Anda di halaman 1dari 39

MESIN FRAIS DASAR

1. Pengertian Mesin Frais


Mesin frais adalah mesin perkakas untuk mengerjakan/menyelesaikan suatu benda
kerja dengan mempergunakan pisau frais sebagai alatnya. Ditinjau dari kerjanya, mesin
frais termasuk mesin perkakas yang mempunyai gerak utama berputar. Pisau dipasang
pada sumbu/arbor mesin yang didukung dengan alat pendukung arbor. Jika arbor mesin
diputar oleh motor, maka pisau frais ikut berputar. Arbor mesin dapat berputar ke kanan
atau ke kiri, sedangkan banyaknya putaran diatur sesuai dengan kebutuhan.
1.1 Tipe mesin frais
Tipe mesin frais dapat dibedakan menjadi beberapa jenis (kebanyakan yang
terdapat dalam bengkel-bengkel lembaga pendidikan) yaitu:
Mesin frais mendatar
Mesin frais tegak
Mesin frais universal
Tipe mesin frais yang lain misalnya :

Mesin frais taret

Mesin frais copy

Mesin frais tusuk/stick

1.2 Standard ukuran mesin frais


Ukuran suatu mesin frais ditentukan oleh:
Panjang meja mesin frais
Jarak spindel sampai permukaan meja pada kedudukan paling bawah
Jarak ke arah melintang maximum yang dapat dicapai oleh meja mesin terhadap

kolomnya. Frais Mendatar


1.3 Mesin frais mendatar
Mesin frais mendatar dapat digunakan untuk mengerjakan pekerjaan:
- Mengefrais rata
1

- Mengefrais alur
- Mengefrais roda gigi lurus
- Mengefrais bentuk
- Membelah atau memotong
Mesin frais mendatar adalah suatu mesin frais yang arbornya mendatar, sedang
mejanya dapat bergerak ke arah:
- memanjang/ langitudinal
- melintang / cross slide dan naik turun
Adapun nama bagian-bagian dari mesin jenis diperlihatkan gambar 1.3 adalah
sebagai berikut:
A. Lengan
B. Penyokong arbor
C. Tuas otomatis
D. Nak pembatas
E. Meja mesin
F. Engkol ke arah memanjang
G. Tuas pengunci
H. Baut penyetel
I . Engkol ke arah melintang
J. Engkol untuk ke arah naik turun
K. Tuas pengunci meja
L. Tabung pendukung
M. Lutut (knee)
N. Tuas pengunci sadel

Mesin Frais Mendatar

O. Alas meja
P. Tuas perubah kecepatan motor listrik
Q. Alas meja
R. Tuas pengatur kecepatan putaran mesin
S. Tuas penunjuk kecepatan putaran mesin
T. Tiang (colom)
U. Spindel mesin
V. Tuas untuk menjalankan spindel

1.4 Mesin Frais Tegak


Mesin frais tegak adalah suatu mesin frais dimana arbornya dipasang tegak sedang
gerakan mejanya dapat kearah:
- melintang (cross slide)
- memanjang (Longitudinal)
- naik-turun
Adapun nama bagian-bagian dari mesin ini seperti diperlihatkan pada gambar 1.4 ialah:
A. Spindel
B. Kepala
C. Kolom
D. Meja
E .Engkol ke arah memanjang
F. Engkol ke arah naik turun
G. Alas mesin
H. Handel ke arah melintang

Mesin Frais Tegak

1.5 Mesin Frais Universal


Mesin frais universal adalah suatu mesin frais dimana kedudukan arbornya
mendatar sedang gerakan mejanya dapat kearah memanjang/longitudinal, melintang/cross
slide, naik turun dan dapat diputar membuat sudut tertentu terhadap body mesin.
Adapun nama bagian-bagian dari mesin mesin frais universal ini seperti diperlihatkan pada
gambar1.5 1alah: A.lengan
3

B. penyokong arbor
C. tuas otomatis
D. nok pembatas meja
E. meja mesin
F. engkol
G. tuas pengunci meja
H. baut penyetel
I . engkol arah melin - tang
J. engkol arah naik turun
K. Tuas pengunci
L. Tabung pendukung dengan batang ulir
M. Lutur tempat dudukan alas mesin
N. Tuas pengunci sadel
O. Engkol meja
P. Tuas untuk merubah kecepatan motor listrik

Mesin Frais Universal

R. Tuas pengatur putaran


S. Tuas pengatur angka puratan
T. Tiang
U. Spindel
V. Tuas penjalan spindel
X. Mur pengunci gerakan meja
1.6 Penjagaan/Pemeliharaan Mesin Frais
Tiap operator mesin frais harus bertanggung jawab tentang kelancaran mesin untuk
dapat bekerja dengan hasil yang baik. Oleh karena itu operator perlu mengikuti petunjuk
seperti di bawah ini:
1. Sebelum mulai menjalankan mesin, lumasilah bagian-bagian mesin yang berputar/bergerak.
2. Bersihkan bagian-bagian alas meja sebelum mulai memasang catok/benda kerja, dan
juga sebelum menjalankan meja mesin.
3. Jaga agar bagian geser meja mesin tidak kemasukan geram atau air pen-dingin, karena
dapat merusak dan dapat menyebabkan macetnya meja.Jangan menggunakan meja

mesin untuk menaruh alat-alat yang berat seperti palu, kunci-kunci pengikat alat dan
lain-lain, dan jangan memukul benda pada alas meja mesin frais.

