristiwa tersebut.


Reaksi

Menuliskan bagaimana jawaban/reaksi terhadap krisis.

Reaksi ini harus memuat unsur kelucuan, sindiran, kritik yang menarik dan

mengesankan.
Koda

Menuliskan penegasan yang mengesankan terhadap kritik atau sindiran


yang kalian tonjolkan.

6.

Judul

Menuliskan judul yang menggambarkan keseluruhan isi teks anekdot yang

kalian susun.
Penutup (10 menit)
1. Membuat rangkuman bersama dengan siswa
2. Melakukan refleksi, misalnya menanyakan kesulitan yang dialami siswa dalam proses
pembelajaran.
3. Meminta para siswa untuk melanjutkan hasil penulisannya secara kelompok di luar jam
pelajaran.
4. Memberitahukan bahwa pada pertemuan berikutnya tiap kelompok harus menyajikan
karya anekdot yang telah ditulis.
5. Salah seorang siswa memimpin berdoa untuk mengakhiri pembelajaran menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Pertemuan Keempat
(Belum)

G. Media dan Sumber Belajar


Media
Video humor/anekdot
Beragam contoh teks anekdot dan humor dari internet
Sumber Belajar
Buku Teks Bahasa Indonesia SMA. Ekpresi Diri dan Akademik. 2013. Jakarta:
Kemendikbud.

G. PENILAIAN
Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik
Observasi
Tes Tulis
Tes Praktik

Bentuk Instrumen
Lembar pengamatan sikap dan rubrik
Tes uraian, menemukan persamaan dan perbedaan teks
anekdot dan humor dan Rambu-rambu jawaban
Menulis teks anekdot, rubrik penilaian

Contoh Instrumen
Lembar Pengamatan Sikap
No. Aspek
1
1.
2.

Mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia


Kesantunan dalam menggunakan bahasa
Indonesia

Rubrik Penilaian Sikap


No.
Aspek
1.
Rasa syukur atas
keberadaan bahasa
Indonesia

Skor
2

Catatan
Skor 3 jika
memenuhi 3
kriteria
Skor 2 jika hanya
memenuhi 2
kriteria
Skor 1 jika hanya
memenuhi 1
kriteria

Deskripsi
Menunjukkan ekspresi atau ungkapan senang, kagum.
Menunjukkan sikap yakin dan bangga terhadap
keberadaan bahasa Indonesia

2.

Kesantunan dalam
menggunakan bahasa
Indonesia

Selalu menggunakan bahasa Indonesia secara tertib.

Kalimat yang digunakan komunikatif


Pilihan kata yang digunakan dalam diskusi
menggunakan kata-kata halus seperti tolong,
saya harap, menurut pendapat saya, dsb.
Sebelum memberi tanggapan/menyela terlebih
dahulu meminta kesempatan kepada ketua
kelompok/moderator

Tes Uraian
1. Bacalah teks anekdot dan teks humor berikut!
2. Temukan persamaan kedua teks tersebut dilihat dari struktur isi dan fitur bahasanya!
3. Temukan perbedaan kedua teks tersebut dilihat dari struktur isi dan fitur bahasanya!
Tes Praktik
1) Pilihlah satu topik yang berisi sindiran terhadap perilaku pejabat (korupsi, suap, atau

nepotisme), kebijakan publik (misalnya kenaikan bahan bakar minyak (BBM), ironi
impor pangan, kekacauan atau kecurangan dalam ujian nasional), atau layanan publik
(petugas yang tidak ramah, layanan yang berbelit-belit), atau yang lain!
2) Buatlah rancangan isi teks anekdot yang akan kalian susun dengan mengikuti kaidah
penulisan teks ankedot!

Rubrik Penilaian Kemampuan Menulis Teks Anekdot


No. Aspek
1.
Ketepatan judul

Deskripsi
Apakah judul sesuai dengan isi?

2.

Kelengkapan isi

3.
4.

Keaktualan topik
Kemenarikan
anekdot
Keterpaduan
wacana

Apakah teks memuat seluruh struktur isi teks


anekdot (judul, abstrak, orientasi, krisis, reaksi,
dan koda)?
Apakah topik yang diangkat aktual?
Apakah aspek kelucuan dan sindiran/kritikan
menyatu dan dipaparkan dengan tepat?
Apakah antara paragraf satu dengan paragraf
berikutnya berkaitan, ditandai oleh keterkaitan
isi?
Apakah tidak ada kesalahan dalam struktur
kalimat?
Apakah tidak ada kesalahan dalam penulisan
ejaan dan tanda baca?

