Anda di halaman 1dari 23
MEMBUAT SEIMBANG MASSA-MASSA YANG BERPUTAR Akibat percepatan mekanisme akan timbul gaya inersia pada mekanisme tersebut. Gaya inersia ini dapat menimbulkan goncangan (shaking forces) pada mesin atau konstruksi. ‘Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana kita mengatasi hal tersebut di atas. Mungkin kita dapat membuat seimbang seluruhnya atau sebagian dari konstruksi atau sistem. Hal ini dapat dilaksanakan dengan memberikan atau menambahkan massa pada sistem, yang dapat menimbulkan gaya inersia yang melawan goncangan tersebut. Cara ini dapat dipergunakan untuk mengatasi dua macam permasalahan sehubungan dengan timbulnya gaya goncangan tersebut. Permasalahan yang pertama adalah membuat seimbang suatu sistem massa yang berputar, seperti roda mobil, poros engkol dan lain sebagainya. Sedangkan permasalahan yang kedua adalah membuat seimbang massa — massa yang bergerak bolak — balik, seperti pada mekanisme torak (slider crank mechanism). Ditinjau dari sistem massa~massa yang berputar, ada tiga macam cara untuk membuat seimbang massa — massa yang berputar tersebut, antara lain : 1. Membuat seimbang sebuah massa yang berputar. 307 2. Membuat seimbang lebih dari sebuah massa yang berputar pada sebuah bidang datar yang sama. 3. Membuat seimbang lebih dari sebuah massa yang berputar, yang terletak pada beberapa bidang datar. Keseimbangan massa — massa yang berputar tersebut meliputi baik keseimbangan statis maupun keseimbangan dinamis. Keseimbangan statis artinya seimbang dalam keadaan diam pada posisi sudut yang berbeda — beda dari 0” sampai dengan 360° . Sedangkan keseimbangan dinamis artinya seimbang dalam keadaan berputar, 18.1. MEMBUAT SEIMBANG SEBUAH MASSA YANG BERPUTAR Pada Gambar 18.1, di bawah, ditunjukkan sebuah massa m yang dipasang pada poros, pada jarak r. Misalkan poros tersebut berputar dengan kecepatan sudut . Akibat putaran tersebut_ timbul gaya inersia yang mengakibatkan goncangan pada sistem dan reaksi yang cukup besar pada bantalan 4 dan B. Untuk mengeliminasi gaya goncangan tersebut, perlu ditambahkan massa penyeimbang m, yang dipasang pada jarak r, dari poros, dan pada posisi sudut seperti terlihat pada Gambar 18.1. Gambar 18,1. Meinbuat Seimbang Sebuah Massa Yang Berputar Keseimbangan statis Kesimbangan statis tercapai apabila total momen oleh gaya berat dari sistem massa tethadap poros (Q), sama dengan nol. Seperti dijelaskan pada persamaan, sebagai berikut m.g.rcos @—m,.g.r,cos0=0 ae eee re . (18.1) 308 Keseimbangan dinamis Kesimbangan dinamis tercapai apabila total gaya inersia yang timbul akibat putaran, sama dengan nol. Seperti dijelaskan pada persamaan, sebagai berikut mir. Om, or. 0 =0 Moh, FMP esees (18.2) ‘Ternyata persamaan 18.1 sama dengan persamaan 18.2. Jadi keseimbangan statis dan keseimbangan dinamis tercapai, bila memenuhi persyaratan m7, =m.r Bilaharga r, ditentukan, maka m, dapat dihitung. 