Anda di halaman 1dari 4

Pengadukan (agitation) adalah pemberian gerakan tertentu sehingga menimbulkan reduksi

gerakan pada bahan, biasanya terjadi pada suatu tempat seperti bejana. Gerakan hasil reduksi
tersebut mempunyai pola sirkulasi. Akibat yang ditimbulkan dari operasi pengadukan adalah
terjadinya pencampuran (mixing) dari satu atau lebih komponen yang teraduk. Ada beberapa
tujuan yang ingin diperoleh dari komponen yang dicampurkan, yaitu membuat suspensi,
blending, dispersi dan mendorong terjadinya transfer panas dari bahan ke dinding tangki.
Pada industri kimia seperti proses katalitik dari hidrogenasi, pengadukan mempunyai beberapa
tujuan sekaligus. Pada bejana hidrogenasi gas hidrogen disebarkan melewati fasa cair dimana
partikel padat dari katalis tersuspensi. Pengadukan juga dimaksudkan untuk menyebarkan panas
dari reaksi yang dipindahkan melalui cooling coil dan jaket.
Contoh lain pemakaian operasi pengadukan dalam industi adalah pencampuran pulp dalam air
untuk memperoleh larutan pulp. Larutan pulp yang sudah cukup homogen disebarkan ke mesin
pembuat kertas menjadi lembaran kertas setelah proses filtrasi vakum dan dikeringkan.
Pengaduk berfungsi untuk menggerakkan bahan didalam bejana pengaduk yang
digunakan. Alat pengaduk ini biasanya terdiri atas sumbu pengaduk dan sirip pengaduk
yang dirangkai menjadi satu kesatuan. Alat pengaduk dibuat dan didesain sesuai
dengan keperluan pengadukan. Jenis pengaduk harus disesuaikan dengan faktor
berikut ini yakni
Jenis dan ukuran pengaduk
Jenis bejana pengaduk
Jenis dan jumlah bahan yang dicampur
Pemilihan alat pengaduk dari sejumlah besar alat pengaduk yang ada hanya dapat
dilakukan melalui percobaan dan pengalaman. Untuk masalah pencampuran yang
tertentu dari bahan campur dan bejana pengaduk tertentu, pengaduk yang optimal
biasanya hanya dapat dipilih melalui pengalaman saja. Alat pengaduk yang paling
sering digunakan untuk masalah pencampuran cairan dengan padatan ataupun untuk
cairan dengan cairan antara lain adalah :
1.
Alat pengaduk jangkar
Alat pengaduk ini terdiri dari sebuah batang yang dilengkungkan sehingga menyerupai
sebuah jangkar. Kelengkungan disesuaikan dengan bentuk bejana pengaduk. Pengaduk
jangkar memiliki diameter yang besar (misalnya 95% dari diameter bejana) dan

berputar lambat. Bejana ini dapat digunakan untuk bahan-bahan yang sangat viskos
atau bahan-bahan dengan berat spesifik yang tinggi seperti suspensi. Pengaduk ini
memungkinkan terjadinya pertukaran panas, mencegah terjadinya pengendapatn atau
pelekatan padatan pada dasar bejana. Pengaduk ini menghasilkan derajat pencampuran
yang cukup besar.
2. Alat Pengaduk Bingkai
Pengaduk ini terdiri dari sebuah bingkai persegi atau dua buah lengan jangkar yang
dipasang bersusun. Pengaduk ini mempunyai diameter 2/3 dari diameter bejana
tersebut dan berputaran lambat
3. Alat Pengaduk Palet
Pengaduk ini tersusun atas sebuah bingkai atau dua pelat yang dipasang bersusun.
Bagian atasnya berbentuk persegi, bagian bawah terpotong miring sehingga sesuai
denan bentuk bejana, memiliki diameter kali diameter bejana.
4. Pencampur Getar
Alat ini terdiri atas sebuah cakram mendatar dengan lubang-lubang yang berbentuk
kerucut. Sebuah sumber getar elektromagnetik digantungkan dengan pegas pada
kerangka alat. Elalui sebuah batang penghubung, cakram digetarkan vertical oleh
sumber getar. Akibat getaran tersebut, bahan ditekan untuk melewati lubang-lubang
cakram dari bawah ke atas atau sebaliknya. Dengan demikian terjadi suatu aliran
vertical yang kuat di sekitar cakram, dan terjadi turbulensi yang tinggi dalam seluruh
bahan. Pencampur getar sesuai misalnya untuk membuat larutan, suspensi atau emulsi
dengan viskositas yang rendah. Bejana yang dipakai seringkali terbuka, dengan ukuran
yang kecil hingga sedang. Intensitas getaran-yang berarti juga derajat turbulensiummnya dapat diatur secara elektrik. Yang merugikan dari pencampur getar adalah
kebisingan yang ditimbulkannya.
5. Shear Mixer
Pada proses pencampuran solid-liquid, digunakan metode shear mixing. Alat
yang digunakan adalah shear nmixer. Mesin ini dirancang untuk mengurangi ukuran
partikel dan mencampur. Metode pencampuran ini memiliki efisiensi yang lebih baik
daripada metode pencampuran lain. Kecepatan putaran mesin ini 3000-15000 rpm.