5
6.
7.

Kesalahan
struktur kalimat
Ketepatan
penulisan ejaan
dan tanda baca

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Satuan Pendidikan
Mata Pelajaran

: Sekolah Menengah Atas


: Bahasa Indonesia

Ya

Tidak

Kelas / Semester : X / Semester 1


Tema
: Humor dalam Layanan Publik
Jumlah Pertemuan
: 4 X pertemuan (8 jam pelajaran)
A. Kompetensi Dasar
1.2 Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya
sebagai sarana komunikasi dalam memahami, menerapkan, dan menganalisis informasi
lisan dan tulis melalui teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan
negosiasi
2.2 Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan
bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan,
dan kebijakan publik
3.3 Menganalisis teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi
baik melalui lisan maupun tulisan
4.2 Memproduksi teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi
yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan mupun
tulisan
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
4. Mengidentifikasi persamaan teks anekdot dengan teks humor dilihat
dari struktur isi dan fitur bahasanya menggunakan bahasa Indonesia
secara santun.
5. Mengidentifikasi perbedaan teks ankedot dengan teks humor dilihat
dari struktur isi dan fitur bahasanya menggunakan bahasa Indonesia
secara santun.
6. Membuat teks anekdot sesuai dengan struktur isi dan fitur bahasa teks anekdot (abstrak,
orientasi, krisis, respon, koda), fituri bahasa (pertanyaan retoris, proses material, konjungsi
temporal), dan kelucuan dengan bahasa yang santun
C. Tujuan Pembelajaran
5. Setelah membaca teks anekdot dan teks humor, siswa dapat
mengidentifikasi persamaan teks anekdot dengan teks humor dilihat
dari struktur isi dan fitur bahasanya.
6. Setelah membaca teks anekdot dan teks humor, siswa dapat
mengidentifikasi perbedaan teks ankedot dengan teks humor dilihat
dari struktur isi dan fitur bahasanya.
7. Setelah mengamati beberapa fenomena tentang layanan publik, siswa
dapat menentukan topik teks anekdot yang hendak ditulis.
8. Berdasarkan topik yang telah ditentukan, siswa dapat menulis teks
anekdot sesuai dengan struktur isi dan fitur bahasa teks anekdot
menggunakan bahasa yang santun.
D. Materi
1. Contoh teks anekdot dan teks humor
2. Struktur teks anekdot dan teks humor
3. Teknik menyusun perbadingan
4. Teknik menulis teks anekdot
E. Metode
Pendekatan : Saintifik
Metode
: Curah pendapat, diskusi, dan penugasan

F. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Pendahuluan (10 menit)
6.

Salah seorang siswa memimpin berdoa dengan menggunakan bahasa Indonesia


yang baik dan benar.

7.

Curah pendapat tentang fungsi teks anekdot dan teks humor dalam kehidupan
sehari-hari setelah menyimak tayangan humor/anekdot.

8.

Mengekspresikan rasa syukur atas keberadaan bahasa Indonesia setelah menyimak


tayangan teks humor/anekdot.

9.

Menyampaikan tujuan pembelajaran.

10. Menyepakati kegiatan yang akan dilakukan.

Inti (60 menit)


9. Mengamati (membaca) contoh teks anekdot dan teks humor di buku ajar.
10. Menanya butir-butir penting terkait struktur isi dan fitur bahasa teks anekdot.
11. Menanya butir-butir penting terkait struktur isi dan fitur bahasa teks humor.
12. Mendiskusikan persamaan teks anekdot dan teks humor dilihat dari struktur isi dan
fitur bahasanya (mengeksplorasi dan mengasosiasi)
13. Mendiskusikan perbedaan teks anekdot dan teks humor dilihat dari struktur isi dan
fitur bahasanya (mengeksplorasi dan mengasosiasi)
14. Menyampaikan dan menjelaskan hasil diskusi kelompok dalam diskusi kelas
(mengomunikasikan)
15. Memberi tanggapan baik berupa pertanyaan, sanggahan atau dukungan secara
santun (Mengasosiasi)
16. Penguatan dari guru.
Penutup (10 menit)
6.
7.
8.

