Anda di halaman 1dari 14

Kongruensi dan Kesebangunan

Pada Segitiga
Materi Diskusi Kuliah
Kapita Selekta Matematika Sekolah

Oleh
Kelompok 6 :
1. Amalia Warniasih S.

(120210101008)

2. Farah Rezita N

(120210101010)

3. Yola Ariestyan W

(120210101121)

4. Rizky Hayina

(120210101123)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
SEMESTER GENAP 2014/2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Kongruensi dan
Kesebangunan Pada Segitiga dengan tepat pada waktunya. Tak lupa sholawat dan
salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Makalah ini kami susun sebagai bentuk untuk memenuhi syarat
pembelajaran mata kuliah Kapita Selekta Matematika Sekolah. Dalam kesempatan
ini, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Drs. Toto Bara Setiawan,
M.Si selaku dosen mata kuliah Kapita Selekta Matematika Sekolah yang telah
membimbing serta membantu kami untuk menyelesaikan makalah ini. Kami juga
menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami
hingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Semoga makalah Kongruensi dan Kesebangunan Pada Segitiga ini dapat
bermanfaat untuk pembaca, tetapi kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan. Oleh karena itu,

saran dan kritik yang membangun dari

pembaca sangat diharapkan untuk kesempurnaan tugas selanjutnya.

Jember, Februari 2015

Penyusun

ii

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii
BAB 1. PENDAHULUAN .................................................................................. 1
1.1

Latar Belakang....................................................................................... 1

1.2

Rumusan Masalah.................................................................................. 1

1.3

Tujuan ................................................................................................... 2

BAB 2. PEMBAHASAN ..................................................................................... 3


2.1

Segitiga-segitiga Kongruen .................................................................... 3

2.2

Segitiga-Segitiga yang Sebangun .......................................................... 5

2.3

Penerapan Konsep Kesebangunan dalam Pemecahan Masalah ............... 8

BAB 3. PENUTUP ............................................................................................ 10


3.1

Kesimpulan.......................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 11

iii

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan bentuk-bentuk
bangun datar dalam sebuah bangunan rumah. Misalnya jendela dan pintu
berbentuk persegi panjang, lubang ventilasi berbentuk segitiga, dan ubin
lantai berbentuk persegi. Bangun datar dengan bentuk dan ukuran yang
sama ini disebut sebangun jika memenuhi persyaratan.
Untuk lebih mengetahuinya, kita akan mempelajari kesebangunan
dan kongruensi melalui pembahasan berikut ini. Kesebangunan dan
kongruensi berbeda satu sama lainnya. Jika kesebangunan harus memenuhi
syarat sudut-sudutnya yang bersesuaian sama besar dan sisi-sisi yang
bersesuaian sebanding, maka kongruensi harus memenuhi syarat bahwa dua
bangun yang kongruen diimpitkan maka akan tepat saling menutupi, atau
bagian-bagian yang bersesuaian akan saling menempati dengan tepat. Kita
dapat melihat benda dengan bentuk sama tetapi ukuran yang berbeda.
Perbedaan ukuran terjadi melalui pembesaran atau pengecilan objek dengan
menggunakan

perbandingan

skala

tertentu.

Melalui

pembelajaran

kesebangunan dan kongruen ini akan dapat membantu memecahkan


masalah sehari-hari.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam makalah ini,
adalah sebagai berikut.
1. Apa pengertian dua segitiga yang kongruen?
2. Apa saja syarat dan sifat segitiga yang kongruen?
3. Apa pengertian dua segitiga yang sebangun?
4. Apa saja syarat dan sifat segitiga yang sebangun?

1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari makalah ini adalah
sebagai berikut:
1. Mengetahui dan memahami pengertian dua segitiga yang kongruen
2. Mengetahui dan memahami syarat dan sifat segitiga yang kongruen
3. Mengetahui dan memahami pengertian dua segitiga yang sebangun
4. Mengetahui dan memahami syarat dan sifat segitiga yang sebangun

BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Segitiga-segitiga Kongruen


2.1.1 Pengertian Dua Segitiga yang Kongruen
ABC dikatakan kongruen dengan PQR, jika dan hanya jika
terdapat korespondensi satu-satu antara ABC dengan PQR dan tiap
pasangan sisi-sisi serta sudut-sudut yang berkorespondensi kongruen.
Korespondensi

sudut-sudut

dengan

korespondensi

sisi-sisi

tersebut dinamakan korespondensi unsur-unsur dari segitiga-segitiga


tersebut.