High shear adalah suatu metode pengadukan, dimana cairan dengan kekentalan rendah
(biasanya air) ditambahkan ke dalam campuran serbuk yang telah mengandung
pengikat yang kemudian dicampur dengan sisa bahan dalam formulasi (Tousey, 2002).
Namun, penggunaan high shear mixing pada kondisi tertentu dapat digunakan untuk
membantu serbuk yang mempunyai karakteristik khusus/sulit tercampur terdispersi ke
dalam cairan.
Anonim. 2007. Mixing Technologies in the Pharmaceutical and Medicinal Industries. A White
Paper. Charles Ross and Son Company.

Salah satu variasi dasar dalam proses pengadukan dan pencampuran adalah
kecepatan putn pengaduk yang digunakan. Variasi kecepatan putaran pengaduk bias
memberikan gambaran mengenai pola aliran yang dihasilkan daya listrik yang
dibutuhkan dalam proses pengadukan dan pencampuran. Secara umum klasifikasi
kecepatan putaran pengaduk dibagi tiga, yaitu : kecepatan putaran
rendah,sedang,tinggi.
1.
Kecepatan putaran rendah
Kecepatan rendah yang digunakan berkisar pada kecepatan 400 rpm. Prngadukan
dengan kecepatan ini umumnya digunakan untuk minyak kental,lumpur dimana
terdapat serat atau pada cairan yang dapat menimbulkan busa. Jenis pengaduk ini
menghasilkan pergerakan batch yang sempurna dengan sebuah permukaan fluida yang
datar untuk menjaga temperature atau mencampur larutan dengan viskositas dan
gravitasi spesifik yang sama.
2. Kecepatan putaran sedang
Kecepatan sedang yang digunakan berkisar pada kecepatan 1150 rpm. Pengaduk dengan
kecepatan ini umumnya digunakan untuk larutan sirup kental dan minyak pernis.
Jenis ini paling sering digunakan untuk meriakkan permukaan pada viskositas yang
rendah, mengurangi waktu pencampuan, mencampuran larutan dengan viskositas yang
berbeda dan bertujuan untuk memanaskan atau mendinginkan.
3. Kecepatan putaran tinggi

Kecepatan tinggi yang digunakan berkisar pada kecepatan 1750 rpm. Pengaduk dengan
kecepatan ini umumnya digunakan untuk fluida dengan viskositas rendah misalnya air.
Tingkat pengadukan ini menghasilkan permukaan yang cekung pada viskositas yang
rendah dan dibutuhkan ketika waktu pencampuran sangat lama atau perbedaan
viskositas sangat besar.
Jumlah pengaduk
Penambahan jumlah pengaduk yang digunakan pada dasarnya untuk menjaga agar
efektifitas pengadukan pada kondisi yang berubah. Ketinggian fluida yang lebih besar
dari diameter tangki,disertai dengan viskositas fluida yang lebih besar dan diameter
pengaduk yang lebih kecil dari dimensi yang biasa digunakan merupakan kondisi
dimana pengaduk yang lebih dari satu buah,dengan jarak antar pengaduk sama dengan
jarak pengaduk paling bawah ke dasar tangki.
Dhadhang, W. K, Teuku N. S. S, 2012, Teknologi Sediaan Farmasi, Laboratorium Farmasetika
Unsoed, Purwokerto.