Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN MAGANG MINGGU 1

Identitas Diri
Nama
NIM
Jurusan
Lokasi Magang

Muthia Rinjani Willis


125040201111014
Hama dan Penyakit Tumbuhan
UD Bumiaji Sejahtera. Jalan Kopral
Kasdi No. 75, Dusun Banaran Desa
Bumiaji, Kota Batu
Silvi Ikawati, SP, MP, M.sc.
Rahmad Hardiyanto, ST.

Dosen Pembimbing Magang


Dosen Pembimbing Lapang
Tabel Kegiatan Magang
Hari/Tanggal

Waktu

Kerja
Senin, 27 Juli 06.00-17.00
2015

WIB

Selasa, 28 Juli 06.00-17.00


2015

WIB

Rabu, 29 Juli 06.00-17.00


2015

2015

WIB

Waktu
11 Jam

Briefing Kegiatan Magang kerja


Penyungkupan Buah Jambu Kristal

di kebun II
Penyiangan gulma di lahan Kale

kebun I
11 Jam
Pemanenan Kale di kebun I
Penyungkupan Buah Apel di kebun

II
Penyiangan gulma di lahan Kale

kebun I
Penyungkupan Buah Jambu Kristal 11 Jam

di kebuh I
Penyiangan gulma di lahan Kale

kebun I
Penyungkupan Buah Jambu Kristal 11 Jam

di kebun I
Penyiangan gulm di lahan Kale

kebun I
Panen & Pasca Panen Buah Jambu

Kristal
11 Jam
Panen & Pasca Panen Kale
Penyiangan gulma di lahan Kale

WIB

Jumat, 31 Juli 06.00-17.00

Alokasi

WIB

Kamis, 30 Juli 06.00-17.00


2015

Kegiatan

kebun I
Sabtu,

01 06.00-17.00

Agustus 2015
WIB
Minggu,
02 06.00-17.00
Agustus 2015

WIB

Pewiwilan daun, sulur, dan buah 11 Jam

Stroberi
11 Jam
Panen & Pasca Panen Kale
Pembuatan media tanam Stroberi
Pemindahan hasil semaian Stroberi

Total

ke dalam polybag 5kg


Penyiraman Stroberi
77 Jam

Deskripsi Kegiatan Magang


Senin, 27 Juli 2015
Briefing Magang Kerja : briefing dilakukan pada pukul 06:30 WIB di gazebo
kebun I. briefing dilakukan untuk menjelaskan teknis kegiatan sehari-hari selama
magang kerja. Kemudian pengenalan kebun dan lahan serta para pekerja di UD
Bumiaji Sejahtera.
Penyungkupan: penyungkupan/pembungkusan terhadap buah Jambu Kristal di
kebun II menggunakan kantong plastic ukuran 1kg. Kantong plastik yang akan
diguakan terlebih dahulu dipotong kedua bagian bawah kantong sebagai aliran
udara untuk respirasi buah. Buah jambu yang disungkup adalah buah yang sudah
agak besar untuk mencegah lalat buah yang memakan buah jambu sebelum dapat
dipanen. Selain itu jika buah jambu yang tumbuh dalam satu dahan melebihi satu
buah jambu maka dilakukan pemangkasan. Pemangkasa juga dilakukan terhadap
daun dan ranting pohon jambu yang terserang hama dan penyakit dan tidak
produktif agar tidak menghambat pertumbuhan dan perkembangan bagian pohon
dan buah yang lain.
Penyiangan: penyiangan dilakukan pada lahan Kale yang banyak ditumbuhi
gulma dan mengganggu pertumbuhan tanaman Kale. Peyiangan dilakukan dengan
mencabuti gulma-gulma yang berada di sekitar bedengan Kale menggunakan
tangan dan alat seperti sabit dan cangkul. Selain penyiangan dilakukan juga
penyiraman pada seluruh tanaman Kale yang ada di kebun I. Air yang digunakan
untuk menyiram tanaman Kale berasal dari sungai yang dialirkan melalui selokan-