Membuat rangkuman
Melakukan refleksi, misalnya mereviu bagian mana yang perlu dijelaskan lebih lanjut.
Mencatat informasi tentang tugas untuk pertemuan kedua, yaitu mencari teks anekdot dan
teks humor, serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaannya.
9. Mencatat bahwa pada pertemuan kedua akan didiskusikan hasil temuan dari tiap siswa.
10. Salah seorang siswa memimpin berdoa untuk mengakhiri pembelajaran menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Pertemuan Kedua
Pendahuluan (10 menit)

5. Salah seorang siswa memimpin berdoa dengan menggunakan bahasa Indonesia


yang baik dan benar.
6. Curah pendapat tentang kesulitan-kesulitan yang dialami ketika mencari teks
anekdot dan treks humor serta mendiskusikan persamaan dan perbedaan teks
anekdot dan teks humor.
7. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
8. Menyepakati kegiatan yang akan dilakukan.

Inti (60 menit)


8. Memajang teks anekdot dan teks humor yang telah ditemukan.
9. Memajang temuan tentang persamaan dan perbedaan teks anekdot yang
ditemukan.
10. Saling menilai pekerjaan teman.
11. Perwakilan dari siswa mempresentasikan hasil penilaian.
12. Memberi tanggapan baik berupa pertanyaan, sanggahan atau dukungan secara
santun.
13. Penguatan dari guru.
14. Ulangan harian, menemukan persamaan dan perbedaan teks anekdot.
Penutup (10 menit)
6. Membuat rangkuman bersama dengan siswa
7. Melakukan refleksi, misalnya menanyakan kesulitan yang dialami siswa dalam proses
pembelajaran.
8. Meminta para siswa untuk mencarai contoh-contoh teks anekdot yang beragam.
9. Memberitahukan bahwa pada pertemuan berikutnya siswa diajak menulis teks ankedot.
10. Salah seorang siswa memimpin berdoa untuk mengakhiri pembelajaran menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Pertemuan Ketiga
Pendahuluan (10 menit)
6. Salah seorang siswa memimpin berdoa dengan menggunakan bahasa Indonesia
yang baik dan benar.
7. Curah pendapat tentang teks-teks humor yang ditemukan dan juga acara-acara
komedi di televisi.
8. Menanyakan berapa banyak buku humor yang telah dibaca beserta kesan-kesanny
setelah membaca.
9. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
10. Menyepakati kegiatan yang akan dilakukan.

Inti (60 menit)

4) Tiap kelompok, memilih satu topik yang berisi sindiran terhadap perilaku pejabat
(korupsi, suap, atau nepotisme), kebijakan publik (misalnya kenaikan bahan bakar
minyak (BBM), ironi impor pangan, kekacauan atau kecurangan dalam ujian
nasional), atau layanan publik (petugas yang tidak ramah, layanan yang berbelitbelit), atau yang lain!
5) Tiap kelompok mengamati dan mengumpulkan bahan sesuai dengan topik yang telah
dipilih.
6) Tiap kelompok menyusun rancangan isi teks anekdot yang akan ditulis dengan
mengikuti tahapan berikut.
1.

Abstrak

2.

3.

Uraian secara ringkas garis besar isi cerita yang akan kalian jadikan teks

anekdot.
Orientasi

Mengenalkan tokoh utama dalam cerita tersebut.

Mengenalkan juga tokoh-tokoh pendukung dalam cerita tersebut.

Menuliskan kapan peristiwa itu terjadi.

Menuliskan di mana dan bagaimana peristiwa itu terjadi.


Krisis

Menuliskan tahapan-tahapan peristiwa yang dialami oleh tokoh utama dan


tokoh pendukung.

4.

5.

Menuliskan puncak konflik (krisis) dari peristiwa-peristiwa tersebut.


Reaksi

Menuliskan bagaimana jawaban/reaksi terhadap krisis.

Reaksi ini harus memuat unsur kelucuan, sindiran, kritik yang menarik dan

mengesankan.
Koda

Menuliskan penegasan yang mengesankan terhadap kritik atau sindiran


yang kalian tonjolkan.

6.

Judul

Menuliskan judul yang menggambarkan keseluruhan isi teks anekdot yang


kalian susun.

