Anda di halaman 1dari 30

TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM

PELAYANAN KEBIDANAN
TEKNOLOGI TERAPAN DAN TEPAT GUNA DALAM
PELAYANAN KEHAMILAN

Oleh:
AMALA SOLEHA (20135320003)
ELMA MARSITA (20135320017)
NURUL KAAMILAH (20135320040)
RAHMA FITRIANI (20135320048)

A.PROSEDUR SCREENING DAN DETEKSI DINI PADA PELAYANAN


KEHAMILAN

Skrining (screening) adalah deteksi dini dari


suatu
penyakit
atau
usaha
untuk
mengidentifikasi penyakit atau kelainan secara
klinis belum jelas dengan menggunakan test,
pemeriksaan atau prosedur tertentu yang dapat
digunakan secara cepat untuk membedakan
orang-orang yang kelihatannya sehat tetapi
sesunguhnya menderita suatu kelainan. Tujuan
Skrining adalah untuk mengurangi morbiditas
dan mortalitas dari penyakit dengan pengobatan
dini terhadap kasus-kasus yang ditentukan.

Deteksi dini adalah suatu mekanisme yang


berupa pemberian informasi secara tepat
waktu dan efektif, melalui institusi yang dipilih,
agar masyarakat / individu di daerah rawan
mampu mengambil tindakan menghindari atau
mengurangi resiko dan mampu bersiap-siap
untuk merespon secara efektif.

Deteksi dini dilakukan dalam beberapa tahap dan dengan cara :

A.PEMERIKSAAN KEHAMILAN DINI (EARLY ANC


DETECTION)
Yang dimaksud dengan pemeriksaan kehamilan dini
adalah pemeriksaan yang dilakukan seorang wanita
untuk pertama kali ketika menyadari dirinya hamil.
Tujuan dilakukan pemeriksaan kehamilan secara dini adalah :

Mengetahui apakah wanita tersebut benar-benar hamil


Menentukan usia kehamilan
Melakukan deteksi adanya faktor resiko dan
Komplikasi pada kehamilan

Pembagian klien dalam klasifikasi


penilaian deteksi dini :
1. Klien / ibu dengan kehamilan normal
2. Klien / ibu yang mengalami
kehamilan bermasalah
3. Klien / ibu dengan kehamilan resiko
tinggi

Faktor-faktor resiko yang harus diwaspadai


dan berhubungan dengan kehamilan saat ini
adalah:
Perdarahan pervaginam
Hipertensi dimana terjadi kenaikan sistole 30 mmHg, diastole 15
mmHg
Kenaikan berat badan > 13 kg atau < 9 kg selama kehamilan, atau
kenaikan berat badan <1/2kg / minggu pada triwulan akir kehamilan
Oedema, terutama bengkak pada wajah dan kelopak mata
Pusing dan penglihatan berkunang-kunang
Kehamilan ganda (kembar)
Kematian janin dalam kandungan
Usia kehamilan <37 minggu atau > 42 minggu
Ibu hamil dengan penyakit menahun
Primigravida kepala belum turun/masuk pintu atas panggul pada akir
kehamilan
Protein uria (protein dalam urin) positif 2 (+ +)
Muntah berlebihan
Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu banyak penyulit.

Faktor-faktor diluar kehamilan yang


harus diwaspadai
Usia ibu < 20 th atau > 35 th
Pengetahuan ibu kurang, khususnya
pengetahuan tetntang kesehatan kurang
Tinggi badan ibu < 145cm
Sosial ekonomi rendah
Paritas > 5
Ibu mengidap penyakit infeksi atau menahun
Jarak antara 2 kehamilan kurang dari 2 tahun
Riwayat kematian janin/bayi/anak lebih dari satu
Persalinan preterm

Keuntungan skrining ANC untuk menilai faktor resiko kehamilan adalah :

Memungkinkan untuk mengidentifikasi masalah potensial


selama kehamilan
Evaluasi kebutuhan konseling untuk kehamilan
Mengurangi ketakutan terhadap masalah dan prosedur yang
mungkin dibutuhkan
Membantu untuk membangun komunikasi dan rasa percaya
terhadap pelayanan yang dilakukan diawal kunjungan
Memungkinkan mengubah diagnosa melalui proses monitoring
kehamilan yaitu kesejahteraan fisik psikologi dan emosional ibu
dan janin
Melakukan rujukan ke tenaga profesional sesuai masalah dan
komplikasi
Memungkinkan rujukan pasangan untuk konseling genetika

Pemeriksaan yang dilakukan


pada kehamilan dini
1.Anamnesa
Anamnesa
sosial )
Anamnesa
Anamnesa
Anamnesa
Anamnesa

Sosial ( biodata dan latar belakang


Keluarga
Medik
Haid
Kebidanan

2.Pemeriksaan Umum

Tinggi badan
Berat badan
Tanda-tanda vital
Pemeriksaan kepala dan leher
Pemeriksaan payudara
Pemeriksaan abdominal
Pemeriksan genetalia
Pemeriksaan ekstremitas atas dan bawah

3.Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksan ini ditujukan untuk
memeriksa :

golongan darah,
Hb,
protein urine, dan
glukosa urine.

