Anda di halaman 1dari 9

LI : ( musitha fitri nugrahani )

31101300364
1. Penjelasan tentang
a. Latar belakang
Latar belakang penelitian adalah deskripsi masalah atau data awal yang
mendukung akar timbulnya masalah disertai dengan adanya lokasi penelitian
dan cara pemecahan masalahnya dapat juga disebut alasan rasional dan
esensial yang

membuat peneliti

tertarik untuk

melakukan

penelitian

berdasarkan fakta-fakta, referensi dan temuan penelitian sebelumnya.


Cara pembuatan latar belakang harus memperhatikan aspek-aspek berikut:
a. Masalah
Masalah filosofis

: tidak sesuai dengan pemahaman masyarakat

(contohnya air rendaman batu ponari dapat menyembuhkan penyakit)


Masalah kebijakan : masalah

yang

diharapkan

penulis tidak

sesuai

dengan kenyataannya
Masalah ilmiah

kenyataan

atau

prakteknya

tidak

sesuai

dengan teori yang ada


b. Besar masalah
c. Kronologi masalah: patofisiologi, penyebab, dampak bila masalah tersebut
dibiarkan
d. Solusi: bagaimana masalah tersebut seharusnya dipecahkan
e. Menarik dan penting untuk diteliti dan harus dicari kebenarannya
f. Antar 4 aspek tersebut harus saling terkait
a. Unsur Pentingnya Masalah.
Secara umum pentingnya sebuah masalah ini ditulis pada awal gagasan atau
pemikiran pertama yang dapat mengemukakan arti pentingnya sebuah
masalah dan seberapa besar masalah itu penting untuk diteliti.
b. Unsur Skala Masalah

Unsur ini ditulis setelah mengemukakan gagasan adanya masalah dan itu
penting untuk diteliti.
Selanjutnya

diberikan

penegasan

atau

penguraian

tentang

derajat

pentingnya masalah itu untuk diteliti atau bila tidak diteliti bagaimana
dampaknya.
c. Unsur Kronologis Masalah.
Merupakan unsure yang menjelaskan proses terjadinya masalah atau
relevansi penelitian yang terdahulu/telah ada yang harus ditunjang dengan
data empiris dari permasalahan penelitian yang akan diteliti.
d. Unsur Solusi Masalah.
Unsur ini digunakan sebagai alternative dalam memberikan solusi atas
masalah yang timbul serta alternative lain yang akan dilakukan dalam
penelitian.

g. Disertai dengan referensi yang mendukung


h. Argumentasi disusun dengan memperhatikan konteks masalah dari topik
penelitian terpilih, ada variabel yang terkait dengan topik yang akan diteliti
dan referensi terkait
Latar belakang yaitu :
- Pengalaman - pengalaman peneliti.
- Teori teori masalah yang akan diteliti.
- Memuat uraian secara jelas, masalah tersebut harus dipecahkan yang
didukung oleh logika dan teori yang mendasari.
Ada 4 konsep dalam latar belakang masalah, yaitu :
- Besaran masalah : dilihat dari 4 hal, yaitu kemampuan peneliti ( keahlian,
fasilitas, menarik atau tidak, dan etika ).
- Apa yang sudah diketahui : rujukan landasan teori, penelitian yang sudah
lalu yang mendekati dengan masalah.
- Apa yang belum diketahui : kesenjangan pertanyaan bisa dijawab dengan
ilmu empiris.
- Tujuan peneliti.

b. Rumusan masalah
Rumusan masalah yang sesuai landasan penelitian yaitu memiliki vesibel
yang mencakup subjek penelitian, tersedianya dana, waktu, alat dan
keahlian serta interesting (masalah itu menarik bagi peneliti), novel
(membantah penemuan terdahulu dan melengkapi penelitian terdahulu dan
menemukan suatu yang baru), beretika
Dalam pertanyaan pada rumusan masalah hendaknya mencakup:
Rancangan pembahasan (masalah) : dari mana peneliti akan mengawali
pembukaan risetnya
Memperhatikan alur logika yang digunakan (kronologi masalah): alur
pemikiran penulis dalam menulis susunan paragraf dalam latar belakang
Penggunaan

data

dan

fakta

lingkungan

(besar

masalah):

