Anda di halaman 1dari 5

Pemeriksaan HCG (Human Chrionic Gonadotropin)

Nama : I Putu Bandem Arista Putra


NIM
I.

II.

: P07134013045
Tujuan
Menentukan secara kualitatif adanya hormon Chorionic Gonadotropin
(HCG) pada sampel urin
Dasar Teori
Kehamilan merupakan suatu proses yang dialami oleh hampir
semua wanita. Jika sel telur bertemu dengan sperma maka akan terjadi
pembuahan sehingga dapat menyebabkan kehamilan. Pada kehamilan
biasanya terjadi perubahan pada seluruh tubuh, terutama oleh pengaruh
hormon-hormon somatotropin, estrogen dan progesteron. (Agnes, 2013)
Human chorionic gonadotropin (HCG) adalah hormon yang
dihasilkan oleh plasenta. Pada kehamilan, HCG timbul dalam darah dan
urine saat 14 sampai 26 hari setelah konsepsi, dan konsentrasi HCG
memuncak pada kira-kira 8 minggu. Setelah trimester pertama kehamilan,
produksi HCG menurun. HCG tidak ditemukan pada wanita yang tidak
hamil, pada kematian janin, atau setelah 3 sampai 4 hari pascapartum

III.

(LeeFever Kee, Lee. 2008).


Alat dan Bahan
Alat
1. Mikropipet
2. Tip
3. Pengaduk
4. Slide tes warna hitam
Bahan
1. Sampel urine
2. Reagen lateks
3. Tissue

IV.

Prosedur Kerja
1. Reagen dan specimen dikondisikan kedalam suhu kamar sebelum
digunakan
2. Reagen lateks dikocok secara perlahan untuk menghomogenkan
partikel lateks

3. Dua tetes sampel urine (100 l) ditambahkan diatas slide tes warna
hitam
4. Satu tetes reagen lateks diteteskan pada slide test
5. Campuran tadi dihomogenkan dengan bantuan pengadukan
6. Slide test digoyang-goyangkan secara perlahan selama 2 menit dan

V.

VI.

amati aglutinasi yang terjadi


7. Hasil dibaca dalam 2 menit
Interpretasi Hasil
Hasil positif : terjadi aglutinasi dalam 2 menit
Hasil negatif : tidak terjadi aglutinasi dalam 2 menit
Hasil Pengamatan
Probandus
Nama
: Nur Aini
Umur
: 24 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Jenis Sampel : Urine pagi
Pemeriksaan pada tanggal 10 September 2015 didapatkan hasil
Makroskopis :
Warna
: Kuning Jernih
Bau
: Khas
Pemeriksaan HCG latex pada sampel urine didapatkan hasil positif
(terlihat adanya aglutinasi).

VII.

Pembahasan
Pratikum kali ini, dilakukan pemeriksaan Hormon HCG (Human
Chorionic Gonadotropin) dimana prinsip dari pemeriksaan ini adalah
menguji suspensi partikel latex yang dilapisi monoklonal antibody anti
HCG terhadap sampel yang tidak diketahui ada atau tidaknya aglutinasi
terlihat, menunjukkan ada atau tidak adanya HCG dalam sampel uji.
Sampel yang digunakan adalah sampel urine pagi. Pada praktikum
ini deteksi hormon HCG dilakukan dengan menggunakan metode
aglutinasi latex. Aglutinasi adalah teknik yang dapat menentukan antigen
atau antibodi secara semikuantitatif, dimana aglutinasi dapat dilihat
dengan mata telanjang atau dengan mikroskop.

Sebelum dilakukan pemeriksaan, semua komponen pemeriksaan


harus disuhu ruangkan terlebih dahulu untuk mengoptimalkan reaksi
imunologis yang terjadi. Pemeriksaan kali ini dilakukan secara kualitatif,
yaitu untuk mengetahui ada atau tidaknya hormon HCG (Human
Chorionic Gonadotropin) pada sampel pasien yang diperiksa. Diambil
slide test berwarna hitam untuk memperjelas hasil aglutinasi karena reagen
latex berwarna putih, kemudian diteteskan 1 tetes reagen latex.
Selanjutnya ditetesi 2 tetes sampel urine. Diusahakan agar penetesan
reagen dan sampel urine tidak bercampur terlebih dahulu untuk
menghindari terjadinya reaksi aglutinasi awal yang menyebabkan
terjadinya hasil positif palsu. Selanjutnya dilakukan penghomogenan
dengan pengadukan dan digoyangkan selama 2 menit untuk melihat ada
atau tidaknya aglutinasi. Pembacaan hasil harus dilakukan ditempat terang
agar memperjelas melihat adanya aglutinasi atau tidak pada sampel yang
di uji, dan pembacaan tidak boleh dilakukan lebih dari 2 menit karena
dapat menimbulkan positif palsu. Apabila hasil positif, akan terbentuk
aglutinasi yang tampak seperti butiran pasir.
Hasil yang diperoleh dari pemeriksaan pada sampel urine pagi Nur
Aini (24 tahun/Perempuan) didapatkan hasil positif ditunjukkan dengan
terbentuknya aglutinasi yang tampak seperti butiran pasir. Hal ini
mengindikasikan bahwa pasien memiliki hormon HCG di sampel
urinenya. Hasil tersebut juga dapat diperkuat dengan gejala tanda-tanda
kehamilan yang dialami oleh probandus yaitu :

Amenorea (tidak haid)

Mual dan muntah

Mamae membesar

Konstipasi

Sering kencing

VIII.

Kesimpulan
Berdasarkan praktikum pemeriksaan HCG latex pada pasien Nur
Aini, 24 tahun didapatkan hasil positif adanya HCG pada sampel yang
ditandai dengan adanya aglutinasi.

Daftar Pustaka
Agnes. 2013. Pemeriksaan Hcg (Human Chorionic Gonadotropin) Untuk Deteksi
Kehamilan Dini Secara Immunokromatografi. Online. file:///F:/
%C2%A0/ipi153474.pdf
LeeFever Kee, Lee. 2008. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik.
Jakarta ; Penerbit Buku Kedokteran EGC