Anda di halaman 1dari 25

PROPOSAL PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM:
MOTOR BUTA Modification Fermentor Robusta: INOVASI FERMENTOR DENGAN
PENAMBAHAN ENZIM PROTOPEKTINASE
BIDANG KEGIATAN:
PKM-KC
Di usulkan oleh:
Anis
Feri Defriyanto
Bagas Rizcy Aldiano
Moch. Ali Firdaus
Tri Angga Maulana

1217101010
121710101022
141710101003
141710101075
141710101027

2012
2012
2014
2014
2014

UNIVERSITAS JEMBER
JEMBER

2014 PENGESAHAN PKM-KARSACIPTA


1. Judul Kegiatan
: MOTOR BUTA ( FERMENTOR KOPI
ROBUSTA) : INOVASI FERMENTOR
DENGAN PENAMBAHAN ENZIM
PROTO PEKTINASE
2. Bidang Kegiatan
: PKM-KC
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a.Nama Lengkap
:
b.NIM
:
c.Jurusan
:
d.Universitas/Institut/Politeknik :
e.Alamat Rumah dan No Tel./HP :
f. Alamat email
:
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis: orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar
:
b. NIDN
:
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP :
6. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti
: Rp 10.666.000
b. Sumber lain (sebutkan . . . )
: Rp 7. Jangka Waktu Pelaksanaan
: 5 bulan
Jember, 16-September-2014
Menyetujui
Wakil/Pembantu Dekan atau
Ketua Jurusan/Departemen/Program Studi/
Pembimbing Unit Kegiatan Mahasiswa

(__________________________)
NIP/NIK.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan/
Direktur Politeknik/
Ketua Sekolah Tinggi,

(__________________________)
NIP/NIK.

Ketua Pelaksana Kegiatan

(_________________________)
NIM.
Dosen Pendamping

(_______________________)
NIDN.

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ...........................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ii
DAFTAR ISI ...............................................................................................
RINGKASAN........................................................................................
PENDAHULUAN........................................................................................
1.1 Latar Belakang ........................................................................................
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................
1.3 Tujuan........................................................................................
1.4 Manfaat ........................................................................................
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ............................................
BAB 3. METODE PELAKSANAAN ............................................
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ............................................
4.1 Anggaran Biaya ........................................................................................
4.2 Jadwal Kegiatan ........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota ............................................
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran kegiatan ............................................
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas .................
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana ............................................
Lampiran 5. Gambaran Teknologi yang Akan Diterapkembangkan ...........

RINGKASAN
Pada bahasan ini kami ingin menyajikan cara meningkatkan efisiensi pada proses fermentasi
pada kopi robusta dengan penambahan enzim protopektinase dan pengadukan statis dengan suhu yang
terkontrol. Pengaturan dapat meliputi suhu dan putaran pengadukan serta presentase enzim yang
ditambahkan, serta penambahan asam posfat dimaksudkan untuk mendapatkan Ph yang sesuai guna
mempercepat proses fermentasi pada kopi Robusta. Proses fermentasi mengacu pada komponen
lapisan lendir pada kopi Robusta yang merupakan senyawa pektin. yang terdapat pada kopi yang akan
memecah gula menjadi asam laktat, asam asam asetat, asam butirat, dan asam propional. Kegunaan
pembuatan alat ini adalah untuk membantu petani kopi Robusta di Indonesia guna meningkatkan
efisiensi pada proses fermentasi kopi dan meningkatkan mutu kopi melalui proses fermentasi yang
terkontrol. Sehingga meningkatkan nilai jual biji kopi. Selain itu alat ini dapat dikembangkan lagi
dengan menambahkan perangkat perangkat lain seiring dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi (IPTEK). Enzim protopektinase pada fermentasi dimaksudkan untuk mempercepat
terjadinya reaksi fermentasi dan penambahan asam posfat .

