Anda di halaman 1dari 52

Umi Nurarfah

Pendidikan fisika B/3/1209207082


BAB I
PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Bimbingan dan konseling berasal daari dua kata yaitu bimbingan dan
konseling. Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang berasal
dari kata guide berarti to direct, pilot, manager, or steer, artinya
:menunjukan, mengarahkan, menentukan,mengatur,atau mengemudikan.
Bimbingan pada prinsipnya adalah proses pemberian bantuan yang
dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang
individu dlam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman
tentang dirinya sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan, dan
menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan
berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Konseling adlah usah membantu konseli / klien secara tatap muka denga
tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap
berbagai persoalan atau masalah khusus.
Bimbingan dan konseling aalah suatu proses pemberian bantuan kepada
individu secara berkelanjutan dan sistematis, yang dilakukan oleh seorang
ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk itu dan dengan tujuan agar
individu dapat memahami dirinya,lingkungannya, serta dpat mengarahkan
diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk mengembangkan
potensi

dirinya

secara

optimal

untuk

kesejahteraan

dirinya

dan

masyarakat.
Bimbingn dan konseling merupakan dua kegiatan kerja yang saling
melengkapi. Counceling merupakan salah satu teknilk pelayanan dalam
bimbingan secara keseluruhan, yaitu dengan memberikan bantuan secara
individual (face to face relationship), guidance dan conseling mempunyai
hubunganyang sangat erat. Perbedaannya terletak pada tingkatannya.
Bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang bersumber pada
kehidupan manusia. Kenyataan menunjukan bahwa manusia sering
menghadapi persoalan yang silih berganti, persoalan yang satu dapat
diatasi maka akan timbul masalah lain, begitulah seterusnya. Diantara
masalah tersebut ada yang bisa dihadapi sendiri dan tidak sedikit untuk

Umi Nurarfah
Pendidikan fisika B/3/1209207082
mengatasi permaslahan itu diperlukan bantuan orang lain. Bagi merekalah
bimbingan dan knseling ini sangat diperlukan.
Bimbingan dan konseling ditujukan bagi tiap- tiap aspek dan individu, baik
fisik, psikis maupun social dari individu yang bersangkutan.
Bidang gerak bimbingan dan konseling adalah lingkungan keluarga,
sekolah, dan masyarakat yang lebih luas, misalnya dalam bidang industry,
perusahaan, ketentaraan, biro-biro social, dsb. Masing-masing bidang
gerak ini membawa sifat atau corak yang berbeda mengenai jenois atau
bimbingan dan konselingnya
Bimbingan, dalam rangka menemukan pribadi, mengandung makana
bahwa guru kelas , dalam kaitannya dengan pelaksanaan bimbingan,
diharapkan mampu memberikan bantuan kepada siswa, seperti orang
tua/wali.

Bimbingan agar siswa mampu merencanakan masa depan

mengandung makna bahwa guru diharapkan mampu membantu sswa


mengenal berbagai jenis pekerjaan dan pendidikan yang ada di lingkungan
sekitarnya,

serta

mengembangkan

cita-cita

siswa

sesuai

dengan

pengenalan siswa akan berbagai jenis pekerjaan dan pendidiknnya


tersebut.
Tujuan umum pelayanan bimbingan dan konseling pada dasarnya sejalan
dengan tujuan pendidikan itu sendiri karena bimbingan dan konseling
merupakan bagian integral dari system pendidikan. Upaya bimbingan dan
konseling memungkinkan siswa mengenal dan menerima diri sendiri serta
mengenal dan menerima lingkuangannya secar positif dan dinamis serta
mampu mengambil keputusan, mengamalkan dan mewujudkan diri sendiri
secara efektif dan produktif sesuai dengan peranan yang diidnginkannya
di masa yang akan datang. Secar lebih khusus, kawasan bimbingan dan
konseling yang mencakup

seluruh upaya tersebut

meliputi bidang

bimbingan pribadi, bimbingan social, bimbingan belajar, dan bimbingan


karir.
Tujuan khusus bimbingan dan konseling

di sekolah adalah membantiu

siswa untuk mengembangkan pemahaman diri dan mengembangkan


potensi yang ada dalam diri siswa, membantu siswa mengembangkan

Umi Nurarfah
Pendidikan fisika B/3/1209207082
motif- motif belajar, membantu siswa untuk hidup dalam kehidupan yang
seimbang.
Fungsi bimbingan konseling di sekolah adalah untuk

membentuk siswa

menjadi sosok pribadi manusia Indonesia yang dicita-citakan, yang


tercantum dalam tujuan pendidikan nasional. Tujuan lainnya adalah untuk
menghindari perilaku siswa yang tidak diharapkan, serta memfasilitasi
siswa

secara

sistimatik

dan

terprogram

untuk

mencapai

standar

kompetensi kemandirian.
Implementaasi bimbingan dan konseling di sekolah diorientasikan pada
upaya memfasilitasi perkembangan potensi konseli, yang meliputi aspek
pribadi, social, belajar, dan karir: atau terkait dengan pengembangan
pribadi konseli sebagai mahluk yang berdimensi biopsikososiopritual
(biologis, psikis, social, dan spiritual).

Umi Nurarfah
Pendidikan fisika B/3/1209207082
BAB II
PERKEMBANGAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Berikut adalah tahapan sejarah bimbingan konseling menurut Bradley
1. Vocational Exploration : tahaopan yang menkankan analisis individual
dan kerja
2. Meeting Individual Needs : tahapan yang menekankan meeting untuk
membantu individu memperoleh kepuasan kebutuhan hidupnya.
3. Transisional Professionalism: tahapan yang memfokuskan perhatian
pada upaya profesionalisasi konselor.
4. Situasional Diagnosis :tahapan sebagai periode perubahan dan inovasi
tahapan

ini

memfokuskan

pada

analisis

lingkungan

dalam

proses

bimbingan dan gerakan cara-cara yang hanya terpusat pada individu.


Sejarah lahirnya bimbingan dan konseling di Indonesia:

Sejarah lahirnya bimbingan dan konseling di Indonesia diawali dengan

dimasukkannya bimbingan dan konseling pada setting sekolah.


20-24 Agustus 1960 dilaksanakan Konferensi Fakultas Keguruan dan
Ilmu

Pendidikan,

menghasilkan

keputusan

untuk

memasukkan

bimbingan dan penyuluhan ke dalam kurikulum FKIP.


Tahun 1964, IKIP Bandung dan IKIP Malang mendirikan jurusan

bimbingan dan penyuluhan.


Tahun 1971 berdiri Proyek Perintis Sekolah dan Pembangunan (PPSP)
pada delapan IKIP, melalui proyek ini, bimbingan dan penyuluhan
dikembangkan

dan

berhasil

disusun

Pola

Dasar

Rencana

dan

Pengembangan Bimbingan dan Penyuluhan pada PPSP.


Tahun 1978 diselenggarakan program PGSLP dan PGSLA bimbingan dan
penyuluhan di IKIP untuk mengisi jabatan guru bimbingan dan
penyuluhan di sekolah yang sampai saat itu belum ada jatah
pengangkatan guru

BP

dari

tamatan S1

Jurusa

bimbingan

dan

penyuluhan.
Keberadaan bimbingan dan penyuluhan secara legal formal diakui tahun
1989 dengan lahirnya SK Menpan No. 026/Menpan/1989 tentang Angka
Kredit

bagi

Jabatan

Guru

dalam

Lingkungan

dalam

Lingkungan

Umi Nurarfah
Pendidikan fisika B/3/1209207082
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Akan tetapi pelaksanaannya

masih belum jelas sampai tahun 1993.


Lahir SK Menpan No.83/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan
Angka Kreditnya yang di dalamnya termuat tentang Bimbingan dan
Konseling di sekolah. Ketentuan pokok dalam SK Menpan itu dijabarkan
lebih lanjut melalui SK Mendikbud No.025/1995.

Pada Pra-Lahirnya Pola 17, pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan di


sekolah diselenggarakan dengan pola yang tidak jelas. Ketidakjelasan pola
ini berdampak pada buruknya citra bimbingan dan konseling.Pada
pelaksanaannya pun, bimbingan dan penyuluhan di sekolah menjadi tidak
jelas dikarenakan hal-hal berikut:
1. Belum adanya hukum
2. Semangat luar biasa untuk melaksanakan bimbinga dan konseling
3. Belum ada aturan main yang jelas
Pada lahirnya pola 17, SK Mendikbud No.025/1995 sebagai petunjuk
pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Anngka Kreditnya memuat halhal yang substansional khususnya menyangkut bimbingan dan konseling,
yaitu sebagai berikut:
1. Istilah bimbingann dan penyuluhan secara resmi diganti menjadi
bimbingan dan konseling.
2. Pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah adalah guru
pembimbing yaitu guru yang secara khusus ditugasi untuk itu.
3. Guru yang diangkat atau ditugasi untuk melaksanakan kegiatan
bimbingan dan konseling adalah mereka yang berkemampuan
melaksanakan kegiatan tersebut
4. Kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan dengan pola yang
jelas.
5. Setiap kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan melalui tahap
perencanaan

kegiatan,

pelaksanaan

kegiatan,

penilaian

hasilkegiatan, analisis hasil penilalian,serta tindak lanjut.


6. Kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan di dalam dan di luar
jam kerja sekolah.

Umi Nurarfah
Pendidikan fisika B/3/1209207082
7. Penyusunan pedoman Musyawarah

Guru

Pembimbing (MGP)

dengan SK Mendikbud No.025/1995, khususnya yang menyangkut


bimbingan dan konseling menjadi jelas.
Berikut adalah pola umum bimbingan dan konseling di sekolah:
BK POLA 17
1. Seluruh kegiatan BK didasari satu pemahaman yang menyeluruh
dan terpadu tentang wawasan dasar bimbingan dan konseling yang
meliputi pengertian, tujuan, fungsi, prinsip dan asas- asas BK.
2. Kegiatan bimbingan dan konseling secara menyeluruh, meliputi 4
bidang bimbingan, yaitu bimbingan pribadi, bimbingan social,
bimbingan belajar dan bimbingan karir.
3. Kegiatan
BK
dalam
keempat
bidang

bimbingannya

itu

diselenggarakan melalui tujuh jenis layanan, yaitu layanan orientasi,


informasi,penempatan/penyaluran,
konselingperseorangan,

bimbingan

pembeljaran,
kelompok,

dan

konseling

kelompok.
4. Untuk mendukung ketujuh jenis layanan itu diselenggarakan lima
jenis kegiatan pendukung, yaitu instrumentasi bimbingan dan
konseling, himpunan data, konferensi kasus,kunjungan rumah dan
alih tangan kasus.
Dapat dipahami dengan jelas bahwa bimbingan dan konseling yang pada
awal perkembangan ilmu ini lebih dikenal dengan istilah bimbingan dan
penyuluhan , merupakan terjemahan dari istilah guidance dan counseling.

Umi Nurarfah
Pendidikan fisika B/3/1209207082
BAB III
DASAR, PRINSIP, DAN PENDEKATAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Penyelenggaraan Bk harus memenuhi asas bimbingan. Pemenuhan asas
bimbingan

akan

keberhasilan

memperlancar

layanan/kegiatan,

pelaksanaan
sedangkan

dan

lebih

menjamin

pengingkarannya

dapat

menghambat atau bahkan menggagalkan pelaksanaan, serta mengurangi


atau mengaburkan hasil layanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu
sendiri.
Berikut adalah asas dalam BK
1. Asas kerahasiaan, segenap data dan keerangan klien tidak boleh
dan tidak layak diketahui orang lain.
2. Asas kesukarelaan, harus ada

kesukarelaan

klien

dalam

mengukuti/menjalani layanan/ kegiatan yang diperuntukan baginya.


3. Asas keterbukaan, klien harus mempunyai sifat terbuka dan tidak
berpura-puradalam memberikan informasi kepada konselor.
4. Asas kegiatan, siswa harus dapat berpartisipasi aktif

dalam

penyelenggarakan/kegiatan bimbingan.
5. Asas kemandirian, klien diharapkan menjadi individu-individu yang
mandiri sesuai dengan tujuan umum BK.
6. Asas kekinian, objek sasaran layanan BK, yaitu permaslahan yang
dihadapi klien adalah dalam kondidi sekarang.
7. Asas kedinamisan, isi layanan terhadap klien hendaknya selalu
bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta
berkelanjutan sesuai kebutuhan.
8. Asas keterpaduan, berbagai layanan dan kegiatan BK harus saling
menunjang harmonis dan terpadu.
9. Asas kenormatifan, seluruh layanan dan kegiatan BK didasarkan
pada norma-norma.
10.
Asas keahlian, layanan dan kegiatan BK diselenggarakan atas
dasar kaidah-kaidah professional.
11.
Asa alih tangan, pihak yang tidak mampu menyelenggarakan
layanan

denagna

baik

atas

permasalahan

klien

dapat

mengalihtangankan kepada pihak lain yang ahli.


12.
Asas tut wuri handayani, layanan dan kegiatan BK harus dapat
mengayomi,

mengembangkan

keteladanan,

dan

memberikan

Umi Nurarfah
Pendidikan fisika B/3/1209207082
rangsangan dan dorongan serta kesempatan yang seluas-luasnya
kepada klien untuk maju.
Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling merupakan pemanduan hasil-hasil
teori dan praktek yang dirumuskna dan dijadikan pedoman, sekaligus
dasar bagi penyelenggaraan pelayanan.

Prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan:


Sasaran BK adalah individu-individu baik secara perorangan maupun

kelompok, BK harus mampu Melayani semua individu, memerhatikan


tahapan perkembangan, memerhatikan perbedaan individu dalam layanan
Prinsip yang berkenaan dengan permasalahan yang berkenaan
dengan permasalahan yang dialami individu
BK berurusan dengan hal yang menyangkut kondisi mental individu
dengan penyesuaian dirinya.
Prinsip yang berkenaan dengan program pelayanan bimbingan dan
konseling
BK merupakan
perkembangan,

bagian

program

BK

integrasi
harus

dari

fleksibel

proses
serta

pendidikan
disusun

dan

secara

berkelanjutan.
Prinsip yang berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan
Diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu
mandiri membimbing diri sendiri, pengambilan keputusan hendakanya
atas kemauana sendiri, permasalahan klien hendaknya diatasi oleh tenaga
ahli yang relevan, perlu adanya kerjasama dengan personal sekolah dan
orang tua.
Kode etik merupakan etiak profesi yang harus dipegang kuat oleh
setiap konselor. Kode etik juga merupakan moralitas para konselor dlam
menjalankan profesinya. Landasan kode etik konselor adalah pancasila
dan tuntutan profesi. Kualifikasi konselor adalah 1).harus memiliki nilai,
sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam bidang profesi konseling dan
2).pengakuan atas kewangan sebagai konselor.
Hubungan kelembagaan dan hak serta kewajiban konselor:
Konselor harus mengikuti dasar-dasar profesi dan tidak bekerja atas
dasar komersial
Prinsip yang berlaku dalam layanan individual berlaku pula dalam
hubungan kelembagaan.

Umi Nurarfah
Pendidikan fisika B/3/1209207082
Konselor harus dapat mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada
atasannya, serta berhak mendapatkan perlindungan dari lembaga itu
dalam menjalankan profesinnya.
Pekerjaan konselor harus dianggap sebagai sumbangan khas dalam
mencapai tujuan suatu lembaga
Konselor harus mengundurkan diri dari suatu lembaga jika ada
ketentuan yang tidak cocok dalam menjalankan tugasnya,
Konselor harus dapat menjaga kode etik.
Jika konselor merasa perlu melaporkan suatu hal tentang klien kepada
pihak lain, konselor harus mampu bersikap bijaksana dan harus
menjamin hak klien.
Personality guru pembimbing:
a. Berwawasan luas
b. Menyayangi anak
c. Sabar
dan
bijaksana
d. Lembut dan
hati

baik

e.
f.
g.
h.

Tekun dan teliti


Menjadi contoh
Tanggap dan mampu mengambil tindakan
Memahami dan bersikap positif terhadap

pelayanan BK
i. Mempunyai modal professional

j. Pendekatan pendekatan bimbingan dan konseling;


1. Pendekatan psikoanalitik
2. Pendekatan
eksistensialhumanistik
3. Pendekatan clien centered
4. Pendekatan gestalat

5. Pendekatan

analisis

transaksional
6. Pendekatan tingkah laku
7. Pendekatan rasional emotif
8. Pendekatan realitas

9.

Dalam membina hubungan dengan klien, konselor dapat

menggunakan salah asatu dari tiga pendekatan utama dalam konseling:


1. Pendekatan yang berpusat kepada konselor (counselor-centered
counseling)
2. Pendekatan yang berpusat kepada klien (client-centered counceling)
3. Pendekatan eklektik (campuran)
10.

Pendekatan yang

akan digunakan oleh

konselor

sangat

bergantung kepada bfaktor berikut:


a. Sifat klien, ada klien yang terbuka dan ada juga yang tertutup
b. Derajat keeratan hubungan antara konselor dank lien
c. Sifat konselor, ada yang senang berbicara dan ada yang pendiam.
11.

12. BAB IV
13. TEKNIK-TEKNIK BIMBINGAN DAN KONSELING
14.

Tujuan umuim bimbingan dan konseling adalah membantu

perkembangan kepribadian seoptimal mungkin. Dalam memberikan


bantuan tersebut, konselor harus mempertimbangkan kemampuan
dasar dan bakat-bakat individu, latar belakang keluarga, pendidikan,
status

social

ekonomi,

serta

sesuai

dengan

tuntutan

individu

yang

timbul

dalam

lingkup

positif

lingkungan.
15.

Masalah

sekolah

diklasifikasikan ke dalam tiga bidang


1. Masalah pendidikan, individu merasakan kesulitan alam menghadapi
kegiatan belajar, seperti membagi waktu belajar, cara belajar,
mengerjakan

tugas,

menyesuaikan

dengan

pelajaran

baru,

lingkungan seklah, guru-guru, tata tertib sekolah dan sebaginya


2. Masalah pribadi dan social, masalah pribadi dalam lingkup sekolah
umumnya berawal dari dalam diri individu yang berhadapan dengan
lingkungan sekitarnya. Masalah ini banyak dialami ketika anak
menjelang

tahap

adolesens,

masalah

yang

muncul

misalnya

kesulitan dalam mencari teman, merasa terassing dengan pekerjaan


kelompok dll.
3. Maslah pekrjaan, misalanya dalam memilih enis pekerjaan yang
cocok dengan dirinya, memilih latihan tertentu untuk seuatu
pekerjaan, mendapatkan informasi tentang jenis pekerjaan dan
kesulitan dalam lingkungan pekerjaan.
16.

Program

bimbingan

dan

konseling

merupakan

kegiatan

layanan dan kegiatan pendukung yang akan dilaksanakan pada


periode tertentu. Karena terkait dengan proses dan langkah-langah
pelaksanaan studi, terdapat berbagai program sesuai dengan waktu
yang tersedia
1. Jenis program,program tahunan, program bulanan dan program
harian.

a. Program tahunan yaitu program yang akan dilaksanakan selama


satu tahun pelajaran dalam unit semesteran dan bulanan, di
dalamnya meliputi program semester dan bulanan.
b. Program bulanan yaitu program yang akan dilaksanakan selama
satu bulan dalam unit mingguan dan harian, di dalamnya meliputi
program mingguan dan harian,
c. Program harian yaitu program yang akan diolaksanakanpada harihari tertentu dalam datu minggu.
2. Materi program harus merupakan sinkronisasi dari unsur 1)tugas
perkembangan siswa; 2)bidang bimbingan; serta 3)jenis layanan dan
kegiatan pendukung bimbingan.
3. Rincian program
a. Program untuk periode yang lebih besar dijabarkan menjadi
program-program yang lebih kecil
b. Program harian dirumuskan dalam bentuk program satuan
layanan dan satuan kegiatan pendukung yang memuat sasaran,
tujuan, materi, metode, waktu, tempat dan penilaian.
4. Tahap-tahap pelaksanaan program satuan kegiatan

meliputi

perencanaan, pelaksanaan, penilaian, analisis hasil, tindak lanjut.


