Anda di halaman 1dari 45

ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

PADA Ny. A DENGAN TUMOR MAMMAE DEXTRA (TMD)


DI RUANG AMARILIS I RSUD. TUGUREJO SEMARANG
Disusun untuk Memenuhi Tugas Praktik Klinik di RSUD Tugurejo, Semarang

Oleh :
Ika Juita Giyaningtyas

22020111130087

Hana Adilah

22020111130072

Khoirun Nisa

22020111130079

PRAKTIK KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO
2014

Tanggal Pengkajian

: 9 Juni 2014, pukul 12.20 WIB

Tanggal Masuk Ruangan

: 9 Juni 2014, pukul 11.15 WIB

Ruang

: Amarilis 1, Kamar 102 A

A; IDENTITAS
1; Identitas Klien

Nama
No. Rekam Medis
Umur
Jenis Kelamin
Agama
Pekerjaan
Suku
Bahasa
Alamat
Pembiayaan Kesehatan

: Ny. A
: 43.18.19
: 47 tahun
: Perempuan
: Islam
: Ibu Rumah Tangga
: Jawa
: Jawa, Indonesia
: Ngaliyan
: BPJS Mandiri

2; Identitas Penanggung Jawab

Nama
Umur
Pekerjaan
Suku
Hubungan dg Klien
Bahasa
Alamat
No.Telpon

: Tn. A
: 48 tahun
: Pegawai Negeri Sipil
: Jawa
: Suami Klien
: Jawa, Indonesia
: Ngaliyan
: 087 831 000 279

B; KELUHAN UTAMA
1; Poli Bedah (9 Juni 2014, 10.00 WIB)

Keluhan utama
: Terdapat benjolan pada mammae dextra
Keluhan lainnya
: Nyeri persisten di sekitar mammae dextra
2; Saat Pengkajian (9 Juni 2014, Pukul 12.20 WIB)
Terdapat benjolan pada mammae dextra dan nyeri persisten di sekitar
mammae dextra
P (Provocating/Palliative) : Tumor mammae dextra

Q (Quality/Quantity) : Nyeri terasa berdenyut-denyut


R (Region/Radiation) : Nyeri terasa di mammae dextra
S (Scale/Severity) : Klien menggambarkan nyeri dengan skala 3 (nyeri
ringan) dari 10 skala nyeri
T (Time) : Persisten. Nyeri dapat muncul kapan saja.

C; RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


1; Poli bedah RSUD Tugurejo Semarang (9 Juni 2014 pukul 10.00 WIB)
a; Keluhan : terdapat benjolan pada mammae dextra
b; Keadaan :

KU
= sadar penuh
Kesadaran
= Composmentis
GCS
= E4M6V5, 15
Tekanan Darah = 170/100 mmHg
RR
= 21 x/menit
HR
= 88 x/menit
Suhu
= 36,5 0 C
c; Terapi yang diberikan : d; Follow up : Rawat inap di RSUD. Tugurejo Semarang

2; Tiba di Amarilis 1, Ruang 102 A pukul 11.15 WIB


a; Dx. Medis
1; Primer
2; Sekunder

: Tumor Mamae Dextra


: hipertensi

b; Keluhan :

terdapat benjolan dan nyeri pada mammae dextra


c; Keadaan
KU
= Sadar penuh
Kesadaran
= Composmentis
GCS
= E4M6V5, 15
Tekanan Darah = 180/100 mmHg
RR
= 24 x/menit
HR
= 90 x/menit
d; Terapi yang diberikan

Diit
= nasi RG (Rendah Garam)
e; Support system
1; Klien tinggal dengan 2 anaknya, anak klien sangat peduli
terhadap klien dan sering menemani klien di rumah.
2; Suami klien selalu menemani klien sepulang bekerja.
3; Adik adik dan tetangga klien datang menjenguk klien ketika
klien sedang dirawat di rumah sakit.
D; RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
1; Admit 1 (RSUD Tugurejo, tanggal 6-10 Februari 2012)
a; Keluhan
1; Pusing (TD= 180/100 mmHg, N=100x/menit)
2; nyeri pada abdomen kuadran kiri atas
3; mual dan muntah
b; Dx. Medis
1; Primer
2; Sekunder

: gastritis
: hipertensi, hipokalemia

c; Terapi
1; Parenteral
2; Injeksi

: Ringer Laktat 1440 cc/hari


:

Ketorolac 30 mg (3 x 1)
Omeprazole 40 mg (2 x 1)
3; Oral

amdixal 15 mg (1x1)
Concore 25 mg (1x1)
Dimenhidrinat 25 mg (3 x 1)
d; Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium (6 Februari 2012, pukul 21.21 WIB)


Tanggal

Pemeriksaan

Hasil

Nilai Normal

Kesan

Rasional

Normal

6/2/2014 Hematologi
pk. 21.21 Hemoglobin

13.30 g/dl

12,0-15,6

WIB

Hematokrit

40.40 %

33-45

Leukosit

13,19 ribu/ul 4,5-11,0

Tinggi

Trombosit

283 ribu/ul

Normal

Eritrosit

4,73 (juta/ul) 4,10-5,10

Normal

MCV

85.40 fL

80,0-96,0

Normal

MCH

28,10 pg

28,0-33,0

Normal

MCHC

32,90 g/dL

33,0-36,0

Normal

RDW

12,70 %

11,6-14,6

Normal

0,21 103/uL

0,045-0,44

Normal

150-450

Normal

Risiko terjadinya i

Index Eritrosit

Hitung Jenis
Eosinofil Absolute

Basofil Absolute

0,02 10 /uL

0-0,2

Normal

Netrofil Absolute

10,11 103/uL 1,8-8

Tinggi

Limfosit Absolute

2,08 103/uL

0,9-5,2

Normal

Monosit Absolute

0,77 103/uL

0,16-1

Normal

Eosinofil

1,60 %

2-4

Menurun

Basofil

0,20 %

0-1

Normal

Netrofil

76,60 %

50-70

Tinggi

Limfosit mengalami

penurunan jumlah sel


Limfosit

15,80 %

25-40

Rendah terjadi sekresi hormo

adenokortikal atau pe

terapi steroid yang be


Monosit

5,80 %

2-8

Normal

Kimia Klinik (Serum B)


Asam Urat

4,1 mg/dL

3.4-5.7

Normal

SGOT

15 u/L

0-35

Normal

SGPT

25 u/L

0-35

Normal

Kreatinin

0,74 mg/dL

0,6-0,9

Normal

Ureum

33 mg/dL

10 - 50

Normal

Kalium

3.2 mmol/L

3.5 - 5.0

Tinggi

Natrium

137 mmol/L

135 - 143

Normal

Klorida

101 mmol/L

95 - 105

Normal

Kalsium

9.5 mg/dL

8.1 10.4

Normal

103 mg/dL

<125

Normal

Kimia Klinik
Glukosa Sewaktu

Cholesterol Total

217 mg/dL

<200 = desirable
200-239 =
borderline high
240 = high

Kolesterol tinggi me
Tinggi

salah satu pemicu te


hipertensi

Trigliserida merup
<150 = borderline
Trigliserida

172 ug/dL

lemak dalam da

high
Tinggi
200-499 = high
500 = very high

Trigliserida tinggi

memicu ganggu

kardiovaskular dan
Cholesterol HDL

150 mg/dL

40 = low (kB)
60 = high (B)