2. Macam-Macam Pisau Frais


Hasil pengefraisan ditentukan oleh macam pisau frais yang digunakan.
Adapun macam-macam pisau frais adalah sebagai berikut:
2.1 Pisau frais mantel
1. Tipe H (keras) digunakan untuk penyayatan ringan
2. Tipe N (normal) digunakan untuk penyayatan normal atau sedang
3. Tipe W (lunak) digunakan untuk penyayatan berat

Gambar 2.1. Pisau frais mantel

2.2 Pisau frais sudut


Pisau ini digunakan untuk mengefrais sudut, umumnya 30, 45 dan 60 derajat.
Gambar 2.2 Pisau frais sudut

2.3 Pisau frais ekor burung


Pisau frais ini digunakan untuk mengefrais alur ekor burung, pada umumnya sudut ekor
burung yang dapat dibuat besarnya : 30, 45 dan 60 derajat.
Gambar 2.3. Pisau frais ekor burung

2.4 Pisau frais alur melingkar


Pisau frais ini digunakan untuk mengefrais alur pasak yang terkurung.
Gambar 2.4. Pisau frais alur melingkar

2.5 Pisau frais gigi silang (straggered tooth mill)


Pisau frais ini digunakan untuk mengefrais alur pada benda kerja.
Gambar 2.5. Pisau frais gigi silang

2.6 Pisau frais sudut ganda


Pisau ini digunakan untuk mengefrais alur V.Sudut V yang terjadi besarnya 30, 45 dan 60
derajat.
Gambar 2.6. Pisau frais sudut ganda

2.7 Pisau frais radius


Gambar 2.7. Pisau frais radius untuk konvex dan konkav

2.8 Pisau frais alur T


Pisau alur T digunakan untuk mengefrais alur T.Seperti halnya alur T pada meja mesin
frais dan skrap.
Gambar 2.8. Pisau frais alur T

2.9 Pisau frais jari


1. Digunakan untuk baja normal,sudut helik dan alur giginya tidak terlalu besar.
2. Digunakan untuk baja yang keras dan ulet sudut helik kecil, gigi lebih banyak.
3. Pisau dengan sudut helik dan alur gigi besar digunakan untuk baja lunak
4. Digunakan untuk pemakanan kasar
Gambar 2.9. Pisau frais jari

2.10. Pisau frais roda gigi


Pisau ini dunakan untuk pembuatan roda gigi.
Gambar 2.10. Pisau frais roda gigi

2.11 Pisau frais hobbing


Digunakan untuk menbuat gigi pada roda gigi yang dilaksanakan pada mesin hobbing.
Gambar 2.11. Pisau Frais Hobbing

2.12 Pisau Muka (Face Mill)


Pisau muka yang ditempel dan terbuat dari bahan sementit carbide.Pisau ini digunakan
untuk mengefrais permukaan yang rata dan luas
Gambar 2.12. Pisau muka

2.13 Shell End-Mill


Pisau frais ini dapat makan pada bagian samping dan muka sehingga dapat digunakan
untuk mengefrais bidang siku
Gambar 2.13. m. Shell end-mill

2.14. Side dan Face mill


Pisau frais ini digunakan untuk pemakanan kasar pada permukaan-permukaan rata dan
siku.
Gambar 2.14. Side and face mill

2.15. Pisau Sisi ( Side Milling Cutter)


10

Side Millling Cutter sama dengan Plain Milling Cutter namun pada salah satu sisi atau
kedua sisi terdapat mata potong/mata pisau. Dengan pisau Gambar. 32. Pisau Lurus Untuk
Pemotongan Kasar/Berat (Heavy Duty Plain Millimg Cutter) Gambar. 33. Pisau Rata
Helik (Helical Plain cutter) ini dapat dilakukan pemakanan pada sisi muka dan pada kedua
sisi samping.
Macam-macam pisau sisi (side milling cutter) antara lain:
1) Pisau sisi lurus (Plain side milling cutter) dengan sisi lurus pada sisi muka dan kedua
sisi sampingnya.
2) Pisau setengah sisi (Half side milling cutter ) mempunyai gigi helik pada sisi muka dan
gigi pemotong pada satu sisi samping. Pisau tipe ini dianjurkan untuk pengefraisan
permukaan kasar dan pengfraisan pada satu sisi saja.
3) Pisau Staggered (Staggered tooth side milling cutter) pisau ini dianjurkan untuk
pemotongan kasar, alur dan slotting.

