Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PRINSIP-PRINSIP PEMERIKSAAN GINEKOLOGI

ANAMNESIS
PEMERIKSAAN FISIK
Prinsip :
Penderita terlebih dahulu disuruh berkemih terlebih dahulu

Beritahu tentang prosedur pemeriksaan yang akan dilakukan, cara pemeriksaan

Tanyakan apakah pasien mengerti dan setuju untuk dilakkukan pemeriksaan

Organ yang diperiksa :


Payudara

Abdomen

Organ pelvik :

Vulva

Klitoris

Kelenjar bartholin

Skene

ALAT DAN BAHAN YANG DIPERLUKAN


Sarung tangan (Handschoen) disposible

Alat penjepit has

Slide, spatula, untuk pemeriksaan pap smear

Lubrikan

kapas, kapas lidi/cyto brush

Asam asetat untuk membersihkan mukus

Betadine

Lugol iodine untuk Schiller test

Tenakulum

Sonde Uterirus

Forsep untuk biopsi

Endometrial curette or intrauterine lavage equipment

Kateter metal untuk mengeluarkan urin

Alat dalam rahim (bagi yang ingin kontrasepsi ADR)

kauter

Graves Speculum (spekulum cocor bebek) segala ukuran

Spekulum Sims

PEMERIKSAAN ABDOMEN
Pasien berbaring posisi supinasi

Relaks, menggunakan bantal kepala

Usahakan agar abdomen tidak tegang

Inspeksi abdomen : nilai apakah ada massa, pembesaran organ, asites,

Palpasi : 4 kuadran => menurut arah jarum jam

Massa : ukuran/besarnya, batas, permukaan, konsistensi

Ukuran dan bentuk hepar, limpa

Perkusi : nyeri ketok ?

Pasien : inspirasi/ekspirasi saat memeriksa hepar

Auskultasi : bising usus

PEMERIKSAAN PELVIK
Pasien posisi litotomi

Vulva, perineum : eritema, pigmentasi, tumor

Palpasi mobilitas, konsistensi, nyeri ?

Ulkus : kultur atau biopsi

Mons pubis palpasi

Inpeksi

Buka labia : amati adanya lesi, kemerahan, pembengkakan, cauliflower (veneral wart)

Amati antara lipatan kulit lesi herpes

Amati himen : kemerahan vulvar vestibulitis

Inspekulo :
Memasang spekulum ke dalam vagina untuk melihat kondisi vagina dan portio
Pasang spekulum pemeriksaan vagina dan serviks diamati, jika ada lendir yang
mencurigakan diperiksa pap smear
PEMERIKSAAN BIMANUAL
Jari telunjuk dan jari tengah dimasukkan ke dalam vagina di daerah forniks
posterior, tangan lain di luar, di bawah umbilikus
Vagina, forniks dan serviks dipalpasi

Nilai uterus : besar, ukuran, bentuk, posisi, konsistensi

Adneksa kiri, kanan : pembesaran besar, ukuran, bentuk, konsistensi,

mobilitas, sensitivitas
Pemeriksaan rektal rutin pada wanita menopause
Nilai : sfingter ani, mukosa usus, massa hemoroid
Hasil pemeriksaan : NORMAL, bila :
Genitalia eksterna tampak normal
Tidak ditemukan pembesaran kelenjar bartolini ataupun skene
Tidak ada nyeri tekan pada uretra ataupun buli-buli
Vagina bersih, tidak ada lesi, ataupun cairan keputihan
Permukaan serviks halus, tidak ada lesi, dan bila dierakkan tidak nyeri
Ukuran, bentuk dan kontur uterus normal dan tidak nyeri
Tidak ditemukan pembesaran ataupun nyeri di daerah adneksa
Pada beberapa pasien jika ditemukan adanya massa pelvis, melakukan
pemeriksaan rektovaginal dapat membantu
Pemeriksaan rektovaginal dapat membantu untuk menilai ligamentum sakrouterina,
yang merupakan lokasi endometriosis yang paling sering
Pemeriksaa rektal : nilai apakah ada darah atau tidak.

BAB II
KELAINAN KONGENITAL SISTEM REPRODUKSI WANITA
A. Vulva
Himen imperforata
yaitu selaput darah yang tidak menunjukkan lubang
Kemungkinan besar tidak diketahui sebelum menarche
Molimina menstrualia dialami tiap bulan tetapi darah haid
tidak keluar.
Darah terkumpul di dalam vagina dan menyebabkan himen
tampak kebiru-biruan dan menonjol keluar ( Hematokolpos )
Hematometra (uterus terisi dengan darah haid)
- Hematosalphing (tuba kiri dan kanan terisi darah haid) . Hal ini dapat diraba dari luar sebagai tumor
kistik di kanan dan kiri atas simfisis
Pengobatan Himenektomi + Pemberian antibiotika
ATRESIA KEDUA LABIUM MINUS
Disebabkan tidak hilangnya membrana urogenitales
Pengeluaran BAK dan haid tidak terganggu , terdapat
lubang kecil di bagian depan vulva di belakang cltoris
Koitus masih dapat dilaksanakan
Kehamilan dapat terjadi
Pada saat partus perlu sayatan di garis tengah secukupnya
untuk melahirkan anak
Atresia labia minora dapat terjadi setelah partus
Oleh karena adanya radang kedua labium minus melekat
Pengobatan : insisi perlekatan dan menjahit luka yang timbul
Hipertrofi labium minus kanan/kiri
Hipertrofi pada satu atau kedua labium minus, observasi saja
Bila penderita merasa tidak nyaman , dilakukan pengangkatan jaringan yang berlebihan
Duplikasi vulva

Jarang ditemukan
Ditemukan bersamaan dengan kelainan lain
yang lebih berat bayi tidak dapat hidup
Hipoplasi vulva
Ditemukan bersamaan dengan genitalia interna
yang kurang berkembang pada keadaan
hipoestrogenisme, infantilisme, dl
Ciri ciri seks sekunder juga tidak berkembang