Normal

Normal

<100 = optimal
100-129 = near
Cholesterol LDL
direct

46.0 mg/dL

optimal
130-159 =
borderline high
160-189 = high
190 = very high

e; Follow up:

setelah pulang dari rumah sakit, klien harus check up setiap seminggu
sekali, tetapi klien lupa kapan saja tanggal check upnya.

f; Perawatan di rumah

:
menjaga pola makan (makan tepat waktu, sehari 3 x), diet rendah
lemak; rendah garam, olahraga teratur (Senam setiap hari selama 15
menit), dan terapi herbal (meminum sari lengkuas). Setelah rutin
meminum sari lengkuas yang dimasak sendiri selama 2 bulan,
gastritis tidak pernah kambuh lagi sampai sekarang.

2; Admit 2 (RS Tugurejo Semarang, 21/02 2014)


a; Keluhan

:
1; Pusing (TD= 150/100 mmHg)
2; Mual
3; Muntah
4; nyeri abdomen kuadran kiri atas

b; Dx. Medis
1; primer

: hipertensi
2; Sekunder : dislipdemia
c; Terapi
1; Parenteral : Ringer Laktat 1440 cc/hari
2; Injeksi : Ondansetron 2 x 1 (@2 cc)
3; Oral :
Captopril 1 x 25 mg
Amplodipine 1 x 10 mg
Canderin 1 x 8 mg
Amdixal 1 x 5 mg
d; Pemeriksaaan Penunjang :
Laboratorium (3 september 2013, pukul 07: 35 WIB)
Tanggal

Pemeriksaan

Hasil

Nilai Normal

Kesan

Rasional

3/9/2014 Kimia Klinik


pk. 07.35 Kreatinin
WIB
Ureum

0,68 mg/dL

0,6-0,9

Normal

27 mg/dL

10 50

Normal

Kalium

4.6 mmol/L

3.5 - 5.0

Normal

Natrium

140 mmol/L

135 143

Normal

Klorida

105 mmol/L

95 105

Normal

e; Follow up :

setelah pulang dari rumah sakit, check up setiap 1 minggu sekali, tetapi
klien mengatakan lupa kapan saja tanggal check up nya.
f; Perawatan di rumah :
diet rendah garam, rendah kolestrol, olahraga teratur setiap hari selama
15 menit, dan terapi herbal (minum sari daun sirsak 200cc/hari).
g; Gaya hidup :
Klien adalah ibu rumah tangga yang sudah mencoba melakukan pola
hidup sehat dengan mengurangi konsumsi garam, daging kambing, dan
sumber kolestrol lain yang dapat meningkatkan TD.nya.

E;

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


Ayah klien dan empat saudara klien memiliki riwayat penyakit
hipertensi. Selain itu ayah klien mempunyai riwayat penyakit Diabetes
Melitus. Serta tidak ada anggota keluarga yang pernah menderita tumor
sebelumnya.

75 th

49 th
HT

Tn. A
(48 th)
Tn. M
(26 th)

38 th
Ny. A (47 th) HT
HT, kolesterol,
TMD
Nn. D
(21 th)

70 th
HT & DM

34 th
HT

31 th
HT

Keterangan :
: perempuan
: laki-laki
: Klien
: laki-laki meninggal
: perempuan meninggal
: klien
: tinggal serumah

F;

PEMERIKSAAN FISIK
Tanggal 9/6/2014 Pk 19.00
1; Keadaan Klien
a; Keadaan Umum
: Tampak lemah
b; Kesadaran
: Composmentis
c; GCS
: E4M6V5, 15
d; TTV
TD = 170/100 mmHg
RR = 20 x/menit
HR = 100 x/menit
T = 36,70 C
2; Pemeriksaan Fisik
a; Kepala
Bentuk kepala semitris, mesocphal, rambut hitam pendek sebahu,
penyebaran rambut merata, rambut lepek, tidak ada nyeri tekan,
tidak ada lesi ataupun benjolan
b; Mata
Mata simetrsi kanan-kiri, sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak
anemis, refleks cahaya normal, pupil isokor, pergerakan mata ke
segala arah, eksoftalmus (-), endoftalmus (-), edema palpebra (-),
tidak ada lesi dan nyeri tekan pada mata. Penglihatan jelas

c; Leher

Reflek menelan baik, tidak ada lesi, bentuk leher normal, persebaran
warna kulit merata, tidka ada jaringan parut, tidak terlihat massa,
nodus limfe, kelenjar tiroid tidak mengalami pembengkakan, tidak
ada pembesaran vena jugularis, kaku kuduk (-), nyeri tekan (-)
d; Hidung
Bentuk hidung simetris kanan-kiri, pelebaran nares hidung simetris,
tidak ada lesi, perdarahan, polip, dan sekresi. Kebersihan (+),
e; Mulut
Bibir pucat, tidak sianosis, mukosa kering, gigi berjumlah 26 buah,
tidak ada stomatitis, tidak ada perdarahan dan lesi pada gusi, tidak
ada pembesaran tonsil dan bau mulut.
Telinga
Bentuk telinga simetris kanan-kiri, tidak ada lesi maupun
perdarahan, terdapat sedikit serumen, pendengaran jelas, tidak ada
nyeri tekan
g; Dada dan Paru
Inspeksi
: bentuk dada normal, penyebaran kulit merata, tidak
ada jaringan parut, tidak ada penggunaan otot bantu
pernapasan, gerakan dada saat bernapas simetris
Palpasi
: ekspansi dada simetris, taktil fremitus kedua sisi sama
Perkusi
: bunyi sonor di seluruh lapang paru
Auskultasi : bunyi napas vesikuler, tidak ada suara tambahan
h; Payudara
Inspeksi
: tidak ada lesi atau jaringan parut, puting menonjol dan
tidak lecet, tidak ada cairan yang keluar dari puting,
Palpasi
: terdapat massa pada mammae dextra 2 cm dan nyeri
pada mammae dextra
P : Tumor Mammae Dextra
Q : Berdenyut-denyut
R : Mammae dextra
S : skala nyeri 3
T : persisten, terkadang berpindah tempat
i; Jantung
f;

Inspeksi

: ictus kordis tidak terlihat

j;

Palpasi

: ictus cordis teraba di ICV

Perkusi

: suara jantung pekak

Auskultasi

: S1 (lup), S2 (dup) normal, tidak ada suara tambahan

Abdomen
Inspeksi

: bentuk perut simetris, warna kulit merata, tidak ada


lesi, tidak ada inflamasi, dan pengeluaran umilikus.
Tidak ada penonjolan, kontur cembung, retraksi
normal, tidak ada jaringan parut, tidak ada distensi
bladder.

