Anda di halaman 1dari 3

1.

Jenis Pelayanan KB di Puskesmas


Sudah merupakan Kebijakan Dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia bahwa
Puskesmas sebagai bagian dari Sistem Kesehatan Nasional, sub sistem dari kesehatan yang
berada di Kabupaten/kota, propinsi dan Nasional. Sebagai suatu sistem yang harus berjalan,
Puskemas dilengkapi dengan organisasi, memiliki Sumberdaya dan program kegiatan pelayanan
kesehatan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakt diwilayah
kerjanya sampai setinggi-tingginya

atau dengan mengambil pengertian dari kesehatan,

tujuannya adalah mewujudkan keadaan sehat fisik-jasmani, mental, rohani-spritual dan sosial
bagi setiap orang diwilayah kerja Puskesmas agar dapat hidup produktif secara sosial dan
ekonomis. Untuk mempermudah pencapaian tujuan ini, Puskesmas dapat bekerja sesuai
dengan Visi dan Misi Program Pelayanan Kesehatannya.
Diantara pelayanan yang disediakan oleh Puskesmas, salah saunya adalah pelayanan KB.
Pelayanan KB di Puskesmas meliputi:
A. KIE tentang KB
1) Jenis kegiatan jenis kegiatan KIE
a) Motivasi
Motivasi pada pasien KB berfokus untuk mewujudkan permintaan, bukan pada
kebutuhan individu klien; Menggunakan komunikasi satu arah; Menggunakan
komunikasi individu, kelompok atau massa.
b) Pendidikan KB
Pelayanan KB yang diberikan pada pasien mengandung unsur pendidikan sebagai
berikut: Menyediakan seluruh informasi metode yang tersedia; Menyediakan
informasi terkini dan isu; Menggunakan komunikasi satu arah atau dua arah; Dapat
melalui komunikasi individu, kelompok atau massa; Menghilangkan rumor dan
konsep yang salah.
c) Konseling KB
Konseling KB antara lain: Mendorong klien untuk mengajukan pertanyaan; Menjadi
pendengar aktif; Menjamin klien penuh informasi; Membantu klien membuat pilihan
sendiri.
2) Strategi Kegiatan Dalam KIE
a) KIE Individu
Suatu proses KIE timbul secara langsung antara petugas KIE dengan individu
sasaran program KB.

b) KIE Kelompok
Suatu proses KIE timbul secara langsung antara petugas KIE dengan kelompok (2-15
orang)
c) KIE Massa
Suatu proses KIE tentang program KB yang dapat dilakukan secara langsung
maupun tidak langsung kepada masyarakat dalam jumlah besar.
B. Pelayanan KB Suntik
1) KB Suntik 1 bulan (kombinasi)
Kb Suntik 1 bulan (kombinasi) adalah 25 mg Depo medroksiprogestreon asetat dan 5 mg
esestradiol sipionat yang diberikan injeksi I.m sebulan sekali (Cyclofem). Dan 50 mg
roretindron enantat dan 5mg Estradional Valerat yang diberikan injeksi I.m sebulan
sekali.
2) KB Suntik 3 bulan
Depo Depo-provera ialah 6-alfa-metroksiprogesteron yang digunakan untuk tujuan
kontrasepsi parenteral, mempunyai efek progesterone yang kuat dan sangat efektif. Obat
ini termasuk obat depot. Noristerat termasuk dalam golongan kontrasepsi ini. Mekanisme
kerja kontrasepsi ini sama seperti kontrasepsi hormonal lainnya. Depo-provera sangat
cocok untuk program postpartum oleh karena tidak mengganggu laktasi.
C. Pelayanan KB Pil
1) Pil gabungan atau kombinasi
Tiap pil mengandung dua hormon sintetis, yaitu hormon estrogen dan progestin. Pil
gabungan mengambil manfaat dari cara kerja kedua hormon yang mencegah kehamilan,
dan hampir 100% efektif bila diminum secara teratur.
2) Pil khusus Progestin (pil mini)
Pil ini mengandung dosis kecil bahan progestin sintetis dan memiliki sifat pencegah
kehamilan, terutama dengan mengubah mukosa dari leher rahim (merubah sekresi pada
leher rahim) sehingga mempersulit pengangkutan sperma. Selain itu, juga mengubah
lingkungan endometrium (lapisan dalam rahim) sehingga menghambat perletakan telur
yang telah dibuahi.
D. Pelayanan KB Implant (Pasang dan cabut)
Alat kontrasepsi ini disusupkan di bawah kulit lengan atas sebelah dalam. Di dalamnya
berisi zat aktif berupa hormon. Susuk tersebut akan mengeluarkan hormon sedikit demi
sedikit. Jadi, konsep kerjanya menghalangi terjadinya ovulasi dan menghalangi migrasi
sperma. Pemakaian susuk dapat diganti setiap 5 tahun, 3 tahun, dan ada juga yang diganti
setiap tahun.
E. Pelayanan KB IUD (pasang dan cabut)

1) Copper-T
AKDR berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelen di mana pada bagian vertikalnya
diberi lilitan kawat tembaga halus. Lilitan kawat tembaga halus ini mempunyai efek
antifertilisasi (anti pembuahan) yang cukup baik.
2) Copper-7
AKDR ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan. Jenis ini
mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan kawat
tembaga (Cu) yang mempunyai luas permukaan 200 mm2, fungsinya sama seperti halnya
lilitan tembaga halus pada jenis Coper-T.
3) Multi Load
AKDR ini terbuat dari dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan
berbentuk sayap yang fleksibel. Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3,6 cm. Batangnya
diberi gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan 250 mm2 atau 375 mm2 untuk
menambah efektivitas. Ada 3 ukuran multi load, yaitu standar, small (kecil), dan mini.
4) Lippes Loop
AKDR ini terbuat dari bahan polyethelene, bentuknya seperti spiral atau huruf S
bersambung. Untuk meudahkan kontrol, dipasang benang pada ekornya. Lippes Loop
terdiri dari 4 jenis yang berbeda menurut ukuran panjang bagian atasnya. Tipe A
berukuran 25 mm (benang biru), tipe B 27,5 mm 9 (benang hitam), tipe C berukuran 30
mm (benang kuning), dan 30 mm (tebal, benang putih) untuk tipe D. Lippes Loop
mempunyai angka kegagalan yang rendah. Keuntungan lain dari pemakaian spiral jenis
ini ialah bila terjadi perforasi jarang menyebabkan luka atau penyumbatan usus, sebab
terbuat dari bahan plastik.