Anda di halaman 1dari 2

Mekanisme Penyerbukan (Polinasi) dan Pembuahan (Fertilisasi) Tunggal pada

Gymnospermae
Gymnospermae adalah tumbuhan yang memiliki biji terbuka. Tumbuhan berbiji terbuka
merupakan kelompok tumbuhan berbiji yang bijinya tidak terlindung dalam bakal buah
(ovarium). Pada Gymnospermae, biji nampak langsung atau terletak di antara daun-daun
penyusun strobilus atau runjung. Siklus hidup pada Gymnospermae dimulai dari penyerbukan
hingga pembuahan.
Penyerbukan yang terjadi pada tumbuhan berbiji terbuka selalu dengan cara anemogami
(penyerbukan dengan bantuan angin). Serbuk sari jatuh langsung pada bakal biji. Selang waktu
antara penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang, kira-kira satu tahun. Pembuahan yang
terjadi pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal dimana setiap inti generatif melebur
dengan inti sel telur.

Organ reproduksi pada gymnospermae disebut konus atau strobilus. Tumbuhan berbiji
terbuka tidak memiliki bunga sehingga sporofil terpisah-pisah atau membentuk srobilus jantan
dan betina. Setiap sisik strobilus jantan mengandung 2 sel mikrosporangium yang akan
membelah secara meiosis membentuk 8 mikrospora yang akan mengalami pematangan menjadi
gametofit jantan. Sementara itu, pada strobilus betina terdapat banyak arkegonium. Pada tiap-tiap
arkegonium terdapat satu sel induk lembaga yang bermeiosis sehingga terbentuk 4 sel yang

haploid. Dari 4 sel yang haploid ini, 3 diantaranya mati dan hanya tersisa 1 sel telur yang
fungsional. Sel telur atau gametofit betina ini akan menempel pada megasporangium yang
selanjutnya akan menjadi megaspore. Gametofit jantan yang telah matang akan tertiup angin dan
menempel pada kantung. Setelah sel telur siap dibuahi, maka mikrospora atau serbuk sari akan
membentuk buluh yang akan membelah sel-sel disekitarnya dan menjadi jalan mikrospora untuk
melakukan pembuahan.
Dalam perjalanannya, inti serbuk sari akan membelah menjadi dua yaitu inti tabung dan
inti spermatogen. Selanjutnya, inti spermatogen akan membelah menghasilkan 2 inti sperma.
Setelah sampai di mikrofil, inti tabung akan tergedenerasi dan inti sperma akan membuahi sel
telur. Setelah sperma dan sel telur melebur membentuk embrio. Embrio akan berkembang
menjadi zigot dan bersama sel-sel di sekitarnya akan membentuk biji yang akan terus mengalami
pematangan. Setelah matang, biji akan jatuh ke tanah dan apabila kondisi sesuai maka akan
membut kecambah yang akan tumbuh menjadi sporofit dewasa yang menghasilkan strobilus
jantan dan strobilus betina.