Auskultasi

: bising usus (+) 8 x/menit

Perkusi

: tidak ada pembesaran hati, lambung kosong, suara


timpani posisi hati di sebelah kanan ukuran 6 cm

Palpasi

: kandung kemih kosong, hati tidak teraba, limpa dan


ginjal tidak teraba. Tidak ada nyeri tekan abdomen

k; Genitalia

tidak terpasang DC
l; Kulit dan Kuku
Inspeksi
: kulit sawo matang, lembab, tidak ada lesi atau edema,
kuku normal, tidak ada sianosis
Palpasi
: tidak ada nyeri tekan pada tangan dan kaki. Capilarry
Refill <3 detik, tekstur kulit sedikit kasar, turgor
normal <3 detik, tidak ada nyeri tekan di dasar kuku
m; Ekstremitas atas dan ekstremitas bawah
Inspeksi

: kelemahan (-), tremor (-), edema (-)

Kekuatan otot :
Kanan

Kiri

5.5.5.5

5.5.5.5

5.5.5.5

5.5.5.5

Pergerakan
Kanan

Kiri

Mandiri

Mandiri

Mandiri

Mandiri

Refleks bisep : Fleksi lengan pada sendi siku kanan dan kiri
Refleks babinski : jari yang lain membuka
ROM Ekstremitas atas
Kanan

: fleksi (-), ekstensi (-), abduksi (+), adduksi (+)

Kiri

: fleksi (+),ekstensi (+), abduksi (+), adduksi (+)

ROM Ekstremitas bawah


Kanan

: fleksi (-), ekstensi (-), abduksi (+), adduksi (+)

Kiri

: fleksi (+),ekstensi (+), abduksi (+), adduksi (+)

n; Pemeriksaan Saraf Kranial

Jenis Saraf
N I Olfaktori

Hasil Pemeriksaan
Klien dapat mengenal bau parfum saat

N II Optikus

lubang hidung ditutup secara bergantian


Lapang pandang klien normal saat
pemeriksaan lapang pandang

N III Okulomotorius

N IV Troklearis

Penglihatan tajam
Pupil konstriksi saat disinari, mata
konvergen

N VI Abdusen

Gerakan mata normal

N V Trigeminus

Klien dapat menebak sensasi pada


tempat sentuhan

Klien dapat menebak rasa pahit kopi

Refleks kornea normal

N VIII Auditorius/Akustikus

Otot kunyah kuat


Pendengaran klien baik

N IX Glosofaringeous

Fungsi menelan baik, tidak ada nyeri ketika

N X Vagus

menelan
Tidak ada gangguan refleks pada lidah
Klien dapat mengikuti ucapan perawat

N XI Aksesorius

dengan jelas
Klien menahan tahanan di bahu kiri, dan

bahu kanan
Pergerakan kepala dan otot leher normal
Klien dapat menggerakkan lidah ke kanan

N XII Hipoglosus

dan kiri, atas dan bawah, tidak ada atropi,


fasikulasi (getaran)

G; PENGKAJIAN KEUTUHAN DASAR


1;

Kebutuhan Oksigenasi
Sebelum sakit
:
a; A (Airway)

: tidak ada sumbatan pada jalan napas


b; B (Breathing) : pola napas normal, teratur, tidak ada pernapasan
cuping hidung, pernapasan tanpa menggunakan alat bantu napas,
tidak ada sesak napas.
c; C (Circulation) : tidak ada gangguan sirkulasi
Selama sakit :
a; A (Airway)

: tidak ada sumbatan pada jalan napas


b; B (Breathing) : pola napas normal, teratur, tidak ada pernapasan
cuping hidung, pernapasan tanpa menggunakan alat bantu napas,
tidak ada sesak napas, tidak ada suara napas tambahan. RR= 20
x/menit
c; C (Circulation) : Capilarrry refill < 3 detik, nadi=100 x/menit, TD =
170/100 mmHg, tidak ada edema, clubbing (-), sianosis (-), tidak ada
gangguan sirkulasi
2;

Kebutuhan Nutrisi dan Cairan


Nutrisi
Indeks
A (Antropometri)

Sebelum sakit

Selama sakit

IMT : 23,72 (normal)

IMT : 23,72 (normal)

TB : 155 cm

TB : 155 cm

BB : 57 kg

BB : 57 kg
Lila : 28

B (Biokimia)
C (Clinis)

Albumin : -

Hb : 13,60 g/dL (normal)


Konjungtiva tidak anemis,
turgor kulit normal, kembali
<3 detik, rambut hitam keabuabuan, bibir sedikit pucat,

D (Diet)

mukosa bibir lembab


Klien makan 3 x sehari, Klien makan 3 x sehari sesuai
menghabiskan 1 porsi

diit yang sudah diprogramkan,

makan. Menu makanan yaitu nasi rendah garam. Klien


biasa yaitu nasi lunak,

menghabiskan 1 porsi makan

lauk dan sayur. Klien

dengan menu nasi rendah

makan secara mandiri. garam, sayur dan lauk. Klien


makan secara mandiri.
Klien disarakan mengurangi
garam dan makanan
berkolesterol tinggi

Cairan
a; Senin, 9 Juni 2014
Intake

Makanan : 75 cc/24 jam


Minuman : 10 gelas (2500 cc/24 jam)
Injeksi :-

Output

Infus : Urin : 1500 cc/24 jam


Feses : 100 cc/24 jam

Balance cairan

IWL : 900 cc/24 jam


Intake output
= 2575 2500

Hematokrit

= +75
41, 70 % (normal)

b; Selasa, 10 Juni 2014

Intake

Makanan : 75 cc/24 jam


Minuman : 9 gelas (2250 cc/24 jam)
Injeksi :-

Output

Infus : Urin : 1500 cc/24 jam


Feses : 100 cc/24 jam

Balance cairan

IWL : 900 cc/24 jam


Intake output
= 2325 2500

Hematokrit

= -175
-

c; Rabu, 11 Juni 2014

Intake

Makanan : 50 cc/24 jam


Minuman : 5 gelas (1250 cc/24 jam)
Injeksi :
-

Output

Omeprazole 2 x 1 gr (1gr = 10 cc) = 20 cc


Xevolac 2 x 30 gr (30 gr = 1 cc) = 2 cc

Infus : 1440 cc/24 jam


Urin : 1700 cc/24 jam
Feses : 100 cc/24 jam

Balance cairan

IWL : 900 cc/24 jam


Intake output
= 2762 2700

Hematokrit

= + 62
-

d; Kamis, 12 Juni 2014

Intake

Makanan : 50 cc/24 jam


Minuman : 5 gelas (1250 cc/24 jam)