Penutup (10 menit)


6. Membuat rangkuman bersama dengan siswa
7. Melakukan refleksi, misalnya menanyakan kesulitan yang dialami siswa dalam proses
pembelajaran.
8. Meminta para siswa untuk melanjutkan hasil penulisannya secara kelompok di luar jam
pelajaran.
9. Memberitahukan bahwa pada pertemuan berikutnya tiap kelompok harus menyajikan
karya anekdot yang telah ditulis.
10. Salah seorang siswa memimpin berdoa untuk mengakhiri pembelajaran menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Pertemuan Keempat
(Belum)

G. Media dan Sumber Belajar


Media
Video humor/anekdot
Beragam contoh teks anekdot dan humor dari internet
Sumber Belajar
Buku Teks Bahasa Indonesia SMA. Ekpresi Diri dan Akademik. 2013. Jakarta:
Kemendikbud.

G. PENILAIAN
Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik
Observasi
Tes Tulis
Tes Praktik

Bentuk Instrumen
Lembar pengamatan sikap dan rubrik
Tes uraian, menemukan persamaan dan perbedaan teks
anekdot dan humor dan Rambu-rambu jawaban
Menulis teks anekdot, rubrik penilaian

Contoh Instrumen
Lembar Pengamatan Sikap
No. Aspek
1
1.
2.

Mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia


Kesantunan dalam menggunakan bahasa
Indonesia

Rubrik Penilaian Sikap


No.
Aspek
1.
Rasa syukur atas
keberadaan bahasa
Indonesia

Skor
2

Catatan
Skor 3 jika
memenuhi 3
kriteria
Skor 2 jika hanya
memenuhi 2
kriteria
Skor 1 jika hanya
memenuhi 1
kriteria

Deskripsi
Menunjukkan ekspresi atau ungkapan senang, kagum.
Menunjukkan sikap yakin dan bangga terhadap
keberadaan bahasa Indonesia
Selalu menggunakan bahasa Indonesia secara tertib.

2.

Kesantunan dalam
menggunakan bahasa
Indonesia

Kalimat yang digunakan komunikatif


Pilihan kata yang digunakan dalam diskusi
menggunakan kata-kata halus seperti tolong,
saya harap, menurut pendapat saya, dsb.
Sebelum memberi tanggapan/menyela terlebih
dahulu meminta kesempatan kepada ketua
kelompok/moderator

Tes Uraian
4. Bacalah teks anekdot dan teks humor berikut!
5. Temukan persamaan kedua teks tersebut dilihat dari struktur isi dan fitur bahasanya!
6. Temukan perbedaan kedua teks tersebut dilihat dari struktur isi dan fitur bahasanya!
Tes Praktik
3) Pilihlah satu topik yang berisi sindiran terhadap perilaku pejabat (korupsi, suap, atau

nepotisme), kebijakan publik (misalnya kenaikan bahan bakar minyak (BBM), ironi
impor pangan, kekacauan atau kecurangan dalam ujian nasional), atau layanan publik
(petugas yang tidak ramah, layanan yang berbelit-belit), atau yang lain!
4) Buatlah rancangan isi teks anekdot yang akan kalian susun dengan mengikuti kaidah
penulisan teks ankedot!

Rubrik Penilaian Kemampuan Menulis Teks Anekdot


No. Aspek
1.
Ketepatan judul

Deskripsi
Apakah judul sesuai dengan isi?

2.

Kelengkapan isi

3.
4.

Keaktualan topik
Kemenarikan
anekdot
Keterpaduan
wacana

Apakah teks memuat seluruh struktur isi teks


anekdot (judul, abstrak, orientasi, krisis, reaksi,
dan koda)?
Apakah topik yang diangkat aktual?
Apakah aspek kelucuan dan sindiran/kritikan
menyatu dan dipaparkan dengan tepat?
Apakah antara paragraf satu dengan paragraf
berikutnya berkaitan, ditandai oleh keterkaitan
isi?
Apakah tidak ada kesalahan dalam struktur
kalimat?
Apakah tidak ada kesalahan dalam penulisan
ejaan dan tanda baca?

5
6.
7.

Kesalahan
struktur kalimat
Ketepatan
penulisan ejaan
dan tanda baca

Ya

Tidak