18.2. MEMBUAT SEIMBANG LEBIH DARI SEBUAH MASSA — YANG BERPUTAR PADA BIDANG DATAR YANG SAMA Pada pembahasan ini dimisatkan terdapat tiga buah massa yaitu : m,, m, dan m,, yang dipasang pada poros, dengan jarak masing — masing r, , r, dan r, , serta posisi sudut 8, 0, dan 0, , seperti terlihat pada Gambar 18.2, sebagai berikut. Gambar 18.2. Membuat Seimbang Tiga Buah Massa Yang Berputar Pada Bidang Datar Yang Sama 309 Dimana massa penyeimbang m, dipasang pada poros dengan jarak r, dan posisi sudut 8, . Keseimbangan statis Kesimbangan statis tercapai apabila jumlah momen oleh gaya berat dari massa — massa tersebut terhadap poros (O), sama dengan nol. Seperti dijelaskan pada persamaan, sebagai berikut : » atau 3 Sim, .7,cos 8, +m, .7,cos8,=0 _ Keseimbangan dinamis Kesimbangan dinamis tercapai apabila jumlah gaya inersia yang timbul akibat putaran, sama dengan nol. Untuk gaya inersia ke arah horizontal, adalah seperti dijelaskan pada persamaan, sebagai berikut: Ym, .1.@° cos 0, +m, .1,.0° cos 0, =0 Dan untuk gaya inersia ke arah vertikal, adalah seperti persamaan, sebagai berikut : 3 Yin, .7,.0? sinO, +m,.7,.0@7 sin, =I Dua persamaan tersebut dapat disederhanakan menjadi : (18.4) Dim, .7,.cos 8, +m,.7,. cos8,=0 |... a (18.5) 3 Ym, .1.sinO, +m, .7, sind, Persamaan 18.4 dan persamaan 18.5 adalah syarat tercapainya keseimbangan dinamis. Bila kita perhatikan syarat keseimbangan statis, yaitu persamaan 18.3, ternyata sama dengan persamaan 18.4. Maka dapat disimpulkan bahwa syarat keseimbangan statis maupun keseimbangan dinamis dapat dipenuhi oleh persamaan 18.4 dan persamaan 18.5. Dari dua persamaan tersebut ada tiga besaran yang tidak diketahui, yaitu : m,, 7, dan 6, . Apabila salah satu besaran ditentukan, misal r,, maka dua besaran yang lain yaitu m, dan 9, dapat ditentukan (dihitung). Biasanya dalam praktek harga r, diambil sebesar mungkin, tergantung dari fasilitas ruangan yang tersedia. Di samping cara analitis seperti uraian di atas, massa penyeimbang m, dapat juga ditentukan secara grafis, dengan cara sebagai berikut : ‘Apabila jumlah gaya inersia yang timbul sama dengan nol, maka secara vektorial dapat dituliskan : (18.6) Vektor — vektor pada persamaan 18.6, harus membentuk poligon tertutup, seperti ditunjukkan pada Gambar 18.3, sebagai berikut : mere Gambar 18.3. Vektor Gaya Inersia Tiga Buah Massa Yang Berputar Pada Bidang Datar Yang Sama 311 18.3. MEMBUAT SEIMBANG LEBIH DARI SEBUAH MASSA YANG BERPUTAR YANG TERLETAK PADA BEBERAPA BIDANG YANG SEJAJAR Pada Gambar 18.4, menunjukkan keadaan yang umum dari massa — massa yang diletakkan sepanjang poros yang berputar dengan kecepatan konstan. Jarak massa — massa m,, m, dan m, tethadap poros adalah r,, r, dan r,, sedang posisi sudutnya adalah @,,, dan 8, . Untuk kondisi seperti di atas, maka akibat putaran poros akan timbul gaya ~ gaya inersia yang sejajar pada jarak — jarak tertentu. Ketidak seimbangan sistem dalam hal ini disebabkan karena : 1. Jumlah