3. Penggunaan Pisau Frais


3.1 Pisau mantel digunakan untuk mengefrais :
- Permukaan datar
- Alur lebar tapi dangkal
- Bertingkat
1. Pisau frais mantel beralur lurus digunakan untuk
memfrais dengan pemakanan tipis.
2. Pisau frais yang beralur spiral digunakan untuk
memfrais dengan pemakanan tebal pada benda kerja
yang besar.
Cara memilih pisau mantel:

11

- Pilih diameter pisau frais sekecil mungkin.


-.Untuk mengefrais bidang lebar, pilih diameter pisau yang sama dengan alur yang
berlawanan. Pemasangan pisau ini harus diusahakan sedekat mungkin dengan badan mesin
dan harus selalu menggunakan pasak.
3.2 Pisau frais sisi dan muka digunakan untuk:
- Memfrais bidang vertikal.
- Memfrais bertangga.
- Memfrais alur.
- Memfrais bidang sejajar.
- Memfrais bidang bawah pada mesin frais tegak.
Cara memilih pisau frais sisi dan muka:
- Pilih diameter pisau yang terkecil.
- Pilih jenis pisau biasa jika dibutuhkan penatalan tipis.
- Untuk pemakanan tebal, pilih pisau sisi zig zag dengan diameter yang besar.
- Jika digunakan berpasangan, pilih sudut gigi yang berlawanan.
3.3 Pisau frais gergaji digunakan untuk:
- memotong
- membelah
- membuat alur sempit
- membuat alur pada sudut
Cara memilih pisau frais gergaji:
- Pilih diameter pisau sekecil mungkin.
- Pilih gergaji sisi untuk pemotongan yang
dalam.
- Periksa ketajaman mata gergaji.

3.4 Pisau frais alur digunakan untuk:


- Mengefrais alur
- Mengefrais alur pasak
- Mengefrais bidang rata yang sempit

12

Cara memilih pisau frais alur:


Pilih tebal pisau yang sama dengan lebar alur yang dibuat.
3.5 Pisau frais muka digunakan untuk:
- Meratakan bidang atas benda kerja pada mesin vertikal.
- Meratakan ujung atau tepi benda kerja pada mesin horizontal.
- Mengefrais alur dangkal pada benda kerja.
- Mengefrais bertangga.
Cara memilih pisau frais muka:
1. Pilih diameter pisau yang lebih besar dari bidang benda kerja pada kedudukan kira-kira
di pertengahan bidang benda kerja.
2. Untuk pemakanan bertangga pilih diameter pisau yang lebih kecil.
3. Pilih jumlah gigi pisau yang sesuai dengan bahan yang dipotong.

3.6 Pisau jari digunakan untuk :


- Mengefrais alur
- Mengefrais alur pasak
- Mengefrais bidang rata pada bidang miring atau permukaan lengkung
- Mengefrais dudukan baut
- Memperbaiki letak lubang-lubang yang
salah
Memilih pisau jari:
Ukuran pisau ditentukan oleh lebar alur atau
diameter lubang yang dikerjakan. Untuk
memfrais suatu alur yang berpinggir (bagian
tepinya tidak difrais) sebaiknya pada batas
jalur benda tersebut dibor terlebih dahulu.

13

3.7 Arah Penyayatan


Pemakanan ke atas (berlawanan)Pemakanan ke atas adalah pemakanan pada mesin
frais dimana arah putaran pisau frais berlawanan dengan gerakan meja.Keuntungan dari
arah pemakanan ini ialah:
- Tidak terjadi kejutan penyayatan
- Gaya penyayatan dapat terbagi an-tara pekerjaan dan pisau hingga operasi lebih aman.
- Tekanan yang ringan terhadap ulir pembawa meja juga terhadap baut-baut penahan.
- Meja dapat mudah bergeser dan tak terpengaruh akibat dari penyayatan pisau.
- Geram mudah keluar- Ketajaman pisau lebih tahan lama
- Penyayatan dapat lebih tebal

Pemakanan ke bawah (searah)Pemakanan kebawah adalah pemakan-an pada mesin


frais dimana gerakan meja frais searah dengan putaran pi-sau frais.Kekurangan dari cara
ini ialah:
- Kemungkinan mudah tercekam dan sukar untuk pengefraisan di bagian-bagian perkerjaan.
- Hasil pengefraisan yang rata sukar didapat dan pisau mudah
selip/tidak menyatat.
- Hanya untuk pengefraisan ringan. Pengefraisan untuk menghalus dengan cara ini tak dapat dilaksanakan.
- Agak baik jika pisau frais dari baja karbon.
- Tak mungkin dapat dipakai pada pengefraisan dengan feed
dan speed tinggi.
- Hasil pengefraisan lambat.