17.

Metode yang dapat digunakan untuk memperoleh data dalam

merealisasiak bimbingan dan konseling:


1. Observasi,
mengadakan

yaitu

cara

untuk

pengamatan

mengumpulkan

secara

langsung,

data

dengan

pelaksanaan

penyelidikan dilakukan dengan menggunakan pancaindra secara


aktif.
18.
Dilihat dari peranan observer,observasi dibagi 3 macam:
a. Observasi yang berpartisipasi (participant observation), observer
turut

mengambil

bagian

dalam

perikehidupan

orang

yang

diobservasi
b. Observasi non partisipasi (non-participant observation),kebalikan
dari yang kesatu
c. Quasi partisipasi, observer seolah-olah turut berpartisipasi
19.

Dilihat dari tujuannya

a. Observasi sistematis, dilaksanakkan dengan mempergunakan


rencana kerangka terlebih dahulu.

b. Observasi non sistematis, hal-hal yang akan diselidiki belum


disistematiskan, namun sudah terencana.
20.

Dilihat dari situasinya:

a. Free situation, dijalankan dalam situasiyang bebas, tidak ada halhal yang membatasi jalannya observasi
b. Manipulated situation, dijalankan dlam situasi yang disengaja
c. Partially controlled situation, sebagian situasinya dengan sengaja
ditimbulkan sehingga sifatnya terkontrol, sebagian dalam free
situation.
21.

Penacatatan

hasil

observasi

dapat

dilakukan

saat

berlangsungnya observasi hal ini dapat mengeliminasi hal-hal yang


tidak sebenarnya dan mengindari factor lupa. Kelemahannya yaitu
perhatian akan tercabang kepada hal yang diobservasi dan kepada
pencatatan

serta

menimbulakan

kecurigaan

dari

orang

yang

diamati. Pencataan juga dapat dilakukan saat observasi telah selesai


namuan dengan kelemahan adalah kelemahan ingatan manusia
yang tidaka sepenuhnya dapat mengingat kejadian yang diamatinya
sehingga hasil penelitian kurang optimal. Untuk menanngani hal ini
maka pencatatan dilakukan hanya pada garis besarnya saja, dan
hasilnya dapat diolah setelah observasi selesai.
22.

Fakta dan interpretasi merupakan hal yang harus diperhatikan

dlam observasi. Apa saja yang didapata dari observasi masih


merupakan fakta. Intrepertasi diberikan setelah observasi selesai.
Fakta adalah objektif sementara interpretasi bersifat subjektif.
23.

Hal yang harus diperhatikan dalam observasi meliputi tema,

cara observasi, cara pencatatan asil observasi, membedakan fakta


dan

interpretasi

serta

dlam

malakukan

observasi

jangan

memberikan interpretasi.
24.

Beberapa

alat

observasi

dianataranya

adalah

anecdotal

records,catatan berkala, check list, rating scale,serta mechanical


devices.

2. Questionnaire
25.

Disebut juga angket adalah daftar pertanyaan yang harus

dijawab oleh orang yang menjadi sasaran quertionare tersebut.


Dilihat dari bentuknya ada tigamacama bentuk yaitu
a. Pertanyaan tertutup (closed questionare), yaitu pertanyaan yang
jawabannya telah disediakan
b. Pertanyaan terbuka (opened questionare), seseorang diberikan
kebebasan seluas-luasnya dlam memberikan jawaban.
c. Pertanyann terbuka dan tertutup.
26.

Dilihat

dari

caranya,

yaitu

1).langsung

yaitu

diberikan

langsung kepada sasarnnya dan mendapat jawaban dari pihak


pertama.

2).tidak

langsung,

yang

di

dalam

mendapatkan

jawabannya membutuhkan perantara.


27.

Keuntungan metode questionare adalah praktis,ekonomis dank

lien dpat menjawab dengan terbuka dan leluasa tanpa dipengaruhi


oleh temannya.
28.

Kelemahannya adalah jiak ada pertanyaan yang kurang jelas

sulit mendapatkan penjelasan yang lebih lanjut, pertanyaannya


bersifat kaku, sulit memberikan jaminan bahwa questionare yang
telah doisebarkan akan kembali seluuhnya.
3. Interview (wawancara)
29.

Adalah

metode

untuk

mendapatkan

data

dengan

menngadakan face to face secara lisan.


30.

Kelebihan wawancara adalah 1). Pertanyaan yang kurang jelas

dapat diperjelas oleh pewawancara, 2).bahasa pewawancara dapat


disesuaikan, 3).adanya hubungan langsung dapat menimbulkan
hubungan baik.
31.

Kelemahan wawancara adalah 1). Membutuhkan waktu yang

lama, 2). Wawancara membutuhkan keahlian, 3).dapat terjadi


prasangka sehingga mempengaruhi keobjektifan hasil wawancara.

32.

Macam-macam

wawancara

menurut

tujuannya:

the

employment interview, iformational interfiew, administrasi interview,


dan konseling interview.
33.

wawancara

menurut

jumlah

orang

yang

diwawncara:

1).individual dan 2).kelompok.


4. Sosiometri
34.

Menunjukan ukuran berteman, dengan sosimetri dapat dilihat

bagaimana hubungan social atau hubungan teman atau bergaul. Baik


atau tidaknya hubungan social dapat dilihat dari Frekuensi, yaitu sering
atau tidaknya anak itu bergaul; Intensitet, yaitu intim atau tidaknya
mereka bergaul; Popularited, yaitu banyak tidaknya teman bergaul.
5. Tes
35.

Adalah

suatu

metode

atau

alat

untuk

mengadakan

penyelidikan dengan menggunakan soal-soal yang telah dipilih


dengan standar yang telah ditentukan.
36.
Macam tes berdasarkan banyaknya orang yang dites,1). Tes
individual; 2)tes group. Berdasarkan kemampuan jiwa yang akan
diselidiki 1). Tes pengamatan; 2). Tes perhatian; 3).tes intelegensi.
Berdasarkan cara pengetesan 1). Tes verbal; 2). Tes peraga.
6. Case studi (studi kasus)
37.
Adalah metode penyelidikan untuk mempelajari kejadian
mengenai perseorangan
38.
39.

Langkah-langkah bimbingan

1. Langkah identifikasi anak, dimaksudkan untuk mengenal anak


beserta gejala-gejala yang tampak.
2. Langkah diagnosis, yaitu langkah untuk menetapkan masalah yang
dihadapi anak beserta latar belakangnya.
3. Langkah prognosis, yaitu langkah untuk menetapkan jenis bantuan
yangakan dilaksanakan untuk bimbingan anak.
4. Langkah terapi, yaitu langkah pelaksanaan bimbingan atau bantuan
5. Langkah evaluasi dan follow up, untuk menilai sejauhmanakah terapi
yang dilakukan telah mencapai hasilnya.

40.

Tekhnik bimbingan dan konseling ada dua macam, yaitu

bimbingan kelompok dan bimbingan individu,


41.

Bimbingan kelompok dipergunakan dalam membantu siswa

dalam memecahkan masalah melalui kegiatan kelompok; home


room program, kryawisata, diskusi kelompok, kegiatan kelompok,
organisasi siswa
42.

Bimbingan

individu adalah salah satu cara pemberian

bantuan secara perseorangan dan secara langsung. Biasanya


masalah yang dipecahkan melalui tekhnik ini adalah masalah yang
sifatnya pribadi.
43.

44.

BAB V

45.

AGAMA

DAN

PSIKOLOGI

SEBAGAI

LANDASAN

DALAM

MELAKSANAKAN BIMBINGAN DAN KONSELING


46.

Yang mengendalikan kelakuan dan tindakan seseorang adalah

kepribadiannya. Kepribadian terbentuk dan tumbuh daripengalaman


yang dilaui sejak lahir bahkan sejak dalam kandungan.
47.

Agama merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan

manusia, hal ini tidak terlepas dari peranan para nabi dalam
memimpin

membimbing

dan

mengarahkan

manusia

kea

rah

kebaikan yang hakikidan juga para nabi sebagai figure konselor yang
ahli dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan jiwa
manusia agar trlepas dari tipu daya syetan, seperti dalam Al-Quran:
demi masa. Sungguh manusi ada dalam kerugian, kecuali orangorang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling
menasihati

untuk

kebenarandan

saling

menasihati

untuk

kesabaran.(al-asr; 1-3).
48.

Dari ayat dia atas, manusia diharapkan saling member

bimbingan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas manusia itu


sendiri, sekaligus memberi konseling agar tetap sabardan tawakal
dalam menghadapi perjalanan kehidupan yang sebenarnya. Dalam
hal ini islam memberikan perhatian pada proses bimbingan. Allah
menunjukan adanya bimbingan, nasihat atau petunjuk bagi manusia
yang beriman dalam melakukan perbuatan terpuji.
49.

dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang

menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang maruf, dan


mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang
beruntung.(ali-imran 104). Ayat tersebut member kejelasan bahwa
pelaksanaan bimbingan dan konseling akan mengarahkan seseorang
pada kesuksesan dan kebajikan, dan konselor pun akan mendapat
nilai tersendiri dari Allah SWT. Pada diri iklien ada benih- benih
agama, sehingga untuk mengatasi masalah dapat dikaitkan dengan

agama, maka pembimbing dan konselor dapat mengarahkan klien


kea rah agamanya.
50.

Sangat jelas bahwa peranan agama, sangat berpengaruh pada

kepribadian. Oleh karena itu kepribadian seseorang dapat didekati


atau dipengaruhi oleh ajaran agamanya. Dengan begitu peranan
agama dalam kegiaan bimbingan dan konseling sangatlah besar,
terutama dalam membentuk aspek kepribadian dan kejiwaan
seseorang.
51.