gaya inersia yang timbul tidak sama dengan nol. 2. Jumlah momen (Kopel) yang timbul tidak sama dengan nol. Untuk mengatasi ketidak seimbangan karena kopel yang timbul, maka pada sistem harus ditambahkan suatu kopel, sehingga jumlahnya sama dengan nol. © ©) Gambar 18.4. Membuat Seimbang Tiga Buah Massa Yang Berputar Yang Terletak Pada Beberapa Bidang Yang Sejajar Kopel tambahan seperti yang dimaksud di atas, diperoleh dengan penjelasan sebagai berikut : Pada sistem kita tambahkan dua buah massa penyeimbang yang tidak terletak pada satu bidang datar. Karena putaran poros, pada massa — massa penyeimbang tersebut akan timbul gaya ~ gaya inersia yang sejajar pada jarak tertentu. Ini akan menimbulkan 312 kopel yang akan melawan kopel yang terjadi karena putaran massa—massa mm, dan m, schingga jumlah kopelnya sama dengan nol. Penempatan massa penyeimbang tergantung pada fasilitas ruangan yang tersedia, misalnya pada kasus ini massa penyeimbang m, dan m, ditempatkan pada bidang 4 dan bidang B, seperti terlihat pada Gambar 18.5, di bawah. Berikut ini akan diuraikan bagaimana massa penyeimbang m, dan m, dapat membuat sistem menjadi seimbang (balance). Mula — mula kita akan memperhatikan pengaruh massa m, terhadap bidang A dan bidang B, seperti terlihat pada Gambar 18.5, di bawah. bidang A bidang B mr) mr Gambar 18.5.Penempatan Massa Penyeimbang Pada Bidang A dan Bidang B Massa m, menimbulkan gaya inersia m,.r,.0?. Bila pada bidang A ditambahkan dua buah gaya yang sama besar berlawanan arah mr.” , maka sistem tidak berubah. Sekarang kita dapat melihat bahwa akibat gaya inersia dari massa m, dapat diganti dengan gaya sebesar m,.r,,@ yang bekerja pada bidang A dan kopel sebesar m,.r,@.a, yang bekerja pada poros. Kopel sebesar m,r,,a¥.a, tersebut di atas dapat diganti dengan dua buah gaya yang sama, sejajar dan berlawanan arah sebesar F, masing ~ masing bekerja pada bidang dan bidang B, seperti terlihat pada Gambar 18.6, di bawah. 313 bidang A bidang B mar; mpaiary i —_ / y J Gambar 18.6. m0 r)) Gaya F dalam hal ini harus memenuhi persamaan : F.b=m,.1,. 0a, - 4, Fsm,r.? b Akhirnya kita dapat melibat bahwa pengaruhnya gaya inersia massa m, kepada 24, bidang A dan bidang B, adalah gaya sebesar ™m)-7/.0°."* pada bidang B dan 2f,_4 m,.1.O (: - 4.) pada bidang 4 seperti terlihat pada Gambar 18.7, di bawah. bidang A bidang B efekm,=m,02r, 1~% efek im, =m,.a.r, Gambar 18.7. 314 [Dengan cara yang sama dapat ditentukan efek m, dan m, terhadap bidang 4 dan bidang B, seperti terlihat pada Gambar 18.8, di bawah. bidang A bidang B efek ma efekm: efek my di bidang A yang seunbar fengan ee my, ms dan ms efek ms efek mp di bidang B Yang seimbang dengan efek m ‘m, dan ms Gambar 18.8. Agar gaya — gaya yang bekerja di bidang 4|seimbang, maka pada bidang A tersebut harus ditambahkan sebuah gaya yang resultannya bila dijumlahkan dengan efek m,, m|dan m, sama dengan nol, Gaya yang harus ditambahkan tersebut