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia. Beberapa daerah
yang merupakan sentra penghasil kopi di Indonesia antara lain Sumatra bagian utara, Jawa
Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan yang sebagian besar diusahakan dalam bentuk kebun
rakyat namun juga ada dalam bentuk perkebunan besar swasta dan perkebunan negara
(anonim,2006).
Jawa Timur merupakan salah satu provinsi penghasil komoditi kopi di pulau jawa.
Salah satu kota penghasil kopi di Jawa Timur adalah Kabupaten Jember. Pengusaha komoditi
kopi di kabupaten Jember saat ini terutama adalah kopi Robusta. Baik yang di usahakan oleh
rakyat maupun perkebunan besar. Desa Sidomulyo kecamatan Silo di kabupaten Jember,
merupakan salah satu desa penghasil kopi Robusta yang di hasilkan dari kopi rakyat yang
berpotensi untuk di kembangkan (Anonim,2011). Pengolahan yang di lakukan dalam kopi
rakyat sangatlah sederhana. Hal ini menyebabkan nilai jual kopi rakyat kurang maksimal.
Oleh karena itu upaya perbaikan mutu sangat diperlukan untuk meningkatkan nilai jual kopi
rakyat.
Salah satu tahapan proses pengolahan primer yang sangat menentukan mutu seduhan
akhir adalah fermentasi. Pengembangan metode fermentasi dalam fermentor terkendali
merupakan salah satu alternatif teknologi yang dapat digunakan karena parameter yang
berkaitan dalam menentukan kesempurnaan proses dapat terkendali dengan baik. Fermentasi
bertujuan untuk menghilangkan lapisan lendir yang tersisa di permukaan kulit tanduk biji
kopi setelah proses pengupasan. Selain itu, fermentasi kopi Robusta bertujuan untuk
mengurangi rasa pahit dan mendorong terbentuknya kesan mild pada citarasa seduhannya
(Sukrisno dan Yusianto,2013).
Inovasi alat pembantu proses fermentasi kopi Robusta dengan bantuan enzim
Protopektinase dibuat dengan landasan disain dan konstruksi yang tepat guna sehingga dapat
diterima oleh petani kopi, mudah dalam hal pengoperasian dan perawatan, serta suku cadang
mudah diperoleh di pedesaan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kinerja MOTOR
BUTA(alat pembantu fermentasi kopi Robusta) terkendali untuk proses fermentasi biji kopi
yang merupakan salah satu tahapan penting dalam tahapan pengolahan kopi Robusta cara
basah atau semi basah. Sehingga dengan bantuan alat pembantu fermentasi, petani kopi
Robusta di Indonesia mampu menghasilkan kopi Robusta yang bermutu tinggi dengan waktu
yang di butuhkan untuk proses fermentasi cukup efisien.
1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dicari suatu pemecahan masalah yaitu
bagaimana cara miningkatkan nilai mutu kopi Robusta di Indonesia dengan pengolahan
fermentasi yang optimal.
1.3 Tujuan

a.
b.
c.
d.

Tujuan dari pembuatan alat ini antara lain :


Membantu memperbaiki mutu kopi Robusta di Indonesia yang di olah dengan cara fermentasi
yang terkontrol.
Sumbang saran khususnya untuk petani kopi Robusta di Indonesia
Menghasilkan alat fermentasi kopi Robusta (MOTOR BUTA) yang lebih efisien
Memberi suritauladan kepada petani kopi Robusta tentang kiat peningkatan nilai jual kopi
dengan cara meningkatkan mutu kopi.
1.3 Luaran yang Diharapkan

1.
2.
3.

Luaran yang diharapkan dari pembuatan proposal ini adalah:


Terciptanya MOTOR BUTA sebagai fermentor kopi Robusta dengan penambahan enzim
protopektinase
Fermentasi Robusta yang di hasilkan dari MOTOR BUTA memiliki kualitas yang lebih baik
bila di banding dengan fermentasi biasa
MOTOR BUTA sebagai solusi peningkatan mutu kopi Robusta yang di olah dengan
fermentasi oleh petani kopi Indonesia.
1.5 Manfaat

Untuk memperbaiki kualitas mutu kopi robusta melalui proses pengolahan fermentasi
secara terkontrol dengan bantuan enzim protopektinase sehingga proses fermentasi lebih
efisien dan menghasilkan mutu kopi yang bernilai jual tinggi. Sehingga MOTOR BUTA
bermanfaat sebagai :
1. Fermentor dengan penambahan enzim protopektinase dan dengan pengaturan suhu serta
pengadukan yang terkontrol
2. Berperan aktif dalam membantu meningkatkan kualitas kopi Robusta di Indonesia
3. Fermentor yang bekerja dengan waktu yang lebih efisien

