Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM SISTEM TELEKOMUNIKASI


SEMESTER III TH 2014/2015

JUDUL
Band Pass Filter (BPF)
GRUP 2

3D
PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


2014

PEMBUAT LAPORAN

: KELOMPOK 2

NAMA PRAKTIKAN

: 1. Cintia Clarissa Putri


2. Dwi Herry Saputro
3. Evi Septiana
4. Farhah Zakiyah

TGL. SELESAI PRAKTIKUM

: 30 Oktober 2014

TGL. PENYERAHAN LAPORAN

: 6 November 2014

NILAI

KETERANGAN

BAND PASS FILTER (BPF)


I.

TUJUAN
1. Memberikan kesimpulan tentang level 3 dB filter band pass dari pengukuran statis.
2. Menampilkan kurva respon filter band pass 3 tingkat pada osiloskop.
3. Menjelaskan keistimewaan kurva band pass ideal.
4. Menjelaskan fungsi tiap-tiap tingkat sebuah filter band pass tiga tingkat.
5. Menjelaskan pengaruh miss-match pada putput filter band pass.

II.

III.

DIAGRAM RANGKAIAN

ALAT DAN KOMPONEN YANG DIGUNAKAN

NO.

ALAT

Var

1.

U. Patch Panel

Jumla
h
3

2.

Function Generator

3.

Oscilloscope GW

4.

Universal Counter

5.

BNC to banana Cable

6.

Banana to banana Cable

7.

Jumper plug-in kecil

30

8.

Jumper plug-in besar

9.

Resistor 47 ohm

R1

10.

Resistor 800 ohm (470 seri


330)

R2,R3

11.

Resistor 10 kOhm

tambaha
n

12.

Resistor 100 kOhm

R4

13.

Variable capasitor 5 500 pF

C1,C2,C3

14.

Capasitor 1 nF atau 470 pF

C4

15.

Coils 140 H

L1,L2,L3

16.

IV.

Dioda AA118

V1

DASAR TEORI
A. Band Pass Filter
Dalam

teknik-teknik

frekuensifrekuensi

tertentu.

radio
Hal

sering
tersebut

dibutuhkan
dapat

penyaringan

dilaksanakan

dengan

menggunakan band pass filter yang memiliki 2 rangakaian tala atau lebih
yang dikopel secara bersamaan. Kurva respon ideal band pass filter terlihat
pada gambar dibawah ini.

Dalam pemakaian, kurva ideal ini jarang dicapai, pada gambar di bawah
ditunjukkan kurva respon dengan kemiringan tertentu dan amplitudonya
yang tidak konstan dalam daerah yang dilewatkan. Definisi lebar jalur yang
dilewatkan relatif rumit. Pada pelaksanaan, jalur yang dilewatkan dibatasi
pada

daerah

dimana tegangan

U2 adalah

3 dB dibawah

tegangan

maksimum. Tegangan-tegangan pada titik -3 dB (U2 = 0,7.U2maks) dapat


dengan mudah diukur. Frekuensi yang berkenaan dengan itu dapat dibaca
pada skala generator/frekuensi meter. Perbedaan/selisih frekuensi tersebut
adalah lebar jalur 3 dB yang dilewatkan.

B. Band Pass filter dengan rangkaian tala, semuanya ditala pada frekuensi A
yang sama, diuji pada latihan di bawah ini.

C = 180 pF, L = 140 uH, R = 800 ohm


Untuk tiap tingkat tala dengan C = 180 pF dan L = 140 uH frekuensi
resonansinya adalah fo = 1/2LC = 1 / 2 x 140 H x 180 pF = 1 MHz
Respon-respon rangkaian transfer tergantung pada impedansi individu
dimana tingkat tala bervariasi untuk tiap tingkat frekuensi yang berbeda.
Kebutuhan jalur yang dilewatkan diperoleh hanya saat filter diterminasi
oleh karakteristik impedansinya (Zo), juga resistansi internal generator
harus sama dengan Zo (matching). Harga Zo diberikan sebagai berikut :
Zo = 1/2C = 140 H/ 2 x 180 pF = 622 ohm

Dalam pelaksanaannya, R diset ke 1,25Zo. Jadi R = 777 ohm, di mana


harga tersebut cukup mendekati 500 ohm.

V.