diperoleh dari gaya inersia yang timbul pada massa penyeimbang m, yang ditambahkan pada poros di bidang 4. Hal yang sama dilakukan pada bidang B. Jadi sekarang total gaya pada bidang 4|sama dengan nol, dan total gaya pada bidang B juga sama dengan nol. Berikut ini kita akan membahas secara lebih terperinci cara menentukan massa penyeimbang, yang harus ditambahkan pada bidang 4 dan bidang B. Hal ini dapat dilaksanakan dengan cara analitis maupun grafis. 18.3.1. Menentukan Massa Penyeimbang Secara Analitis Misalkan m, dan m, adalah massa penyeimbang yang harus ditambahkan pada bidang 4 dan bidang B, yang berada pada jarak r, dan r, dati poros dan posisi sudutnya 0, dan 6, , seperti terlihat pada Gambar 18.9, sebagai berikut : bidang A bidang B a n Ws a= bs i Gambar 18.9. Menentukan Massa Penyeimbang Yang Terletak Pada Beberapa Bidang Yang Sejajar Keseimbangan statis Kesimbangan statis tercapai apabila jumlah momen oleh gaya berat dari massa — massa tersebut terhadap poros (O), sama dengan nol. Seperti dijelaskan pada persamaan, sebagai berikut : 3 Xm, .g.7, cos) +m,. g.17, 6088, + my. 8.1, COSA, =O , atau alm, 7, cos 0,)+m cosO,=0 |, +, C08 0, +m, (a7) Apabila sistem diputar 90° melawan arah jarum jam, maka keseimbangan statis dipenuhi olch persamaan sebagai berikut : Ym, g.r,cos( 0, +90"))+m,.g.r, cos (0, +90") <7 + my .g.1, cos (0, +90") =0 316 M- (m,.r, sin) +m, .r, sin 8, + my (18.8) Keseimbangan dinamis Kesimbangan dinamis tercapai apabila jumlah gaya inersia yang timbul akibat putaran, sama dengan nol dan jumlah momen oleh gaya — gaya inersia yang timbul sama dengan nol. ‘Untuk gaya inersia ke arah horizontal, adalah seperti dijelaskan pada persamaan, sebagai berikut: 3 dln 1.0? cos O,)+m,.1,.0" cos O, +My .7y.0" cos, =0 3 Vlm, .1,.cos 8) +m, .174.cosO, + my .75. cos, =O oa (8.9) Dan untuk gaya inersia ke arah vertikal, adalah seperti dijelaskan pada persamaan, sebagai berikut: 3 Yilu, 7.00 sin 8, +114 74.0" sinO,+ my Fy." sinOy =0 ist 3 DX, .7.sin 8.) +n, .1,. sin 8, + my Fg. 8in 8, = 0 tl (18.10) Keseimbangan momen terhadap bidang 4, oleh gaya — gaya inersia ke arah horizon- tal, adalah seperti dijelaskan pada persamaan sebagai berikut : mM, 2 Yl, 1.07 C05 0,.4,) 41, 14s? COS Oy. +I =] 0? C05 O,.a, =0 Bila harga a, = 0, maka: 3 YX, .1.4,.cos 8,) +g «75. g. C08 B= =I (18.11) 317 Keseimbangan momen terhadap bidang 4, oleh gaya — gaya inersia ke arah vertikal, adalah seperti dijelaskan pada persamaan sebagai berikut : @ sinO,.a,=0 Bila harga a, = 0, maka : M- (m, .7,.4,.sin 8,) +g .1y.dy. sin 8, =0 (18.12) Jadi keseimbangan dinamis dapat dipenuhi dengan menggunakan persamaan 18.9, persamaan 18.10, persamaan 18.11 dan persamaan 18.12. Ternyata persyaratan keseimbangan statis, yaitu persamaan 18.7 dan persamaan 18.8, adalah sama dengan persamaan 18.9 dan persamaan 18.10, yang merupakan sebagian dari syarat keseimbangan dinamis. Jadi persamaan 18.9, persamaan 18.10, persamaan 18.11 dan persamaan 18.12, merupakan persyaratan keseimbangan statis maupun keseimbangan dinamis. Kemudian dari keempat persyaratan (persamaan) di atas, terdapat enam besaran yang tidak diketahui, yaitu: m,,7,,,,m,, 1, dan , . Apabila dua besaran ditentukan, misalnya r, dan r, , maka empat besaran yang lain dapat ditentukan (dihitung). 