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Kondisi Umum Lingkungan Kopi Robusta

Tanaman kopi (coffea sp) termasuk familia Rubiaceae yang dikenal mempunyai
sekitar 500 jenis dengan tidak kurang dari 600 spesies. Genus coffea merupakan salah satu
genus penting dengan beberapa spesies yang mempunyai nilai ekonomi dan dikembangkan
secara komersial, terutama coffea arabica L. Dan hibridanya, coffea liberica (robusta), coffea
caneaphora (diantaranya varietas robusta) (siswoputranto, 1993).
Secara komersial di kenal dua jenis kopi, yaitu kopi Arabika dan Robusta.Sedangkan
kopi Liberika yang dulu pernah d budidayakan di Indonesia tidak di konsumsi lagi. Sekitar
90% tanaman kopi di Indonesia terdiri dari kopi Robusta dan sisanya Arabika
(Yahmadi,2007). Kopi Robusta merupakan salah satu jenis kopi yang paling banyak di
budidayakan di Indonesia, karena mempunyai produktivitas yang cukup tinggi dan mudah
pembudidayaannya.(Ridwansyah, 2003).
Struktur buah kopi yang sudah masak terdiri dari: 40% pulp, 20% lendir (mucilage),
dan 40% biji kulit dan tanduk (Mulato, 2001).
2.2 Potensi Sumber Daya

Proses fermentasi kopi robusta bersifat efisien sehingga waktu yang dibutuhkan untuk
melakukan fermentasi dengan cara enzimatik lebih singkat.
2.3 Analisis Ekonomi Usaha

Motor Buta sebagai terobosan teknologi alat fermentasi kopi robusta yang bisa
menjadi solusi peningkatan mutu fermentasi sehingga mampu menunjang nilai jual kopi
robusta di indonesia. Penggunaan Motor Buta bisa meningkatkan mutu dan nilai ekonomis
kopi robusta di Indonesia karena proses fermentasinya terkendali.
2.4 Daya Guna

Motor Buta sebagai terobosan teknologi kopi robusta di Indonesia yang selama ini
menjadi permasalahan mutu kopi robusta di Indonesia hanya kopi asalan. Motor Buta
tersusun atas reaktor fermentasi berbentuk silinder horizontal, sumber panas, tenaga
penggerak dan sistem transmisi, serta kotak kendali suhu dan putaran pengaduk. Penerapan
tabung reaktor sebagai sebagai tempat berlangsungnya proses fermentasi. Sumber panas
sebagai pemanas untuk mencapai suhu 40 C sehingga enzim protopektinase bekerja secara
optimal. Tenaga penggerak dan sistem transimisi sebagai penggerak pengaduk untuk
meratakan enzim pada kopi yang akan di fermentasi.

2.5 Fermentasi Kopi Robusta Dengan Enzin Protopektinase

Enzim yang terdapat pada lendir kopi terdiri dari enzim pektinase , protopektinase,
pektinesterase dan pektase.(sivetz, 1963)
Proses pemecahan senyawa pektin oleh enzim-enzim pektinase adalah enzim
pektinesterase memotong ester metil kemudian enzim poligalakturonase bereaksi
menghasilkan enzim pektat. Enzim endo poligalakturonase menyerang bagian dalam yaitu
asam pektat sedangkan ekso poligalakturonase memotong asam galakturonat. Enzim ekso

poligalakturonase yang ditambahkan akan menghidrolisis pektin tanpa menghilang pektin


terlebih dahulu. Penambahan pektintranseleminase akan menghasilkan turunan asam
galakturonat yang tidak jenuh. Proses pemecahan senyawa pektin oleh enzim dapat dilihat
pada gambar 2.2

1.
2.
3.

Gambar 1. Proses Pemecahan Senyawa Pektin oleh Enzim


Pektinesterase (PE) dan Poligalakturonase (PG)
Polimetilgalakturonase (PMG)
Pektintransaminase (PTE)
(Richardson di dalam Fennema, 1976)
Kondsi optimum kerja enzim protopektinase, poligalakturonase dan pektinesterase menurut
Kertesz( 1951) dapat dilihat pada Tabel 2.3
Enzim

Kondisi Optimum
PH
Suhu
Protopektinase
4.0 5.0
48
Poligalakturonase
3.0 5.0
30 55
Pektinesterase
7.0
60
Tabel 1. Kondisi optimum kerja enzim protopektinase, poligalakturonase dan pektinesterase.