Injeksi :
-

Cefoperazone 2 x 1 gr (1gr = 5 cc) = 10 cc


Xevolac 3 x 30 gr (30 gr = 1 cc) = 3 cc

Infus : 1440 cc/24 jam


Urin : 1700 cc/24 jam

Output

Feses : 100 cc/24 jam


Balance cairan

IWL : 900 cc/24 jam


Intake output
= 2753 2700

Hematokrit

= + 53
37.40 % (normal)

e; Jumat, 13 Juni 2014

Intake

Makanan : 50 cc/24 jam


Minuman : 5 gelas (1250 cc/24 jam)
Injeksi :
-

Cefoperazone 2 x 1 gr (1gr = 5 cc) = 10 cc


Xevolac 3 x 30 gr (30 gr = 1 cc) = 3 cc

Infus : 1440 cc/24 jam


Urin : 1700 cc/24 jam

Output

Feses : 100 cc/24 jam


Balance cairan

IWL : 900 cc/24 jam


Intake output
= 2753 2700

Hematokrit

3;

= + 53
-

Kebutuhan Eliminasi
BAK
Kategori

Sebelum Sakit

Selama Sakit

Frekuensi
Jumlah
Warna
Bau
Konsistensi

6 x sehari
1550 cc/24 jam
Kuning jernih
Khas urin
Encer

5-6 x sehari
1600 cc/24 jam
Kuning jernih
Khas urin
Encer

Kategori
Frekuensi
Jumlah
Warna
Bau
Konsistensi

Sebelum Sakit
1 x sehari
100 cc/24 jam
Kekuning-kuningan
Khas feses
Lembek, lonjong

Selama Sakit
1 x sehari
100 cc/24 jam
Kekuning-kuningan
Khas feses
Lembek, lonjong

BAB

4;

Kebutuhan Termoregulasi
Sebelum Sakit
:
Suhu tubuh klien normal, klien tidak merasa panas dan menggigil,
produksi keringat normal, tidak ada gejala hipotermia, hipertermia
ataupun pireksia. Suhu tubuh tidak mengalami peningkatan atau
penurunan.
Selama Sakit
:
Suhu tubuh klien normal, tidak merasa panas, dingin atau menggigil,
produksi keringat normal 75 cc/24 jam. Tidak ada gangguan
termoregulasi. Suhu tubuh=36,50C, kulit tidak kemerahan atau sianosis.

5;

Kebutuhan Aktivitas dan Latihan


Sebelum Sakit
:
a; Klien mampu melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi,
berpakaian, toiletting, berpindah, pengawasan diri dan makan secara
mandiri tanpa bantuan dari orang lain (Indeks KATZ A).
b; Pergerakan klien dilakukan tanpa batasan.
c; Klien memiliki kemampuan untuk melakukan aktivitas motorik
kasar tanpa batasan.

d; Klien dapat melakukan aktivitas seperti menjadi pemimpin acara


pemakaman di desanya, bermain dengan cucu dan membantu istri
berjualan di rumah.
Selama Sakit :
a; Klien tidak mengalami kelemahan pada ekstremitas dan tidak ada
keterbatasan pergerakan ekstremitas.
b; Kemampuan keterampilan motorik kasar klien normal.
c; Indeks KATZ klien A, yaitu mampu melakukan aktivitas sehari-hari
seperti mandi, berpakaian, toiletting, berpindah, pengawasan diri dan
makan secara mandiri tanpa bantuan dari orang lain.
Indeks KATZ klien selama sakit
Kategori
Bathing

Mandiri
;

Dressing

Toileting

Transferring

Continence

Feeding

Tergantung

6;

Kebutuhan Seksualitas
Klien menikah pada usia 20 tahun, dan suami klien pada usia 21 tahun,
Klien memiliki 1 anak laki-laki (berusia 26 tahun ) dan 1 perempuan
(berusia21 tahun).

7;

Psikososial (stress, koping, dan konsep diri)


f; Kebutuhan stres dan koping
Sebelum sakit : Klien mengatakan bahwa saat ada masalah, klien
menceritakan masalahnya kepada suami dan anakanaknya.

Saat sakit

: Klien mengatakan bahwa saat ada masalah, klien


menceritakan masalahnya kepada suami dan anakanaknya. Ketika mengetahui terdapat benjolan di
mammae
dextranya,
klien
langsung
menceritakannya kepada suami klien sampai
akhirnya suami klien menemani klien periksa ke poli
bedah RSUD Tugurejo Semaranag tanggal 9 Juni
2014, pukul 10.00 WIB.

Indeks HARS :
Penilaian
Perasaan Cemas : firasat buruk, takut akan pikiran sendiri, mudah
tensinggung.
Ketegangan : merasa tegang, gelisah, gemetar, mudah terganggu dan lesu.
Ketakutan : takut terhadap gelap, terhadap orang asing, bila tinggal sendiri
dan takut pada binatang besar.
Gangguan tidur : sukar memulai tidur, terbangun pada malam hari, tidur
tidak pulas dan mimpi buruk.
Gangguan kecerdasan : penurunan daya ingat, mudah lupa dan sulit
konsentrasi.
Perasaan depresi : hilangnya minat, berkurangnya kesenangan pada hoby,
sedih, perasaan tidak menyenangkan sepanjang hari.
Gejala somatik: nyeni path otot-otot dan kaku, gertakan gigi, suara tidak
stabil dan kedutan otot.
Gejala sensorik: perasaan ditusuk-tusuk, penglihatan kabur, muka merah
dan pucat serta merasa lemah.
Gejala kardiovaskuler : takikardi, nyeri di dada, denyut nadi mengeras dan
detak jantung hilang sekejap.
Gejala pemapasan : rasa tertekan di dada, perasaan tercekik, sering menarik
napas panjang dan merasa napas pendek.
Gejala gastrointestinal: sulit menelan, obstipasi, berat badan menurun, mual
dan muntah, nyeri lambung sebelum dan sesudah makan, perasaan panas di
perut.
Gejala urogenital : sering kencing, tidak dapat menahan kencing, aminorea,
ereksi lemah atau impotensi.
Gejala vegetatif : mulut kering, mudah berkeringat, muka merah, bulu roma
berdiri, pusing atau sakit kepala.

Skor
1
2
1
3
1
2
0
1
1
1

1
1

Perilaku sewaktu wawancara : gelisah, jari-jari gemetar, mengkerutkan dahi


atau kening, muka tegang, tonus otot meningkat dan napas pendek dan
cepat.
Hasil skor adalah 15 = kecemasan sedang
Keterangan:

Skor kurang dari 6 = tidak ada kecemasan.