DATA PERCOBAAN

Lembar Kerja 1
Pass Band Filter Satu Tingkat
Frekuensi resonansi : fo = 1 MHz
3 dB drop pada : f1 = 714 KHz
pada : f2 = 1930 KHz
Band width : f =1216 KHz

Lembar Kerja 2
Pass Band Filter Tiga Tingkat
3 dB drop pada : f1 = 439,5 KHz
pada : f2 = 1723 KHz
Band width : f =1283,5 KHz

Lembar Kerja 3

Penunjukkan sinyal MP 2

A
F

= 0,44 Vpp
= 555,5 KHz

VI.

ANALISA

VII.

Percobaan di atas merupakan percobaan mengenai band pass filter.

Band Pass Filter adalah filter yang banyak melewatkan sebuah pita frekuensi saja
dan melemahkan semua frekuensi diluar pita tersebut. Filter ini mempunyai
tegangan output maksimum yang diatur dari C1, C2 dan C3.
VIII.
Pada lembar kerja 1 C1 diatur hingga mendapatkan tegangan output
maksimum yaitu 8 Vpp dengan Band Pass sebesar 3 dB dan frekuensi resonansi
fo = 1 MHz. Frekuensi resonansi adalah frekuensi dimana sinyal mencapai
keadaan maksimum. Pada filter satu tingkat Band Pass 3 dB drop ketika
frekuensi minimum sebesar 714 KHz dan frekuensi maksimum sebesar

1930

MHz sehingga didapat Bandwidth sebesar 1216 KHz.


IX.
Pada lembar kerja 2 C1, C2, C3 diatur hingga rangkaian beresonansi dan
mendapatkan tegangan output maksimum 8 Vpp. Pada filter tiga tingkat Band
Pass 3 dB drop ketika frekuensi minimum sebesar 439,5 KHz dan frekuensi
maksimum sebesar 1723 KHz sehingga didapat Bandwidth sebesar 1283,5 KHz.
X.
Pada lembar kerja 3 dilakukan guna melihat sinyal pada MP2.
Berdasarkan data yang didapatkan dari hasil percobaan

dapat dilihat bahwa

rangkaian ekstra berfungsi agar sinyal keluaran (output) sesuai dengan


cuplikannya.
XI.
Pada lembar kerja 4 dilakukan 3 kali pengukuran yaitu pass band filter
satu tingkat R1 = 47 lalu 3 tingkat menggunakan R3 = 330 dan 3 tingkat R3
= 10 k.Dan frekuensi yang digunakan adalah dari 500-1500 KHz.Dari hasil
percobaan, pada semua tingkat Vpp nya mengalami penurunan pada setiap
tingkatan filter. Pada filter 1 tingkat dengan R1= 47 , dicapai Vpp max sebesar
8 Vpp, sedangkan pada filter 3 tingkat dengan R3 = 330 , dicapai Vpp max
sebesar 4 Vpp, dan pada filter 3 tingkat denganR3 = 10 k, dicapai Vpp max
sebesar 5,7 Vpp. Dapat terlihat bahwa

Vpp yang paling besar didapat

pada

rangkaian band pass filter 1 tingkat.

XII.

KESIMPULAN
Band Pass Filter adalah filter yang banyak melewatkan sebuah pita frekuensi
saja dan melemahkan semua frekuensi diluar pita tersebut.
Vpp akan semakin menurun apabila frekuensi diperbesar dan diperkecil.
Vpp yang paling besar didapat pada rangkaian band pass filter 1 tingkat.

Pada rangkaian band pass filter terdapat frekuensi tengah atau frekuensi
resonansi, dimana frekuensi tengah ini merupakan titik puncak penguatan
(gain) keluaran diantara fcL dan fcH.

XIII.
XIV.
XV.
XVI.

XVIII.

REFERENSI
Pengertian Low Pass Filter
XVII.
Low Pass Filter memiliki tegangan output konstan dari DC (0Hz),
sampai frekuensi Cut-of ditentukan, (c) titik. Titik frekuensi cut-of adalah
0,707 atau-3dB (dB =-20Log Vout / Vin)
dari gain tegangan diizinkan untuk lulus. Rentang frekuensi "di bawah" ini c
cut-of pointumumnya dikenal sebagai Band Pass sebagai sinyal input
diperbolehkan untuk melewatifilter.Rentang frekuensi "di atas" titik cut-of
umumnya dikenal sebagai Band Stop sebagai sinyalinput diblokir atau
dihentikan dari melewati.

