Anda di halaman 1dari 4

Material Baja

Pada zaman yang telah berkembang ini sudah banyak material yang
digunakan sebagai struktur konstruksi sebuah bangunan, mulai dari
yang tersedia di alam seperti kayu ataupun bambu, ataupun yang
dibuat manusia (tidak secara alami) seperti baja ataupun beton.
Material yang akan dijelaskan pada bagian ini adalah baja. Baja
merupakan salah satu logam dengan unsur dasar karbon. Unsur
karbon dalam baja berkisar antara 0.2 sampai 2.1 sesuai dengan
gradenya. Kandungan karbon yang terdapat dalam baja adalah
sebagai pengeras. Selain karbon, unsur yang biasa ditambahkan
adalah titanium, krom, nikel, vanadium, cobalt dan tungsten.
Penambahan-penambahan paduan ini berfungsi sebagai peningkat
kekerasan serta daya tarik. Paduan-paduan tersebut memiliki fungsi:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Besi (Fe) : +98%


Karbon (C) : max 1,7 % (tegangan naik, regangan kurang)
Manganese (Mn) : max 1,65 % (kekuatan)
Silikon (Si) : max 0,6 % (mengurangi gas)
Tembaga (Cu) : max 0,6 % (ketahanan terhadap karat)
Phosfor (P) dan belerang (S): (kurang keuletan)

Seperti halnya kayu, baja sebagai bahan bangunan dapat dibedakan


menjadi 3 golongan pemakaian:

Baja bangunan structural


Contoh: kolom struktur, balok struktur, dll.
Baja bangunan nonstructural
Contoh: pagar besi, sirip/jalusi besi, dll.
Baja bangunan untuk keperluan lain
Contoh: bekisting plat baja, scaffolding, dll

Material baja banyak digunakan dalam konstruksi pembangunan


berbagai macam bangunan karena unggul segi kekuatannya. Material
baja merupakan material buatan pabrik, maka itu baja memiliki
kontrol mutu yang baik. Kualitas yang dihasilkan relatif konsisten serta
homogen jika dibandingkan dengan material lain, berarti dapat
dikendalikan mutunya.
Secara structural material baja dapat memikul beban tarik aksial,
tekan aksial serta beban lentur. Baja juga menjadi material yang sering
digunakan karena memiliki kekuatan yang tinggi berbanding dengan
beratnya, mudah dalam proses pengerjaan, dapat memiliki perubahan
bentuk yang lebih besar dari beton serta dapat ditempa dan dibentuk.

Namun sebagaimana material lainnya, material baja juga memiliki


kelemahan, diantaranya, harganya yang relative mahal dan kurang
kaku dibandingkan dengan beton, dalam pengerjaannya dibutuhkan
tenaga ahli, perawatannya lebih sulit/ banyak , karena baja bersifat
kurang tahan terhadap pengaruh-pengaruh kimiawi, dan jika mutu baja
dinaikan dengan cara menambahkan jenis logam lain, maka akan nada
efek yang merugikan, serta, material baja tidak tahan terhadap api.
Baja memiliki sifat tampak tergantung pada jenis bajanya, misalnya
pada baja tulangan, tidak boleh mengandung serpih, lipatan, retak dan
hanya boleh berkarat ringan pada permukaanya. Pada plat baja, sifat
tampaknya adalah tidak boleh berlubang, robek, dan cacat-cacat pada
permukaan lain yang dapat mengurangi kegunaan pemakaiannya.
Sedangkan pada baja profil, bajanya harus tampak rata pada
permukaannya dan bebas dari cacat retak, pengelupasan permukaan
dan cacat lain yang merugikan pada penggunaan akhirnya.

Baja tulangan

Plat baja

Baja profil
Secara umum, baja dibagi menjadi 3:

Besi tuang
Besi tempa
Baja bangunan

Besi tuang kurang baik untuk konstruksi yang tertarik, namun baik
unutk bagian yang tertekan, keuntungannya adalah besi tuang lebih
murah, tidak mudah berkarat, lebih keras. Namun tidak dapat ditempa
maupun dilas.
Besi tempa dibuat dengan memproses bahan-bahan dasar dalam
dapur nyala api. Logam leleh yang sudah mengeras kemudian ditempa
untuk melepaskan sisa terak.
Sedangkan baja bangunan memiliki keuntungan dan kerugiannya
sendiri, bila bentangan besar dan beban kecil maka sesuai perhitungan
kekuatan akan didapat profil baja yang relative kecil sehingga lendutan
menjadi besar karena Enya sama.
Ada 3 jenis sambungan pada konstruksi baja :
1. Sambungan las
Merupakan sambungan jepit, menguntungkan karena tidak
melubangi baja profil, terutama untuk elemen struktur yang
mengalami tegangan tari. Pengelasan dilakukan lewat kawat las,
misalnya tipe e-60 atau e-70
2. Sambungan baut dan mur
Yang digunakan untuk pekerjaan konstruksi struktur adalah baut
dan mur berkepala segi enam. Jumlah baut dan mur pada tiap
titik sambungan harus sesuai perhitungan kekuatan struktur
3. Sambungan paku keling
Sambungan
ini
jaranf
digunakan
untuk
baja
karena
pelaksanaanya yang cukup sulit.