Secar umum terdapat empat aspek pokok yang mendasari

pengembangan layanan bimbingan dan konseling, yaitu landasan


filosofis,psikologis, social budaya dan ilmu pengetahuan. Landasan
psikologis

merupakan

landasan

yang

dapat

memberikan

pemahaman bagi konselortentang perilaku individu yang menjadi


sasarn klien. Untuk kepentingan bimbingan dan konseling ada
beberapa kajian psikologi yang perlu dikuasai oleh konselor
a. Motif dan motivasi, berkenaan dengan dorongan yang menggerakan
seseorang untuk berbuat sesuatu untuk kelangsungan hidupnya.
b. Pembawaan dan lingkungan, berkenaan dengan factor yang
membentuk dan mempengaruhi perilaku individu. Pembawaan
adalah segala sesuatu yang dibawa sejak lahir. Pembawaan pada
dasaranya

bersifat

potensialyang

perlu

dikembangkan,

untuk

mengoptimalkan dan mewujudkannya bergantung pada lingkungan


tempat individu tersebut tinggal.
c. Perkembangan individu berkenaan dengan proses tumbuh dan
berkembangnya individu sejak masa prenatal hingga akhir hayatnya,
diantaranya meliputi aspek fisik dan psikomotorik, bahasa dan
kognitif/ kecerdasan, moral dan social.
d. Belajar merpakan salah satu konsep yang amat mendasar dari
psikologi, untuk memahami hal- halyang berkaitan dengan belajar
maka harus terlebih dahulu menguasai teori belajar.
e. Kepribadian, untuk mengenali tipe kepribadian individu , terdapat
teori kepribadian menurut para ahli yang sudah banyak dikenal.

52.

Pengukuran psikologi merupakan pengukuran denga objek

psikologis tertentu. Objek pengukuran psikologi disebut sebagai


psychological attributes atau psychological traits, yaitu cirri yang
mewarnai atau melandasi perilaku. Kegiataan pengukuran psikologis
sering

disebut

tes.

Tes

adalah

kegiatan

mengamati

atau

mengumpulkan sampel tingkah laku yang dimiliki individu secara


sistematis dan terstandar. Tes terdiri dari dua jenis
a. Optimal performance test :melihat kemampuan optimal individu
b. Typical performance test : memuat perasaan, sikap, minat, atau
reaksi-reaksi situasional individu.
53.

Tes

psikologi

menjadi

sangat

penting

dalam

kegiatan

bimbingan dan konseling, bahkan saat ini ilmu psikologi semakin


dirasakan manfaatnya dalam dunia pendidikan.dari bantuan ini
dapat diprediksi kondisi kejiwaan dan potensi yang ada pada diri
peserta didik. Cara mengetahuainya adlah denga mengadakan tes
psikologi yang popular disebut psikotes.
54.
55.

Tujuan tes

a. untuk mengukur kecerdasan, bakat,minat dan kepribadian siswa


serta keanjutan studi
b. menelusuri
kesalahan

belajar

dan

pengarahan

selanjutnya9bimbingan dan konseling)


c. mengukur kemajuan prestasi pesreta didik
d. melengkapi data agar lebih akurat untuk sekolah, guru pembimbing
dan orang tua
e. membantu siswa untuk memilih sekolah lanjutan.
56.

Manfaat tes

a. bagi sekolah :hasil pelaksanaan tes dapat membantu ketepatan


dalam menyusun kebijakan umum sekolah
b. bagi guru: perpaduan hasil tes diharapkan akan membantu pihak
guru pembimbing dalam meninglkatkan kualitas layanan melalui
bimbingan konseling kepada siswa secara akurat

c. bagi siswa: dapat mengetahui seberapa jauh tingkat kemampuan,


kecerdasan, serta potensi siswa, sehingga akan membantu dalam
manentukan keputusan pendidikan selanjutnya.
d. Bagi orang tua: untuk mengetahui perkembangan psikologis anak
dan sebagai pedoman dlam mengarahkan anaknya.
57.

Program palayanan tes psikologi pendidikan untuk SLTP,SLTA

dan perguruan tinggi :


a. Assessment psikologi/test IQ (manfaat seleksi siswa baru)
b. Tes bakat dan minat
c. Pemilihan jurusan/ fakultas di perguruan tinggi.
58.

59.

BAB VI

60.

BIMBINGAN KARIR DAN BIMBINGAN JABATAN

61.

Bimbingan karir merupakan suatu proses bantuan yang

diberikan pada individu melalui berbagai cara dan bentuk layanan


agar mampu merencanakan karir denagan mantap sesuai dengan
bakat, minat dan kemampuan, pengetahuan dan kepribadian serta
factor-faktor yang mendukung kemajuan dirinya, misalnya informasi
karir yang diperoleh siswa dan status social ekonomi orangtu.
62.

Layanan bimingan dan konseling merupakan kegiatan yang

terencana berdasarkan pengukuran kebutuhan (need assessment)


yang diwuudkan dalam bentuk program bimbingan dan konseling.
Program bimbingan dan konseling disusun berdasarkan strutur
program dan bimbingan konseling perkembangan sebagai berikut:
1. Program bimbingan karir dan konseling mencakup informasi tentang
dunia kerja, hubungan industrial, dan layanan perkembangan belajar
2. Substansi informasi dunia kerja, meliputi lapangan kerja, jenis dan
persyaratan jabatan, prospek dunia kerja, budaya kerja.
3. Substansi layanan industrial, meliputi hubungan kerja, sarana
hubungan industrial, dan masalah khusus ketenagakerjaan.
4. Substansi layanan perkembangan belajar, meliputi kesulitan bekajar,
minat dan bakat, masalah social dan masalah pribadi.
63.

Menurut Martin Handoko,tahap-tahap perkembangan karir

dibagi menjadi tiga tahap pokok:


1. Tahap fantasi: 0-11 tahun (masa SD), anak sering menyebutkan citacitanya jika sudah besar, senang bermain peran sesuai yang mereka
lihat di lingkungannya. Jabatan yang mereka inginkan sangat
dipengaruhi oleh lingkungan. Anak belum ampu memilih jenis
pekerjaan secara rasional dan objektif

karena belum mengetahui

bakat, minat, dan potensi mereka yang sebenarnya


2. Tahap tentative: 12-18 tahun (masa sekolah menengah), anak mulai
menyadari

bahwa

mereka

memiliki

minat

dan

bakat

serta

kemampuan yang berbeda satu sam lain.tahap ini dibagi menjadi


empat subtahap,
64.

(1) minat(interest): 11-12 tahun, anak cenderung melakukan

pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kesukaannya saja.


65.

(2) kapasitas (capacity),13-14 tahun, anak mulai melakukan

pekerjaan berdasarkan kemampuan masing-masing.


66.

(3) nilai (value):15-16 tahun,anak sudah dapat membedakan

kegiatan amana yang dihargai masyarakat,


67.

(4) transisi (transition): 17-18 tahun, anak sudah mampu

malkakuakn perencanaan karir secara lebih rasional dan objektif. Tahap


ini dibagi menjadi tiga subtahap yaitu eksplorasi (eksploration) remaja
mulai menerapkan pilihan yang dipikirkan pada tahap tentative akhir
namuan

mereka

belum

kristalisasi(chrstallization)

remaja

dapat
mulai

mengambil
merasa

keputusan;

mantap

dengan

pekerjaan tertentu; dan spesifikasi (specification) remaja sudah mampu


mengambil keputusan yang jelas mengenai karir yang dipilihnya.
68.

Ginzberg dkk, menegaskan bahwa proses pilihan karir terjadi

sepanjang hidup manusia, artinya bahwa suatu ketika dimungkinkan


orang berubah pikiran, faktor peluang / kesempatan memegang
peranan yang sangat penting.
69.

Isi layanan bimbingan di sekolah dasar ada tiga: 1. Bimbingan

pribadi-sosial, 2. Bimbingan belajar, 2. Bimbingan karir. Dalam


memberikan bimbingan, guru pembimbing dapat menggunakan
pedoman bimbingan dan konseling sebagai acuan yang tetap
terbuka untuk disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.
Materi bimbingan karir sebenarnya dapat disusun sendii dengan
syarat mempertimbangkan fase-fase perkembangan karir.
70.
Pelaksana utama kegiatan bimbingan karir dan konseling
adalah konselo/pendidik/tenaga kependidikan sekolah/madrasah dan
staf administrasi bimbingan karir dam konseling. Personal

pendukung adalah kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, guru


mata pelajaran, wali kelas, dan staf administrasi.

71.

BAB VII

72.

PROGRAM BIMBINGAN DI SEKOLAH

73.

Fungsi bimbingan dan konseling secara umum:

a. Fungsi pemahaman yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu


klien agar memiliki pemahaman terhadap dirinya dan lingkungannya.
b. Fungsi prefentif yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor
untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin
terjadi dan berupaya untuk mencegahnya agar tidak dialami oleh klien.
c. Fungsi pengembangan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang
sifatnya lebih proaktif. Konselor bekerja sama dengan berbagai pihak
merencanakan

dan

melaksanakan

program

bimbingan

untuk

membantu klien mencapai tugas perkembangannya.


d. Fungsi penyembuhan, yaitu fungsi BK yang bersfat kuratif, konselor
memberi bantuan kepada klien yang telah mengalami masalah.
e. Fungsi penyaluran, yaitu fungsi BK dalam membantu klien dalam
memilih kegiatan dan pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat
serta unsure kepribadian lain.
f. Fungsi adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan
dalam menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang
serta kemampuan klien.
g. Fungsi penyesuaian, fungsi BK untuk membantu klien menyesuaikan
diri dengan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif,
h. Fungs perbaikan, yaitu fungsi BK untuk membantu klien sehingga
dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, bertindak.
i. Fungsi fasilitasi, memeberi kemudahan kaepada konseli
mencapai

pertumbuhan

seluruh aspek.
j. Fungsi pemeliharaan,

dan
yaitu

perkembangan
fungsi

BK

yang

supaya

dalam

optimaldalam
klien

dapat

mempertahankan diri dalam situasi yang kondusif.


