Anda di halaman 1dari 6

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIMBINGAN

DAN KONSELING UNTUK PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS


KONSELOR

Disusun Oleh:
1. Sufi Hindun Juwita

14104244006

2. Arif Adamas

14104244007

3. Desy Agustina

14104244008

4. Lia Rofiatun

14104244009

5. Yanna Anggraini Pratiwi

14104244010

6. Rachma Desy Kusuma Wardhani

14104244021

7. Nur Fatimah Widya Nigrum

14104244022

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2015

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIMBINGAN


DAN KONSELING UNTUK PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS
KONSELOR
1. TEKNOLOGI INFORMASI
Teknologi telah berkembang sangat pesat hingga sekarang. Teknologi
diciptakan manusia karena dorongan akan hidup lebih baik, sehingga
teknologi dapat membantu manusia dalam hal pekerjaan (Aingindra, 2014).
Dengan kemajuan teknologi, masyarakat di Indonesia sering mengakses
internet untuk berkomunikasi dan bergaul melalui media social. Saat ini,
berbagai teknologi telah dikembangkan di berbagai hal salah satunya untuk
menunjang keprofesionalitas konselor.

2. PROFESIONALITAS KONSELOR
Konselor professional adalah seseorang yang telah terbekali melalui ilmu
psikologi dan konseling. Seorang konselor tidak dilahirkan bukan karena
pendidikan dan latihan profesionalnya semata-mata. Menjadi konselor
berkembang melalui proses yang panjang, dimulai belajar dari berbagai teori
dan latihan serta belajar dari pengalaman praktik konselingnya (Nelson-Jones,
1997:9) di kutip oleh Mamat Supriyatna : 18. Karena mengkonseling klien
dengan tingkat permasalahan yang sudah tinggi tidak mudah, memerlukan
penguasaan skill yang memadai dan juga mempunyai jam terbang yang
tinggi. Carl Rogers menyebutkan tiga kualitas utama yang diperlukan seorang
konselor agar konselingnya efektif yaitu kongruensi, empati, dan perhatian
positif tanpa syarat pada konseli. Seorang konselor dalam menjalankan
tugasnya harus dalam keadaan sadar dan menampilkan kepribadianya yang
sesuai dengan keprofesioanalitasnya. Konselor juga harus memeiliki pribadi
yang intelegen, memeiliki kemampuan berpikir verbal dan kuantitatif,
bernalar dan mampu memecahkan masalah secara logis dan persetif.

3. METODE PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BK


Menurut Triyanto (2006) dalam Frans Richard Kodong : 1, pemanfaatan TI
dalam berbagai kesempatan layanan bimbingan dan konseling, pada
umumnya menggunakan dua metode yaitu:
a.

Online

Kata online diartikan adalah sebagai komputer atau perangkat yang terhubung
ke jaringan (seperti Internet) dan siap untuk digunakan (atau digunakan oleh)
komputer atau perangkat lain. Dengan kata lain, online juga mengandung arti
hubungan telekomunikasi peer to peer yang membuat dua manusia terhubung.
E-counseling adalah istilah yang lazim digunakan untuk menggambarkan
proses konseling secara online. Layanan ini merupakan salah satu upaya yang
dapat dilakukan oleh konselor dalam mengurangi masalah yang dihadapi oleh
klien. Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, hal Ini merupakan
tantangan bagi konselor, sehingga konselor secara otomatis dituntut untuk
berpartisipasi dan menguasainya, kondisi ini memungkin pelaksanaan
konseling tidak hanya dilakukan tatap muka di ruang tertutup, tetapi dapat
dilakukan melalui format jarak jauh.
Beberapa cara yang bisa digunakan antara lain adalah:

Web Blog sebagai penyedia informasi bagi peserta didik tentang segala
hal yang dibutuhkan dalam mengembangkan dirinya.

Chatting, metode ini biasanya digunakan untuk konseling jarak jauh yang
memerlukan penanganan segera namun terhalang jarak dan waktu.

E-mail, surat elektronik sekarang menjadi trend karena media yang


dianggap cepat dan terjaga privasinya untuk menyampaikan aspirasi
maupun curahan hati kepada konselor.

Short Message Service (SMS), adalah media yang paling digemari karena
semakin

terjangkaunya

perangkat

yang

dibutuhkan

guna

tersampaikannya pesan yang dingin disampaikan dari siswa pada


konselor maupun sebaliknya.

Telephone, sama seperti chatting media ini juga sering digunakan sebagai
media konseling secara langsung terutama dengan mulai adanya
teknologi video call yang dapat menampilkan ekspresi wajah siswa
dalam konseling.
Beberapa metode diatas dapat dijalankan jika tersedia perangkat berupa
HP/ Telepone, PC (Personal Computer), laptop modem dan beberapa
sarana pendukung yang lain seperti koneksi internet dan handphone.

b.