14

4. Kecepatan Potong Dan Pemakanan


4.1 Parameter Pemotongan.
Parameter pemotongan diperlukan agar proses produksi dapat berlangsung sesuai
dengan prosedur perencanaan. Parameter-parameter pemotongan yang ditetapkan dalam
proses frais akan meliputi: kecepatan potong, putaran spindel, dalam pemakanan, gerak
makan per gigi, kecepatan penghasilan geram dan waktu pemesinan. Penentuan rasio
kecepatan antara gerak benda kerja dan putaran pisau sangat penting diperhatikan. Jika
langkah pemakanan benda kerja terlalu pelan waktu akan terbuang banyak dan pisau
fraispun akan cepat tumpul dan menurunkan umur pahat. Jika pemakanan benda kerja
terlalu cepat pisau frais bisa cepat rusak, dan tentu memerlukan waktu lebih banyak untuk
menggantinya.
Parameter-parameter tersebut dapat dijelaskan pada Gambar 1.

Gambar 4.1. Parameter Pemotongan dalam Proses Frais


KETERANGAN :
Benda kerja:
w : lebar pemotongan, mm
lw : panjang pemotongan, mm
a : kedalaman pemotongan
Pahat Frais:

15

d : diameter luar, mm
z : jumlah gigi (mata potong)
Kr : sudut potong utama, 90 o untuk pisau frais selubung
Mesin Frais:
n : putaran poros utama, put/menit
vf : kecepatan makan, mm/put
4. Elemen dasar proses frais adalah:
4.1. Kecepatan potong (Cs).
Kecepatan

potong mesin

frais

berkaitan dengan jalan keliling pisaunya


yang dinyatakan dalam feet/menit atau
meter/menit.
Kecepatan potong yang ditempuh pisau
frais tergantung pada beberapa faktor di
antaranya:
- Macam bahan yang dikerjakan
- Bahan pisau frais
- Ketahanan pisau di antara mata pengasahan. Faktor-faktor lain yang penting adalah
pergantian kecepatan pisau berbanding dengan pemakanan yang diperlukan, hubungan
perbandingan pemakanan dan dalamnya pemakanan juga keadaan mesin itu sendiri.

16

Dalam menentukan kecepatan potong beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan antara
lain:

material benda kerja yang akan difrais

material pisau frais

diameter pisau

kehalusan permukaan yang diharapkan

dalam pemotongan yang ditentukan

Rigiditas penyiapan benda kerja dan mesin

Untuk benda kerja yang berbeda kekerasannya, strukturnya dan kemampuan pemesinaanya
diperlukan penentuan cutting speed yang berbeda. Tabel 2 berikut menunjukkan cara
penentuan cutting speed:

Cutting speed dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan :

v = (.d.n)/1000 m/min,
dengan v = cutting speed,
d = diameter pisau frais dan
n = putaran spindel utama

17

4.2 Menentukan kecepatan putaran mesin frais


Kecepatan putaran mesin frais ditentukan oleh:
- Kekerasan bahan yang dikerjakan
- Bahan pisau
- Diameter pisau frais yang digunakan
Contoh perhitungan menentuan kecepatan putaran mesin frais

4.3 Penentuan Putaran Pisau


Terdapat tiga faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan putaran pisau frais
antara lain:
Material yang akan di frais
Bahan pisau frais
Diameter pisau frais
Dalam menentukan putaran pisau frais dapat pula digunakan Nomogram seperti pada
Gambar 2.

18

Gambar 2. Nomogram Putaran Pisau Frais


4.4. Feed dan dalam pemotongan.
Feed dapat dinyatakan sebagai rasio gerak benda kerja terhadap gerak putar pisau
frais. Dalam menentukan feed, faktor yang harus diperhatikan adalah:
Dalam pemakanan
Tipe pisau frais
Bentuk pisau frais
Material benda kerja
Kekuatan dan keseragaman benda kerja
Tipe permukaan finishing yang ditentukan
Power dan rigiditas mesin

19

Tabel 3. Feed untuk Proses Frais

4.5. Dalam pemotongan


Pemakanan dalam proses frais meliputi pemakanan kasar dan pemakanan halus
(finishing). Pada pemakanan kasar dalam pemotongan dapat ditentukan pada kedalaman
maksimal (lebih dalam). Pada pemotongan yang berat dapat digunakan pisau dengan gigi
helik dan jumlah gigi yang lebih sedidkit. Pemotongan dengan jumlah gigi potong lebih
sedikit akan menghasilkan pemotongan yang lebih kuat dan lebih mempunyai kelonggaran
yang lebih besar daripada banyak gigi.
Pemotongan halus (finishing) dilakukan secara ringan (light) daripada pemotongan
kasar. Dalam pemotongan pada pemakanan kasar biasanya tidak lebih dari 1/64 inchi (0,39
mm). Dalam pemakanan halus, feed harus dikurangi daripada pemotongan kasar,
sedangkan putaran pisau dipercepat.