74.
Fungsi khusus BK adalah:
a. Menolong anak dalam kesulitan belajarnya
b. Memberi pelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat serta
kecakapan anak
c. Memberi nasihat kepada anaka yang akan berhenti dari sekolahnya
d. Memberi petunjukkepada anak dalam melanjutkan pendidikannya.

75.

Prinsip yang harus dipenuhi dalam menumbuhkembangkan

pelayanan BK di sekolah
a. Melayani

semua

individu

dengan

memperhatikan

tahap

perkembangannya dan memperhatikan adanya perbedaan individu


b. Mengetahui penyebab timbulnya masalah dalam diri individu
c. BK harus diselaraskan dengan program pengemabangan diri peserta
didik, harus fleksibel, sesuai dengan kebutuhan peserta didik,
disusun dengan memperhatikan tahap perkembangan individu serta
perlu memberikan penilaian hasil layanan.
d. Pelayanan diarahkan untuk pengembangan individu, pengambilan
keputusan oleh individu dengan kemauan sendiri, permaslahan klien
diatasi oleh ahli yang relevan.
76.

Hal yang harus diketahui konselor pada penyelenggaraan BK

di sekolah;
1. Pelayanan BK dapat dilaksanakan di dalam atau di luar jam
pembejaran.
2. Pelayanan konseling

dilaksanakan dalam empat

bidang

yaitu

pengembangan kehiduan pribadi, pengembangan kehidupan social,


pengembangan kemampuan belajar, serta pengembangan karir.
3. Keempat bidang tersebut dilaksanakan dalam Sembilan jenis
layanan konseling dan enam kegiatan pendukung.
77.
Sembilan jenis layana tersebut adalah:
a. Orientasi,yaitu layanan yang membantu memahami lingkungan
baru
b. Informasi, yaitu layanan yang membantu siswa meneriama
berbagai informasi dirinya dan lingkungannya.
c. Penempatan dan penyaluran
d. Penguasaan konten, layanan yang membantu siswa menguasai
kompetensi tertentu
e. Konseling perseorangan, yaitu layanan dalam menyelaesaikan
masalah pribadi
f. Bimbingan
kelompok,

layanan

yang

membantu

siswa

mengembangkan kehidupannya dalam dinamika kelompok.


g. Konseling
kelompok,layanan
yang
membantu
siswa
menyelesaikan maslahnya dalam dinamika kelompok.

h. Konsultasi, layanan yang diberikan agar klien dapat mengatasi


masalahnya.
i. Mediasi, layanan

yang

membantu

siswa

menyelesaikan

permasalahan dan memperbaiki hubungan antarsiswa.


78.

Enam kegiatan pendukung :

a. Aplikasi instrumentasi,adalah mengumpulkan data siswa dan


lingkungan-nya.
b. Himpunan data,yaitu menghimpun data yang relevan dengan
pengembangan siswa
c. Konferansi kasus, yaitu membahas permasalahan siswa dalam
pertemuan

khusus

yang

dihadiri

oleh

pihak

yang

dapat

memberikan data.
d. Kunjungan rumah, yaitu memperoleh datadan mempermudah
menyelesaikan maslah siswa melalui pertemuan denga orang tua
e. Tampilan kepustakaan, menyediakan bahan pustaka yang dapat
mengembangkan potensi pribadi dan lingkungan siswa.
f. Alih tangan kasus, yaitu memindahkan penanganan masalah
siswa ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
4. Satu kali penyelenggaraan salah satu layanan konseling ekuivalen
dua jam pembelajaran.
79.

Jenis- jenis masalah belajar di sekolah:

1. Keterlambatan akademik, yaitu keadaan siswa yang diperkirakan


mempunyai intelegensi yang cukup tinggi, tetapi tidak dapat
mengoptimalkannya.
2. Keterlambatan dalam belajar, yaitu keadaan siswa keadaan siswa
yang mempunyai intelegensi cukup tinggi tetapi masih memerlukan
tugas khusus untuk memnuhi kebutuhan dan kemampuan beljarnya
yang cukup tinggi.
3. Sangat lambat dalam belajar, yaitu siswa yang memiliki bakat
akademik yang kurang memadai, dan perlu pengayaan khusus.
4. Kurang motivasi dalam belajar
5. Bersikap dan kebiasaan buruk dalam belajar
6. Sering tidak sekolah.
80.

Factor internal penyebab timbulnya masalah belajar siswa

a.
b.
c.
d.

Gangguan fisik
Ketidakseimbangan mental
Kelemahan emosional
Kelemahan karena kebiasaan dan sikap yang salah

81.

Factor eksternal penyebab timbulnya masalah belajar siswa

a. Sekolah: - Sifat kurikulum yang kurang fleksibel


- Terlalu berat beban belajar
- Metode mengajar yang kurang memadai
- Kurangnya alat dan suber untuk kegiatan belajar
b. Keluarga (rumah)-keluarga kurang harmonis, kurang erhatian dari
orang tua, keadaan ekoniomi dan social.
82.

Upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi maslah

belajar:
a.
b.
c.
d.
e.

Peningkatan motivasi belajar


Peningkatan ketermpilan belajar
Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik
Pengajaran perbaikan
Kegiatan pengayaan

83.
a.
b.
c.
d.
e.

Pelaksanaan program layanan bimbingan

Observasi atau pengamata


Wawancara
Pengumpulan data
Pelaksanaan usaha bimbingan belajar
Evaluasi ketidakefektifan bimbingan belajar yang diberikan.

84.

Hal- hal yang harus diperhatikan sekolah dalam memfasilitasi

kegiatan bimbingan dan konseling:


a. Tempat kegiatan
b. Ruang pelayanan
c. Tersedianya perngkat elektronik
d. Buku-buku panduan
e. Kelengkapan administrasi
f. Tersedianya guru pembimbing
85.
86.
87.

88.
89.

90.
91.
92.

BAB VIII

ORGANISASI BIMBINGAN DAN KONSELING

Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani

berarti alat. Organisasi merupakan asarana untuk melakukan


kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan
bersama, dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki.
93.

Tujuan

pengorganisasian

di

sekolah

sebagai

institusi

penyelenggara pendidikan , adalah mengharapakan suatu outcome


yang memuaskan, meliputi:
1.
2.
3.
4.
5.

Pemerataan pendidikan
Peningkatan kualitas pendidikan
Relevansi pendidikan
Efisiensi pendidikan
Efektifitas pendidikan

94.

Manfaat organisasi bimbingan dan konseling khususnya di

sekolah antara lain:


1. Ruang lingkup pelayanan bimbingan jauh lebih luas dan semua
siswa harus mendapatkan pelayanan bimbingan, terutama melalui
bimbingan kelompok
2. Pelayan bimbingan menjadi usaha yang dilakukan brsama oleh staf
bimbingan sebagi tim kerja
3. Sarana personal dan materil dapat dimanfaatkan secara optimal
sehingga dari segi financial lebih dapat dipertanggungjawabkan dan
efisien
4. Sifat bimbingan yang lebih ditonjolkan ialah sifat freventif dan
perseveratif
5. Pelayanan bimbingan dalam semua komponen programbimbingan
mendarah daging dalam kehidupan sekolah
6. Kedudukan, wewenang, dan tugas konselor sekolah diakui oleh
stafpendidik di sekolah dan dinilai lebih positif karena di sampig
program pengjaran, terdapat program bimbingan yang sama-sama
dikelola secara professional

7. Dibuktikan bahwa pelayanan bimbingan tidak hanya meliputi


wawancara konseling, tetapi mencakup berbagai kegiatan lainnya
untuk semua satuan kelas
8. Lebih meudah menentukan urutan priortas, yaitu layanan bimbingan
yang diutamakan di institusi pendidikan tertentu pada jenjang
pendidikan tertentu
9. Tenaga bimbingan oleh para siswa tidak dipadang sebagai satpam
sekolah, [etugas Pembina disiplin, guru cadangan, ahli penanganan
kasus kenakalan dsb.
10.
Evaluasi program

kerja

lebih

dimungkinkan

karena

ada

rumpun sasaran tertentu yangh harus dicapai dan direncanakan


sejumlah kegiatan tertentu untuk mencapai seluruh sasaran itu.
95.

Prinsi-prinsip organisasi secara umum:

1. Harus mempunyai tujuan yang jelas.


2. Prinsip hierarki yang jelas, dalam suatu organisasi harus ada garis
kewenangan yang jelas dari pimpinan, pembantu pimpinan sampai
pelaksana sehingga mempetegas dalam pendelegasian wewenang
dan pertanggungjawabandan akan menunjang efektifitas jalannya
organisasi secara keseluruhan
3. Prinsip kesatuan perintah, seseorang hanya akan menerima perintah
atau hanya bertanggungjawab kepada seorang atasan saja.
4. Prinsip pendelegasian wewenang, seorang pemimpin memunyai
kemampuan terbatas dalam menjalankan pkerjaannya, sehingga
perlu dilakukan pendelegasian wewenang kwpada bawahannya.
5. Prinsip pertanggungjawaban, dalam menjalankan tugasnya, setiap
pegawai harus bertanggungjawab sepenuhnya kepada atasan
6. Prinsip pembagian pekerjaan, adanya kejelasan dalam pembagian
tugasa

akan

memperjelas

pertanggungjawaban,

serta

dalam

pendelegasian

menunjang

efektifitas

wewenan,
jalannya

organisasi.
7. Prissip rentang pengendalian, jumlah bawahan atau staf yang harus
dikendalikan oleh seorang atasan perlu dibatasi secara rasional
8. Prinsip fungsional, tugas dan wewenang, kegiatan, hubungan kerja,
serta tanggungjawab seorang pegaweai harus jelas
9. Prinsip pemisahan , tangguangjawab tugas pekerjaan seseorang
tidak dapat dibebankan kepada orng lain

10.

