Anda di halaman 1dari 39

EM B R IO LO G I

G IN JA L D A N S IS TEM
K EM IH
Giavanny Eka Rani Puteri
1010211012

Pem bentukan Kesatuan


Ekskresi
Pd

perkembangan minggu ke 3,
mesoderm
interembrional
berdiferensiasi mjd 3 bag :
Bagian paraksial
Lempeng lateral
Mesoderm intermediet

Pada

daerah
leher,
mesoderm
intermediet terputus dr somit dan
mbtk kelompok2 sel yg tersusun
tembereng nefrotom

Nefrotom2 tumbuh lateral mbtk rongga

saluran2 nefron, di sebelah medial


bermuara ke dalam selom intraembrional, sedangkan ujung lateral ke
arah kaudal mbtk saluran yang
memanjang pada sisi kanan dan kiri
mudigah.
Cbg2 kecil aorta dorsalis menyelinap
msk ke dlm dinding sal nefron
dandinding rongga selom mbtk
glomerlus internus dan eksternus.
Bsm2 dgn glomerlus dan saluran2
nefron membentuk kesatuan ekskresi

Pem bentukan G injal


3 proses :
Pronefros
Mesonefros
Metanefros

Pronefros
Dimulai pada awal minggu ke 4

proses ini digambarkan oleh 7-10


kelompok sel padat didaerah leher.
Kelompok
sel
ini
membentuk
nefrotom
vestigium
yang
menghilang sblm nefrotom yang
disebalah kaudal terbentuk.
Pada akhir minggu ke 4 semua
tanda sistem pronefros menghilang

M esonefros
Berasal dari mesoderm intermedia
Pada akhir mg ke 4, sistem

mesonefros mulai tampak. Saluran


ini
memanjang
dgn
cepat
membentuk
sebuah
gulungan
berbentuk
S
dan
terdapat
glomerulus di ujung medialnya dan
membentuk simpai bowman.
Pd ujung yg berlawanan saluran ini
bermuara ke dlm sal pengumpul

Pada

pertengaha bulan ke 2,
mesonefros membentuk organ bulat
telur yang besar (terdapat di kiri dan
kanan garis tengah). Pada sisi medial
mesonefros
terdapat
kelenjar
kelamin yang sdg berkembang
rigi urogenital

M etanefros
Selama menghilangnya susunan

mesonefros timbul lah metanefros /


ginjal tetap. Proses ini tampak pd
minggu ke 5
Satuan2 ekskresi berkembang dr
metanepfric mesoderm dan akan
berfungsi pd trimester pertama.

Sistem Pengum pul


Berkembang dari tunas ureter (suatu

penonjolan saluran mesonefros yang


dekat dengan muara kloaka)
Tunas melebar membentuk piala
ginjal (pelvis renalis) primitif dan
terbagi menjadi kranial dan kaudal
membentuk calyces major

Tiap-tiap calyx akan membentuk 2

tunas
baru
dan
akan
terus
membelah hingga terbentuk 12
generasi / lebih. Saluran generasi ke
2 membesar dan menyerap masuk
saluran generasi ke 3 dan ke 4
terbentuk calyces
minor piala
ginjal
Pada perkembangan selanjutnya,
saluran generasi ke 5 dst sangat
memanjang dan menyebar dari calyx
minor membentuk piramida

Dengan

demikian,tunas
ureter
membentuk ureter, piala ginjal,
kalises mayor dan minor, dankurang
lebih 1-3 jutasaluran pengumpul

Development of the renal pelvis, calyces,


and collecting tubules of the metanephros.
A. 6 weeks. B. At the end of the sixth week.
C. 7 weeks, D. Newborn. Note the pyramid

Sistem Ekskresi
Tiap2 saluran yang baru terbentuk

akan
ditutupitopi
jaringan
metanefrikdiujungnya

mbtk
gelembung2 kecilvesikel renalis, yg
akan menjadi saluran2 kecil, yg
bersama2
berkas
kapiler

glomeruli, membentuk nefron /


satuan eksresi

Ujung proximal msg2 nefron

membentuk simpai bowman,yang


didalamnya berisi glomerulus. Sdgkn
ujung distalnya mbtk hub terbuka dgn
salah satu saluran pengumpul, shg tbtk
jln penghubung dr glomerulus ke salah
satu saluran pengumpul.
pemanjangan salur ekskresi terus
menerus mengakibatkan
pembentukantubulus kontortus
proksimal, ansa henle,dantubulus
kontortus distal.

Development of a metanephric excretory unit.


Arrows, the place where the excretory unit (blue)
establishes an open communication with the
collecting system (yellow), allowing flow of urine

Proses Perubahan PosisiG injal

Kandung Kem ih dan U retra


Slm perkembang mg ke 4-7, septum

urorektal membagi kloaka mjd sal


anorektal dan sinus urogenitalis.
Membrana cloaca terbagi mjd
membrana urogenitalis di anterior
dan membrana analis di posterior

Pem bagian Kloaka m enjadiSinus


Urogenitalis & Kanalis Anorektalis

3 bagian sinus urogenitalis primitif

dpt dibagi menjadi :