18.3.2. Menentukan Massa Penyeimbang Secara Grafis Bila penentuan massa penyeimbang dilaksanakan secara grafis, maka persamaan keseimbangan gaya — gaya inersia dan kescimbangan momen terhadap bidang A dapat dituliskan secara vektorial, sebagai berikut : Dra od Yl 4m, 1.7 + my 17.07 0 atau (18.13) 318 3 Ym .1,.4,) +g -My.dy = 0 (18.14) ro 18.4. CONTOH SOAL Pada Gambar 18.10, di bawah, diketahui sistem massa yang terdiri dari tiga massa, dengan data sebagai berikut : ip 10 6m Ga 30° W, =161b r, =4" 8" 300° W, =Sib r=" 20” 135° a, =25" bidang A bidang B i by by Gambar 18.10. Contoh Soal Tentukan massa WV, dan W, yang diletakkan pada bidang 4 dan bidang B pada jarak , = 10" dari poros, agar sistem menjadi seimbang. 319 Penyelesaian secara analitis : Pada permasalahan ini sebenarnya ada enam besaran yang tidak diketahui, yaitu IV, , Wy. 14, %,, 8, dan 6, . Sedangkan persamaan yang dapat disajikan ada empat besaran, yang tidak dapat kita tetapkan adalah @, dan 6, . Karena harganya tergantung dari besar dan arah gaya — gaya inersia massa W,, W, dan I, . Besaran yang dapat kita tentukan adalah W dan r. Dalam perencanaan kita menghendaki berat massa penyeimbang W, dan IV, sekecil mungkin, akan tetapi jarak r, dan r, dibatasi oleh dimensi mesin. Misal dalam soal ini kita tentukan jarak,’, dan r, sebesar mungkin, yaitu r, =r, = 10”. Untuk penyelesaian soal ini, kita akan pergunakan dua persamaan keseimbangan gaya dan dua persamaan momen. Agar lebih mudah, maka besaran — besaran yang ada akan ditabelkan seperti di bawah. Tabel 18.1. Besaran — besaran Contoh Soal Secara Analitis No. ie Ae | wrcos6 | Wrsin® | WracosO| Wra.sind 1 [10] 6 | -3| sosed -0.500 +52 +30 156 -90 2 | 16] 4 | 8 [+0500 -0.s66| +32 - 554 +256 -443 3. | 5 | 9 | 20 [-0.207]-0,707] 31,8 +318 ~ 636 + 636 4 | w,| 10 | 0 [eose, |sna, | 10, cos9, | 191,28, 0 0 5. | w,] 10 | 25 | cos, | sino, | 10 W, cos 0, | 101, sin 0, | 2501, cos 6, | 250 W, sim 6, Empat besaran yang dapat disajikan adalah : IWacos 8 = 0 > 10 W, cos 0, + 10 W, cos 0, + 52,2 =0..... @ IWrsin 0 = 0 — 10 W, sin 0, + 10 W, sin 6, + 6,4 =0.. Q IWra.cosO=0 250 W, cos 8, 536 =0 .. 8 Wera.sin@=0 9 250 W, sin 8, + 103 =O veeeeeevcccscees O Bila persamaan (3) dan persamaan (4) dikuadratkan, kemudian dijumlahkan, akan diperoleh: (250 W, )? (sin? 0, + cos? 0, ) = 536? +103? 