Anda di halaman 1dari 29

Novy Triandani L 11.2014.

251

LAPORAN KASUS:
MASA ABDOMEN

Identitas

Nama : tn. S
Usia : 75 tahun
Alamat : kergan tirtomulyo

Anamnesis
1 hari SMRS pasien
mengeluh nyeri pada
perut, nyerti tekan pada
benjolan di perut, dan
tidak bisa BAB. Setelah
dirawat di RS, pasien
merasa baikan, nyeri
berkurang, pada malam
hari pasien muntah, dan
isi muntahan berwarna
hijau, kemudian di
pasangkan NGT.
Riwayat penyakit sekarang

Mulai semalam nyeri


perut terdapat dan
benjolan pada perut
bagian bawah.
Keluhan utama

Riwayat operasi batu


empedu 30 tahun yang
lalu.
Riwayat penyakit dahulu

Riwayat keluarga

Pemeriksaan fisik

Inspeksi: Terlihat
ada masa pada
perut bagian bawah
pasien, dan ada
masa pada
abdomen bagian kiri.
Palpasi: tidak terasa
nyeri saat di tekan
Auskultasi: BU (+)
normoperistaltik

Status generalis

Keadaan umum : terlihat sakit sedang


Kesadaran : compos mentis
Tanda-tanda vital :
TD:
HR:
RR:
S :

Status lokalis
CA - / - ; SI - / Cor / Pulmo : dbn
Massa abdomen

Pemeriksaan penunjang

Laboratorium :
Hb 14,9 gr/L
LED 42,6
Leukosit 7,58%
Limfosit 11,2%
Monosit 4,7%
Trombosit 131.000
Ureum 22,9 mg/dL
Creatinin 1,08mg/dL
GDS 138
CEA 2,97ng/mL (0,00-5,00)

metode imunoauto

Pemeriksaan penunjang

Pada BNO: tampak tanda


small bowel ileus tetapi tidak
tampak tanda
pneumoperitoneum.
Pemberian kontras perrectal: passase kontras
lancar di rectocolon sampai
colon ascenden sebagian
refluks ke ileum, kaliber
sisterna rectocolon normal
dengan haustra dan incisura
baik, tak terlihat adanhya
obstruksi, penebalan
ataupun penyempitan lumen.

Colon in loop

Post infusi kontras (double


kontras) tampak relief mukosa
yang normal disepanjang
rectocolon dengan haustra
yang baik, terutama tak
terlihat adanya lesi yang
mencurigakan tumor, polyp,
divertikel ataupun juga proses
inflamasi/infeksi.
Kesan: tak tampak kelainan
pada rectocolon, tak terlihat
SOL, obstruksi atau tandatanda colitis dan tak terlihat
adanya divertikel atau polip.

Colon in loop

Tampak bayangan soft tissue pada


dinding lateral abdomen yang
normal dengan peritoneal fat pada
dinding abdomen tampak normal.
Distribusi udara di intestinum
tampak dilatasi usus halus dengan
tanda coil spring di central
abdomen.
Tak terlihat bayangan batu opak
oada proyeksi traktus biliaris dan
traktus urinarius
Kontur hepar dan psoas line
tampak normal
Struktur tulang-tulang lumbal dan
pelvis tidak menunjukkan kelainan
Kesan: tanda fokal small bowel
ileus

Abdomen 2 sisi : Supine,


LLD

USG

Kesan : USG abdomen


pada organ hepar, v.porta,
v.hepatika, sistema bilier
hepatal, V.felea, pankreas,
lien dalam batas normal
Note: pada scan dinding
abdomen sinistra tampak
lesi hipoechoic berbatas
tegassuspect lipoma. Dan
ke arah medial lesi
hipoechoic dengan batas
menyerupai dinding lumen
ususcuriga trapped
bowel/hernia?

Diagnosa

Infus RL 20tpm
Ranitidin 2x1
Ondancentron 2x1
Ketorolak 2x1
Ceftriaxon 2x1
Penatalaksanaan

Observasi abdominal
pain, massa abdomen

Pembahasan Kasus

Tumor desmoid: fibroma yang


konsistensinya keras, jinak,
mengadakan invasi lokal, tetapi tidak
bermetastasis, umumnya residif.
Berasal dari jaringan
muskuloaponeurotik.
Predileksi: dinding depan perut bagian
bawah. Kadang dapat ditemui pada
daerah tungkai, panggul, dan dada

etiologi

tumor desmoid hasil dari


deregulasi pertumbuhan
jaringan ikat
Traumameningkatkan
risiko tumor desmoid
kejadian trauma yg , sering
adalah tindakan bedah ,
telah dilaporkan sekitar 25
% kasus.
68-86 % dari dinding perut
dan intra- abdomen tumor
setelah operasi perut ,
mayoritas dalam 5 tahun
pertama pasca operasi

Manifestasi klinis

Massa tumor biasanya


soliter
Agak terfiksasi
Tidak nyeri, kecuali
bilaterjadi infiltrasi ke
jaringan sekitar
berupa tumor dengan
berbagai ukuran

Tumor desmoid
merupakan tumor yang
jarang terjadi insidensi: 2-4
perjuta pendudukdapat
berasal dari jaringan
dinding abdomen dan
jaringan walaupun
dikatakan tidak
mempunyai potensi
malignansi tumor ini sering
menginfiltrasi jaringan
sekitar dan menimbulkan
rekurensi (40%).