Prinsip kesimbangan, antara tujuan organisasi dan struktur

organisasi harus seimbang


11.
Prinsip fleksibilitas, orgasisasi harus senantiasa malkukan
pertumbuhan

dan

perkembangan

sesuaio

dengan

dinamika

orgasisasi sendiri dank arena adanya pengaruh sari luar orgasisasi


sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai
tujuannya.
12.
Prinsip

kepemimpinan,

organisasi

mampu

menjalankan

aktifitasnya kerena adanya proses kepemimpinan yang digerakkan


oleh pemimpin organisasi tersebut.
96.

Struktur organisai pada setiap satuan pendidikan hendaknnya

memperhatiakan hal-hal berikut:


1. Menyeluruh, yaitu mencakup unsure-nsur penting yang terlibat di
dalam sebuah satuan pendidikan yang ditijukan bagi optimalnya
bimbingan dan konseling
2. Sederhana, dalam pengmbilan keputusan jarak anatara pengmbil
keputusan dan pelaksananya hendaknnya tidak terlampau panjang.
3. Luwes dan terbuka, mudah menerima masukan dan upaya
pengembangan yang berguna bagi pelaksanaan dan tugas-tugas
organisasi
4. Menjamin berkangsungnya kerjasama, sehingga semua unsure
dapat saling menunjang
5. Menjamin terlaksananya penangwasan,penilalian adalam upaya
tindak lanjut sehingga perencanaan pelaksanaan dan penilalian
program bimbingan dan konseling yang berkualitas dapat terus
dilaksanakan.
97.

Personal yang dapat berperna dalam pelayanan bimbingan

dan konseling terntang secara vertical dan hotizontal. Untuk setiap


personal ditetapkan tugas dan tanggung jawab masing-masing yang
terkait langsung secara keseluruhan dengan orgasasi pelayanan
bimbingan dan konseling. Tugas dan tnggung jawab masing
masing personal disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan yang
bersangkutan tanpa mengurangi tuntutan akan efektivitas dan

efisiensi pelayanan bimbingan dan konseling secara mennyeluruh


demi kepentingan peserta didik.
98.
Layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan di bawah
tanggung jawab kepala sekolah dan seluruh staf. Coordinator
bimbingan
dan
knseling
bertanggungjawab
dalam
menyelenggarakan bimbingan an konseling secra operasional.
Personal lain yang mencakup wakilkepala sekolah, guru
pembimbing(konselor), guru bidang studi dan wali kelas memiliki
peran dan tugas masing-masing dalam penyelenggaraan layanan
bimbingan dan konseling.

99.
100.

BAB IX

PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN


101.

102.

BIMBINGAN DAN KONSELING

Kepala

mempunyai

sekolah

peran

sangat

adalah
besar

pemmpin
dalam

pendidikan

yang

pengembangan

mutu

pendidikan di sekolah. Kepala sekolah harus mampu menolong


stafnya untuk memahami tujuan bersama yang akan dicapai. Ia
harus memberi kesempatan kepada stafnya utnuk saling bertukar
pikiran sebelum menetapkan tujuan.
103. Seorang kepala sekolah
lingkungan

sekolah

dengan

baik,

harus

membagi

mampu

mengatur

wewenang

dalam

pengambilan keputusan dan harus mampu menciptakan suasana


kerja yang kondusif. Selain itu kepala sekolah ahrus menjalankan
perannya sendiri sebagai seorang guru dan pendidik.
104. Pada satu pihak kepala sekolah adalah atasan, akan
tetapi di pihak lain ia adalah wakil guru-guru atau stafnya. Dalam
kedudukan ini kepala sekolah mengemban tugas pokoknya, yaitu
membina atau mengembangkan sekolah secara terus menerus
sesuai dengan perkembangan zaman.
105. Dalam meningkatkan mutu sekolah kepala sekolah harus
dapat menjalankan fungsinya sebagai administrator pendidikan
dengan menjalankan kegiatan-kegiatan administrasi dan
mampu

menjadi

supervisor

pendidikan

dengan

harus

menjalankan

kegiatan supervisi.
106. Peningkatan mutu hanya akan dapat berjalan jika guru
dan staf sekolah lainnya bersikap terbuka dan dapat bekerjasama.
107. Secara administrasi, kepala sekolah memiliki kewajiban
untuk mengisi instrument data sekolah, serta mengisi instrument
data sebagai tenaga kependidikan atau guru.
108. Dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling kepala
sekolah berperan sebagai penanggung jawab. Berikut rincian peran,
tugas, dan tanggung jawab kepala sekolah dalam bimbingan dan
konseling:

1. Mengkoordinasikan

segenap

kegiatan

yang

diprogramkan

dan

berlangsung di sekolah sehingga pelayanan pengajaran, latihan,


serta bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang
terpadu, dinamis, dan harmonis.
2. Menyediakan prasarana, tenaga, dan berbagai kemudahan bagi
terlaksananya kegiatan bimbingan dan konseling secara efektif dan
efisien.
3. Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan
pelaksanaan program, penilaian dan upaya tindak lanjut bimbinga
dan konseling.
4. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan bimbingan dan konseling di
sekolah.
5. Memfasilitasi

guru

pembimbing/konselor

untuk

dapat

mengembangkan kemampuan profesionalnya, melalui berbagia


kegiatan pengembangan profesi.
6. Menyediakan fasilitas, kesempatan, dan dukungan dalam kegiatan
kepengawasan yang dilakukan oleh pengawas sekolah bidang BK.
109.

Mengadakan hubungan dengan lembaga-lembaga di luar

sekolah dalam rangka kerja sama pelaksanaan bimbingan dan


konseling.

110.

BAB X

111.
PERANAN GURU DALAM MELAKSANAKAN BIMBINGAN DAN
KONSELING
112. Dari kesemua komponen pendidikan, guru merupakan
komponen yang paling vital dan tentunya paling menentukan karena
di tangan gurulah semua komponen pendidikan menjadi sesuatu
yang berarti dalam denyut kehidupan pendidikan.
113.

Peranan Guru dalam Arti Luas

Guru
Guru
Guru
Guru
114.

sebagai Ukuran Kognitif.


sebagai Agen Moral dan Politik
sebagai Inovator
memegang Peranan Kooperatif.
Dalam proses pengajaran di kelas peran guru lebih sfesifik

lagi, yaitu dalam hubungan belajar mengajar. Peranan guru dalam


pengorganisasian lingkungan belajar dan fasilitator belajar.
115. Peranan guru dalam pengoganisasian lingkungan belajar
meliputi peranan-peranan yang lebih spesifik, yaitu
116. (a)guru sebagai model,
117. (b)guru sebagai perencana,
118. (c)guru sebagai peramal,
119. (d)guru sebagai pemimpin,
120. (e)guru sebagai petunjuk jalan atau sebagai pembimbing ke arah
pusat-pusat belajar.
121. Peranan guru sebagai fasilitator belajar bertitik tolak dari
tujuan-tujuan yang hendakdicapai. Implikasinya terjadi pada tugas
dan tanggung jawab bahwa guru mengemban peranan dalam proses
kelompok, model kelompok, memberikan penyuluhan dan
keterampilan-keterampilan belajar.
122.

Peranan Guru dalam Pembinaan Kurikulum


123.

Guru adalah titik pokok dari suatu kurikulum. Kegagalan

atau keberhasilan situasi belajar mengajar sangat bergantung pada


seni dan keterampilan guru. Guru harus terbuka dan menyentuh
kehidupan

siswa,

terutama

dalam

pelaksanaan

perubahan

kurikulum. Disamping perlu mendapat dukungan administrative,


guru perlu memiliki ide-ide sendiri. Misalnya, dalam hal pendalaman

pemahaman dan perluasan horizon intelektual, yang merupkan alat


bantu yang terkuat unutk memperbaiki kurikulum.
124.

Tugas

dan

tanggung

jawab

utama

melaksanakan kegiatan pembelajaran siswa.

guru

Peran guru

adalah
mata

pelajaran dalam melakukan pendekatan kepada siswa harus bersifat


manusiawi dan menghargai tanpa syarat.
1 Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling
kepada siswa.
2 Membantu guru pembimbing dan konseling mengidentifikasi siswasiswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling, serta
mengumpulkan data tentang siswa-siswa tersebut.
3 Mengalihtangankan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan
dan konseling kepada guru pembimbing/konselor.
4 Menerima siswa alih tangan dari guru pembimbing, yaitu siswa yang
menurut guru pembimbing memerlukan pelayanan pengajar/ latihan
khusus (seperti pengajaran/latihan perbaikan, program pengayaan.
5 Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru-siswa
dan hubungan antarsiswa yang menunjang pelaksanaan pelayaan
pembimbingan dan konseling.
6 Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang
memerlukan pelayan kegiatan bimbingan dan konseling untuk
mengikuti/ menjalani layanan/kegiatan yang dimaksudkan itu.
7 Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa,
seperti konferensi kasus.
8 Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka
penilaian pelayanan biimbingan dan konseling serta upaya tindak
lanjutnya.
125.

126.

127.
128.
129.

BAB XI

PERANAN KONSELOR DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING


Kualitas pribadi konselor adalah criteria yang menyangkut

segala aspek kepribadian yang amat penting dan menentukan


kefektifan konselor jika dibandingkan dengan pendidikan dan
latihanyang ia peroleh
130.

Menurut penelitian berikut adalah karakteristik konselor yang

akan mendukung terlaksananya konseling.:


1. Resource person, artinya adalah orang yang banyak mempunyai
informasi dan senang memberikan dan menjelaskan informasinya.
2. Model of communication, yaitu baik dalam berkomunikasi maupun
3.
4.
5.
6.

menjadi pendengar yang baik dan komunikator yang terampil.