Skor 7 14 = kecemasan ringan.
Skur 15 27 = kecemasan sedang.
Skor lebih dari 27 = kecemasan berat.

g; Konsep diri klien :


1; Body image

2;

3;

4;
5;

klien menyukai semua anggota tubuhnya. Body image (Gambaran


diri) baik.
Identitas diri
klien merupakan anak ke-2 dari 7 bersaudara. Klien merupakan
seorang ibu rumah tangga. Klien merupakan seorang lulusan
SMA dan tidak melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya.
Peran diri
Klien adalah seorang ibu dan istri di rumah. Klien sebagai ibu
rumah tangga dan merawat anaknya dirumah, melaksanakan
pekerjaan rumah seperti membersihkan rumah, menyapu. Di
rumah, klien biasa bercakap-cakap dengan keluarganya. Sebelum
sakit, klien selalu melakukan semua pekerjaan rumah. Akan tetapi
setelah sakit, klien harus banyak beristirahat di rumah sakit dan
menunggu rencana operasi dari dokter, dimana salah satu cara
agar segera dapat dilakukan pengangkatan tumor di mammae
dextra klien adalah tekanan darah klien harus 130/80 mmHg.
Ideal diri
klien ingin cepat sembuh dan pulang ke rumah
Harga diri
klien terlihat percaya diri dan tidak merasa minder dengan
penyakitnya

8;

Rasa aman dan nyaman


Sebelum sakit :
Klien pernah mengalami nyeri berat saat ia melahirkan ke dua anaknya
secar spontan.
Saat sakit :
Pada saat dikaji, klien mengeluh nyeri pada Mammae dekstra dengan
karakteristik sebagai berikut
a; P (Provocating/Palliative)
Tumor mammae dextra
b; Q (Quality/Quantity)
Nyeri terasa berdenyut-denyut
c; R (Region/Radiation)
Nyeri terasa di mammae dextra
d; S (Scale/Severity)
Klien menggambarkan nyeri dengan skala 3 (nyeri ringan) dari 10
skala nyeri
e; T (Time)
Persisten. Nyeri dapat muncul kapan saja.

9;

Spiritual
Klien beragama Islam. Klien percaya akan adanya Tuhan. Sebelum sakit,
klien melakukan sholat 5 waktu. Saat di rumah sakit, klien tetap
menjalankan sholatnya 5 waktu serta ditambah dengan berdzikir dan
berdoa.

10; Hygiene

Sebelum Sakit : Klien mandi 2 x sehari (pagi dan sore). Ganti baju 1 x
sehari. Klien sikat gigi 2 x sehari saat mandi pagi dan
sebelum tidur malam. Klien keramas 2 hari sekali.

Selama Sakit

Pemenuhan kebutuhan hiegiene dilakukan di kamar


mandi rumahnya secara mandiri. Kulit klien sawo
matang, lembab, dan bersih.
: Klien dapat mandi secara mandiri. Klien mandi 2 x
sehari (pagi dan sore). Klien menggosok gigi 2 x sehari.
Selama dirawat di rumah sakit, klien sudah keramas
sebanyak 1. Pemenuhan kebutuhan hiegiene dilakukan
di kamar mandi tanpa membutukan bantuan keluarga.
Kulit, kuku, dan rambut klien terlihat bersih.

11; Istirahat dan Tidur

Kategori
Jam tidur

Sebelum Sakit
Klien tidur 7 jam dalam

Selama Sakit
Klien tidur malam mulai

sehari, saat malam hari dan pukul 23.00 WIB s/d 05.00
tidak tidur pada siang hari. WIB. Tidur siang 1 jam
Klien mulai tidur pada

sehari mulai pukul 10.00

pukul 21.30 WIB s/d 04.30 WIB s/d 11.00 WIB. Total

Pola tidur

Posisi tidur yang disukai


Lingkungan

WIB. Klien merasa segar

tidur klien 7 jam. Klien

setelah bangun tidur.

tidak merasa segar setelah

Klien tidur dari malam

bangun tidur.
Klien tidur malam sampai

sampai pagi tanpa

pagi dengan awitan yang

terbangun di malam hari.

lebih sulit. Klien sering

Sebelum tidur klien

terbangun. Dan cemas

menggosok gigi dan

karena memikirkan operasi

berdoa. Tidur klien

yang akan ia jalani.

nyenyak.
Miring kanan-kiri
Miring kanan-kiri
Klien menyukai lingkungan Klien menyukai lingkungan
yang gelap dan tenang.

yang tenang. Klien tidur

Klien tidur menggunakan 2 menggunakan 1 bantal.


bantal berukuran sedang.

12; Rekreasi

Sebelum sakit, klien senang menonton TV dan berbincang-bincang


dengan keluarga
Saat sakit, klien senang bercerita dengan keluarga ataupun orang lain
terutama dengan perawatnya.
13; Kebutuhan Belajar

Klien mengetahui penyakit yang ia derita berawal dari


memeriksaan SADARI (periksa payudara sendiri) yang ia lakukan
setelah menonton tayangan dr. Oz Indonesia yang ia tonton pada tanggal
10 Mei 2014. Klien berinisiatif memeriksakan keadaannya ke Rumah
sakit dan tidak menolak dilakukannya operasi pengangkatan tumor.
H; PEMERIKSAAN PENUNJANG
1; Laboratorium Pemeriksaan darah rutin

No
1

Tanggal

Pemeriksaan

Hasil

Nilai Normal

Kesan

Rasiona

6/2/2014 Hematologi
pk. 21.21 Hemoglobin
WIB
Hematokrit

13.30 g/dl

12,0-15,6

40.40 %

33-45

Leukosit

13,19 ribu/ul 4,5-11,0

Trombosit

283 ribu/ul

Eritrosit

4,73 (juta/ul) 4,10-5,10

MCV

85.40 fL

80,0-96,0

MCH

28,10 pg

28,0-33,0

MCHC

32,90 g/dL

33,0-36,0

RDW

12,70 %

11,6-14,6

0,045-0,44

0-0,2

150-450

Risiko terjadiny

Index Eritrosit

Hitung Jenis
Eosinofil Absolute 0,21 103/uL
Basofil Absolute

0,02 103/uL

Netrofil Absolute 10,11 103/uL 1,8-8

Limfosit Absolute 2,08 103/uL

0,9-5,2

Monosit Absolute 0,77 103/uL

0,16-1

Eosinofil

1,60 %

2-4

Basofil

0,20 %

0-1

Netrofil

76,60 %

50-70

Limfosit mengalam
penurunan jumlah
Limfosit

15,80 %

25-40

terjadi sekresi horm

adenokortikal atau

terapi steroid yang


Monosit

5,80 %

2-8

Kimia Klinik (Serum B)