4.6 Gerak makan per gigi, Fz

Fz = vf /z.n. (mm/gigi)
4.7 Waktu pemotongan

tc = lt/vf min
keterangan:
lt = lv + lw + ln mm
lv = 1 , untuk mengefrais datar
lv 0 untuk mengefrais tegak
lv 0 untuk mengefrais datar
ln d/2 untuk mengefrais tegak

20

4.8 Kecepatan penghasilan geram

Z = (vf.a.w) /1000 cm3/min


5. Pencekaman Benda Kerja
Benda-benda kerja harus dikencangkan secara kukuh pada waktu pengefraisan,
sebab bila benda kerja tersebut terlepas dapat berakibat hasil pengefraisan yang tidak
sempurna, terjadinya kecelakaan dan retaknya pisau frais. Salahsatu keberhasilan dalam
pekerjaan pengefraisan adalah ketepatan menggunakan alat-alat penjepit benda kerja yang
sesuai dengan bentuk benda yang akan difrais. Untuk benda kerja yang besar dengan
pengefraisan rata, berbeda cara menjepitnya dengan benda kerja yang kecil dengan bentuk
yang teratur, bulat, segiempat, bertingkat, dan semacamnya. Begitu juga alat-alat untuk
menjepit benda kerja yang berbentuk roda gigi memerlukan penjepitan khusus.
Beberapa cara penjepitan benda kerja antara lain:
Klem dan kelengkapannya
Blok siku dan kelengkapannya
Blok vee dan kelengkapannya
Ragum mesin dan macam-macamnya
Kepala pembagi dan kelengkapannya
Fixture dan kelengkapannya
Meja putar

5.1. Macam-macam Klem


Klem yang digunakan dalam penjepitan benda kerja biasanya dilengkapi dengan
baut Tee. Macam-macam klem tersebut antara lain seperti dalam Gambar 3. Apabila benda
kerja tidak dapat dicekam dengan ragum, atau fixture, maka pemasangannya dapat
langsung dilakukan pada meja frais dengan klem (Gambar 4). Beberapa bentuk klem yang
sering digunakan dalam operasional pengefraisan antara lain klem jari, klem U dan klem
lurus. Dalam pemasangannya klem selalu dilengkapi dengan baut beralur T.

21

Gambar 1. Macam-macam klem


Keterangan gambar:
1. klem lurus dengan lubang baut
2. klem lurus dengan baut penyetel
3. klem kaki yang dichamfer
4. klem kaki untuk benda kerja yang bertingkat
5. klem dengan jari lurus
6. klem dengan jari lengkung
7. klem bentuk U
8. baut tee panjang
9. klem pegas
10. benda kerja yang dijepit
11. meja mesin frais
12. blok penjepit
13. blok dengan lubang baut
14. baut penekan
15. blok penjepit
16. mur penekan
17. cincin
18. klem dengan ketinggian yang dapat disetel
19. tumpuan klem dengan lubang penyetel
20. pen/engsel
21. pen-penyetel

22

Gambar 2. Penjepitan Langsung pada meja Frais dengan Klem


5.2 Blok siku dan kelengkapnnya
Untuk benda-benda kerja yang difrais dengan kedudukan tegak atau berdiri, penjepitannya
dapat dilakukan dengan menggunakan blok siku dan kelengkapannya.

Gambar 3. Blok Siku dan Kelengkapannya


5.3 Blok Vee dan Kelengkapnnya
Untuk menjepit benda kerja yang bulat misalnya pada saat mengfrais alur-alur
pasak pada poros dan semacamnya, penjepitan dilakukan dengan menggunakan block vee
dengan kelengkapan klem atau baut Baut pengikat lainnya.
V block pada umunya memiliki alur dengan sudut 90

dan mempunyai alur

maupun kerataan yang sesuai bila dipasangkan di meja mesin frais. V-block biasanya
digunakan untuk mencekam benda-benda dengan bentuk tertentu, datar, bulat seperti
pembuatan alur pada benda yang bulat (misalnya poros).

Gambar 4. Blok Vee dan Kelengkapannya

23

Klem poros universal dapat dipasang pada mesin frais horizontal atau mesin frais vertical.
Bentuk klem poros universal dapat dilihat pada Gambar 7.

Gambar 5. Blok Vee pada Klem Universal


5.4. Ragum (vises)
Ragum merupakan peralatan cekam yang paling sering digunakan pada proses
pengefraisan. Ragum dapat digunakan untuk mencekam benda kerja berbentuk kotak,
bulat, maupun menyudut yang dapat digunakan untuk mengefrais alur pasak, alur,
permukaan datar, sudut, gigi rack, dan alur T (T slot). Terdapat tiga tipe ragum yang biasa
digunakan di mesin frais. Ketiga ragum tersebut adalah:
a. Ragum lurus:
Ragum lurus dikencangkan pada meja mesin frais dengan memanfaatkan alur T yang
terdapat pada meja mesin frais. Ragum ini dapat dikencangkan secara cepat dengan
menggunakan kunci .
b. Ragum sudut.
Ragum ini sama dengan ragum lurus hanya ditambahkan pengatur sudut yang terdapat
di bawahnya, sehingga ragumdapat diputar hingga 360 pada arah horizontal
c. Ragum universal
Ragum ini selain dilengkapi dengan pengatur suduthorizontal juga dilengkapi dengan
pengatur sudut vertikal.Dengan kelengkapan ini ragum dapat diputar hingga 360 pada
arah horizontal dan 90 pada arah vertikal
d. Kepala Pembagi
Kepala pembagi sangat cocok digunakan untuk pembuatan kepala baut, pengefraisan
roda gigi, dan pengefraisan benda-benda silindris. Bila gerakan kepala pembagi dihubungkan dengan gerakan ulir penghantar mesin frais maka dapat dilakukan pembuatan
roda gigi miring/helik, reamer dan tap.

