Anda di halaman 1dari 3

Pertemuan 10 : Tutorial 5

1. Apa definisi dan pengertian Malpraktek Medik?


Malpraktek medik adalah kelalaian seorang dokter untuk mempergunakan tingkat
keterampilan dan ilmu pengetahuan yang lazim di pergunakan dalam mengobati pasien
atau orang yang terluka menurut ukuran di lingkungan yang sama. Yang dimaksud
dengan kelalaian disini adalah sikap kekurang hati-hati, yaitu tidak melakukan apa yang
seseorang dengan sikap hati-hati melakukannya dengan wajar, atau sebaliknya melakukan
apa yang seseorang dengan sikap hati-hati tidak akan melakukannya dalam situasi
tersebut. Kelalaian diartikan pula dengan melakukan tindakan kedokteran dibawah
standar pelayanan medik.
Menurut M. Yusuf Hanafiah malpraktek medis adalah kelalaian seorang dokter untuk
mempergunakan tingkat keterampilan dan ilmu pengetahuan yang lazim dipergunakan
dalam mengobati pasien atau orang yang terluka menurut ukuran di lingkungan yang
sama.
Pengertian yang dikemukakan oleh World Medical Association, menunjukkan bahwa
malpraktik medik dapat terjadi karena tindakan yang disengaja (intentional) seperti pada
misconduct

terntentu,

tindakan

kelalaian

(negligence)

ataupun

suatu

kekurangmahiran/ketidakkompeten yang tidak beralasan.


2. Apa jenis-jenis Malpraktek Medik?
Ngesti Lestari dan Soedjatmiko membedakan malpraktek medic menjadi 2 bentuk, yaitu
malpraktek etik dan malpraktek yuridis, ditinjau dari segi etika profesi dan segi hukum.
Malpraktek Medik dibagi atas 3 (tiga) jenis :
1. Malpraktek Yuridis
Malpraktek Yuridis dapat dibagi lagi menjadi 2 (dua), yaitu :
a). Malpraktek Perdata
b). Malpraktek Pidana
2. Malpraktek Etik
3. Malpraktek Administratif
3. Bagaimana secara garis besarnya standar pelayanan medik?
Setiap jenis pelayanan medis harus sesuai dengan SPM, adapun tindakan medis dianggap
sesuai dengan SPM apabila terdiri atas unsur utama berikut ini.
a. Bekerja dengan teliti, hati-hati dan seksama.
b. Sesuai dengan ukuran medis.
c. Sesuai dengan kemampuan rata-rata sebanding dokter dengan kategori keahlian
medis yang sama.
d. Dalam keadaan yang sebanding
e. Dengan sarana dan upaya yang sebanding wajar dengan tujuan

4. Apa sajakah yang digolongkan kasus Malpraktek Medik dan bukan Malpraktek Medik?
Malpraktek Medik adalah Malpraktek yang dilakukan oleh :
Tenaga Medis
Tenaga Keperawatan
Tenaga Kefarmasian
Tenaga Kesehatan Masyarakat
Tenaga Gizi
Tenaga Keterapian Fisik
Tenaga Keteknisan Medis
Sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 1996 tentang Tenaga
Kesehatan, sedangkan bila dilakukan diluar itu bukanlah termasuk malpraktek medis.
5. Bagaimanakah prosedur tuntutan kasus Malpraktek Medik?
1) Tuntutan secara Civil Malpractice dengan memenuhi kategori
Tidak melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan.
Melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan tetapi
terlambat melakukannya.
Melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan tetapi tidak
sempurna.
Melakukan apa yang menurut kesepakatannya tidak seharusnya dilakukan.
Pertanggung jawaban civil malpractice dapat bersifat individual atau korporasi
dan dapat pula dialihkan pihak lain berdasarkan principle of vicarius liability.
Dengan prinsip ini maka rumah sakit/sarana kesehatan dapat bertanggung gugat
atas kesalahan yang dilakukan karyawannya (tenaga kesehatan) selama tenaga
kesehatan tersebut dalam rangka melaksanakan tugas kewajibannya.
2) Tuntutan secara Criminal Malpractice manakala perbuatan tersebut memenuhi
rumusan delik pidana yakni :
a. Perbuatan tersebut (positive act maupun negative act) merupakan

perbuatan

tercela.
b. Dilakukan dengan sikap batin yang salah (mens rea) yang berupa kesengajaan
(intensional), kecerobohan (reklessness) atau kealpaan (negligence).
Criminal malpractice yang bersifat sengaja (intensional) misalnya
melakukan euthanasia (pasal 344 KUHP), membuka rahasia jabatan (pasal
332 KUHP), membuat surat keterangan palsu (pasal 263 KUHP),
melakukan aborsi tanpa indikasi medis pasal 299 KUHP).

Criminal malpractice yang bersifat ceroboh (recklessness) misalnya


melakukan tindakan medis tanpa persetujuan pasien informed consent.
Criminal malpractice yang bersifat negligence (lalai) misalnya kurang
hati-hati mengakibatkan luka, cacat atau meninggalnya pasien.
Pertanggung jawaban didepan hukum pada criminal malpractice adalah bersifat
individual/personal dan oleh sebab itu tidak dapat dialihkan kepada orang lain
atau kepada rumah sakit/sarana kesehatan.
3) Tuntutan Administrative Malpractice
Tenaga kesehatan dikatakan telah melakukan administrative malpractice
manakala tenaga kesehatan tersebut telah melanggar hukum administrasi. Perlu
diketahui bahwa dalam melakukan police power, pemerintah mempunyai
kewenangan menerbitkan berbagai ketentuan di dokter atau dokter gigi, misalnya
tentang persyaratan bagi dokter atau dokter gigi untuk menjalankan profesinya
(Surat Ijin Kerja, Surat Ijin Praktek), batas kewenangan serta kewajiban dokter
atau dokter gigi. Apabila aturan tersebut dilanggar maka tenaga kesehatan yang
bersangkutan dapat dipersalahkan melanggar hukum administrasi.
Kasus di atas adalah termasuk malpraktik jenis Criminal malpractice yang
bersifat negligence (lalai) misalnya kurang hati-hati mengakibatkan luka, cacat
atau meninggalnya pasien.
6. Yang bagaimanakah dikatakan Malpraktek etik, pidana dan perdata?
a. Malpraktek etik adalah pelanggaran yang dilakukan oleh dokter yang bertentangan
dengan kode etik kedokteran yang dituangkan ke dalam KODEKI yang merupakan
seperangkat standar etis, prinsip, aturan atau norma yang berlaku bagi kalangan
dokter.
b. Malpraktek Perdata terjadi apabila terdapat hal-hal

yang menyebabkan tidak

terpenuhinya perjanjian (wanprestasi).


c. Malpraktek Pidana terjadi apabila pasien meninggal dunia atau mengalami cacat
akibat dokter/tenaga kesehatan lainnya yang kurang hati-hati atau lalai.
7. Bagaimanakah jalur tuntutan kasus Malpraktek Medik?
Jalur persidangan maupun jalur diluar persidangan dengan menggunakan Alternative
Disputes Resolution. Adapun jalur persidangan atau pengadilan dapat memilih jalur
perdata, pidana, maupun administratif.