BAB 3. METODE PELAKSANAAN


Metodologi pelaksanaan program adalah sebagai berikut:
1. Studi literatur

Untuk memperkuat ide yang sudah ada maka kami melakukan study
literature.Literatur yang kami gunakan berupa buku-buku, artikel-artikel baik dari internet
maupun jurnal serta data data penelitian dan percobaan yang telah dilakukan sebelumnya.
2. Menganalisa hasil survey

untuk mengidentifikasi masalah yang perlu diteliti untuk menentukan alat yang tepat.
3. Perencanaan dan pembuatan sistem.

Rangkaian yang dibuat meliputi mekanisme kerja yaitu reaktor fermentasi berbentuk
silinder horizontal, sumber panas, tenaga penggerak dan sistem transmisi, serta kotak kendali
suhu dan putaran pengaduk
a) Reaktor fermentasi

berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses fermentasi, dan dibuat dari bahan
konstruksi baja tahan karat (stainless steel) tebal 3 mm. Ukuran diameter dalam 400 mm,
diameter luar 550 mm dan panjang reaktor fermentasi 900 mm. Reaktor fermentasi terpasang
dengan bagian rangka menggunakan sistem bongkar pasang (knock down). Dimana dalam
reactor terdapat bagian-bagian penting yaitu:

Gambar 2. Tabung Reaktor

Mantel Pemanas

Mantel pemanas berfungsi untuk memanaskan biji kopi Robusta dan menjaga suhu
supaya enzim dapat bekerja optimal selama proses fermentasi, dan dibuat dari bahan baja
tahan karat yang dipasang melingkar menyelimuti silinder fermentasi agar korosi tidak
mempengaruhi proses terjadinya fermentasi.

Rangka

Rangka dibuat dari baja profil U5 dan berfungsi untuk menopang reaktor fermentasi
dan tenaga penggerak.

Sumber Panas

Sumber panas yang digunakan adalah pemanas listrik (electric heater) agar
pengendalian panas selama proses fermentasi dapat dilakukan dengan baik. Cubicle

20 kv 150 w 220 v.
Gambar 3. Elektrik Heater

b) Tenaga Penggerak dan Sistem Transmisi


Jika proses pengadukan biji kopi Robusta dalam fermentor berlangsung dengan
kecepatan 12 rpm yang berperan sebagai perataan pencampuran enzim terhadap biji kopi dan
diasumsikan efisiensi penerusan daya sebesar 20%, maka secara teoritis tenaga penggerak
yang diperlukan adalah sebuah motor listrik berdaya 2 HP, 220 V dan putaran poros 1.400
rpm. Putaran rendah diperoleh dengan penggunaan gigi reduksi (reduction gear box) dan
rasio puli dalam sistem transmisi. Sistem transmisi yang digunakan adalah kombinasi puli,
sabuk karet, roda gigi dan rantai. Motor penggerak dan gigi reduksi diletakkan di bawah
reaktor fermentasi dengan landasan yang dibuat dari baja profil U5.

Gambar 4. Tenaga Penggerak dan sistem Transmisi

c) Serta Kotak Kendali Suhu dan Putaran Pengaduk


Kotak kendali berfungsi satuan unit kendali proses pemanasan dan putaran sudut
pengaduk. Suhu diukur dan dikendalikan dengan sistem thermocontrol dan jam kendali untuk
mengoptimalkan kerja enzim yang berperan dalam proses fermentasi, sedangkan putaran
sudut dikendalikan dengan pengaturan jam kendali yang diatur pada rasio puli dan gigi
reduksi.

Alat Ukur Suhu


Termostat digital alat ukur suhu dipasang untuk memantau perubahan suhu selama
proses secara manual. Dipasang di satu titik di dalam tabung reaktor.

Gambar 5. Thermostat Digital

Tahap Uji Coba Alat


Pada tahap ini alat diuji coba, apakah mekanisme berjalan sesuai dengan yang
diharapkan. Apakah hasil dari MOTOR BUTA sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.
Pengujian lab perlu dilakukan untuk mengetahui kualitas kopi robusta. Juga perbaikan pada
sistem mekanis yang belum sesuai dilakukan pembenahan.