Segitiga-segitiga

berkorespondensi

yang

yang

kongruen,

mempunyai
dinamakan

unsur-unsur
segitiga-segitiga

kongruen. Lambang kongruen adalah .


Dengan kata lain dua segitiga dikatakan kongruen jika dan
hanya jika keduanya mempunyai bentuk dan ukuran yang sama. Jika
demikian, unsur-unsur yang seletak saling menutup dengan sempurna.
2.1.2 Syarat dan Sifat Dua Segitiga yang Kongruen
Syarat dua seegitiga kongruen adalah :
a. Sudut-sudut yang bersesuaian (seletak) sama besar.
b. Sisi-sisi yang bersesuaian (seletak) sama panjang.
Kedua syarat di atas masih dapat dikembangkan lagi menjadi
sifat-sifat segitiga kongruen sebagai berikut.
a. Jika dua buah segitiga adalah kongruen maka ketiga sisi segitiga
pertama sama panjang dengan ketiga sisi segitiga kedua (sisi-sisi
seletak). Atau dengan kata lain dua segitiga dikatakan kongruen jika
sisi-sisi yang bersesuaian mempunyai panjang yang sama. (s, s, s)

b.

Dua segitiga akan kongruen jika dua sisi pada segitiga pertama
sama panjang dengan dua sisi yang bersesuaian pada segitiga
kedua, dan kedua sudut apitnya sama besar (s, sd, s).

c.

Dua segitiga akan kongruen jika dua sudut pada segitiga pertama
sama besar dengan dua sudut yang bersesuaian pada segitiga kedua,
dan sisi yang merupakan kaki persekutuan kedua sudut sama
panjang (sd, s, sd).

2.1.3 Perbandingan Sisi-Sisi Dua Segitiga Kongruen


Telah kita ketahui bahwa salah satu syarat dua segitiga kongruen
adalah sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang. Karena panjang sisinya
sama maka perbandingan dari kedua sisi tersebut adalah 1. Untuk lebih
jelasnya mari kita perhatikan Gambar
Dari Gambar di samping kita peroleh:

AB = PQ, maka = 1

BC = QR, maka = 1

CA = RP, maka =
Maka dapat disimpulkan bahwa perbandingan
sisi-sisi pada dua segitiga kongruen adalah 1.

2.2 Segitiga-Segitiga yang Sebangun


2.2.1 Pengertian Segitiga Sebangun
Dua buah segitiga dikatakan sebangun satu sama lain apabila
sudut-sudut yang bersesuaian dari kedua segitiga itu sama besar atau
apabila sisi-sisi yang bersesuaian dari kedua segitiga itu sebanding.
Perhatikan gambar berikut ini.

a. Sudut-sudut yang seletak sama besar.


= , = , =

b. Sisi-sisi yang seletak sebanding.



=
=

Sehingga ~ :

2.2.2 Syarat-Syarat Segitiga Sebangun


Syarat-syarat dua segitiga sebangun yaitu :
a. Sudut-sudut yang seletak sama besar.
b. Panjang sisi-sisi yang seletak sebanding
Dari syarat-syarat kesebangunan di atas, dapat dikembangkan
sifat-sifat kesebangunan untuk segitiga.
a. Sisi-sisi yang Bersesuaian Sebanding (Sisi, Sisi, Sisi)

Diberikan dan dimana =

maka

~
Pada dua segitiga yang sebangun, sisi-sisi yang bersesuaian sebanding
atau sisi-sisi-sisi (S-S-S)

b. Sudut-sudut yang Seletak Sama Besar (Sd-Sd-Sd)


Diberikan dua segitiga dimana =
, = , = ~

c. Satu Sudut Sama Besar dan Kedua Sisi yang Mengapitnya Sebanding
(S-Sd-S)
Selain dua sifat segitiga di atas, kita dapat menentukan sifat ketiga
yaitu jika salah satu sudutnya sama besar dan kedua sisi yang
mengapitnya sebanding, maka kedua segitiga itu sebangun.
Diberikan dua segitiga dimana

= = ~

Pada dua segitiga yang sebanding terdapat satu sudut yang sama besar
dengan kedua sisi yang mengapitnya sebanding.