untuk

mengetahui indikator permasalahan yang dirumuskan oleh periset dan


menggunakan dasar teori untuk dasar penelitian
Dikemukakan dalam kalimat interogatif: dalam bentuk pertanyaan, katakatanya harus jelas dan padat, berisi implikasi adanya data untuk
memecahkan masalah, merupakan dasar merumuskan hipotesis
Bila

ada

banyak

pertanyaan

penelitian

maka

pertanyaannya

bisa

dipertanyakan secara terpisah


Rumusan masalah adalah konteks dan alasan mengapa penelitian
tersebut dipilih dan sesuai dengan landasan teori, masalah secara sederhana
diungkapkan dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab
Pertanyaan harus menarik dan relevan dengan topik penelitian yang akan
diuji, harus membawa implikasi bahwa penelitian tersebut dapat dijalankan.
Ada penyusunan definisi dari semua variabel yang relevan baik secara
langsung maupun operasional (harus jelas dan spesifik sehingga tidak timbul
berbagai penafsiran yang berbeda).
Pertanyaan dalam rumusan masalah harus relevan dengan judul (judul
dijadikan pedoman dalam rumusan masalah)

Substansi yang dimaksud bersifat khas tidak bermakna ganda


Dapat diuji dan dikaji, dan diperoleh dengan cara-cara ilmiah, pertanyaan
yang diajukan itu jelas dan spesifik
Tentukan masalah yang paling relevan dan menarik untuk diteliti,
sebelumnya sudah ada landasan teori (landasan teori akan dijelaskan lebih
rinci setelah rumusan masalah tepatnya pada tinjauan pustaka, namun pada
latar belakang juga memerlukan landasan teori singkat sebagai acuan
hipotesis dalam membuat sebuah karya tulis ilmiah), lalu fokuskan rumusan
masalahnya (dapat disterilkan atau belum pernah ada penelitian seperti itu)
Perlu

mempertimbangkan

kemampuan

peneliti

dalam

melakukan

penelitiannya
Pertimbangkan bobot dan manfaat tindakan yang akan dipilih untuk
meningkatkan dan memperbaiki pembelajaran

Pada perumusan masalah perlu diperhatikan :


- Substansi
Perlu mempertimbangkan bobot dan manfaat tindakan yang dipilih untuk
meningkatkan
dan
/
atau
memperbaiki
pembelajaran
Orisinalitas (tindakan).
- Formulasi
Dirumuskan dalam kalimat tanya, tidak bermakna ganda, lugas menyatakan
secara eksplisit dan spesifik apa yang dipermasalahkannya, dan tindakan
yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut.
- Teknis
Mempertimbangkan kemampuan peneliti untuk melaksanakan penelitian,
seperti kemampuan metodologi penelitian, penguasan materi ajar, teori,
strategi dan metodologi pembelajaran, kemampuan menyediakan fasilitas
(dana, waktu, dan tenaga).
Syarat-syarat menyusun perumusan masalah :
-

Dapat diperoleh dengan cara-cara ilmiah


Jelas dan padat
Tidak ada penafsiran terhadap masalah tersebut.
Dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
Pertanyaan yang diajukan bersifat jawaban konsep / teoritis.
Pertanyaan jangan terlalu luas.
Pertanyaan yang keluar dari topik penelitian.
Pertanyaan yang spesifik, konkrit, dan jelas.
Dari Umum ke khusus
Purposifness : tujuan jelas

1.
2.
3.
4.

Dapat diuji dan dikaji


Objektif : bersifat objektif
Generalization : berlaku bagi umum
Presition and confidence : memiliki ketepatan dan keyakinan.
Sesuai dengan minat peneliti
Dapat Dilaksanakan
Tersedia Faktor Pendukung
Hasil Penelitian yang bermanfaat

c. Tujuan penelitian
d. Tujuan umum penelitian

: disebutkan secara kategoris apakah tujuan

tersebut akan dilaksanakan


e. Tujuan khusus penelitian : disebutkan secara tajam penelitian yang akan
dilakukan
f. Untuk

mendapatkan

informasi

tentang

penelitian

yang

sejenis:

mengetahui gambaran akhir dari masalah yang kita teliti


g. Mendapat metode dan teknik dan pemecahan masalah yang digunakan
h. Menginformasikan mengapa kita membahas masalah tersebut dan hasil
penelitian tersebut penting untuk ditulis
i. Mengungkap fenomena yang belum diketahui masyarakat luas dari objek
yang diteliti oleh peneliti
j. Memenuhi kebutuhan atas perkembangan masyarakat luas sehingga
dapat menemukan barang subtitutif maupun komplementer yang berguna
dalam masyarakat
k. Manfaat penelitian
Manfaat: apa yang diharapkan pada penelitian yang dilakukan
Manfaat teoritis (manfaat untuk ilmu pengetahuan): mengembangkan ilmu
pengetahuan, menjadi

sebuah pembaruan atau perkembangan dari

penelitian yang sudah ada, dan dapat dipakai untuk membuktikan teori-teori
yang sudah ada sebelumnya
Manfaat praktis: untuk pemecahan masalah-masalah praktis di lingkungan
peneliti, sebagai aplikatif dalam praktek di masyarakat luas

Manfaat farmasi: obat baru dari penelitian tersebut dapat memperbarui


sesuatu di bidang farmasi
- Pemecahan

Masalah,

meningkatkan

kemampuan

untuk

menginterpretasikan fenomena-fenomena dari suatu masalah yang kompleks


dan kait-mengkait;
- Memberikan jawaban atas pertanyaan dalam bidang yang diajukan,
meningkatkan

kemampuan

untuk

menjelaskan

atau

menggambarkan

fenomena-fenomena dari masalah tersebut.


- Mendapatkan pengetahuan / ilmu baru.
- teoritis karena dengan penelitian teori akan berkembang, yang seterusnya
akan mendukung pengembangan ilmu pengetahuan secara terus menerus.
- Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
- Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
- Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
- Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
- Memperoleh kepuasan intelektual;
- Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
- Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya
- Hasil penelitian dapat digunakan dalam penyusunan kebjaksanaan dalam
penyusunan perkembangan selanjutnya.
- Dapat melukiskan kemampuan dalam pembiayaan..
- Dalam bidang akademik, sifat penelitiannya yaitu

penelitian yang

manfaatnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan penelitian


yang manfaatnya tidak dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Apa yang harus diperhatikan dalam pemilihan judul? Syarat-syaratnya ?


a. Harus menggambarkan seluruh isi penelitian yang akan dilakukan.
b. Dituliskan dalam kalimat atau frase yang sederhana dan tidak terlalu
panjang, meskipun tidak dapat ditentukan batas jumlah katanya. Mungkin
sifat atau isi penelitian memerlukan judul panjang.
c. Tidak menggunakan singkatan, kecuali yang baku.
d. Menarik minat peneliti
Judul yang menarik dan diminati oleh peneliti akan memberikan motivasi
tersendiri bagi peneliti untuk melakukan penelitian selanjutnya.
e. Mampu dilaksanakan oleh peneliti
Judul yang mudah dilaksanakan oleh peneliti akan memperlancar proses
penelitian, sehingga hambatan yang ada selama penelitian dapat diatasi
dengan mudah.
f. Mengandung kegunaan praktis dan penting untuk diteliti
Judul seharusnya mengacu pada aspek yang bermanfaat untuk
pengembangan ilmu dan hasilnya dapat memberikan manfaat bagi
masyarakat.
g. Tersedia cukup data

Judul hendaknya memungkinkan tersedianya data yang dapat memudahkan


para peneliti.
h. Hindari duplikasi dengan judul lain
Judul tidak boleh sama dengan judul lain. Namun untuk pengembangan
penelitian, sebaiknya menggunakan judul yang lebih spesifik.
i. Berisi variabel yang jelas yang akan diteliti
Judul hendaknya mengandung satu atau dua variable yang akan diteliti,
mengingat judul merupakan bagian dari keseluruhan isi penelitian.
j. Berupa kalimat pernyataan
Judul sebaiknya menggunakan kalimat pernyataan karena akan lebih mudah
dipahami oleh pembaca.
k. Jelas, singkat, dan tepat
Judul sebaiknya mengandung kejelasan isi, singkat dan tepat terhadap
masalah yang akan diteliti. Sehingga akan lebih memudahkan dalam
memahami secara keseluruhan tentang apa yang akan diteliti
3. Apa kegunaan teori dalam penelitian ilmiah ?
Tujuan penelitian antara lain adalah untuk melahirkan teori-teori
baru dan merevisi teori yang telah ada yang ternyata sudah tidak
relevan lagi dengan kenyataan sekarang. Langkah-langkah yang
dapat ditempuh oleh peneliti berkenaan berkenaan dengan hal
tersebut adalah :
1) Memahami teori-teori yang relevan dengan bidangnya.
2) Menelaah proses penelitian sehingga diperoleh teori tersebut.
3) Membuat keputusan untuk menyelenggarakan penelitian.
4) Menentukan waktu dan situasi penelitian yang berbeda dengan
penelitian sebelumnya.
5) Merumuskan masalah penelitian.
Macam macam teori dalaam penelitian
Teori deduktif