Indikator Keberhasilan Jangka Pendek (IKJP)


Proses fermentasi dikatakan berhasil jika tidak terdapat perbedaan yang signifikan
antara kopi robusta hasil MOTOR BUTA dengan standar kopi bermutu tinggi. Akhir
fermentasi ditandai dengan mengelupasnya lendir yang menyelimuti kulit tanduk.

Pembuatan Laporan
Pembutan laporan dilakukan setelah semua tahap terselesaikan sehingga hasil yang
diperoleh dari pembuatan sistem dapat dijelaskan secara rinci sesuai dengan data-data yang
diperoleh.

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1 Anggaran Kegiatan

No
1
2
3
4
Jumlah

Jenis Pengeluaran
Peralatan Penunjang
Bahan Habis Pakai
Perjalanan
Lain Lain

Biaya (Rp)
1.305.000
4.986.000
2.500.000
1.875.000
10.666.000

Tabel 2. Anggaran Kegiatan.


4.2 Jadwal Kegiatan

Tahap

JENIS KEGIATAN

Persiapan

Konsultasi
dengan
dosen pembimbing
Persiapan
peralatan
dan bahan
Sewa tempat produksi
Pelaksanaan Pembuatan Motor Buta
Pengujian Motor Buta
Pengujian kopi hasil
Motor Buta
Laporan
Evaluasi
Laporan Akhir
Tabel 3. Jadwal Kegiatan

Bulan ke-1
Minggu
ke1 2 3 4

Bulan ke-2
Minggu
ke1 2 3 4

Bulan ke-3 Bulan ke-4


Minggu
Minggu keke1 2 3 4 1 2 3 4

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2006. Statistik Perkebunan Kopi Di Indonesia 2003-2005 (Kopi). Jakarta:Direktorat
Jendral Perkebunan,Departement Pertanian.
Anonim. 2011. Kopi Luwak, Sedap rasanya, Sedap bisnisnya. Warta Ekonomi.
Kertesz, Z.I. 1951. The Pectic Subtance. New York : Interscience Publisher Inc.
Mulato, S. 2001. Praktek Pengolahan Kopi. Bahan Kursus Pengolahan Kopi dan Uji Cita Rasa.
Jember : Pusat Penelitian Kopi Dan Kakao.
Richardshon, T. 1976. Enzymes. Di dalam O.R Fennema (ed.). Principles of Food Science. Part I,
Food Chemistry. Marcel Dekker, Inc.,New York.
Ridwansyah. 2003. Pengolahan Kopi. Sumatra Utara : Jurusan Teknologi Pertanian Universitas
Sumatra Utara.
Siswoputranto, P. S. 1993. Kopi International Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Sivetz, M.1963. Coffe Processing Technology. Vol I. The AVI Publishing Company Inc, Westport,
Connecticut.
Sukrisno dan Yusianto.2013.Optimasi Proses Fermentasi Biji Kopi Arabika Dalam Fermentor
Terkendali. Jember : Pusat Penelitian Kopi Dan Kakao.
Wooten, A.E. 1963. The Fermentation Of Coffe Part 1. Kenya : Kenya Coffe
Yahmadi, M. 2007. Rangkaian Perkembangan dan Permasalahan Budidaya dan Pengolahan Kopi
Di Indonesia. Surabaya : Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia Jawa Timur.

Biodata ketua dan anggota


A. Idetitas Diri Ketua
1
2
3
4
5
6
7

Nama lengkap
Jenis kelamin
Program
Nim
Tempat, tanggal lahir
Email
Nomor Hp
B. Riwayat Pendidikan

SD
SMP
Nama Instansi
Jurusan
Tahun
Masuk/Keluar
C. PEMAKALAH SEMINAR ILMAH (ORAL PRESENTATION)

No

Nama pertemuan ilmiah/seminar

SMA

Judul artikel ilmiah

Tempat dan
waktu

D. Peghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi, dan


institusi lainnya )
N
o

Jenis penghargaan

Institusi pemberi
penghargaan

Tahun

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-KC
Jember, september 2014

(ketua Panitia )