Asam Urat

4,1 mg/dL

3.4-5.7

SGOT

15 u/L

0-35

SGPT

25 u/L

0-35

Kreatinin

0,74 mg/dL

0,6-0,9

Ureum

33 mg/dL

10 - 50

Kalium

3.2 mmol/L

3.5 - 5.0

Natrium

137 mmol/L

135 - 143

Klorida

101 mmol/L

95 - 105

Kalsium

9.5 mg/dL

8.1 10.4

Glukosa Sewaktu 103 mg/dL

<125

Cholesterol Total

<200 = desirable
200-239 =

Kimia Klinik

217 mg/dL

borderline high

Kolesterol tinggi m

salah satu pemicu

240 = high

hipertens

Trigliserida me
<150 = borderline
Trigliserida

172 ug/dL

high
200-499 = high
500 = very high

lemak dalam
H

Trigliserida ting

memicu gang

kardiovaskular d
Cholesterol HDL 150 mg/dL

40 = low (kB)
60 = high (B)

<100 = optimal
100-129 = near
Cholesterol LDL
direct

optimal
130-159 =
borderline high
160-189 = high
190 = very high

3/9/2014 Kimia Klinik


pk. 07.35 Kreatinin
WIB
Ureum

46.0 mg/dL

0,68 mg/dL

0,6-0,9

27 mg/dL

10 - 50

Kalium

4.6 mmol/L

3.5 - 5.0

Natrium

140 mmol/L

135 - 143

Klorida

105 mmol/L

95 - 105

13.60 g/dl

12,0-15,6

40.40 %

33-45

9/6/2014 Hematologi
pk. 10.25 Hemoglobin
WIB
Hematokrit
Leukosit

10,45 ribu/ul 4,5-11,0

Trombosit

283 ribu/ul

Eritrosit

4,85 (juta/ul) 4,10-5,10

83.30 fL

150-450

Risiko terjadiny

Index Eritrosit
MCV

80,0-96,0

MCH

28,00 pg

28,0-33,0

MCHC

33,70 g/dL

33,0-36,0

RDW

12,80 %

11,6-14,6

0,045-0,44

0,20 103/uL

0-0,2

Netrofil Absolute 8,38 103/uL

1,8-8

Limfosit Absolute 1,53 103/uL

0,9-5,2

Monosit Absolute 0,32 10 /uL

0,16-1

Eosinofil

1,90 %

2-4

Basofil

0,20 %

0-1

Netrofil

80,20 %

50-70

Hitung Jenis
Eosinofil Absolute 0,20 103/uL
Basofil Absolute

Limfosit mengalam
penurunan jumlah
Limfosit

14,60 %

25-40

terjadi sekresi horm

adenokortikal atau

terapi steroid yang


Monosit

3,10 %

2-8

Kimia Klinik (Serum B)

GDS

109 mg/dL

<125

SGOT

10 u/L

0-35

SGPT

10 u/L

0-35

Kreatinin

0,72 mg/dL

0,6-0,9

Ureum

22 mg/dL

10 - 50

Kalium

3.4 mmol/L

3.5 - 5.0

Natrium

140 mmol/L

135 - 143

12/6/2014 Hematologi

pk. 10.25 Hemoglobin


WIB

12.30 g/dl

12,0-15,6

Hematokrit

37.40 %

33-45

Leukosit

11,75 ribu/ul

4,5-11,0

Trombosit

238 ribu/ul

150-450

Eritrosit

4,55 (juta/ul) 4,10-5,10

MCV

82.60 fL

80,0-96,0

MCH

28,30 pg

28,0-33,0

MCHC

34,10 g/dL

33,0-36,0

RDW

12,70 %

11,6-14,6

0,045-0,44

0,20 103/uL

0-0,2

Netrofil Absolute 8,24 103/uL

1,8-8

Limfosit Absolute 1,43 103/uL

0,9-5,2

Monosit Absolute 0,82 103/uL

0,16-1

Eosinofil

2,20 %

2-4

Basofil

0,40 %

0-1

Netrofil

80,40 %

50-70

Limfosit

25,60 %

25-40

Monosit

6,10 %

2-8

Risiko terjadiny

Index Eritrosit

Hitung Jenis
Eosinofil Absolute 0,20 103/uL
Basofil Absolute

Kimia Klinik (Serum B)


Glukosa sewaktu

107 mg/dL

<125

Kreatinin

0,74 mg/dL

0,6-0,9

Ureum

24 mg/dL

10 - 50

Kalium

3.4 mmol/L

3.5 - 5.0

I;

Jenis
Terapi

Natrium

139 mmol/L

135 - 143

Albumin

3.2 g/dL

3.2 5.2

TERAPI
1; Pre Operasi
Dosis

Rute

Indikasi &
Cara Kerja

Kontra
Indikasi

Efek Samping

Ringer Laktat 1440cc/ parenteral Cara kerja:


Hipernatremia,- Timbul panas
- Merupakan kelainan ginjal,- Infeksi pada
hari
larutan yang kerusakan sel
tempat
mirip dengan hati, asidosis
penyuntikan,
cairan
laktat
trombosis
ekstraseluler
vena atau
- Merupakan
flebitis
larutan nonkoloid,
mengandung
ion-ion yang
terdistribusi
ke dalam
cairan
intravaskuler
dan
interststel

Xevolac

2 x 30
mg

Indikasi:
Mengmbalikan
keseimbangan
elektrolit pada
dehidrasi
Intra vena Penanganan
Tukak peptik Gangguan
jangka pendek aktif, penyakit gastrointestinal
nyeri akut
serebrovaskula , mual, sakit
dengan tingkat r, diatesis
kepala, diare,

Peran
Perawat

keparahan
sedang setelah
prosedur
pembedahan

Omeprazole 2 x 40
mg

hemoragik,
pusing,
risiko tinggi mengantuk,
pendarahan
berkeringat,
atau
nyeri dan
hemostasis
bengkak pada
inkomplit,
tempat injeksi,
polip nasal,
Hipertensi,
angioedema, muntah,
asma,
stomatitis,
bronkospasme, purpura.
hipovolemia,
ganguan fungsi
ginjal sedang
atau berat.
Hamil dan
laktasi, anak
<16 tahun.

Intra vena Merupkan


Untuk pasien
terapi pilihan yang diketahui
untuk kondisi- hipersensitif
kondisi berikut terhadap obat
yang tidak
ini atau bahan
dapat menerima lain yang
pengobatan
terdapat dalam
peroral : ulkus formulasi
duodenum,
ulkus gaster,
esofagotis
ulseratif dan
sindrom
ZollingerEllison

Sakit kepala,
diare, nyeri
abdomen,
mual, muntah,
infeksi saluran
nafas atas,
vertigo, ruam,
konstipasi,
batuk, astenia,
nyeri tulang
belakang, dan
lainlain.Kebanyak
n efeksamping
bersifat ringan
dan sementara
serta tidak ada
hubungan
dengan
konsisten
dengan
pengobatan.

Amdiixal

1 x 5 mg Oral

Hipertensi
arterial
Terapi
profilaksis
angina
pektoris.