XIX.
XX.
Filter dapat dibuat dengan menggunakan sebuah resistor
tunggal di seri dengan kapasitornon-terpolarisasi tunggal (atau komponen
reaktif tunggal) di sebuah sinyal input Vin,sementara output sinyal Vout
diambil dari seluruh kapasitor. Frekuensi cut-of atau-3dB, dapat ditemukan
dengan menggunakan rumus, c = 1 / (2RC).Sudut fase dari sinyal output
pada c dan-45o untuk Low Pass Filter.
XXI.
XXII.
Keuntungan dari filteratau penyaring dalam hal ini, umumnya
dinyatakan dalam Decibel dan merupakan fungsidari nilai output dibagi
dengan nilai input yang sesuai dan diberikan sebagai:
XXIII.
Aplikasi pasif Filter Low Pass berada di amplifier audio dan
sistem speaker untuk mengarahkan sinyal frekuensi bass yang lebih rendah untuk
speaker bass yang lebih besaratau untuk mengurangi noise frekuensi tinggi atau
"mendesis" distorsi jenis.Bila digunakan seperti ini di aplikasi audio filter lolos
rendah kadang disebut "high-cut", atau"cut treble" filter. Jika kita
membalikkan posisi dari resistor dan kapasitor dalam rangkaiansehingga
tegangan keluaran sekarang diambil dari resistor, kita akan memiliki sirkuit
yangmenghasilkan frekuensi output kurva respons yang sama dengan yang
dari Filter High Pass,dan ini dibahas di tutorial berikutnya.
XXIV.
Singkatnya Filter Low Pass (LPF) adalah sebuah rangkaian yang
tegangan keluarannya tetapdari DC naik sampai ke suatu frekuensi cut-of fc.
Bersama naiknya frekuensi di atas fc,tegangan keluarannya diperlemah
(turun).Low Pass Filter adalah jenis filter yang melewatkan frekuensi rendah
serta meredam ataumenahan frekuensi tinggi. Bentuk respon LPF seperti
ditunjukkan gambar di bawah ini.
XXV.
XXVI.

Gambar respon Rangkaian LPF :

XXVII.
XXVIII.
XXIX.
XXX.

Filter High Pass (HPF)


XXXI.
Filter High Pass (HPF) adalah jenis filter yang melewatkan
frekuensi tinggi serta meredamatau menahan frekuensi rendah. Bentuk
respon HPF seperti memperlemah tegangan keluaranuntuk semua frekuensi
di bawah frekuensi cutof fc. Di atas fc, besarnya tegangan
keluarantetap.Filter High Pass adalah lawan yang tepat untuk low pass filter.
Filter ini memiliki teganganoutput dari DC (0Hz), sampai ke titik cut-of
tertentu (c) frekuensi. Titik cut-of frekuensirendah adalah 70,7% atau-3dB
(dB =-20Log Vout / Vin) dari gain tegangan diizinkan untuk lulus. Rentang
frekuensi "di bawah" ini pointc cut-of umumnya dikenal sebagai
BandBerhenti sementara rentang frekuensi "di atas" titik cut-of umumnya
dikenal sebagai BandPass. Frekuensi cut-of atau-3dB titik, dapat ditemukan
dengan menggunakan rumus, c= 1 / (2RC). Sudut fase dari sinyal output
pada c adalah +45o.

XXXII.
XXXIII.
Umumnya, penyaring bernilai tinggi kurang distorsi dari pass
filter setara rendah.Sebuah aplikasi yang sangat umum pass filter pasif
tinggi, adalah dalam audio amplifiersebagai kapasitor coupling antara dua
tahap penguat audio dan dalam sistem speaker untuk mengarahkan sinyal
frekuensi tinggi untuk speaker kecil "tweeter" tipe sementaramemblokir
sinyal bass yang lebih rendah atau juga digunakan sebagai filter
untuk mengurangi noise frekuensi rendah atau "gemuruh" distorsi jenis. Bila
digunakan seperti inidi aplikasi audio pass filter tinggi kadang-kadang disebut
"berpotongan rendah", atau "bassmemotong" filter. Vout tegangan output
tergantung pada konstanta waktu dan frekuensidari sinyal input seperti yang
terlihat sebelumnya.Dengan sinyal AC sinusoidal diterapkan pada sirkuit
berperilaku sebagai filter 1st Orde lulussederhana tinggi. Tetapi jika kita
mengubah sinyal input untuk yang dari "gelombangpersegi" sinyal berbentuk
yang memiliki masukan langkah hampir vertikal, responrangkaian perubahan
dramatis dan menghasilkan sirkuit umum dikenal sebagai Diferensiator.