Penatalaksnaan

Eksisi
luaspengangkatan
kulit, otot, dan
peritoneum dengan
memperhatikan saraf
yang penting pada
dinding abdomen.
Dalam penutupan kulit
kadang diperlukan teknik
bedah rekonstruksi dan
mesh untuk menutup
defek.
Angka kekambuhan

Pasien dalam posisi supin


e dengan general anestesi
Dilakukan desinfeksi pada
lapangan operasi
dipersempit dengan kain
steril.
Dilakukan marker pada m
assa tumor
Dilakukan eksisi luas 23 cm jaringan sehat
Defek dinding abdomen
dapat ditutup
primer tergantung
luas defek, atau
dipasang prostesa(Mesh)

Prognosis sangat baik


berkaitan dengan
kelangsungan hidup,
namun tingkat
Komplikasi utama adalah
kekambuhan lokal sangat
kekambuhan lokal.
tinggi.
Akan jarang pasien mati
penyembuhan luka
dari tumor ini.
tertunda terjadi setelah
tingkat kekambuhan lokal>
reseksi luas
50%
Komplikasi
Prognosis

Prognosis

Tergantung besar dan


axtensi tumor serta
luasnya defek dinding
abdominal

Lipoma

Lipoma adalah tumor adipose atau


jaringan lemak yang umumnya ditemukan
pada jaringan sub kutan dari kepala,
leher, bahu dan punggung. Lipoma
ditemukan pada semua jenjang usia
kebanyakan umur 40 dan 60 tahun.
Tumbuh secara lambat, umumnya tumor
jinak, tidak menimbulkan nyeri, bulat,
mobil atau mudah digerakkan dengan
karakteristik lembut.

Lipoma biasanya muncul tanpa nyeri, bulat,


mudah bergerak atau mobil, dengan
karakteristik lembut. Kulit tampak normal,
lipoma umumnya didiagnosa dengan
penampakan klinisnya.
Mikroskopikjaringan lemak dewasa yang
tergabung dalam lobulus, dikelilingi dengan
jaringan ikat. Terkadang lipoma dengan tanpa
kapsul infiltrasi pada jaringan otot, disebut
juga dengan infiltrating lipoma

Hernia

Hernia merupakan
protrusi atau penonjolan
isi suatu rongga melalui
defek atau bagian yang
lemah dari dinding yang
bersangkutan. Pada
hernia abdomen, isi
perut menonjol melalui
defek atau bagian lemah
dari lapisan muskuloaponeurotik dinding
perut. Hernia terdiri atas
cincin, kantong, dan isi
hernia

Annulus inguinalis internus yang

cukup lebar sehingga dapat dilalui


oleh kantong dan isi hernia.
Peningkatan tekanan intra
abdomen kronik mendorong isi
hernia melewati annulus internus
yang cukup lebar, batuk kronik,
pekerjaan mengangkat berat,
hipertrofi prostat, konstipasi dan
asites.
Kelemahan otot dinding perut
karena usia. Sehingga insiden
hernia meningkat dengan
bertambahnya umur.
Pada orang kurus hernia karena
jairngan ikatnya yang sedikit,
sedangkan pada orang gemuk
disebabkan karena jaringan lemak
yang banyak sehingga menambah
beban jaringan ikat penyokong.

Canalis inguinalis saluran


oblik yang menembus bagian
bawah dinding anterior abdomen
merupakan tempat lewatnya
struktur-struktur yang berjalan
dari testis ke abdomen dan
sebaliknya pada laki-laki.
panjangnya sekitar 4 cm pada
orang dewasa dan terbentang
dari anulus inguinalis profundus,
suatu lubang pada fascia
transversalis, berjalan ke bawah
dan medial sampai anulus
inguinalis superficialis, yaitu
suatu lubang pada aponeurosis
obliquus eksternus abdominis.
Canalis inguinalis terletak sejajar
dan tepat diatas ligamentum
inguinal

Macam-macam hernia

Hernia inguinalis medialis


adalah hernia yang melalui
dinding inguinal
posteromedial dari vasa
epigastrika inferior didaerah
yang dibatasi segitiga
Hasselbach.
Batas-batas trigonum
hasselbach yaitu kaudal
merupakan ligamentum
inguinal, lateral merupakan
arteri epigastrika inferior, dan
medial adalah tepi lateral
muskulus rektus abdominis

adanya massa bundar pada


annulus inguinalis eksterna
yang mudah mengecil bila
pasien tidur.
Karena besarnya defek pada
dinding posterior maka hernia
ini jarang sekali menjadi
irreponibilis.
Hernia ini disebut direk
langsung menuju annulus
inguinalis eksterna sehingga
meskipun annulus inguinalis
interna ditekan bila pasien
berdiri atau mengejan, tetap
akan timbul benjolan

Hernia umbilicalis:
Merupakan penonjolan
yang mengandung isi
rongga perut yang masuk
melalui cincin umbilikus
(pusar) akibat peninggian
tekanan
intraabdomen. Umbilicus
merupakan salah satu
lokasi yang lemah pada
abdomen dan tempat yang
sering mengalami herniasi
Sering terjadi strangulasi
pada colon atau omentum.

Hernia inkarserasi:
Hernia yang membesar
mengakibatkan nyeri dan
tegang
Tidak dapat direposisi
Adanya mual, muntah
dan gejala obstruksi
usus.
Hernia strangulasi:
Gejala yang sama
disertai adanya infeksi
sistemik
Adanya gangguan
sistemik pada usus

Komplikasi

Pada herniotomi dilakukan


pembebasan kantong hernia
sampai ke lehernya, kantong
dibuka dan isi hernia dbebaskan
kalau ada perlekatan, kemudian
direposisi. Kantong hernia
dijahit- ikat setinggi mungkin lalu
di potong.
Pada hernioplastik dilakukan
tindakan memperkecil anulus
ingunalis internus dan
memperkuat dnding belakang
kanalis inguinalis. Hernioplastik
lebih penting dalam mencegah
terjadinya residif dibandingkan
dengan herniotomi

Penatalaksanaan operatif

Terimakasih