Gangguan hati Gangguan KV


berat, hipotensi (edema,
berat,
palpitasi,
hipersensitif pusing),
terhadap
sensasi panas
amlodipine
dan kemerahan
atau
pada wajah,
dihidropidin keringat
lain atau salah berlebihan,
satu komponen ginekomastia,
obat ini. Syok disfungsi
kardiogenik, seksual, nyeri,
stenosis aorta gangguan
berat, angina saluran kemih
pektoris tidak kelamin,
stabil, infark gangguan
miokard akut. sistem syaraf
(sakit kelapa,
lelah,
mengantuk,
somnolen),
gangguan
sensorik
(diplopia,
konjungtivitis,
tinitus),
gangguan GI
(mual, nyeri
perut),
gangguan hati
(ikterus,
peningkatan
enzim hati),
kelainan kulit
(eksantema),
gangguan
muskuloskeleta
l (astenia, kram
otot, mialgia,
artralgia).

Concore

1x 2.5
mg

Dimenhidinat 3 x 1

Oral

Pengobatan
hipertensi dan
angina.
Pengobatan
gagal jantung
sedang-berat
kronik stabil
dengan
penurunan
fungsi
ventrikular
sistolik sebagai
penghambat
terhadap ACE
inhibitor dan
diuretik dan
glikosida
jantung (salah
satunya).

Oral

Mengurangi

Blok jantung Mual, muntah,


derajat 2 dan 3, ekstremitas
bradikardi,
terasa dingin,
hipotensi, syok sakit kepala,
kardiogenik, lelah, lemah,
asidosis
diare, pusing,
metabolik,
parestesia,
gangguan
hipotensi
sirkulasi
ortostatik,
perifer berat, gagal jantung,
sindroma sick kram otot,
sinus,
depresi,
feokromositom gangguan tidur,
a yang tidak gangguan
teratasi, gagal stimulus AV,
jantung yang konstipasi,
tidak
brokospasme,
terkontrol,
mimpi buruk,
asma bronkial halusinasi,
berat atau
reaksi
PPOK,
hipersensitivita
sindrom
s, peningkatan
raynaud,
ALAT, ASAT,
laktasi.
trigliserida,
hepatitis,
gangguan
potensi,
gangguan
pendengaran,
rinitis alergi,
penurunan
produksi air
mata,
konjungtivitas,
dispnea,
kardiomiopati,
takikardi,
infeksi virus,
pneumonia.
- Porfiria
Mengantuk,

mual, muntah
dan vertigo
yang
berhubungan
dengan motion
sickness

akut
asma

sakit kepala,
pandangan
kabur, telinga
berdenging,
mulut kering,
palpitasi,
hipotensi,
anoreksia,
konstipasi,
diare

2; Post Operasi

Jenis
Terapi

Dosis

Rute

Indikasi &
Cara Kerja

Kontra
Indikasi

Efek Samping

Ringer Laktat 1440cc/ Parenteral Cara kerja:


Hipernatremia,- Timbul panas
Merupakan
hari
kelainan ginjal,- Infeksi pada
larutan yang kerusakan sel
tempat
mirip dengan hati, asidosis
penyuntikan,
cairan
laktat
trombosis
ekstraseluler
vena atau
- Merupakan
flebitis
larutan nonkoloid,
mengandung
ion-ion yang
terdistribusi
ke dalam
cairan
intravaskuler
dan
interststel
Indikasi:
Mengmbalikan
keseimbangan
elektrolit pada
dehidrasi

Peran
Perawat

Cefoperazone 2x1 gr

Intra vena Infeksi saluran Pasien yang napas, infeksi alergi terhadap
intraabdominal golongan
dan peritonitis, penisillin atau
infeksi kulit
cephalosporin
dan jaringan
lunak, infeksi
saluran kelamin

Xevolac

3 x 30
mg

Intra vena Penanganan


jangka pendek
nyeri akut
dengan tingkat
keparahan
sedang setelah
prosedur
pembedahan

Amlodipin

1 x 10
mg

Oral

Menimbulka
n reaksi
alergi pada
kulit, seperti
rash,
urtikaria
Diare, mual,
muntah
- Penurunan
hemoglobin
dan
hematokrit

Tukak peptik Gangguan


aktif, penyakit gastrointestinal
serebrovaskula , mual, sakit
r, diatesis
kepala, diare,
hemoragik,
pusing,
risiko tinggi mengantuk,
pendarahan
berkeringat,
atau
nyeri dan
hemostasis
bengkak pada
inkomplit,
tempat injeksi,
polip nasal,
Hipertensi,
angioedema, muntah,
asma,
stomatitis,
bronkospasme, purpura.
hipovolemia,
ganguan fungsi
ginjal sedang
atau berat.
Hamil dan
laktasi, anak
<16 tahun.
Hipertensi Gangguan hati Gangguan KV
arterial
berat, hipotensi (edema,
Terapi
berat,
palpitasi,
profilaksis hipersensitif
pusing),
angina
terhadap
sensasi panas
pektoris. amlodipine
dan kemerahan
atau

dihidropidin pada wajah,


lain atau salah keringat
satu komponen berlebihan,
obat ini. Syok ginekomastia,
kardiogenik, disfungsi
stenosis aorta seksual, nyeri,
berat, angina gangguan
pektoris tidak saluran kemih
stabil, infark kelamin,
miokard akut. gangguan

Candesartan 1.10 mg Oral

Hipertensi dan Hamil


gagal jantung

HCT

Diuretik,

1x12.5 Oral

Diabetes

sistem syaraf
(sakit kelapa,
lelah,
mengantuk,
somnolen),
gangguan
sensorik
(diplopia,
konjungtivitis,
tinitus),
gangguan GI
(mual, nyeri
perut),
gangguan hati
(ikterus,
peningkatan
enzim hati),
kelainan kulit
(eksantema),
gangguan
muskuloskeleta
l (astenia, kram
otot, mialgia,
artralgia).
Sakit kepala,
pusing, infeksi
saluran nafas
atas, nyeri.
Hipotensi

Aspar-K

mg

edema, obat
penunjang
hipertensi

mellitus

3 x 300 Oral
mg

Kalium
Kerusakan
tambahan pada ginjal berat,

ortostatik,
hipotensi,
fotosensitivitas
, hipokalemia,
anoreksia,
tekanan pada
epigastrik.;<
1% :
agranulositosis,
miokarditis,
reaksi alergi
(reaksi
anafilaktik
yang
membahayaka
n hidup),
alopsia, anemia
aplastik,
pneumonitis
eosinofilik,
eritema
multiforma,
dermatitis
eksfoliatif,
anemia
hemolitik,
;gangguan
fungsi hati,
tekanan pada
pernapasan,
sindrom
StevensJohnson,
trombositopeni
a dan
nekrolisis
epidermal
toksik.
Gangguan
saluran

penyakit
penyakit
pencernaan,
jantung & hati, Addison,
hiperkalemia.
tetraplegia
dehidrasi akut,
periodik yang hiperkalemia
disebabkan
pada pasien
hipokalemia, yang mendapat
hipokalemia
diuretika
yang
hemat Kalium.
disebabkan
pemberian
antihipertensi
diuretika dalam
jangka panjang,
steroid
adrenokortikal,
digitalis &
insulin,
kelainan
metabolisme
Kalium lainnya
(termasuk
sebelum &
sesudah
operasi, diare,
muntah, dan
lain-lain).