24

Gambar 6. Macam-macam Ragum

Gambar 7. Kepala Pembagi

Gambar 8. Benda Kerja Dicekam Antara Dua Senter

Gambar 9. Penyangga Benda Kerja pada Proses Frais

25

Gambar 10. Pencekaman Benda Kerja pada Proses Tirus

Gambar 11. Pencekaman Benda Kerja pada Spindel utama Proses Tirus

Gambar 12. Pencekaman Benda Kerja pada Meja Putar


6. Jenis Perkakas Bantu Mesin Frais
Peralatan bantu seperti ragum universal, adapters pemindah cepat dan kepala pembagi
universal membantu dalam setting up benda kerja menjadi lebih cepat. Jenis alat bantu
pada mesin frais yaitu:
1. Ragum
2. Arbor, Collet dan Adapter
3. Facing Fixture
4. Kepala pembagi
5. Kelengkapan Frais Vertikal (Vertikal Machine Attachment)
6. Kelengkapan Putaran Tinggi (High Speed Arttachment)
7. Universal Spiral Attachment

26

8. Slotting Attachment (Kelengkapan Slot)


9. Kelengkapan Pemotongan Roda Gigi (Gear Cutting Attachment)
10. Meja Putar
11. Kelengkapan Pengefraisan Rack (Rack Milling Attachment)

Gambar 1. Macam-macam Ragum (Ragum Lurus, Ragum Putar, Ragum Universal)

27

7. Penyiapan Alat Ukur


Dalam operasioanl pengefraisan, selain diperlukan pengukuran dimensi benda kerja
hasil produksi dengan berbagai alat ukur (jangka sorong, mikrometer, dial indikator,
kaliber, pengukur roda gigi dan sebagainya) pengukuran yang perlu dilakukan adalah
pengaturan ketegaklurusan kepala vertical (Vertikal Head), dan kelurusan ragum.
7.1. Pengaturan Ketegaklurusan Gerak Pisau terhadap Meja
Pengecekan ketegaklurusan gerak pisau frais terhadap meja sangat perlu dilakukan
terutama saat pembuatan lubang maupunmelakukan pengefraisan permukaan. Jika posisi
kelurusan dari pisau (spindel utama) tidak mencapai 900 terhadap meja maka lubang yang
dihasilkan tidak akan tegaklurus terhadap permukaan bendanya, dan apabila operasional
yang dilakukan adalah pengefraisan datar maka akan dihasilkan bentuk permukaan yang
miring (tirus). Peralatan yang diperlukan untuk melakukan pegujian tersebut antara lain:
dial indikator dan batang parallel.
Langkah-langkah dalam mengecek ketegaklurusan spindel tersebut antara lain :
a. Tempatkan dial indikator pada batang yang memungkinkan pada spindel utama atau
chuck bor
b. Posisi dial indikator di sebelah muka atas meja.
c. Aturlah posisi penunjukan pada dial sebesar nol.
d. Putar spindel utama dengan tangan sejarak 180

28

e. Jika tidak teerdapat perbedaan dalam pembacaan maka posisi spindel dan meja telah
sesuai.

Gambar 7.1. Pengujian ketegak lurusan spindel indikator dan plat strip
Langkah-langkah untuk mengecek ketegak lurusan ragum
a. Bersihkan meja dan bagian bawah ragum
b. Pasang dan kencangkan ragum pada meja
c. Kencangkan bibir ragum dan jepitlah parallel strip yang telah dipasangkan
d. Pasang dial indikator pada spindel utama atau chuck bor.
e. Gerakkan meja dan amati perubahan penunjukan yang terjadi pada dial.
f. Apabila tidak terjadi perubahan penunjukkan pada dial berarti telah terpenuhi ketegak
lurusan ragum.
g. Bila belum, ulangi prosesur tersebut hinbgga diperoleh penunjukan yang tidak berubah.

Gambar 7.2. Pengujian ketegak lurusan ragum


8. Pemasangan dan Pelepasan Pisau
Terdapat berbagai macam pisau frais sesuai kegunaannya. Oleh karena itu terdapat pula
berbagai macam cara pemasangannya. Secara umum cara pemasangan maupun pelepasan
pisau dapat dibedakan menjadi:
Pemasangan Pisau pada Arbor Panjang

Pemasangan Pisau pada Arbor Pendek (pena frais)

Pemasangan Pisau pada Flens

29

Pemasangan pisau jari dengan gagang silindris dan pemasangan pisau frais jari
dengan gagang tirus.