B.KONTAK DINI KEHAMILAN TRIMESTER I

Kebijakan program untuk kunjungan


antenatal minimal 4 kali selama
kehamilan, terdiri dari :
1 kali pada trimester pertama
1 kali pada trimester kedua
2 kali pada trimester ketiga

Pelayanan standar minimal yang diperoleh harus mencakup 14 T

Timbang berat badan


Ukur Tekanan darah
Ukur Tinggi Fundus Uteri
Pemberian imunisasi Tetanus Toxoid (TT) lengkap
Pemberian Tablet zat besi, minimal 90 tablet selama kehamilan (fe 60
mg, asam folat 500 ug).
Tes terhadap penyakit menular seksual
Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan.
Test/pemeriksaan Hb
Test/pemeriksaan urin protein
Test reduksi urin
Tekan pijat payudara
Tingkat kebugaran (senam hamil)
Terapi yodium kapsul
Terapi obat malaria

Deteksi dini terhadap tanda bahaya kehamilan dilakukan


minimal 4 kali selama ibu hamil atau dilakukan pada tiap
trimester yaitu:
Kunjungan pertama atau trimester I

Tanda bahaya yang harus diwaspadai adalah:


Anemia
Penyakit turunan
Infeksi dan degenerative
Perdarahan (Abortus, kehamilan ektopik terganggu, mola
hidratidosa)
Hiperemesis gravidarum
Kelainan genetik janin (jika memiliki riwayat atau resiko) dll

Kunjungan ulang atau pada trimester II


Tanda bahaya yang harus diwaspadai adalah:
Perdarahan
Preeklamsi dan eklamsi
Gangguan pertumbuhan janin
Kunjungan ulang atau pada trimester III
Tanda bahaya yang harus diwaspadai adalah:
Kehamilan ganda
Ibu mengalami perdarahan (plasenta previa
atausolusi plasenta)

C.PELAYANAN ANC BERDASARKAN KEBUTUHAN


INDIVIDU
Pelayanan ANC yang diberikan petugas kesehatan kepada
setiap ibu hamil berbeda beda tergantung dari
kebutuhan dan kondisi dari setiap individunya. Misalnya
persetujuan ANC yang diberikan terhadap ibu hamil dengan
hipertensi tentunya akan berbeda dengan pelayanan yang
diberikan kepada ibu hamil dengan varises.
D. SKRINING UNTUK DETEKSI DINI PADA
KEHAMILAN
Kunjungan I (16 minggu) dilakukan untuk :
Penapisan dan pengobatan anemia
Perencanaan persalinan
Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan
pengobatannya.

MASA

Kunjungan II (24 28 minggu), dilakukan untuk :


Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan
pengobatannya.
Penapisan preeklampsi, gemeli, infeksi alat reproduksi
dan saluran perkemihan
Mengulang perencanaan persalinan

Kunjungan III (32 minggu), dilakukan untuk :


Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan
pengobatannya.
Penapisan preeklampsi, gemeli, infeksi alat reproduksi
dan saluran perkemihan
Mengulang perencanaan persalinan

Kunjungan IV (36 minggu), dilakukan untuk :


Sama seperti kegiatan kunjungan II dan III
Mengenali adanya kelainan letak dan
presentasi
Memantapkan rencana persalinan
Mengenali tanda-tanda persalinan.

B. SISTEM DALAM METODE ONE-WAY TEXT MESSAGING


PROGRAMME, MOBILE OBSTETRIK MONITORING DAN ANC CLASS

1. METODE ONE-WAY TEXT MESSAGING


PROGRAMME
Pesan teks dengan metodeone-way textmessaging programadalah pesan teks yang
dikirimkan setiap dua kali dalam satu minggu
oleh server, sms yang dikirimkan berupa pesan
pesan terkait kondisi adaptasi fisiologis dan
psikologis dari ibu hamil (Jarreehtum, Titapant,
Tienthai, Viboonchart, Chuenwattana, &
Chatchainoppakhun, 2008).

2.METODE MOBILE OBSTETRIK MONITORING


Mobile
obstetrical
monitoring
(MoM)
adalah
sebuahplatform
prototipe
telehealthyang
bisa
diadaptasi sesuai dengan kebutuhan spesifik daerah
pedesaan maupun perkotaan dengan memanfaatkan
aplikasi ponsel.
3. METODE ANC CLASS
Pengertian :
Kelas ibu hamil merupakan sarana untuk belajar
bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam
bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan
untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibuibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan,
persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir,
mitos, penyakit menular dan akte kelahiran.

Tujuan Umum :
Meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan
perilaku
ibu
agar
memahami
tentang
kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama
kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan,
perawatan nifas, KB pasca persalinan, perawatan
bayi baru lahir, mitos/kepercayaan/adat istiadat
setempat, penyakit menular dan akte kelahiran.