320 Bila persamaan (4) dibagi dengan persamaan (3), akan diperoleh : 103 +536 Jadi : Masukkan harga IV, dan 6, ke dalam persamaan (1) dan persamaan (2), maka akan diperoleh : 10 W, cos 8, = ~ 52,2 - 21,8 cos 349,1° 10 W, sin 0, = ~ 6,4 - 21,8 sin 349,1° Bila dua persamaan di atas dikuadratkan dan kemudian dijumlahkan, maka akan diperoleh nilai W, = 7,36 1b. Dan bila persamaan (2) dibagi dengan persamaan (1) akan diperoleh tan 0, = 0,031 , schingga diperoleh nilai 8, = 182°. Penyelesaian secara grafis : Persamaan keseimbangan dalam kasus ini yang dapat disajikan ada tiga, yaitu persamaan keseimbangan gaya— gaya inersia, persamaan momen bending terhadap bidang A dan persamaan momen bending tethadap bidang B . Dengan persamaan keseimbangan gaya — gaya inersia, akan terdapat dua besaran yang tidak diketahui, yaitu massa penyeimbang WV, dan W, . ‘Akan tetapi bila pertama kali kita selesaikan persamaan keseimbangan momen, maka hanya ada satu besaran yang tidak diketahui. ‘Untuk lebih mudahnya besaran besaran yang ada ditabelkan, seperti Tabel 18.2, sebagai berikut: Tabel 18.2. Besaran — besaran Contoh Soal Secara Grafis No.| W (1b) | R (in) | Wer (1b.in) | a (in) | b (in) | Wera (1b.in’) | Werb (1b.in’) 1 | 10 6 60 -3 +28 | -180 1680 alt 4 64 eae 7 512 1088 3a | 5 9 45 +20 | +5 900 225 4a| #, 10 10.W, 0 +25 0 2500, tA 10 10.W, +25 | 0 250W, 0 bidang A bidang B Wyryb3 = 225 A Wr, = 1680 & (@) © ‘Skala vektor I em Wy © Skala vektor 1 cm Gambar 18,11. Analisa Contoh Soal Secara Grafts 322 Keterangan gambar : Gambar 18.1 1a: Adalah sistem massa W,, W, dan W, yang berputar pada poros, dimana massa penyeimbang W, dan W,, akan ditempatkan pada bidang A dan bidang B. Gambar 18.11.b: Menunjukkan vektor rotasi dari besaran W,.r,.b,, W,r,.b, dan W,r,.b, . Gambar 18.11.c: Menunjukkan poligon dari vektor — vektor rotasi yang memenuhi persamaan : W,.7,.b, + Wy.1.B, +Wy.15.B; + Woy. ata 1680 + 1088 + 225 + 250.W, =0 250 W, = 1830 w, = 1832 2732 py, 250 Dengan memperhatikan arah vektor rotasi besaran 250, , maka arah (posisi sudut) dari gaya inersia massa W, , ,adalah 6, = 182°. Gambar 18.11.d: Apabila vektor rotasi dari besaran — besaran W,.7,.b, » Wy.7;.b, dan W,.r,.b, digambarkan dengan arah sesuai arah gaya inersianya, maka poligon terbentuk oleh vektor — vektor tersebut seperti ditunjukkan pada Gambar 18.11.d. Ternyata vektor 250 W]yang didapat sesuai dengan arah gaya inersia oleh massa W, . Jadi cara seperti yang ditunjukkan Gambar 18.1.4, lebih sederhana dari pada cara seperti pada Gambar 18.11.c. Gambar 18.11.¢ ‘Adalah poligon gaya — gaya inersia yang memenuhi persamaan : W,7, +W,.7, +W,r, + War, +Wyry atau: 60 + 64 + 45 +7,32(10) +10.W, =0 323 Sehingga diperoleh : 10 W, = 20 W, = 2b, Dan dari gambar diperoleh harga 4, = 349°. 