XXXIV.

XXXV.

BPF

XXXVI.
Band pass filter (BPF) adalah filter yang akan meloloskan sinyal
pada range frekuensi diatas frekuensi batas bawah (fL) dan dibawah
frekuensi batas atas (fH). Dalam band pass filter (BPF) ini dikenal 2 jenis
rangkaian band pass filter (BPF) yaitu band pass filter (BPF) bidang lebar dan
band pass filter (BPF) bidang sempit. Untuk membedakan kedua rangkaian ini
adalah dengan melihat dari nilai figure of merit (FOM) atau Faktor kualitas
(Q). Bila Q < 10, maka digolongkan sebagai band pass filter (BPF) bidang
lebar. Bila Q > 10, maka digolongkan sebagai band pass filter (BPF) bidang
sempit Band Pass Filter Bidang Lebar Syarat BPF bidang lebar adalah Q<10,
biasanya didapat dari 2 rangkaian filter HPF dan LPF yang mereka saling di
serie dengan urutan tertentu dan frekuensi cut of harus tertentu. Misalnya
urutan serie adalah HPF disusul LPF, dan L f dari HPF harus lebih kecil dari H f
dari LPF. Contoh rangkaian dan perhitungannya adalah seperti gambar beriku
Band Pass Filter (BPF) Bidang Sempit Syarat BPF bidang sempit adalah Q >
10. Rangkaian yang digunakan bisa seperti gambar diatas tapi ada rangkaian
khusus untuk BPF bidang sempit. Rangkaian khusus inipun bisa pula
digunakan untuk BPF bidang lebar, tapi spesialisnya untuk bidang sempit.
Rangkaian ini sering disebut multiple feedback filter karena satu rangkaian
menghasilkan 2 batasan Lf dan Hf . Gambar rangkaian serta contoh
bandwidth bidang sempit diberikan seperti berikut ini. Persamaan
persamaannya pun beda dan tersendiri. Komponen pasif yang digunakan
sama dengan komponen pasif dari LPF dan HPF.
XXXVII.
XXXVIII.
Gambar BPF:

XXXIX.

XL.

Filter ini dirancang hanya untuk melewatkan isyarat dalam suatu pita
frekuensi tertentu dan untuk menahan isyarat diluar jalur pita frekuensi
tersebut. Jenis filter ini memiliki tegangan keluaran maksimum pada satu
frekuensi tertentu yang disebut dengan frekuensi resonansi (r) Jika
frekuensinya berubah dari frekuensi resonansi maka tegangan keluarannya
turun, ada satu frekuensi diatas frekuensi resonansi (r) dan satu dibawah
(r) dimana gainnya tetap 0,707 Ar. Frekuensi ini diberi tanda (h) frekuensi
cutoff atas dan (l) frekuensi cutoff bawah. Pita frekuensi antara (h) dan
(l) adalah band width (B).

XLI.
XLII.

Nilai frekuensi cut-of atas ditentukan oleh filter high-pass sebagai berikut :

XLIII.

dan frekuensi cut-of bawah ditentukan oleh filter low-pass sebagai berikut :

XLIV.

sehingga besarnya bandwidth adalah :

XLV.

Karakteristik Band Pass Filter (BPF) RC

XLVI.

Filter band-pass dapat digolongkan sebagai pita sempit atau pita lebar. Filter
pita sempit adalah sebuah filter yang mempunyai band width lebih kecil dari
sepersepuluh frekuensi resonansinya (B<0,1r). jika band width-nya lebih
besar sepersepuluh dari frekuensi resonansi maka (B>0,1r), filter tersebut
merupakan sebuah filter pita lebar. Perbandingan antara frekuensi resonansi
dan lebar pita dikenal sebagai faktor kualitas (Q) dari rangkaiannya. Q
menunjukan selektifitas dari rangkaian, makin tinggi nilai Q makin selektif
rangkaian filter tersebut.

XLVII.
XLVIII.
XLIX.

10

L.
LI.
LII.

Untuk fiter-filter pita sempit, Q dari rangkaian lebih besar dari 10 dan untuk
filter-filter pita lebar Q lebih kecil dari 10. Filter band-pass disusun dengan
filter high-pass dan filter low-pass seperti pada gambar rangkaian band pass
filter (BPF) RC diatas.

LIII.

11