Fleksibel
Tdak memaksakan pendapat
Memilii kebutuhan untuk menjadi pemelihara (to be nurturant)
Memiliki intuisi dan penetrasi psikologis yang baik (intuitive and

psychological penetrating)
7. Memahami dan melkasanakan etika professional
8. Mempunyai rasa kesadaran diri mengenai komeptesi, nilai-nilai,dan
sikap.m\
9. Mempunyaikemampuan

untuk

mendengarkan

orang

lain

dan

kemampuan berkomunikasi
131.

Agar mampu mengerjakan tugasnya dengan sebaik-baiknya,

pembimbing harus memenuhi syarat- syarat berikut


1. Seorang guru BK/pembimbing harus mempunyai pengetahuan yang
cukup luas, baik segi teori maupun segi praktik.
2. Dalam segi psikologik, seorang pembimbing dapat mengambil
tindakan yang bijaksana.
3. Seorang pembimbing harus sehat jasmani dan rohani
4. Seorang pembimbing harus mempunyai sikap kecintaan terhadap
pekerjaannya dan juga terhadap anak atau individu yang dihadapi.
5. Seorang pembimbing harus mempunyi sikap inisiatif yang cukup
baik
6. Seorang pem,bombing harus bersipat supel, ramah, sopan.

132.

Ada dua kemungkinan siapakan yang menjadi pembimbing di

sekolah
1. Pembimbing di sekolah dipegang oleh seorang pembimbing atau
konselor khusus.
133.
Keuntungannya:
a. Adanya kemungkinan bagi pembimbing untuk memusatkan
segala perhatiannya dan kemampuannya khusus pada persoalan
bimbingan dan konseling, terlepas dari kewajiban mengajar.
b. Perhatian pembimbing dapt menyeluruh, meliputi seluruh kelas
dan seluruha anak dengan perhatian yang sama.
c. Anak dapat bebas menyatakan segala sesuatu
pembimbing,

tidak

terhalang

adanya

prasangka

kepada

di

dalam

menyatakan problemnya, tidak terhalang tentang soal nilaiyang


merupakan

hal

yang

penting

bagi

naak.ini

disebabkan

pembimbing tidak secara langsung berhubungan dengan nilai


anak.
134. Kelemahannya:
a. Pembimbing

tidak

mempunyai

alat

yang

praktis

untuk

mengadakan hubungan menyeluruh dengan anak-anak.


b. Kadang-kadang,
keadaan
menjadi
kaku
karena

lebih

menitikberatkan pada struktur daripada soal fungsi.


c. Membutuhkan wktu yang cukup lama untuk mendidiknya.
2. Pembimbing dipegang oleh guru pembimbing (teacher counselor)
135.
Keuntungannya:
a. Guru mempunyai alat praktis untuk mengadakan pendekatan
terhadap anak-anak.
b. Situasi menjdai luwes, tidak kaku, dan setiap waktu guru dapat
bertindak sebagai pembimbing.
c. Kebutuhan akan tenaga pembimbing akan segera dapat dipenuhi.
136. Kelemahannya:
a. Anak-anak akan kurang terbuka untuk menyatakan problemnya,
terlebih ika mengenai staf pengajar.
b. Tanpa disadari, ada kemungkinan

guru

pembimbing

lebih

menekankan kepada kelas- kelas yang diajarnya daripada kelas


lain.

c. Manambah

beban

pertanggungjawabaj

bimbingan akan terjadi simpang siur.

guru,

dan

jalannya

137.

Prinsip bimbingan itu pada intinya berkenaan dengan

sasaran layanan. 1. Melayani semua individu tanpa memandang


usia, jenis kelamin, suku, agama dan status social;2. Memerhatikan
tahapan perkembangan ; 3. Memerhatikan adanya perbedaan
individu dalam layanan.
138.
kepala

Tanggung jawab guru BK di seolah ialah mambantu


sekolahnya

beserta

stafnya

dalam

maelaksanakan

kesejahteraan sekolah, seorang pembimbing mempunyai tugas


tertentu antara lain:
1. Mengadakan penelitian atai observasi terhadap situasi sekolah
2. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka guru Bk berkewajiban
memeberikan saran-saran kepada kepala sekolah dan saf sekolah
lain
3. Menyelenggarakan bimbingan terhadap anak, baik yang bersifat
prefentif maupun yang bersifat kuratif.
139.
140.
141.
142.
143.
144.
145.
146.
147.
148.
149.
150.
151.
152.

153.
154.
155.
156.
157.

BAB XII

PERANAN PENGAWAS DALAM ORGANISASI BIMBINGAN


Kompetensi pengawas satuan pendidikan mengacu pada

standar kompetensi tenaga pendidikan mengacu pada standar kompetensi


tenaga pendidikan, dalam peraturan pemerintah No.19 tahun 2005, yang
mencakup konpetensi pedagogic, kepribadian, professional dan social.
158.

Seorang pengawas konselor harus memiliki kemampuan,

pengetahuan, kecakapan, sifat dan sikap , pemahaman, apresiatif di


bidang bimbingan dan konseling, serta harapan yang menjadi cirri dan
karakteristik

seseorang

dalam

menjalankan

tugas

di

bidang

kepengawasan.
159.

Pengawasan

bimbingan

dan

konseling

di

sekolah

diselenggarakan oleh pengawas sekolah sesuai dengan SK Menpan No


118/1996

dan

petunjukpelaksanaannya.

Kegiatan

bimbingan

dan

konseling di sekolah melibatkan guru pembimbing dan pengwas sekolah di


bawah koordinasi kepala sekolah. Guru pembimbing ,menyiapkan diri dan
bahan-bahan
coordinator

secukupnya
BK

untuk

kegiatan

mengkoordinasikan

pengawasan,

guru-guru

sedangkan

pembimbing

dalam

menyiapkan diri untuk kegiatan pengawasan.


160.

Untuk

melaksanakan

tugas

kepengawasab,di

bidang

bimbingan dan konseling atau secara umm sebagai pengawas sekolah,


pengawas harus melaksanakan fungsi supervisi manajerial dan akademik
161.

Supervise akademik adalah fungsi supervise yang berkenaan

dengan aspek pembinaan dan pengembangan kemampuan profesioanal


guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan bimbingan sekolah.

162.

Supervise manajerial adalah fungsi supervise yang berkenaan

dengan aspek pengelolaan sekolah yang berkaitan langsung dengan


peningkatan efisiensi dan efektifitas sekolah.
163.

164.
165.
166.

BAB XIII

EVALUASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING


Evaluasi program bimbingan dan konseling merupakan

suatu usaha yang menilai efisiensi dan efektivitas pelayanan


bimbinhan

dan

kinseling

demi

peningkatan

mutu

program

bimbingan dan konseling.


167. Evaluasi program bimbingan dan konseling ialah suatu
usaha

peneitian,

dengan

cara

mengumpulkan

data

secara

sistematik, menarik kesimpulan atas data yang diperoleh secara


objektif,

mengadakan

penafsiran

dan

menerapkan

rencana

perbaikan, pengembangan dan pengarahan staf.


168.
Secara umum penyelenggaraan evaluasi pelaksanaan
program Bimbibngan dan konseling bertujuan untuk:
Mengetahu kemajuan program Bimbingan dan konseling atau subjek
yang telah memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling.
Mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas strategi pelaksanaan
program bimbingan dan konseling yang telah dilaksanakan dalam
kurun waktu tertentu.
169.

Secara

oprasional,

penyelenggaraan

evaluasi

pelaksanaan program bimbingan dan konseling diajukan untuk:


Meneliti secara berkala hasil pelaksanaan program bimbingan dan
konseling.
Mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas dari layanan binbingan
dan konselng.
Mengetahui jenis layanan yang sudah dan belum dilaksanakan dan
atau perlu diadakan perbaikan dan pengembangan.
Mengetahi sampai sejauh mana keterlibatan semua pihak dalam
menjunjung pelaksanaan bimbingan dan konseling.
Memperoleh gambaran sampai sejauh mana peranan masyarakat
terhadap pelaksaaan program bimbingan dan konseling.
Mengetahui sampai sejauh mana kontribusi program bimbingan dan
konseling terhadap pencapaian tujun pendidikan
Mendapatkan informasi yang kuat dalam rangka perencanaan
langkah-lagkah
selanjutnya.

pengembangan

program

bimbingan

konseling

Membantu mengembangkan kurikulum sekolah untuk kesesuaian


dengan kebutuhan.
170.

Jenis evaluasi pelaksanaan program bimbingan dan

konseliang di sekolah mencakupa empat komponen, yaitu:


1. Evaluasi Peserta Didik (Input)
171.
program

Untuk

mengadakan

bimbingan

konseling

evaluasi
di

terhadap

sekolah,

maka

pelaksanaan
pemahaman

terhadap peserta didik yang mendapatkan bimbingan dan konseling


penting dan perlu. Pemahaman mengenai peserta didik perlu
dilakukanedini mungking.
2. Evaluasi Proses
172.

Untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapakn dalam

program bimbingan dan konseling di sekolah, dituntut proses


pelaksanaan program bimbingan yang mengarah kepada tujuan
yang di harapkan.
3. Evaluasi Hasil
173.
peninjauan

Jenis evalusi pelaksanaan program ini diadakan mulai


terhadap

berpartisipasi

dalam

hasil

yang

diperoleh

kegiatan-kegiatan

seseorang

bimbingn

dan

yang
melalui

peninjauan terhadap kegiatan itu sendiri dalam berbagai aspeknya.


Peninjauan efaluatif itu memusatkan perhatian pada efek-efek yang
dihasikan sesuai dengan tujuajn-tujuan bimbingan yang dikenal
dengan nama evaluasi produk atau evaluasi hasil.
174. Dalam mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan
program bimbingan dan konseling di sekolah dapat melalui prosedur
sebagai berikut:
1. Fase persiapan
175.

Pada fase persiapan ini terdiri dari kegiatan penyusunan

kisi-kisi evaluasi. Dalam kegiatan penyusunan kisi-kisi evaluasi ini


langkah-langkah yang dilalui adalah:
176. Langkah
pertama
penetapan
divelauasi.

aspek-aspek

yang

177.
evaluasi.
178.
179.