Tujuan Khusus :
1. Terjadinya interaksi dan berbagi pengalaman antara
peserta (ibu hamil dengan ibuhamil) dan antara ibu
hamil dengan petugas kesehatan/bidan.
2. Meningkatnya pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil
tentang :
a) Kehamilan, perubahan tubuh, keluhan (apakah kehamilan
itu?, perubahan tubuhselama kehamilan, keluhan
umumsaat hamil dan cara mengatasinya, apa sajayang
perlu dilakukan ibu hamil dan pengaturan gizi termasuk
pemberian tablet
tambah darah untuk penanggulangan Anemia).

b) Perawatan kehamilan (kesiapan psikologis menghadapi


kehamilan, hubungan suami isteri selama kehamilan, obat
yang boleh dikonsumsi ibu hamil, tanda bahaya kehamilan
dan P4K).
c) Persalinan
(tanda-tanda
persalinan,
tanda
bahaya
persalinan dan prosespersalinan).
d) Perawatan nifas (apa saja yang dilakukan ibu nifas agar
dapat menyusui eksklusif, bagaimana menjaga kesehatan
ibu nifas, tanda-tanda bahaya dan penyakit ibu nifas).
e) KB pasca persalinan.
f) Perawatan bayi baru lahir (perawatan bayi baru lahir,
pemberian vit.K1 injeksi,tanda bahaya bayi baru lahir,
pengamatan perkembangan bayi/anak dan pemberian
imunisasi pada bayi baru lahir).
g) Penyakit menular (IMS, informasi dasar HIV-AIDS dan
pencegahan serta penanggulangan malaria pada ibu
hamil).
h) Akte kelahiran

C.Sasaran kelas ibu hamil


Peserta kelas ibu hamil sebaiknya ibu hamil pada
umur kehmilan 4 - 36 minggu untuk mendapatkan
materi kelas ibu hamil. Untuk pelaksanaan senam
ibu hamil sebaiknya peserta umur kehamilan > 20
minggu, karena pada umur kehamilan ini kondisi
ibu sudah kuat, tidak takut keguguran, efektif
untuk melakukan senam hamil.
Jumlah peserta kelas ibu hamil maksimal 10 orang
setiap kelas. Suami/keluarga ikut serta minimal 1
kali pertemuan sehingga dapat mengikuti berbagai
informasi penting, misalnay materi tentang
persiapan persalinan atau materi yang lainnya.

D.Tahapan pelaksanaan kelas ibu hamil


Bebarapa tahapan yang dilakukan untuk
melaksanakan kelas ibu hamil :
1.Pelatihan bagi pelatih
2.Pelatihan bagi fasilitator
3.Sosialisasi kelas ibu hamil pada tokoh agama,
tokoh masyarakat dan stake holder
4.Persiapan pelaksanaan kelas ibu hamil
5.Pelaksanaan kelas ibu hamil
6.Monitoring, evaluasi dan pelaporan

E.Kegiatan pelaksanaan
1) Pertemuan kelas ibu hamil dilakukan 3 kali pertemuan
selama hamil atau sesuai dengan hasil kesepakatan
fasilitator dengan peserta. Pada setiap pertemuan, materi
kelas ibu hamil disampaikan sesuai dengan kebutuhan dan
kondisi ibu hamiltetapi tetap mengutamakan materi pokok.
Setiap akhir pertemuan dilakukan senam ibu hamil, bagi
ibu hamil yang mempunyai usia kehamilan > 20 minggu.
Senam ibu hamil merupakan kegiatan/materi ekstra di
kelas ibu hamil, jika dilaksanakan, setelah sampai di rumah
diharapkan dapat dipraktekan.
2) Waktu pertemuan disesuaikan dengan kesiapan ibu-ibu,
bisa dilakukan pada pagi atau sore hari dengan lama waktu
pertemuan 120 menit termasuk senam hamil 15 - 20 menit

F.Materi kelas Ibu hamil


1.Pertemuan I
Kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan.
Apa itu kehamilan?
Perubahan tubuh ibu selama kehamilan
Apa saja yang perlu dilakukan ibu
Pengaturan gizi termasuk pemberiantablet tambah darah
untuk mencegahanemia.
Perawatan Kehamilan.
-Kesiapan psikologis menghadapikehamilan.
-Hubungan suami isteri selama kehamilan.
-Obat yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh ibu
hamil.
-Tanda - tanda bahaya kehamilan
-Perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi.

2.Pertemuan II
Persalinan
-Tanda - tanda persalinan
-Tanda bahaya pada persalinan
-Proses persalinan
-Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
Perawatan Nifas
-Apa saja yang dilakukan ibu nifas agar dapat
menyusui eksklusif?
-Bagaimana menjaga kesehatan ibu nifas?
-Tanda - tanda bahaya nifas
-KB post partum

Perawatan Bayi baru lahir


-Perawatan Bayi Baru Lahir (BBL)
-Pemberian Vitamin K injeksi pada BBL
-Tanda bahaya BBL
-Pengamatan perkembangan bayi/anak
-Pemberian imunisasi pada BBL
Mitos
- Penggalian dan penelusuran mitos yangberkaitan dengan kesehatan
ibu dan anak.
Penyakit menular
-Infeksi Menular Seksual (IMS)
-Informasi dasar HIV/AIDS
- Pencegahan dan penanganan Malaria pada ibu hamil.
Akte kelahiran

Terimakasih
wassalam