Offline

Penggunaan teknologi dalam layanan bimbingan dan konseling dengan mode


offline (tidak tersambung dengan ineternet maupun media komunikasi jarak
jauh yang lain) lebih pada pemanfaatan komputer sebagai media pengolah
data serta alat bantu dalam layanan bimbingan dan konseling misalnya
dengan menggunakan beberapa program komputer seperti microsoft power
point, video player dan beberapa media interkatif lain dalam melayani siswa.
Selain itu, beberapa program pengolah data seperti microsoft excel dan
microsoft access serta visual basic kini tersedia terutama dalam membantu
konselor dalam menampilkan layanan yang prima terhadap peserta didik.

4. PEMBAHASAN
Teknologi informasi tentu saja dapat membantu dalam mengembangkan
profesionalitas konselor. Dengan menggunakan teknologi informasi, konselor
dapat memberikan layanan konseling dengan lebih mudah. Selain itu layanan
yang diberikan lewat teknologi informasi dapat menghemat biaya dan
memanfaatkan waktu. Teknologi informasi juga dapat membantu konselor
dalam mencari data, studi eksplorasi, informasi dll. Konselor juga dapat
mempublikasikan materi ajar, makalah, program aplikasi gratis, data, dll yang
dinilai bermanfaat bagi masyarakat luas pada situs web.
Dalam menunjang profesionalitas konselor, teknologi informasi berperan
sebagai fasilitas untuk membantu tugas konselor. Dengan teknologi informasi
konselor dapat menggunakan software atau aplikasi untuk menyampaikan

materi ajarnya. Konselor dituntut untuk dapat menyajikan bahan layanan


dengan mempergunakan imajinasinya agar tidak membosankan. Konselor
juga dapat menambahkan gambar-gambar atau materi penunjang lainnya
sehingga sasaran yang akan dicapai menadi lebih optimal.
Menurut Handarini (2006) dalam Agus Triyanto : 2, menyatakan bahwa
teknologi dan internet dapat diterapkan dalam layanan bimbingan konseling,
yaitu : 1) layanan appraisal, 2) layanan informasi, 3) layanan Konseling, 4)
layanan konsultasi, 5) layanan perencanaan, penempatan dan tindak lanjut
dan 6) layanan evaluasi.
1) Pada layanan appraisal yang merupakan kegiatan BK yang berupa
pengumpulan, analisa, dan pengumpulan data personal, psikologis,
sosial siswa; yang berguna untuk memahami siswa dan membantu
siswa memahami dirinya sendiri. Teknologi yang dapat diterapkan
pada teknik testing dan non testing menggunakan computer dan
internet.
2) Layanan informasi yang merupakan kegiatan BK yngg bertujuan untuk
memberikan

informasi

kepada

siswa,

dan

mengembangkan

keterampilan siswa bagaimana mencari informasi (personal-sosial,


karier, pendidikan). Teknologi yang dapat diterakan yaitu self-initiated
information searching dengan menggunakan internet.
3) Layanan konseling yang merupakan kegiatan layanan yang bertujuan
untuk memfasilitasi self-understanding dan self-development, yang
dilakukan dengan cara dyadic relationship atau small group
relationship. Fokus kegiatan ini adalah personal development dan
decision

making.

Teknologi

yang

dapat

diterapkan

adalah

cybercounseling.
4) Layanan konsultasi yaitu layanan bantuan yang diberikan kepada guru,
administrator sekolah, dan orang tua untuk memahami siswa atau
anak. Teknologi yang dapat diterapkan yaitu cyber consultation.
5) Layanan perencanaan, penempatan dan tindak lanjut yaitu layanan BK
yan bertujuan untuk membantu siswa memilih dan menggunakan

kesempatan pendidikan dan pekerjaan yang ada. Teknologi yang dapat


diterapkan yaitu computerized self information dan internet.
6) Layanan evaluasi merupakan kegiatan layanan BK yang bertujuan
untuk mengevaluasi keefektifan program. Teknologi yang dapat
diterapkan

yaitu

computerized-data

collection,

computerized

assessment, dan internet.

5. DAFTAR PUSTAKA
Agus Triyanto. IMPLIKASI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMPUTER
DAN INTERNET DALAM LAPANGAN KONSELING
Aingindra. 2014. Artikel perkembangan teknologi informasi. Diakses pada
tanggal 13 September 2015 melalui www. Aingindra.com
Edris Zamroni. 2015.
tanggal

Pemanfaatan Tekonologi Informasi. Diakses pada


10

September

2015

melalui

https://www.academia.edu/3650762/Pemanfaatan_Tekonologi_Info
rmasi
Frans

Richard

Kodong.

2011.

TEKNOLOGI

INFORMASI

DAN

KOMUNIKASI DI BIDANG BIMBINGAN KONSELING, dalam


Seminar Nasional Informatika 2011 (semnasIF 2011) ISSN: 19792328
Mamat Supriatna. 2013. Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi.
Jakarta: PT RajaGrafindo Perasada.