J;

ANALISA DATA
1; Pre Operasi
No.
1

Hari/tanggal
9 Juni 2014
DS:

Data fokus

Masalah
Nyeri (00132)

Klien mengatakan nyeri pada daerah


di sekitar mammae dextra
a; P (Provocating/Palliative)
Tumor mammae dextra
b; Q (Quality/Quantity)
Nyeri terasa berdenyut-denyut
c; R (Region/Radiation)
Nyeri terasa di mammae dextra
d; S (Scale/Severity)
Klien

menggambarkan

nyeri

dengan skala 3 (nyeri ringan)


dari 10 skala nyeri

Etiologi
Proses penyakit

Diagnosa keperawatan
Nyeri b.d Proses penyakit

TMD

TMD (00132)

TTD

e; T (Time)
Persisten. Nyeri dapat muncul
kapan saja.
DO:
a; Terdapat benjolan dengan

diameter 2 cm di mammae dextra


b; Tidak ada nyeri tekan pada
benjolan, tetapi nyeri berada di
daerah lain disekitar benjolan
c; Puting tidak lecet, tidak berkerut,

tidak ada pengeluaran dari puting


seperti darah ataupun nanah
d; Klien tampak gelisah

2.

9 Juni 2014

DS:

Risiko penurunanHipertensi

a; Klien mengatakan pusing


perfusi
b; Klien mengatakan mempunyai

jaringan

jantung (00200)

riwayat

penyakit

keluarga

dengan hipertensi (ibu

klien

mempunyai penyakit hipertensi)


c; Klien mengatakan mengetahui

Risiko penurunan perfusi


jaringan

jantung

hipertensi (00200)

bd.

mempunyai penyakit hipertensi


sejak 1 tahun yang lalu,
dimana klien harus menjalani
rawat inap di ruang amarilis III
selama

3 hari (tanggal

3-6

September 2013)
DO:
a;
b;
c;
d;
e;

3.

9 Juni 2014

TD 170/100 mmHg
N 100 x/menit
Konjungtiva tidak anemis
Hb 13,60 g/dL (N)
Eritrosit 4,85.10^3/uL

DS:
a; Klien mengatakan sedikit ada

Ansietas (00146) Perubahan status Ansietas b.d perubahan


kesehatan dan

status kesehatan dan

rasa takut dengan kondisinya

prosedur

prosedur pembedahan

sekarang dimana terdapat

pembedahan

(00146)

benjolan di mammae dextra


b; Klien selalu berpikir apakah

benjolan tersebut tumor jinak

atau tumor ganas?


c; Klien mengatakan ini merupakan

operasi pertama kali yang ia


lakukan
d; HARS = 15 (kecemasan sedang)

DO:
a; Klien sesekali terlihat gelisah
b; Klien sering terbangun saat tidur

4.

9 Juni 2014

DS:

Kesiapan

a; Klien mengatakan selama sakit, meningkatkan

klien lebih banyak berdoa dan

kesejahteraan

mem,baca buku-buku tentang

spiritual (00068)

doa- doa
b; Klien mengtakan mungkin sakit

yang sedang terjadi kepadanya


adalah teguran dari Allah SWT
agar lebih banyak mendekatkan
diri kepada-Nya
c; Klien mengatakan selalu
berharap agar diberikan

Kesiapan meningkatkan
kesejahteraan spiritual
(00068)

kemudahan dan kelancaran


dalam menghadapi operasi yang
masih direncanakan tetapi belum
ditentukan tanggalnya.
d; Klien mengatakan pasrah, tetapi
tetap berharap yang terbaik untuk
dirinya
e; Klien mengatakan merasa tenang

jika sedang berdoa dan


mendekatkan diri kepada Allah
SWT.
DO:
a; Klien mengungkaokan keinginan

meningkatkan penerimaan diri


secara verbal
b; Klien mengungkapkan keinginan
untuk meningkatkan harapan
secara verbal

2; Post Operasi

No.
5

Hari/tanggal
9 Juni 2014
DS:

Data fokus

Klien mengatakan nyeri pada luka


post excici tumor mammae dextra
f; P (Provocating/Palliative):
excici tumor mammae dextra
g; Q (Quality/Quantity)
Nyeri terasa berdenyut-denyut
h; R (Region/Radiation)
Pada luka post excici tumor
mammae dextra dan sekitarnya
i; S (Scale/Severity)
nyeri dengan skala 3 (nyeri
ringan) dari 10 skala nyeri (Klien
pernah mengalami nyeri hebat
saat melahirkan kedua anaknya)

Masalah
Nyeri (00132)

Etiologi
Proses

Diagnosa keperawatan
Nyeri b.d Proses

pembedahan

pembedahan (00132)

TTD

j; T (Time)
Persisten. Nyeri dapat muncul
kapan saja.
DO:
a; Terdapat luka post excici tumor

mammae dextra sepanjang 10 cm


b; Klien mengerutkan wajah ketika
nyeri
c; Klien menjalani operasi excici

TMD pada tanggal 12 Juni 2014


pk. 10.00-11.10 WIB
d; Klien tampak gelisah

12 Juni 2014

DS :
Klien mengatakan nyeri di area luka
excici TMD
a; P : Tumor mammae dextra
b; Q : Nyeri terasa berdenyutdenyut
c; R : Nyeri terasa di mammae

Resiko Infeksi

Prosedur insisi

Resiko infeksi b.d

pembedahan

prosedur pembedahan
(00004)

dextra
d; S : Klien menggambarkan nyeri
dengan skala 3 (nyeri ringan)
dari 10 skala nyeri
e; T : Persisten. Nyeri dapat muncul
kapan saja.
DO :
a; Terdapat luka post excisi tumor

pada mammae dextra sepanjang


5 cm
b; Pengkajian luka :
Dolor : Klien mengeluh nyeri
pada luka dengan skala 2
Kalor : Suhu tubuh klien

36,9C

dan

tidak

ada

peningkatan suhu pada area


luka
Tumor : pembengkakan (-)
Fungsio laesa : tidak ada

gangguan

c; Leukosit : 11,75 ribu/ul (H)


d; Netrofil : 80,40 % (H)
e; Klien
beresiko
terpapar

lingkungan yang tidak bersih


atau steril