A. Identitas diri anggota


1
2
3
4
5
6
7

Nama lengkap
Jenis kelamin
Program
Nim
Tempat, tanggal lahir
Email
Nomor Hp
B. Riwayat pendidikan
SD

SMP

SMA

Nama Instansi
Jurusan
Tahun
Masuk/Keluar
C. Pemakalah SEMINAR ILMAH (ORAL PRESENTATION)

No

Nama pertemuan ilmiah/seminar

Judul artikel seminar

Tempat dan
waktu

D. Peghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi, dan


institusi lainnya )
N
o

Jenis penghargaan

Institusi pemberi
penghargaan

Tahun

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-KC
Jember, september 2014

(awake dewe )

A. Identitas diri anggota


1
2
3
4
5
6
7

Nama lengkap
Jenis kelamin
Program
Nim
Tempat, tanggal lahir
Email
Nomor Hp
B. Riwayat pendidikan

Nama Instansi

Bagas Rizcy Aldiano


Laki-laki
Teknologi hasil pertanian
141710101003
Magetan, 19 juli 1995
bagasezpana@yahoo.co.id
089678712628

SD
SDN JEMBER LOR
2

SMP
SMPN 6 JEMBER

SMA
SMAN 5 JEMBER

Jurusan
Tahun
Masuk/Keluar
C. Pemakalah SEMINAR ILMAH (ORAL PRESENTATION)

No

Nama pertemuan ilmiah/seminar

IPA
2011/2014

Judul artikel seminar

Tempat dan
waktu

D. Peghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi, dan


institusi lainnya )
N
o

Jenis penghargaan

Institusi pemberi
penghargaan

Tahun

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-KC
Jember, september 2014

(Bagas Rizcy Aldiano)

A. Identitas diri anggota


1
2
3
4
5
6
7

Nama lengkap
Jenis kelamin
Program
Nim
Tempat, tanggal lahir
Email
Nomor Hp
B. Riwayat pendidikan

Muhammad Aly Firdaus


L
Teknologi hasil pertanian
141710101075
Sidoarjo, 01 Desember 1996
Alyfirdaus@gmail.com
089677271122

SD
MI AL FUDLOLA

SMP
SMP 1 CANDI

Nama Instansi
Jurusan
Tahun
2002/2008
2008/2011
Masuk/Keluar
C. Pemakalah SEMINAR ILMAH (ORAL PRESENTATION)

No

Nama pertemuan ilmiah/seminar

SMA
SMAN 3 SIDOARJO
Ipa
2011/2014

Judul artikel seminar

Tempat dan
waktu

D. Peghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi, dan


institusi lainnya )
N
o

Jenis penghargaan

Institusi pemberi
penghargaan

Tahun

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-KC
Jember, september 2014

(awake dewe )

A. Identitas diri anggota


1
2
3
4
5
6
7

Nama lengkap
Jenis kelamin
Program
Nim
Tempat, tanggal lahir
Email
Nomor Hp
B. Riwayat pendidikan

Nama Instansi

Tri Angga Maulana


Laki-Laki
Teknologi Hasil Pertanian
141710101027
Jemer, 6 November 1995
3anggamaulana@Gmail.com
08998685422

SD
SDN Jember Kidul
04 Jember
2002/2008

SMP
SMPN 3 Jember

SMA
SMAN 2 Jember

Jurusan
Tahun
2008/2011
Masuk/Keluar
C. Pemakalah SEMINAR ILMAH (ORAL PRESENTATION)

No

Nama pertemuan ilmiah/seminar

IPA
2011/2014

Judul artikel seminar

Tempat dan
waktu

D. Peghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi, dan


institusi lainnya )
N
o

Jenis penghargaan

Institusi pemberi
penghargaan

Tahun

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-KC
Jember, september 2014

(Tri Angga Maulana)

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran kegiatan


1. Peralatan Penunjang
Material

Justifikasi
pemakaian

Kuantitas

Harga
satuan (Rp)

Gerinda
tangan
Bor tangan

Pemotogan
besi
Pelubangan
besi
Pemotongan
besi
Penjepit besi
Mengencang
kan baut
Membengkok
an besi
Pengencanga
n mur dan
baut
Pengencanga
n mur dan
baut
Pengencanga
n mur dan
baut
Pengukuran
besi
dan
material
Penyambung
an logam
Mengecat
komponen
Penghalusan
komponen