Gambar 8.1 Berbagai Macam Cara Pemasangan Pisau Frais dengan Arbor Panjang, Arbor
Pendek dan Flensa

Gambar 8.2. Berbagai Macam Cara Pemasangan Pisau Frais Jari dengan Gagang Silindris
dan Gagang Berulir dengan Arbor Panjang, Arbor Pendek dan Flensa
8.1 Pemasangan Pisau pada Arbor Panjang:
A. Konstruksi Arbor Panjang
Perkakas tempat pisau frais dipasang disebut arbor. Pada arbor dapat dipasang
pisau frais dengan lubang silindris pada setiap jarak yang diinginkan dari ujung spindel
utama. Sebuah pisau frais yang dipasang jauh dari ujung spindel utama pada waktu
pemakanan akan bergetar sebagai akibat dari gerakan pemotongan pisau.

30

Arbor panjang hanya digunakan untuk mengefrais horizontal. Oleh karena itu harus
ditunjang oleh bantalan penunjang, maka ujung arbor yang menonjol dari bantalan
penunjang seringkali merupakan suatu gangguan untuk menggunakannya. Oleh karena itu
pisau frais kita tempatkan pada jarak sekecil mungkin dengan spindel utama

Gambar 8.3. Bagian-bagian Utama Arbor Panjang


Poros arbor
Fungsi poros arbor adalah: 1) untuk pemasangan pisau frais, 2) pemasangan pisau frais
pada tempat yang ditentukan sebelumnya.
Alur pasak.
Alur pasak dengan pasaknya berfungsi menjamin pisau frais terhadap perputaran.

Gambar 8.4. Alur Pasak


Ulir pengunci.
Ulir pengunci diputarkan sebuah mur sehingga frais terjepit dengan teguh pada
arbor.Penjepitan dapat dilaksanakan dengan mengikat mur pengunci yang masuk pas pada
ujung ulir arbor. Ulir pengunci ini memiliki ulir sekrup yang halus.

31

Gambar 8.5. Ulir/Mur Pengunci. a. Konstruksi, b. Pengencangan mur.


Ulir Tarik.
Dengan ulir tarik ini pisau frais ditarik (dibautkan) erat ke dalam spindel utama. Semua
perkakas lengkapan mesin frais untuk memasang pisau frais harus diberi ulir tarik yang
sama jenisnya. Bahan yang digunakan dalam membuat arbor adalah baja karbon.

Gambar 8.6. Ulir Tarik


Gelang Pengunci.
Gelang pengunci digunakan: 1) agar dapat mengunci pisau frais pada tempat yang
didinginkan, 2) mengunci dua buah frais atau lebih dengan cermat satu terhadap lainnya.

Gambar 8.7. Berbagai Macam Gelang Pengunci a. Posisi penggunaan gelang pengunci, b.
konstruksi gelang pengunci, c. Gelang Pengunci yang dapat distel

32

Penunjangan
Gaya pengerjaan arbor panjang cenderung akan melengkung ke atas. untuk itu arbor
panjang harus ditunjang dengan bantalan penunjang yang dipasang pada lengan penunjang.
Bantalan penunjang ditempatkan sedekat mungkin dengan arbor panjang.

Gambar 8.8. Berbagai Macam Cara Penunjangan a. Sebuah bantalan penunjang b. dua
buah bantalan penunjang pada ujung arbor c. dua buah bantalan penunjang pada kedua sisi
pisau frais d. dua buah pisau frais dan dua buah penunjang.
B. Pemasangan Pisau Frais pada Arbor Panjang
a. Cara Memasang Arbor
ambillah arbor yang akan dipakai, yang besarnya sesuai dengan besar lubang frais
bersihkan bagian tirusnya dan kemudian masukkan bagian tirus ini kedalam lubang spindel
perhatikan agar pasda waktu memasukan, alur pada arbor bertepatan dengan nok poada
spindel keraskan arbor dengan baut penarik pada bagian belakang tiang.

Gambar 8.9. Cara Memasang Arbor


b. Cara mengeraskan arbor
bila arbor sudah dipasang dengan baik pada spindel, kemudian dikeraskan dengan baut
penarik. Untuk menghindarkan terlepasnya arbor dari spindel, keraskan lagi dengan mur
penjamin

33

Gambar 8.10. Cara Mengeraskan Arbor


c. Cara memasang pasak pada arbor
Sebelum pasak diletakkan, alaur pasak pada arbor harus ada pada bagian atas Billa
akurnya sudah dibersihkan, maka pasak dipasang masuk di antara lubang pada cincin
Pasak harus dipasang agak ketat, jangan pakai pasak yang longgar.