Langkah

ketiga

penetapan

alat-alat/

instrument

Langkah keempat penetapan prosedur evalusi


Langkah kelima penetapan tim penilaian atau evaluator.

2. Fase persiapan alat atau instrument evaluasi


3. Fase menganalisis hasil evaluasi
4. Fase penafsiran atau interprestasi dan pelaporan hasil evalusi
180.

Pendekatan evaluasi pelaksanaan program bimbingan

dan konseling dapat dilakukan dengan berbagai cara dan kegiatan.


Ada beberapa metode yang digunakan untuk menyelenggarakan
evaluasi

pelaksanaan

program

bimbingan

dan

konseling

di

antaranya: metode survey, metode observasi, metode ekperimental,


dan metode studi kasus.
181. Untuk mendapatkan data yang tepat dan akurat dalam
program evaluasi, program bimbingan dan konseling, diperlukan
sumber data yang relevan. Adapun symber data yang perlu
dihubungi, sangat tergantung pada jenis data atau informasi yang
diperlukan. Sumber-sumber data yang dapat dihubungi antara lain:
Kepala sekolah;Wakil kepala sekolah; Koordinator bimbinmgan dan
konseling; Konselor sekolah; Guru mata pelajaran; Personel sekolah
lainnya; Siswa dan temen dekatnya; Orang tua dan masyarakat;
Para ahli atau lembaga-lembaga terkait
182.
183.
184.
185.

186.
187.
188.

BAB XIV

EVALUASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING


Hambatan dan problematika itu sendiri sebenarnya

bukan disebabkan faktor eksternal tetapi pada dasarnya bersumber


dari faktor internal. Bimbingan dan konseling hingga kini dipandang
dengan

sebelah

mata

oleh

masyarakat.

Pandangan

ini

tibul

disebabkan karena memang kurangnya profesionalitas dan dedikasi


dari orang-orang yang menekuni bidang bimbingan dan konseling.
189.

Problematika Eksternal (Masyarakat)

190.

Problematika dalam pelaksanaan BK di masyarakat pada

dasarnya disebabkan adanya pandangan yang keliru di masyarakat.


Pandangan yag keliru tersebut antara lain:

Layanan bimbingan dan konseling dapat oleh siapa saja


Bimbingan dan Konseling hanya untuk orang-orang yang bermasalah

saja.
Keberhasilan layanan BK tergantung pada sarana dan prasarana.
Konselor harus aktif, sedang konseling harus atau boleh pasif.
Menganggap hasil pekerjaan bimbingan dan konseling harus segera
terlihat.
191.

Problematika Internal (Konselor)

192.

Masalah yang timbul diluarnya timbul berasal dari para

konselor itu sendiri, pandangan para konselor yang salah akan BK


menyebabkan mereka salah langkah dan memberikan layanan BK
pandangan salah tersebut antara lain:

Menyamakan pekerjaan bimbingan dan konseling dengan pekerjaan

dokter dan psikiater,


Menyamakan cara pemecahan masalah bagi semua klien.
Bimbingan dan Konseling mampu bekerja sediri.
Bimbingan dan Konseling dianggap sebagai proses pemberian nasihat

semata.
Problematika Dalam Dunia Pendidikan

Problematika utama dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di


dunia pendidikan juga tidak jauh karena adanya kekeliruan pndangan

antara lain:
Bimbingan dan Konseling hanya pelengkap kegiatan pendidikan
Guru Bimbingan dan konseling di sekolah adalah polisi sekolah
Bimbingan dan Konseling dibatsi hanya untuk siswa tertentu saja.
193.

Salah satu metode pemberian bantuan kepada anak

didik yang mengalami kesulitan belajar dan sebagainya, yakni


sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
194.

Melaksanakan
Melaksanakan
Melaksanakan
Melaksanakan

Identifikasi Kasus
Diagnosa
Priognosa
Tindak Lanjut

195.
1. Dilihat dari segi guru, dimanakah letak kelamahan konsep dasar BK
-

di sekolah?
Guru lebih banyak menggunakan pendekatan direktif/ menguasai
murid dan tidak menghargai potensi anak.
Guru tidak memahami hakekat pelajar sebagi konselee.
196.
2. Bimbingan (guidance) dan konseling (conseling) pada awalnya
merupakan 2 suku kata yang terpisah, tetapi memiliki makna yang
berdekatan. Apa perbedaan bimbingan dan konseling?
- Counseling merupakan salah satu teknik pelayanan dalam
bimbingan

secara

keseluruhan.

Sehingga

pengertian

bimbingan lebih luas daripada pengertian konseling. Oleh


karena itu konseling merupakan guidance, tetapi tidak semua
-

guidance merupakan kegiatan bimbingan.


Dalam konseling terdapat masalah tertentu yang dihadapi oleh
conselee, sementara dalam bimbingan tidak. Jadi bimbingan
lebih bersifat preventif sementara konseling lebih bersifat

kuratif.
Konseling pada prinsipnya dijalankan secara individu, adapun
guidance dijalankan secara grup atau kelompok.

197.
3. Masalah individu apa saja yang dapat timbul di sekolah?
- Masalah pendidikan
- Masalah pribadi dan social
- Maslah pekerjaan dan karir
198.
4. Apakah fungsi diadakannya evaluasi dalam bimbingan?
- Memberikan umpan balik (feed back) kepada
pembimbing
-

(konselor)

untuk

memperbaiki

guru
atau

mengembangkan program bimingan dan konseling.


Memberikan informasi kepada pihak pimpinan sekolah, guru
mata pelajaran, dan orang tua siswa tentang perkembangan
siswa agar secara bersinergi atau berkolaborasi meningkatkan

kualitas implementasi program BK di sekolah.


199.
5. Masalah apa saja yang timbul dalam bimbingan dan konseling di
sekolah?
- Konselor dianggap sebagai sebagi polisi sekolah

Bimbingan dan konseling dianggap semata-mata untuk proses

pemberian nasehat.
Bimbingan dan konseling dibatasi pada hanya menangani

masalah yang bersifat incidental


Bimbingan dan konseling dibatasi hanya untuk klien-klien

tertentu saja
Bimbingan dan konseling melayani orang sakit dan/atau

kurang normal.
Bimbingan dan konseling berpusat pada keluhan pertama saja
200.
6. Dapatkah bimbingan di sekolah dilakukan oleh guru mata pelajaran?
-

Sebutkan kelemahan dan kelebihannya?


201.
Bimbingan dan konseling dapat

dilakuakan

oleh

guru

pembimbing, dengan syarat harus sudah memenuhi syarat yang


telah ditentukan.
202.
Keuntungannya:
d. Guru mempunyai alat praktis untuk mengadakan pendekatan
terhadap anak-anak.
e. Situasi menjdai luwes, tidak kaku, dan setiap waktu guru dapat
bertindak sebagai pembimbing.
f. Kebutuhan akan tenaga pembimbing akan segera dapat dipenuhi.
203. Kelemahannya:
d. Anak-anak akan kurang terbuka untuk menyatakan problemnya,
terlebih ika mengenai staf pengajar.
e. Tanpa disadari, ada kemungkinan

guru

pembimbing

lebih

menekankan kepada kelas- kelas yang diajarnya daripada kelas


lain.
f. Manambah

beban

pertanggungjawabaj

guru,

dan

jalannya

bimbingan akan terjadi simpang siur.


7. Sebutkan tiga pendekatan utama dalam konseling dan hal apa saja
yang mempengaruhi penggunaan pendekatan tersebut!jelaskan.
- Pendekatan yang berpusat kepada konselor (counselorcentered counseling), disebut juga directive counseling.
Dalam pendekatan ini konselor lebih banyak aktif daripada
-

klien
Pendekatan yang berpusat kepada klien (client-centered
counceling),klien lebih aktif dan konselor berperan sebagai
fasilitator.

Pendekatan eklektik (campuran),konselor mengkombinasikan


pendekatan

pertama

dan

kedua

dalam

pelaksanaan

bimbingan
204.

Pendekatan yang

akan digunakan oleh

konselor

sangat

bergantung kepada bfaktor berikut:


d. Sifat klien, ada klien yang terbuka dan ada juga yang tertutup
e. Derajat keeratan hubungan antara konselor dank lien
f. Sifat konselor, ada yang senang berbicara dan ada yang pendiam.
205.
8. Mengapa agama dianggap penting dalam pelaksanaan bimbingan
dan konseling
206.
Karena pada diri klien terdapat benih-benih agama, sehingga
untuk mengatasi masalah dapat dikaitkan dengan agama. Dengan
demikian pembimbing dan konselor dapat mengarahkan idividu
(counselee) kea rah agamanya.
207.
Peranan agama, sangat

berpengaruh

pada

kepribadian

seoarang klien. Oleh akarena itu kepribadian seseorang dapat


didekati

atau

dipengaruhi

oleh

ajaran

agamanya.

Dengan

begitu,peran agama dalam kegiatan bimbinga dan konseling tentu


sangat besar, terutama dalam membentuk aspek lepribadian dan
kejiwaan seseorang.
208.
9. Sebutkan teknik dan bimbinga konseling
- Bimbingan kelompok, teknik ini digunakan dalam membantu
siswa

dalam

kelompok,
-

memecahkan

misalanya

masalah

karyawisata,

kegiata kelompok lainnya.


Konseling individual, merupakan

melalui

diskusi
salah

kegiatan

kelompokdan

satu

pemberian

bantuan secara perseorangan an secara langsung. Biasanya


masalahg yang diselesaikan dengan teknik ini adalah masalah
pribadi.
209.
10.

Jalaskan

apa

yang

diamksud

dengan

fungsi

preventif

bimbingan dan konseling.


210.
Fungsi prefentif yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya
konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai maslah yang

mungkin akan terjadi dan berupaya untuk mencegahnya agar tidak


dialami oleh konselee.

211.