1 unit

300.000

Harga
keseluruhan
(Rp)
300.000

1 unit

275.000

275.000

1 unit

25.000

25.000

1 unit
1 unit

100.000
50.000

100.000
50.000

1 unit

100.000

100.000

1 set

125.000

125.000

1 set

125.000

125.000

1 set

125.000

125.000

1 unit

30.000

30.000

1 unit

30.000

30.000

1 unit

10.000

10.000

1 lembar

10.000

10.000

SUB TOTAL

1.305.000

Gergaji
tangan
Tang
Obeng
Palu
Kunci pas

Kunci ring

Kunci
kombinasi
Mistar

Solder
Kuas
Ampelas

Material
Motor Listrik
Pule
Besi Plat Stainless
steel
Besi L 6 Meter
Poros Besi Pejal
Rol Kabel
Sakelar
Mur dan Baut
Plat Baja

Justifikas
Pemakaian
Penggerak Alat
Mentransmisikan
daya motor
Pengaduk

Kuantitas

Harga Satuan (Rp)

Keterangan

1 Unit
2 unit

1.500.000
250.000

1.500.000
500.000

5 Meter

315.000

315.000

Rangka
Tempat Pengaduk
Penghubung
Perngkat
Pemutus daya
Tumpuan Poros
Tabung Reaktor

6 Meter
2 Unit
1 Unit

125.000
120.000
75.000

125.000
240.000
75.000

2 Unit
75 Unit
5 Unit

15.000
2.000
40.000

30.000
150.000
200.000

Batu Gerinda
Cat Warna Biru
Mata Bor
Elektrik Heater
Thermostat
Ph meter

Pemotong Baja
Mewarnai ody Alat
Melubangi Besi
Pemanas
Pengatur Suhu
Pengukur Ph

2. Bahan Bahas Pakai

10 Unit
2 Unit
1 Set
1 Set
1 Set
1 Set

5.000
8.000
160.000
625.000
500.000
500.000
Sub Total

50.000
16.000
160.000
625.000
500.000
500.000
4.986.000

3. Perjalanan

Material

Justifikasi Pemakaian

Biaya Perancangan
dan antisipasi
Kerusakan
Komponen mesin
selama 4 bulan
Biaya Internet
selama 2 Minggu
Analisis Data

Perbaikan alat

Penyusunan dan
Perbanyakan
Proposal
Biaya Las
Dokumentasi
Biaya Tak Terduga

4. Lain-Lain

Kuantitas

Harga Satuan
(Rp)
350.000

Harga
Keseluruhan(Rp)
350.000

Pencarian Pustaka dari


Internet
Perancangan
embuatan Alat
Arsip Universitas

100.000

100.000

300.000

300.000

225.000

225.000

Penyambungan Besi
Pembuatan Laporan
Biaya Tak Terduga

400.000
200.000
300.000
Sub Total

400.000
200.000
300.000
1.875.000

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas

No

Nama / NIM

Progam
Studi

Bidang
Ilmu

Anis

Teknik
Pertanian

Teknologi

Alokasi
Waktu
(jam /
minggu)
10

Ferri Defriyanto

Teknologi

10

Bagas Rizcy
Aldiano

Teknologi
Hasil
pertanian
Teknologi
Hasil
pertanian

Teknologi

20

Muhammad Aly
Firdaus

Teknologi
Hasil
pertanian

Teknologi

20

Tri Angga
Maulana

Teknologi
Hasil
pertanian

Teknologi

20

Uraian Tugas

Konsultasi dengan
dosen pembimbing,
menguji Motor Buta
Menguji Motor Buta ,
membuat laporan hasil
Sewa tempat produksi,
Menyiapkan peralatan
dan bahan, membuat
laporan hasil
Menyiapkan peralatan
dan bahan, Membuat
Motor Buta, Menguji
Motor Buta
Menyiapkan peralatan
dan bahan, Membuat
Motor Buta, Menguji
Motor Buta

Lampiran 5. Gambaran Teknologi yang Akan Diterapkembangkan


Kopi Robusta

Enzim
Protopektinaseeee

Fermentasi suhu 40 C dan


pengadukan 12 Rpm waktu 4 jam

Pencucian