2.2.3

Perbandingan Sisi-sisi Dua Segitiga Sebangun


Sisi-sisi yang bersesuaian pada dua segitiga yang sebangun
adalah sebanding. Oleh karena itu jika diketahui faktor skala
perbandingannya maka kita dapat mencari panjang sisi-sisi segitiga
yang belum diketahui.
Perhatikan gambar berikut.

Dari gambar tersebut kita ketahui bahwa:


= ()
= ()
= ()
Jadi ketiga sudut yang bersesuaian sama besar.

Perhatikan perbandingan sisi-sisi yang seletak. Kita


peroleh = + = + .
Dengan sifat kesebangunan, maka sisi-sisi yang seletak
sebanding.

= = atau + = + =

=
+ = +
+ +
=

Jadi

Dapat disimpulkan bahwa jika suatu garis sejajar dengan salah satu
sisi segitiga dan memotong dua sisi lainnya, maka garis tersebut akan
membagi dua sisi yang dipotong dan mempunyai perbandingan yang sama.

2.3 Penerapan Konsep Kesebangunan dalam Pemecahan Masalah

Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali pemanfaatan konsep


kesebangunan. Pembuatan miniatur suatu bangunan, penggambaran peta
suatu daerah semuanya menggunakan konsep kesebangunan. Lebih jelasnya
perhatikan contoh berikut.

contoh :
seorang anak ingin mengukur tinggi pohon dengan cara seperti pada gambar.
Tentukan pohon itu seluruhnya!

Jawab :
Tinggi anak dari kaki sampai mata 1,5 m. Anak berjarak 30 m dari pohon.
Tongkat yang tingginya 3,5 m ditancapkan pada jarak 6 m dari anak itu
sedemikian sehingga mata, ujung tongkat, dan puncak pohon segaris.
perhatikan segitiga di bawah ini!

Tinggi pohon (T) = t + tinggi anak


~, maka tinggi sebagian pohon (t) dapat dihitung dengan
menggunakan perbandingan segitiga sebagai berikut.

6
2
30 2
=

= 6 = 30 2 =
= 10

30
6
Jadi, tinggi sebagian pohon (t) adalah 10 m
Tinggi pohon (T) = t + tinggi anak
= 10 + 1,5 = 11,5 m
Jadi, tinggi pohon seluruhnya adalah 11,5 m

BAB 3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Dua segitiga dikatakan kongruen jika dan hanya jika terdapat

korespondensi satu-satu antara ABC dengan PQR dan tiap pasangan


sisi-sisi serta sudut-sudut yang berkorespondensi kongruen.
2. Syarat-syarat kekongruenan segitiga yaitu sudut-sudut yang bersesuaian
(seletak) sama besardan sisi-sisi yang bersesuaian (seletak) sama
panjang.
Sifat-sifat kekongruenan segitiga yaitu :
Ketiga Sisi yang Bersesuaian Sama Panjang (s, s, s)
Dua Sisi yang Bersesuaian Sama Panjang dan Sudut yang Diapit
Sama Besar (s, sd, s)
Satu Sisi Sama Panjang dan Dua Sudut Bersesuaian yang Terletak
pada Sisi itu Sama Besar (sd, s, sd)
3. Dua buah segitiga dikatakan sebangun satu sama lain apabila sudutsudut yang bersesuaian dari kedua segitiga itu sama besar atau apabila
sisi-sisi yang bersesuaian dari kedua segitiga itu sebanding.
4. Syarat-syarat kesebangunan segitiga yaitu sudut-sudut yang seletak
sama besar dan panjang sisi-sisi yang seletak sebanding.
Sifat-sifat kesebangunan segitiga yaitu :

Sisi-sisi yang Bersesuaian Sebanding (S, S, S)

Satu Sudut Sama Besar dan Kedua Sisi yang Mengapitnya


Sebanding (S-Sd-S)

Sudut-sudut yang Seletak Sama Besar (Sd-Sd-Sd)

10

DAFTAR PUSTAKA

Dris, J. 2011. Matematika Jilid 3 SMP dan MTs Kelas IX. Jakarta : Pusat
Kurikulum Dan Perbukuan

Guntoro, Sigit. 2011. Aplikasi Kesebangunan Dalam Pembelajaran Matematika


SMP. Yogyakarta : Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik
dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika.

Masduki. 2007. Matematika IX Untuk SMP dan MTs Kelas IX. Jakarta : Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Sulaiman, R. 2008. Contextual Teaching and Learning Matematika. Jakarta :


Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

11