selokan dan parit-parit disekitar lahan. Sebelum menuju lahan aliran air akan
melewati selokan besar yang ditumbuhi Eceng Gondok untuk disaring atau difilter
sebelum dialirkan ke tanaman-tanaman Kale.
Selasa, 28 Juli 2015
Pemanenan: pemanenan tanaman Kale dilakukan pada pagi hari agar tanaman
Kale masih segar saat didistribusikan. Jenis tanaman Kale yang dipanen adalah
Curly dan Nero. Kale jenis Curly memiliki bentuk daun keriting menyerupai
selada, sedangkan jenis Nero memiliki daun lebih panjang dan lurus. Bagian
tanaman Kale yang dipanen adalah daun-daun yang sudah tua atau terletak paling
bawah tanaman Kale. Setelah dipanen, tanaman Kale segera di cuci untuk
dibersihkan dari kotoran dan serangga yang menempel pada permukaan daun.
Sebelum dikemas dengan palastik, daun Kale yang sudah dicuci dan ditiriskan,
ditimbang seberat 100gr, 200gr, dan 250gr perkemasan. Di dalam plastic
kemasan, pangkal daun Kale dibungkus denga tisu yang dibasahi agar daun tetap
segar setelah dikemas. Kemasan ditutup dengan alat press kemudian diberi label.
Selama proses distribusi, Kale yang sudah dikemas di masukkan kedalam box
sterofoam yang diberi es batu agar tetap segar sampai ditangan pembeli.
Penyungkupan: penyungkupan/pembungkusan dilakukan terhadap buah apel di
kebun II menggunakan kertas bekas majalah telepon. Buah apel yang dibungkus
adalah buah yang cukup besar untuk menghindarkan dari lalat buah dan paparan
langsung sinar matahari. Buah Apel di bungkus satu-persatu menggunakan kertas
bekas majalah telepon yang dibentuk seperti corong dan direkatkan dengan
staples.
Penyiangan: penyiangan kembali dilakukan pada lahan Kale yang masih terdapat
banyak gulma. Selain dibersihkan dari gulma, dilakukan pembumbunan terhadap
bedengan Kale yang tererosi aliran air irigasi tanaman Kale.
Rabu, 29 Juli 2015
Penyungkupan: penyungkupan dilakukan terhadap buah Jambu Kristal di Kebun I.
Penyungkupan menggunakan kantong plastik bening ukuran 1kg yang telah

dipotong atau dilubangi kedua bagian bawah kantong sebagai jalan respirasi buah.
Saat melakukan penyungkupan dilakukan juga pemangkasan daun dan buah tidak
produktif. Buah Jambu Kristal yang akan dibungkus harus dibersihkan terlebih
dahulu dari hama dan penyakit menggunakan sikat atau dipangkas bagian yang
sakit. Selama penyungkupan didapat banyak buah dan daun yang terserang hama
Kutu Sisik dan Kutu Putih (Whitefly). Hasil pengamatan terhadap seluruh pohon
Jambu Kristal menunjukan bahwa pohon yang berkanopi rapat dan terlalu dekat
dengan tanaman disebelahnya memiliki populasi Kutu Sisik dan Kutu Putih lebih
banyak dibanding pohon dengan kanopi jarang dan lebih banyak terkena sinar
matahari.
Kamis, 30 Juli 2015
Penyungkupan: penyungkupan dilakukan terhadap buah Jambu Kristal yang
belum selesai disungkup pada hari sebelumnya. Bersamaan dengan penyungkupan
dilakukan pemangkasan terhadap buah dan daun yang tidak produktif.
Pemangkasan menggunakan gunting kebun untuk memotong daun, buah, atau
ranting yang terserang hama dan penyakit sebelum buah disungkup. Hal ini
dilakukan untuk menghindari penularan hama dan penyakit pada daun dan buah
Jambu yang masih sehat.
Pemanenan: pemanenan dilakukan terhadap buah Jambu Kristal dan Jeruk yang
ada di kebun I. buah Jeruk yang dipanen adalah jenis Keprok yang ditandai
dengan rasa empuk di bagian bawah jeruk saat ditekkan. Sedangkan buah Jambu
yang akan dipanen ditandai dengan ukurannya yang sudah besar dan terbukanya
kuncup dibagian bawah buah. Setelah dipanen, Jeruk dan Jambu dibersihkan dari
kotoran dan serangga yang menempel menggunakan sikat dan air mengalir,
kemudian dikeringkan dengan lap dan dibungkus dengan sterofoam berjaring dan
plastic wrapping untuk segera dikirim ke Swalayan LaiLai dan pembeli yang telah
memesah terlebih dahulu.
Penyiangan: penyiangan dilakukan di Kebun I terhadap gulma yang masih banyak
terdapat di lahan Kale. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan pembumbunan
bedengan tanaman Kale.