Kandung kemih
Sinus urogenitalis bagian panggul
Sinus urogenitalis bagian penis

H ubungan Ureter & D uktus


M esonefrikus sew aktu perkem bangan

U retra
Epitel uretra pria dan wanita

endoderm. Sdgkn jar penyambung


dan jar otot polos mesoderm
splangnik.
Pd akhir bln ke 3, epitel pars
prostatika mulai berproliferasi dan
mbtk sejumlah tonjol keluar yg
menembus mesenkim di sktrnya.
Pd pria tunas2 ini kel prostat ;
wanita kelenjar uretra dan kelenjar

EM B R IO LO G I
G EN ITA L

Kelenjar Kelam in
Kel kelamin tdk memperoleh ciri2 btk

pria atau wanita hingga


perkembangan mg ke 7
Kel kelamin pd mudigah 4 mg sbg
se psg rigi yg memanjang
gonadal ridges
Rigi2 ini dibtk o/ pertumb epitel
selom dan kondensasi mesenkim di
sktrnya.
Sel2 benih (germ cell) tdk tampak pd

Primordial germ cells tampak pada

perkembangan dini sel endoderm di


dinding yolk sac yang berdekatan
dgn allantois.
Sel2 ini akan bermigrasi dgn gerakan
spt amoeba sepanjang mesentrium
dorsal usus belakang menuju ke
daerah rigi kelamin pd permulaan
mg ke 5 dan memasuki rigi kelamin
pd mg ke 6

Testis
Bila mudigah memiliki sifat genetik

pria, the primitive sex cords akan


terus berproliferasi dan penetrasi ke
dlm medulla utk pbtkn testis atau
medullary cords.
Ke arah hilus kelenjar, tali-tali testis
akan terpecah mjd jala-jala sel yg
halus yg akan membentuk saluran
rete testis

Slm

perkembangan
selanjutnya,
selapisan padat jar ikat fibrosa
(tunica albuginea), memisahkan
testis cords dr perm epitelium
Bln ke 4, testis cords berbentuk tapal
kuda dan ujung2nya bersambungan
dgn rete testis.
Slm kehidupan janin testis cords
terdiri atas primitive germ cells
dan sustentacular cells of Sertoli
yang merupakan turunan dari perm
epitelium kelenjar

Sel2 interstitial Leydig, yang

berkembang dari mesenkim


gonadal ridge, terletak diantara testis
cords.
Mg ke 8 gestasi sel Leydig produksi
testosterone, dan dpt mempengaruhi
diferensiasi seksual dari duktus genital
dan genitalia eksterna.
Testis cords akan tetap bsifat padat
hingga pubertas, pd saat testis cord tsb
memperoleh rongga tubules
seminoferous .

Saat tubulus seminiferous memiliki

saluran, tubuli akan bersatu dengan


rete testis yang selanjutnya
bermuara ke ductuli efferentes.
Ductuli efferentes (5-12 buah) adlh
bagian sisa saluran2 ekskresi
susunan mesonefros. Ductuli ini
menghubungkan rete testis dgn
saluran mesonephric atau wolffian
duct, yg dikenal sbg ductus deferens

Tingkat Indeferen
Pd perkembangan mg ke 6, baik mudigah

pria atau wanita memiliki 2 psg sal kelamin


:
Sal mesonefros (sal Wolf), memanjang dr

mesonefros hingga ke cloaca


Sal paramesonefros (sal Muller), se psg
sal yg br terbentuk yg berjalan sejajar dengan
sal Wolff.

Kedua sal tsb pada mulanya dipisahkan

oleh sebuah sekat, tetapi kmd bersatu


mbtk saluran rahim (uterine canal).

Tergantung pd jenis kelamin

mudigah, saluran Wolff atau saluran


Mlleri yg akan berkembang penuh.
Pria saluran Wolff akan membentuk

ductus deferens dan sal Mlleri


menghilang
Wanita sal Mlleri akan membentuk
saluran telur dan rahim, sdgkn sal Wolff
menghilang

Genital ducts in the sixth week in the male (A) and


female (B). The mesonephric and paramesonephric
ducts are present in both. Note the excretory tubules
of the mesonephros and their relation to the

Saluran Kelam in pada Pria


Saat mesonephros regresi, saluran

ekskresi (epigenital tubules)


memiliki hub dgn tali-tali rete testis
dan akhirnya membentuk ductus
eferentes.
Sal2 ekskresi mesonefros yang
terletak di sepanjang kaudal testis,
paragenital tubules, tdk bersatu
dgn rete testis dan juga terputus
hubungannya dgn saluran Wolff.

Selain ujung plg kranial, appendix epididymis,

duktus mesonephric dipertahankan dan mbtk


saluran kelamin utama.
Tepat dibawah tempat masuk duktuli efferentes,
sal Wolff sangat memanjang dan sangat
berkelok2 mbtk epididymis.
Dr ekor epididymis hingga ke tempat penonjolan
vesicula seminalis, duktus Wolff memperoleh lap
otot pembungkus yg tebal ductus deferens.
Daerah duktus selain vesicula seminalis adalah
duktus ejaculatorius
Duktus paramesonephric pd pria berdegenerasi
kecuali sebagian kecil pada bagian cranial
membentuk appendix testis

A. Genital ducts in the male in the 4th month. Cranial and caudal
(paragenital tubule) segments of the mesonephric system regress.
B. Genital ducts after descent of the testis. Note the horseshoeshaped testis cords, rete testis, and efferent ductules entering the
ductus deferens. The paradidymis is formed by remnants of the
paragenital mesonephric tubules. The paramesonephric duct has
degenerated except for the appendix testis. The prostatic utricle is