Gambar 8.11. Cara Memasang Pasak pada Arbor


d. Memasang Pisau Frais
1) Masukkan pisau frais dengan hati-hati disertai pengamatan bahwa pisau frais sudah
betul berhadapan dengan spindel dan didorong dengan pelan, sehingga meluncur pada
arbor 2) Putar pisau frais sehingga alur pasak dari pisau frais lurus dengan pasak.

Gambar 8.12. Memasang Pisau Frais


e. Memasang Pisau Frais Gergaji
Pasang pisau frais gergaji pada arbor tanpa pasak dan jepit antara dua buah cincin
memungkinkan pisau frais meluncur terhadap arbor pada beban yang terlampau besar.

Gambar 8.13. Memasang Pisau Frais Gergaji


34

f. Kedudukan alas arbor


aturlah kedudukan frais sehingga bertepatan dengan permukaan yang akan difrais atur
letak meja mesin bila perlu pada kedudukan yang tepat masukkan cincin-cincin pada arbor
dan putar sehingga alur pasak lurus terhadap pasak masukkan alas pada arbor pasang
cincin poada arbor demikian rupa sehingga ujung arbor berulir tidak tertutup oleh cincin
masukkan mur pengunci dan keraskan dengan kekuatan tangan.

Gambar 8.14. Kedudukan alas arbor


g. Memasang cincin arbor
Bersihkan cincin dan jagalah agar antara cincin yang satu dengan cincin lainnya tidak
terdapat tatal, karena bila ada tatal dapat menyebabkan arbor jadi bengkok pada saat
dikeraskan.

Gambar 8.15. Memasang cincin arbor


h. Mengeraskan frais
jagalah agar gagang kunci tegak lurus terhadap mur gunakan kunci yang betul pas untuk
murnya dan keraskan dengan cukup kuat.

Gambar 8.16. Mengeraskan frais


i. Menyetel lengan mesin
Tentukan kedudukan alas arbor sedekat mungkin dengan mesin frais Bersihkan lengan dan
pendukung arbor Periksa kelurusan antara pendukung arbor terhadap lengan
35

pasang pendukung arbor apda lengan demikian rupa sehingga bagian depan dari
pendukung arbor itu rata terhadap permukaan lengan keraskan mur pada pendukung
dengan cukup kuat geser lengan sehingga alas masuk dalam pendukung keraskan mur
pengikat lengan dengan cukup kuat.

Gambar 8.17. Menyetel lengan mesin


C. Pemasangan Pisau pada Arbor Pendek (Pena Frais)
Arbor pendek digunakan untuk memasang pisau frais yang berlubang silindris
sedekat mungkin dengan spindel utama. Pisau frais yang dapat di pasang dengan pena frais
antara lain frais kepala, frais kepala mantel, dan frais kepala pisau. Pemasangan pisau frais
pada pena frais berlawanan dengan pada spindel utama. Perbedaan itu antara lain: pena
frais digunakan baik untuk horizontal maupun vertikal tidak diperlukan penunjang seperti
pada penggunaan arbor dipasang dengan sekrup.

Gambar 8.18. Pemasangan Frais Pada Arbor Pendek

Gambar 8.19. Konstruksi Pemasangan Pisau Frais pada Arbor Pendek

36

Dalam pemasangannnya pisau frais dijamin dengan: 1) pasak lintang, 2) dengan pasak
memanjang. Beberapa keuntungan penggunaan pasak melintang antara lain: pemasangan
pasak-pasak melintang mempunyai gaya-gaya secara lebih baik daripada pasak
memanjang lubang frais dan pena tidak diperlemah oleh suatu alur pasak.

Gambar 8.20. Penjaminan Pisau Frais dengan Pasak a. dengan pasak lintang b. Dengan
pasak panjang
Sekrup pena frais dilengkapi dengan ulir kanan metris. Namun demikian untuk sekrup
pena yang lama masih pula terdapat ulir kiri. Oleh karena itu diperlukan kecermatan dalam
pemasangannya serta penggunaan kunci-kunci yang diperlukan.

Gambar 8.21. Kunci-kunci yang dibutuhkan dalam Pemasangan Pisau


Frais dalam Arbor Pendek

DAFTAR PUSTAKA
37

Daryanto. 1986. Teknologi Bengkel Mesin. Bandung. Tarsito


Depdiknas. 2004. Mempergunakan Mesin Frais (Kompleks). Direktorat Pendidikan
Menengah Kejuruan. Jakarta
PPPGT Bandung. 1982. Modul Mesin Frais. Bandung
Priambodo Bambang.1981. Teknologi Mekanik. Jakarta. Erlangga
Yogaswara Eka. 2001. Mesin Frais Konvensional Dan CNC. Bandung. Armico

MESIN FRAIS
38

TUGAS MATA KULIAH MANUFACTURE


DOSEN PEMINA: Drs. KUSDI, ST. MT.

Oleh:
Sulisetiyoningrum : 607615513035
Arif Rahman : 607615513042

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


PROGRAM PASCA SARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEJURUAN
Nopember 2008

39