Jumat, 31 Juli 2015


Pemanenan: pemanenan dilakukan terhadap tanaman Kale. Tanaman Kale yang
dipanen berjenis Nero, Curly, dan Swiss Chard. Kale jenis Narrow memiliki daun
berbentuk panjang-panjang, sedangkan jenis Curly memiliki bentuk daun keriting
seperti selada, dan Sweet Chard berbentuk lebar dengan gerigi pada sisi daun.
Pemanenan dilakukan dengan cara memotong daun yang sudah tua dan tidak
memiliki banyak kerusakan fisiologis.
Pasa panen: setelah dilakukan pemanenan, daun tanaman Kale dicuci sampai
bersih untuk menghilangkan kotorang dan serangga yang menempel pada
permukaan daun. Setelah itu daun ditiriskan untukk menghilangkan air cucian.
Kale yang akan dikemas terlebih dahulu ditimbang setelha ditiriskan agar berat
setiap kemasan sama rata. Jenis Kale Narrow dan Curly ditimbang dengan berat
200gr perkemasan, sedangkan Kale Swiss Chard ditimbang dengan erat 100gr
perkemasan. Didalam kemasan, pangkal daun kale diberi tissue yang dibasahi
dengan air agar Kale tetap segar didalam kemasan. Kemudian plastic kemasan
tersebut di press dengan alat pengepres plastic, lalu diberi label. Setelah itu Kale
dikirim ke Swalayan LaiLai dan pembeli yang sudah memesan sebelumnya.
Penyiangan: penyiangan dilakukan di lahan Kale dan Ketumbar untuk
menghilangkan gulma yang masih banyak terdapat di bedengan dan mengganggu
pertumbuh tanaman. Selain itu dilakukan juga penyemprotan Kale menggunakan
pestisida nabati.
Sabtu, 1 Agustus 2015
Pewiwilan: pewiwilan dilakukan terhadap daun, sulur, dan buah Stroberi yang ada
di kebun I. Banyaknya daun, sulur, dan buah Stroberi yang sudah rusak
mengganggu pertumbuhan buah lainnya, selain itu juga berfungsi mengurangi
penyebaran hama dan penyakit yang berasal dari daun, sulur, dan buah yang
terserang sebelumnya. Selama pewiwilan diketahui bahwa tanaman Stroberi
banyak sekali terserang hama dan penyakit. Salah satu hama yang menyerang
adalah ulat penggerek yang memakan buah dan melubangi buah Stroberi, selain
itu penyakit yang disebabkan oleh jamur juga sebagian besar menjadi penyebab

tidak dapat dipanennya buah Stroberi. Penyakit yang paling banyak dijumpai pada
Stroberi ialah penyakit Tip Burn yang menyebabkan daun Stroberi menjadi kering
seperti terbakar.
Minggu, 2 Agustus 2015
Pemanenan: pemanenan dilakukan terhadap tanaman Kale sebanyak 5kg, sesuai
dengan pemesanan konsumen. Jenis Kale yang dipanen adalah Curly, Nero, Swiss
Chard, dan Red Russian. Keempat jenis Kale ini dipanen bagian daun yang sudah
tua dan tidak terlalu banyak kerusakan daun. Pemanenan menggukan gunting
untuk memotong pangkal daun, setiap tanaman hanya diperbolehkan maksimal 2
daun yang dipotong. Hal ini dilakukan agar daun yang masih agak muda dapat
dipanen hari berikutnya untuk memenuhi pemesanan.
Pasca Panen: setelah dipanen, daun-daun Kale langsung dibawa ketempat
pencucian untuk dibersihkan dari kotoran dan seragga yang menempel pada
permukaan daun. Setelah itu Kale yang akan digunakan untuk sampel di timbang
seberat 200gr dan dililit dengat tissue di pangkal daun kemudian dibungkus
dengan plastic kemasan yag dipress. Sedangkan Kale lainny setelah dicuci hanya
ditiriskan dan dililit dengan tissue pada pangkal daun tanpa dimasukkan dalam
plastic kemasan. Seluruh kale tersebut diletakkan dalam box sterofoam yang
diberi es batu untuk menjaga kesegaran sampai di tangan konsumen.
Pembuatan media: kegiatan selanjtnya yang dilakukan adaah pembuatan media
tanam Stroberi. Media terdiri dari tanah dan sekam kering yang diletakkan dalam
polybag ukuran 5kg. Media ini yang nanti aka digunakan untuk memindahkan
hasil persemaian bibit Stroberi yang sudah besar.
Pemindahan Stroberi: setelah media siap, bibit Stroberi yang sudah besar diambil
dan dipindahkan ke polybag besar yang berisi media. Cara memindahkannya
adalah dengan mengeluarkan bibit dari polybag kecil bersamaan dengan tanahnya
kemudian dimasukkan ke dalam polybag 5kg yang telah berisi media. Selain itu,
tanaman Stroberi yang sudah besar, sulurnya dapat ditanam di polybag yang lebih
kecil sampai memiliki akar baru kemudia dipotong dari pohon awal untuk
membuat bibit lebih banyak.

Penyiraman: penyiraman dilakukan pada sore hari terhadap tanaman Stroberi,


baik yang ada di green house maupun dibedengan-bedengan Jambu Kristal.
Penyiraman menggunakan gembor yang diisi air dari sumber yang mengalir di
selokan sekitar lahan. Penyiraman dilakukan terhadap pot Stroberi yang
tergantung paling atas agar pot yang tergantung lebih redah tetap tersiram air.