18.5. SOAL— SOAL LATIHAN 1. Pada Gambar 18.12 di bawah, diketahui sistem yang terdiri dari dua massa W, = 4 Ib dan I, = 8 /b, yang jaraknya terhadap sumbu poros r, = r, = 6 in| sedangkan posisi sudutnya 8, = 30° dan 6, = 150°. Tentukan berat dan posisi massa penyeimbang yang ditempatkan pada bidang—bidang C dan D, bila jaraknya tethadap sumbu poros r,. =r, = 6in. bidang C bidang D L ea xy Gambar 18.12. Soal Latihan No. 1 2. Data sistem massa yang tidak seimbang, adalah seperti ditunjukkan pada Gambar 18.13 di bawah, yaitu W, = 201 r, =3in W, = 301b r, =2in W, = 401b r, =Lin 0, = 30 ), = 90° 6, = 150° a. Bila sistem di atas tanpa diberi massa penyeimbang, tentukan reaksi bantalan yang ditempatkan di bidang 4 dan bidang B, bila putaran poros 800 rpm. 324 b. Bila bantalan— bantalan tersebut tidak ditempatkan pada bidang A dan bidang B, tentukan massa dan posisi sudut massa penyeimbang M7, dan M7, yang ditempatkan di bidang 4 dan bidang B, bila jaraknya terhadap sumbu poros r, = 3 in dan r, 2 in. dudang A ream B Gambar 18.13. Soal Latihan No. 2 3. Pada Gambar 18.14 di bawah, diketahui sistem yang terdiri dari empat massa yang berputar. W, =41b r, W, = 4b r W, =41b 7 W, =41b r, Tentukan massa massa penyeimbang yang harus diberikan pada bidang 4 dan bidang B, bila jarak terhadap sumbu poros r, dang ade 8 \Gambar 18.14.Soal Latihan No. 3 325 Pada Gambar 18.15, di bawah, diketahui sistem yang terdiri dari enam massa yang berputar, diketahui : =W,=W,=W,=W,=W,=5lb rar 2in Tentukan massa ~_massa penyeimbang yang harus diberikan pada bidang / dan bidang 6, bila jarak dari poros masing - masing. Gambar 18.15.Soal Latihan No. 4 326 5. Pada Gambar 18.16 di bawah, diketahui sistem yang terdiri dari dua massa W”, = 10 kg dan W, = 20 kg, yang jaraknya terhadap sumbu poros r, = r, = 25 cm, sedangkan posisi sudutnya 8, = 45° dan 8, = 135° . Tentukan berat dan posisi massa penyeimbang yang ditempatkan pada bidang ~ bidang C dan D, bila jaraknya terhadap sumbu poros r= 1, = 30cm bidang C bidang D 30cm Sem | 10cm og Gambar 18.16. Soal Latihan No. 5 5. Data sistem massa yang tidak seimbang, adalah seperti ditunjukkan pada Gambar 18.17 di bawah, yaitu : W, = 25 kg 15 cm W, = 50 kg = 100m W, = 75 ke ry, =Sem 0, = 30° 90° 6, = 150° a, Bila sistem di atas tanpa diberi massa penyeimbang, tentukan reaksi bantalan yang ditempatkan di bidang 4 dan bidang B. bila putaran poros 1200 rpm b_ Bila bantalan — bantalan tersebut tidak ditempatkan pada bidang 4 dan bidang B, tentukan massa dan posisi sudut massa penyeimbang 1, dan WV, yang ditempatkan dj bidang 4 dan bidang 8B, bila jaraknya terhadap sumbu poros r, = 15 cm dan r, = 10cm. Pada Gambar 18.20, di bawah, diketahui sistem yang terdiri dari enam massa yang berputar, diketahui : W, =W,=W,=W,=W,=W, = 30kg r, 1, = 15 em Tentukan massa —massa penyeimbang yang harus diberikan pada bidang / dan bidang 6, bila jarak dari poros masing ~ masing. Gambar 18.20.Soal Latihan No. 9 328 Pada Gambar 18.21 di bawah, diketahui sistem yang terdiri dari dua massa W, = 15 kg dan W, = 25 kg, yang jaraknya terhadap sumbu poros r, =r, = 30 cm, sedangkan posisi sudutnya 8, = 90° dan 8, = 135°. Tentukan berat dan posisi massa penyeimbang yang ditempatkan pada bidang — bidang C dan D, bila jaraknya terhadap sumbu poros r,. =r, = 45cm. bidang C bidang D Oem leem| 20cm Gambar 18.21. Soal Latihan No. 10 329