: memberi keterangan dimulai dari spekulatif tertentu

mengarah ke tujuannya (data)


Teori induktif: menerangkan dari data ke arah teori yang kita punya
Landasan teori yang baik dalam penyusunan permasalahan yaitu :
-

Tetapkan nama variabel dan jumlah variabel.


Cari sumber bacaan yang relevan dengan setiap variabel yang diteliti.
Cari definisi setiap variabel yang akan diteliti pada setiap sumber bacaan.
Baca seluruh isi topik buku yang sesuai dengan variabel yang akan diteliti,

melakukan analisa, membuat rumusan tentang isi setiap sumber bacaan.


- Mendeskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari berbagai sumber ke
dalam bentuk tulisan.
- Mengungkapkan penelitian yang serupa dengan apa yang kita teliti
- Memberi gambaran metode dan teknik kita dalam penelitian.
- Memperhatikan kedudukan penelitian yang kita lakukan
- Membuktikan keaslian penelitian, bahwa penelitian kita berbeda dengan
penelitian sebelumnya.

4. Penjelasan tentang landasan berfikir filsafat? Perbedaannya dengan ilmu


pengetahuan ?
( Ontologis, Epistomologis, dan Axiologis ) dengan penyusunan
Karya Tulis Ilmiah
Ketiga landasan ilmu tersebut digunakan sebagai dasar pembuatan Karya
Tulis Ilmiah karena ketiganya saling berkaitan. Jika salah satu aspek tidak ada
maka Karya Tulis Ilmiah yang disusun tidaklah sempurna. Dan ketiga
landasan ilmu tersebut terdapat pada latar belakang masalah.
Bila tdk ada ketiga unsur tersebut maka penelitian tersebut tidak sempurna,
karena hal-hal tadi terdapat pada landasan penelitian. Pada penelitian
memiliki sebuah subjek dari ontologis yaitu apa, serta unsur lain misal
axiologis, bagaimana nilai gunanya bagi masyarakat yang bersifat normatif
(menjadikan fenomena menjadi suatu yang bermanfaat)
Filsafat ilmu dan metodologi penelitian saling berkaitan. Karena filsafat ilmu
dan metodologi memperluas cakrawala kognitif tentang apa yang disebut
ilmu ( memperluas ilmu ).
Metode penelitian dilakukan untuk mendapatkan sebuah data yang
empiris dan relevan disertai dengan eksperimen dan observasi, sedangkan
ilmu filsafat juga mencari hukum-hukum universalnya untuk kemudian
direfleksikan dan digunakan untuk berfikir kritis untuk mendapat unsur-unsur
yang hakiki.
Metode-metode untuk memperoleh ilmu pengetahuan termasuk ke dalam
ilmu filsafat yaitu epistemologi
Filsafat

adalah

sebuah

telaah

sistematis

untuk

menuntun

sebuah

penelitian agar menjadi baik, untuk mempelajari metodologi penelitian harus


perlu ilmu filsafat karena ia menuntut segala sesuatunya untuk runtut, kritis
dan sistematis
Filsafat diajarkan untuk berfikir secara analisis dan objektif yang sangat
dibutuhkan untuk melakukan suatu penelitian
Ketiga ilmu filsafat untuk membuktikan apakah penelitian tersebut real
atau tidak

1. Prabandari, Y.S ( 2001 ) Menggali Permasalahan ( makalah pelatihan


Yogyakarta : CEHP BPK FK Universitas Gadjah Mada.

2. Teknik Menulis Karya Ilmiah, Bambang Dwiloka, Penerbit Rineka Cipta,


2005
3. Pedoman Penulisan Ilmiah Proposal dan Skripsi, Drs. M. Hariwijaya, Tugu
Publisher, 2008
4. Kuntjojo (2009) Metodologi penelitian